Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Ayo Gotong-Royong 4M+1V

17 Juni 2021 Health
Ayo Gotong-Royong 4M+1V

Hidup di masa-masa pandemi COVID-19 memang serba repot? ada seseorang yang dirumahkan karena perusahaan/kantor tidak lagi sanggup membayar karyawan. Ada lagi pelaku bisnis UKM/UMKM yang gulung tikar karena kehabisan modal serta mengalami defisit usaha. Ada lagi seseorang yang batal menikah karena pandemi COVID-19, dan masih banyak lagi kisah yang lainnya.

Bahkan, hidup di masa pandemi seperti sekarang ini bisa dibilang kurang leluasa karena semua aktivitas dibatasi. Contohnya saya yang merupakan guru Biologi SMA juga harus melakukan pembelajaran daring dengan para siswa dari rumah (Work from Home). Ditanya susah apa tidak belajar secara daring? saya jawab susah-susah gampang. Susahnya karena saya mengajar di kampung/desa, jadi sinyal internet sering tidak stabil sehingga boro-boro mau belajar pakai zoom/google meet atau aplikasi tatap muka lainnya, hehe… ya tetap kadang saya dan rekan-rekan guru lainnya harus berkunjung ke rumah siswa untuk mengambil tugas siswa, belajar bareng siswa secara kelompok bagi mereka yang mengalami kesulitan belajar (namun kami tetap mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah), dan lain sebagainya. Gampangnya, sekarang sudah ada teknologi ya, hampir semua siswa sudah memiliki handphone, maka kegiatan pembelajaran harus dimaksimalkan secara sempurna, misalnya dengan google class room untuk pembelajaran.

Selain itu, pandemi COVID-19 ini juga membuat semua orang menjadi khawatir akan masa depan. Khawatir akan hilangnya pekerjaan/usaha/bisnis, bahkan semakin renggangnya silaturahim langsung dengan sahabat dan juga keluarga karena harus social distancing.

By the way, setiap kali saya menonton berita-berita di televisi, website Satgas Penanganan COVID-19 maka pandemi di Indonesia makin hari makin belum bisa terbendung secara maksimal. Itulah mengapa pravelensi kasus orang yang terkonfirmasi COVID-19 selalu ada setiap harinya. Hal ini tentu bisa saya bilang sebagai fenomena gunung es? Coba bisa kita tengok data-data statistik di bawah ini seperti yang saya kutip dari situs Satgas Penanganan COVID-19:

Situasi COVID-19 di Indonesia. Sumber gambar: : https://covid19.go.id/berita/data-vaksinasi-covid-19-update-16-juni-2021

Sementara itu, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) misalnya, kasus COVID-19 juga masih belum bisa terbendung, bahkan jumlah yang terkonfirmasi COVID-19 masih terus bertambah jumlahnya mencapai +438 kasus positif (data tanggal 15 Juni 2021). Sementara itu ada peningkatan pada tanggal 16 Juni 2021 menjadi +534 kasus positif. Silakan bisa lihat pada lekatan twitter dan instagram resmi Dinas Kominfo DIY di bawah ini:

Maka dari itu, untuk melawan COVID-19 yang masih belum aman seperti data-data di atas, maka satu-satunya cara yang paling ampuh yaitu gotong-royong antar lintas sektor baik antara pemerintah, tenaga medis, dan seluruh elemen masyarakat.

Pancasila dan Gotong-Royong

Gotong-royong merupakan budaya dan kepribadian bangsa Indonesia yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dulu. Jika kita hidup di kampung/pedesaan, maka budaya gotong-royong masih bisa kita lihat, misalnya saat akan memasang atap rumah atau kerja bakti pembangun jalan, maka biasanya bapak-bapak, muda-mudi dalam satu kampung itu akan membantu hingga selesai.

Gotong-royong merupakan akar budaya bangsa, bagian dari ciri khas nilai dan norma positif yang sangat baik dan tidak boleh luntur ditelan waktu. Masyarakat harus menjaga tradisi leluhur ini sampai kapanpun. Kalau bukan kita generasi muda yang menjaga gotong-royong, lantas siapa lagi?

Dalam butir sila ke-3 dan sila ke-5 Pancasila telah mengajarkan kita sebagai warga negara untuk memiliki sikap gotong-royong antar sesama.

Mengutip dari halaman BPIP Republik Indonesia, sebagaimana bunyinya, Sila ke-3 yaitu “Persatuan Indonesia”, merupakan landasan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Sila ke-3 memuat 7 butir pengamalan, yakni sebagai berikut:

  • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan;
  • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan;
  • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa;
  • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia;
  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial;
  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika;
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurut halaman website kapuashulukab.go.id, bahwa gotong royong dan memiliki sikap persatuan salah satu sebagian contoh kehidupan yang memiliki nilai-nilai luhur dari sila ke tiga Pancasila yang akan membawa arah persatuan. Karena Gotong royong inilah yang merupakan tali pemerkuat bangsa Indonesia.

Sedangkan mengutip sedikit dari halaman BPIP Republik Indonesia bahwa pada butir Sila ke-5 Pancasila yakni “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” memiliki butir-butir pengamalan yang diatur dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 dan sudah diperbaharui setelah Reformasi dengan Ketetapan MPR No. I/MPR/2003.

  • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan;
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama;
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban;
  • Menghormati hak orang lain;
  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri;
  • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain;
  • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah;
  • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum;
  • Suka bekerja keras;
  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama;
  • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Gotong-royong banyak macamnya dan intinya untuk kepentingan bersama, sebagai contoh konkretnya:

  • Kerja bakti membersihkan lingkungan desa;
  • gotong-royong membangun tempat ibadah (masjid, gereja, wihara, pura dan lain sebagainya);
  • gotong-royong membangun jembatan desa;
  • gotong-royong mengaspal jalan;
  • gotong-royong membuat saluran irigasi untuk pertanian;
  • dan masih banyak contoh lainnya yang bisa kita petik hikmah di dalamnya.

Bahkan, dalam ranah untuk kepentingan kesehatan bangsa dan negara, sikap gotong-royong ini bisa kita lakukan dengan cara membagikan masker dan hand sanitizer ke daerah yang berzona merah. Selain itu, gotong-royong mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah untuk mencegah penularan virus COVID-19 dari satu orang ke orang lainnya. Dan pemerintah sendiri sudah mengupayakan semaksimal mungkin agar kita sebagai masyarakat perlu menghiraukan anjuran prokes dari pemerintah tersebut untuk dilaksanakan agar kesehatan nasional semakin pulih. Harapan ini tentunya akan terwujud jika masyarakatnya tidak bandel dan tentunya mengikuti saran-saran terbaik dari pemerintah untuk menekan laju penyebaran COVID-19.

Melawan COVID-19 Butuh Gotong-Royong Kita Bersama

Suatu pekerjaan akan semakin cepat selesai jika dikerjakan secara gotong-royong. Sama seperti kita ingin menyelesaikan permasalahan COVID-19 saat ini maka ini juga perlu kiranya kita semua sebagai elemen masyarakat untuk sama-sama gotong-royong agar pandemi ini segera berakhir.

Tanpa gotong-royong yang tersusun rapih, maka pandemi COVID-19 ini tidak akan pernah hilang. Nah, untuk itu, maka kita perlu menerapkan gotong-royong 4M+1V. Apa itu gotong-royong 4M+1V?, yuk lanjutkan membaca pada bagian di bawah ini:

#1 Gotong-Royong 4M

Gotong-royong 4M merupakan bentuk protokol kesehatan yang dianjurkan saat ini, bahkan misalnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah dilakukan hingga saat ini. Gotong-royong 4M meliputi memakai masker, menjaga jarak minimal satu meter, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan.

A. Memakai Masker

Akhir-akhir ini menurut apa yang saya lihat dan amati, masyarakat di sekitar tempat tinggal saya mulai jarang yang memakai masker saat keluar rumah. Tidak tahu alasan pasti mereka tidak mau memakai masker. Bahkan teman satu kantor saya pun ada yang sering melepas masker saat dikerumunan, padahal sudah saya tegur, tapi masih bandel.

Padahal memakai masker itu banyak manfaatnya yaitu mencegah penularan virus COVID-19 dari satu orang ke orang lainnya. Mengutip sedikit dari halaman resmi Yogyakarta Tanggap COVID-19, menyebutkan bahwa cara penularan COVID-19 ialah melalui kontak dengan droplet saluran napas penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang mengandung kuman penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu (biasanya 1 meter). Droplet bisa menempel di pakaian atau benda di sekitar penderita pada saat batuk atau bersin. Namun, partikel droplet cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, orang yang sedang sakit, diwajibkan untuk menggunakan masker untuk mencegah penyebaran droplet.

Lalu bagaimana cara memakai masker yang baik dan benar?

Seperti yang saya kutip sedikit dari website kemkes, bahwa langkah-langkah menggunakan masker adalah sebagai berikut:

  • Biasakan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan masker, boleh menggunakan air mengalir dengan sabun, boleh juga menggunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol;
  • Pastikan hidung, mulut, dan dagu tertutup seluruhnya, bagian berwarna berada di depan, dan bagian berwarna putih yang menempel di wajah;
  • Tekan bagian atas masker yang ada kawatnya agar sesuai bentuk hidung;

Selanjutnya bagaimana cara membuka dan membuang masker yang benar? Ikuti langkah-langkah berikut:

  • Gantilah masker jika rusak, kotor, atau basah;
  • Lepas kaitan masker dari telinga atau ikatan masker, pastikan tidak memegang bagian depan masker.
  • Buanglah masker dengan benar ke dalam tempat sampah.
  • Cucilah tangan pakai sabun atau bahan berbasis alkohol dengan baik dan benar.

Gambar flyer di bawah ini dapat memvisualisasikan narasi di atas.

Cara memakai dan melepas masker. Sumber gambar: https://infeksiemerging.kemkes.go.id/warta-infem/beginilah-cara-memakai-dan-melepaskan-masker-yang-benar-140

Sehingga kemanapun kita berpergian atau saat keluar rumah, maka memakai masker ini dianjurkan dan sangat penting sekali. Cobalah buka mata hati kita untuk selalu mengenakan masker kemana saja kita berada, jangan egois ya? karena kita juga punya kewajiban menjaga orang di sekitar kita agar tidak terpapar virus COVID-19 ini.

B. Menjaga Jarak Minimal Satu Meter

Tidak hanya penggunaan masker yang mulai diabaikan, maka saya juga melihat masyarakat kita yang sudah mulai tidak mengabaikan protokol kesehatan dari pemerintah yang satu ini. Padahal paparan virus COVID-19 ini akan semakin meningkat jika berada pada jarak yang berdekatan, karena droplet virus COVID-19 ini dapat dengan cepat menyebar melalui udara ketika orang bercakap-cakap (ngobrol).

Menjaga jarak (social distancing), sumber gambar: https://promkes.kemkes.go.id/flyer-menjaga-jarak-social-distancing

Maka saat berada di dalam ruangan atau di luar ruangan menjaga jarak minimal satu meter antar satu orang dengan orang lain perlu diperhatikan secara seksama dan tidak boleh disepelekan ya teman, oke?

C. Mencuci Tangan Pakai Sabun

Mencuci tangan pakai sabun sebenarnya sudah diajarkan oleh guru kita sewaktu TK/SD. Saya masih ingat betul ketika duduk SD selalu rutin cuci tangan dengan sabun sebelum masuk kelas dengan sambil diarahkan oleh guru kelas. Nah, seharunya budaya cuci tangan pakai sabun ini tidak boleh hilang ya saat pandemi seperti sekarang ini.

Dengan mencuci tangan memakai sabun, maka tangan akan bersih, dengan begitu akan mencegah bakteri, virus, dan jamur yang akan tumbuh di telapak tangan. Karena jika tangan kita sudah tercemar bakteri/virus, maka tubuh akan mudah sakit terutama jika sistem imunitas tubuh kita sangat rendah.

Gerakan mencuci tangan dengan sabun ini ternyata sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, dan tentunya kita harus gotong-royong bersama mengikuti anjuran pemerintah ini supaya terhindari dari COVID-19 yang membahayakan diri kita sendiri dan orang lain di sekitar tempat tinggal.

D. Menjauhi Kerumunan

Menjauhi kerumunan memang sangat penting sekali untuk memutus mata rantai pandemi COVID-19. Sebaiknya untuk mencegah kerumunan maka bisa dilakukan dengan social distancing, physical distancing, Work from Home (WFH), dan saat kita keluar rumah sebaiknya dilakukan hanya untuk kondisi mendesak saja. Jika ke luar rumah untuk hal-hal yang tidak terlalu penting maka silakan teman-teman bisa pertimbangkan untuk mengalihkan dengan aktivitas produktif lainnya.

Akan tetapi, jika kita berada pada tempat keramaian maka setidaknya kita harus memakai masker penutup mulut, menjaga jarak minimal satu meter (tidak berdesakan), tidak berlama-lama kumpul dalam satu lokasi tertentu dalam waktu lama, serta sebaiknya menggunakan hand sanitizer secara berkala.

#2 Gotong-Royong 1V

Gotong royong 1V maksudnya adalah melakukan vaksinasi COVID-19 sesuai arahan dari pemerintah dan badan Satgas pencegahan COVID-19. Sehingga dengan adanya arahan vaksinasi COVID-19 ini maka masyarakat harus patuh dan mengikutinya dengan senang hati.

Vaksinasi COVID-19 yang diadakan oleh pemerintah untuk masyarakat ini tujuannya adalah baik yaitu demi kesehatan seluruh warga negara Indonesia.

Apabila teman-teman semuanya diberikan kesempatan untuk melakukan vaksinasi COVID-19 gratis yang diberikan oleh pemerintah, maka ayo ikuti saja, karena ini demi kepentingan kita bersama, kita dalam posisi ini harus sama-sama gotong-royong antara pemerintah dan masyarakat.

Bahkan alhamdulillah saya sendiri sudah melakukan vaksinasi COVID-19 tahap 1 dan 2, dan sudah beres. Namun, meskipun saya sudah melakukan vaksinasi bukan berarti saya sudah kebal dengan virus COVID-19, tapi saya juga tidak boleh lalai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, tentu saja saya harus patuh dan mengikutinya setiap hari.

wahid priyono vaksinasi covid 19
Dokumentasi pribadi: saya disuntik vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Natar Medika.

Vaksinasi COVID-19 yang saya lakukan pertama kali yaitu menjelang H-3 bulan puasa ramadhan 1442 H. Saat itu saya melakukan vaksinasi pertama kali di Rumah Sakit Natar Medika, dengan alamat di kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Vaksinasi yang saya lakukan ini bersama teman-teman guru di sekolah. Proses vaksinasi cepat, praktis, dan tentunya tidak menimbulkan efek samping yang berarti. Oya, buat teman-teman yang takut jarum suntik maka tidak perlu takut, karena waktu disuntik itu rasanya tidak sakit, palingan cuma rasanya seperti digigit semut. Percayalah dengan apa yang saya katakan ini, tidak sakit kok !

Sementara itu, vaksinasi COVID-19 tahap kedua seingat saya dilakukan setelah lebaran. Jadi, sekitar tanggal 20 Mei 2021 saya melakukan vaksinasi di rumah sakit yang sama yaitu di Rumah Sakit Natar Medika bersama teman-teman guru. Alhamdulillah vaksinasi COVID-19 tahap kedua ini berjalan lancar dan tidak ada kendala. Silakan jika ingin membaca kisah saya ketika melakukan vaksinasi COVID-19 tahap kedua pada link berikut ini: Alhamdulillah, Serangkaian Vaksinasi COVID-19 Telah Beres.

Vaksinasi COVID-19 tahap 2 beres
Dokumentasi pribadi: Vaksinasi COVID-19 tahap ke-2 yang saya lakukan telah beres

By the way, sedikit informasi untuk teman-teman atau masyarakat maka tidak perlu takut untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Percayalah vaksinasi COVID-19 ini aman dan tak perlu ditakuti karena sudah ada uji klinis dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) dan dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Oya, buat teman-teman juga harus hati-hati dengan berita-berita hoax tentang vaksinasi COVID-19 ini. Kita tetap harus mendengar apa yang dianjurkan pemerintah dengan vaksinasi ini. Percayalah, vaksinasi COVID-19 yang dianjurkan pemerintah ini tentu saja bertujuan baik demi pemulihan kondisi kesehatan masyarakat agar tidak rentan terinfeksi virus COVID-19.

sertifikata vaksinasi COVID-19 milik saya
Dokumentasi pribadi: sertifikata vaksinasi COVID-19 milik saya

Terakhir sebagai penutup dari tulisan saya ini, maka kita sebagai elemen masyarakat harus mau bergotong-royong dengan pemerintah serta pihak medis untuk menuntaskan pandemi COVID-19 ini. Tanpa adanya gotong-royong tersebut maka pandemi akan selalu ada dan sulit untuk dicegah. Gotong-royong masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi secara bersama-sama ini ternyata membuktikan bahwa kita ini bangsa yang besar, peduli dan kuat.

Dan sebagai warga masyarakat kita juga harus senantiasa mengikuti anjuran pemerintah termasuk protokol kesehatan 4M+1V yang sudah saya jelaskan di atas. Selain itu, melakukan vaksinasi adalah cara terbaik supaya tubuh membentuk antibodi spesifik untuk melawan virus COVID-19 untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Semoga pandemi ini segera berakhir dan pastinya kita semua harus saling bergandengan tangan untuk bersatu padu untuk melawan COVID-19 ini dengan terus menjaga diri dan keluarga serta sahabat terdekat dari virus corona.

Demikianlah tulisan sederhana saya ini, mudah-mudahan bermanfaat untuk pembaca semuanya. Terima kasih sudah menyimak dan tetap jaga kesehatan selama pandemi dengan melaksanakan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Sumber Referensi Pendukung Tulisan:

“Tulisan ini diikutsertakan kompetisi dalam rangka memperingati Bulan Pancasila dengan tema Keistimewaan Pancasila: Toleransi, Berbagi, Gotong Royong yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika
DIY”

Taggs:
48 Comments
  • Hendra Suhendra 5:51 am 18 Juni 2021 Balas

    Akses internet memang sering jadi kendala saat proses belajar daring ya Mas, apalagi di desa biasanya sinyalnya kurang oke. Tapi kadang di kota juga sinyalnya suka lemot loh, nggak cuma di desa aja.

    Kita memang perlu banget melakukan gotong royong satu sama lain, agar korban copit nggak terus bertambah. Pasalnya si copit ini memang nggak bakalan bisa hilang, sama kayak virus cacar yang sekarang malah berteman akrab dengan manusia. Yang bisa kita lakukan adalah menjaga kesehatan diri dan keluarga, kebersihan rumah dan lingkungan, menerapkan prokes dan survive dari sisi finansial.

    Selalu keren tulisan master yang satu ini. Sungkem dulu sama suhu

    • Wahid Priyono 9:27 am 20 Juni 2021 Balas

      Makasih mas Hendra. ya beginilah tantangan hidup di masa pendemi, butuh ikhtiar, kesabaran, dan juga keikhlasan hati untuk legowo..

  • Laela Dzuhria Wahyudo 10:20 am 18 Juni 2021 Balas

    Ooo 1V nya adalah vaksin. Iya ya mas perlu bgt kita untuk vaksin. Tapi, perlu diimbau jg nih sm masyarakat, bahwa kalau sudah di vaksin tidak menutup kemungkinan untuk TIDAK KENA CORONA. Karena banyak yg akhirnya beranggapan dn meremehkan vaksin, “katanya sudah di vaksin, tapi masih kena corona tuh” byk dilingkungan sy spt itu, tidak tahu tempat lain, ya. Akhirnya meremehkan vaksin. Pdhl vaksin itu membentuk antibody kita, jika terpapar pun tidak begitu membahayakan.

    • Wahid Priyono 9:30 am 20 Juni 2021 Balas

      Iya betul kak, ada memang teman sy juga yang sudah vaksin COVID-19 tapi masih bisa tekena COVID. ya itu tadi butuh gotong-royong semua elemen antara pemerintah, nakes, dan juga elemen masyarakat itu sendiri. Kita tidak boleh egois dan sombong, tetap patuhi protokol kesehatan dari pemerintah karena tidak semua dari kita itu kebal terhadap virus corona ini.

  • Sandra Hamidah 12:50 pm 18 Juni 2021 Balas

    Gotong royong penting banget ya kak di tengah pandemi ini semua harus sehat dan tetap hidup lebih baik lagi

    • Wahid Priyono 9:26 am 20 Juni 2021 Balas

      Iya betul kak Sandra, semua elemen baik pemerintah, tenaga kesehatan/medis, dan masyarakat harus bareng2 bekerjasama. Dengan gotong-royong, semua tertolong.

  • nurulrahma 5:05 pm 18 Juni 2021 Balas

    Edukasi yg sangat komprehensif dan menarik!
    Memang tdk mudah memberikan pemahaman kepada ratusan juta warga negeri tercinta.
    tapiii, apapun itu, yuk kita lakukan bersama!
    keren nih, tema Bulan Pancasila dengan tema Keistimewaan Pancasila: Toleransi, Berbagi, Gotong Royong

    • Wahid Priyono 9:31 am 20 Juni 2021 Balas

      Iya kak, di sila ke-5 Pancasila maknanya mendalam sekali, ada butir pengamalannya yaitu “gotong-royong”, ya tentunya di masa pandemi seperti sekarang ini ya kita butuh gotong-royong untuk melawan COVID-19.

  • Waode_1453 5:31 pm 18 Juni 2021 Balas

    Nah ini. Pandemi harus dihadapi bersama-sama. Pemerintah harus konsisten dengan aturan-aturan yang ditetapkan, masyarakat juga harus taat pada prokes. Inilah saatnya mendalami kembali nilai-nilai luhur dalam Pancasila. Utamanya tentang persatuan. Hal yang sangat urgent untk diterapkan dalam masa sulit sekarang ini.

    • Wahid Priyono 9:32 am 20 Juni 2021 Balas

      Yups kak, semua dari kita butuh gotong-royong, karena dengan gotong-royong semua tertolong.

  • Putu Sukartini 6:41 pm 18 Juni 2021 Balas

    Setuju banget sama tulisan ini
    Untuk kesehatan bersama memang semua harus mau bergerak
    Ya pemerintah, ya rakyat, ya nakes
    Rasanya sedih lihat orang-orang banyak yang mulai abai prokes 4M dan kayak nyepelein padahal kasusnya meningkat terus

    Semoga dengan semangat kebersamaan
    Pandemi ini segera berlalu

    • Wahid Priyono 9:34 am 20 Juni 2021 Balas

      Ya itu kak makainya kita semua tidak boleh egois dan sombong, atau merasa sudah kebal dengan virus COVID-19. Upaya/ikhtiar kita ya itu harus patuhi dan jalankan protokol kesehatan dari pemerintah (4M+1V).

  • Fenni Bungsu 7:02 pm 18 Juni 2021 Balas

    Upaya pencegahan covid-19 agar tidak semakin meluas memang gak bisa ditangani sendiri. Perlu gotong royong semua pihak.

    Kalau sama-sama berkontribusi dengan 4M 1V, bukan tidak mungkin kan pandemi dapat berakhir. Yuk semangat gotong royong kita hempaskan virus itu dari kehidupan

    • Wahid Priyono 9:35 am 20 Juni 2021 Balas

      Iya setuju kak, harus bergerak semuanya. Yang terpenting hilangkan ego pribadi dan mari patuhi dan jalankan protokol kesehatan dari pemerintah. Ini tidak boleh lalai ya? harus dijalankan oleh siapapun.

  • Maria Soemitro 9:38 pm 18 Juni 2021 Balas

    Sejak kemarin Bandung lockdown lagi (istilah mudah untuk PPKM :D), sedih banget.
    Pada bandel sih, jangankan menerapkan protokol lengkap, pakai maskerpun mereka gak mau
    Seperti di warung, cuma saya yang pakai masker. Yang lain mungkin merasa virus corona gak singgah di Indonesia

    • Wahid Priyono 9:36 am 20 Juni 2021 Balas

      Yups kak, betul kadang saya itu sedih karena melihat banyak orang yang ke luar rumah gak pake masker. Mereka pada lalai dan mungkin sudah merasa bahwa virus COVID sudah gak ada lagi…

  • Nurhilmiyah 8:37 am 19 Juni 2021 Balas

    Menerapkan protokol kesehatan memang harus disiplin dan jangan kasih kendor ya Mas, apalagi dampaknya gak cuma buat diri sendiri tetapi orang banyak juga. Stay safe yaa kita semua

    • Wahid Priyono 9:38 am 20 Juni 2021 Balas

      Iya betul kak, intinya jangan egois dan sombong, karena di sekitar kita juga butuh yang namanya hidup sehat. Semua elemen warga negara Indonesia perlu menjalankan prokes dari pemerintah tanpa terkecuali.

  • Tian Lustiana 9:44 am 19 Juni 2021 Balas

    Protokol kesehatan ini emang penting banget jangan sampai diabaikan yah, supaya semuanya sehat.

    • Wahid Priyono 9:39 am 20 Juni 2021 Balas

      Betul kak Tian, tidak boleh abai dengan apa yang dianjurkan oleh pemerintah. Kita sebagai warga negara yang baik mari ikuti anjuran prokes dari pemerintah. Intinya kita jangan “bandel” , egois atau jangan sombong.

  • Sani 11:11 am 19 Juni 2021 Balas

    Kami blm vaksin nih, didata udah lama, tp blm jelas kapan..
    Semoga cepat reda pandemi ini
    Jenuh kelamaan hehe

    • Wahid Priyono 9:25 am 20 Juni 2021 Balas

      Mudah2an segera divaksin ya kak Sani. Biar ke depannya jauh lebih baik.

  • Shyntako 11:37 am 19 Juni 2021 Balas

    duh semoga yaa kalo semua orang disiplin prokes 4M plus mau vaksin, Indonesia sikonnya segera kondusif

    • Wahid Priyono 9:40 am 20 Juni 2021 Balas

      Yups betul sekali kak Synta…yuk prokes kita jalankan bareng2 ya…

  • Mutia Ramadhani 11:55 am 19 Juni 2021 Balas

    Gedeg banget karena harusnya weekend ini saya jalan ke Bogor ada keperluan mendadak. Tapi karena mendadak pula kasus Covid di Jabodetabek dan Jawa Barat mencapai angka tertinggi lagi, jadi pending deh. Patuh, menggunakan masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan disiplin menjaga jarak.

    Insya Allah Senin ini saya juga vaksin kedua. Semoga bermanfaat.

    • Wahid Priyono 9:42 am 20 Juni 2021 Balas

      Di tempat umum dengan banyaknya orang yang tak dikenal tentu kita harus waspada dengan klaster penyebaran COVID-19. Tentunya kita harus menjaga diri sebaik mungkin, waspada terhadap penyebaran COVID-19 sangat perlu kiranya diperhatikan. Menjalankan prokes pemerintah harus menjadi kesadaran setiap individu dan perlu kiranya disiplin, tanggungjawab, karena ini demi masa depan ekonomi dan kesehatan nasional kita secara keseluruhan. Kita perlu gotong-royong supaya yang lain juga ikut tertolong.

  • Annie Nugraha 11:58 am 19 Juni 2021 Balas

    Ditambah 2 M lagi Kak Wahid. Menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. 2 yang terakhir ini menurut saya juga penting. Apalagi melihat grafik penderita yang cenderung bertambah dari waktu ke waktu.

    Nyes banget rasanya hati karena di lingkungan kompleks saya juga semakin banyak yang kena. Dan itu saya anggap gak main-main. Karena justru dari lingkungan kecil lah, virus itu dapat lebih mudah berpindah.

    • Wahid Priyono 9:44 am 20 Juni 2021 Balas

      Terima kasih kak Anni atas koreksiannya, intinya kita perlu waspada dan jaga diri baik2 dari pandemi COVID-19 ini. Tetap menjaga kesehatan, lolahraga teratur, konsumsi makanan bergizi dan prokes pemerintah harus dijalankan dengan sebaik mungkin.

  • Bang Doel 12:39 pm 19 Juni 2021 Balas

    Saya belum vaksin nih, mas. Kemarin terlewat karena ada salah komunikasi. Baru sekarang mulai didaftar untuk divaksin dalam waktu dekat. Mudah-mudahan jadi salah satu ikhtiar bebas pandemi.

    • Wahid Priyono 9:24 am 20 Juni 2021 Balas

      Yups kak, saya sendiri alhamdulillah sudah vaksin lengkap cuma ya tetep harus jaga prokes yang disiplin. Mudah2an kak Doel segera divaksinasi COVID-19, mudah2an tetap sehat ke depannya.

  • Hani 1:31 pm 19 Juni 2021 Balas

    Udah 3 semester ini saya mengajar online. Sebagai ibu rumahtangga seneng aja, engga perlu ke mana-mana. Tapi sedih, mahasiswanya suka ilang-ilang krn susah sinyal. Mereka pada di luar Bandung.
    Dampaknya pasti ke kualitas lulusan nih nantinya…Hiks…
    Harus kompak nih untuk membasmi virus.

    • Wahid Priyono 9:46 am 20 Juni 2021 Balas

      Saya udah 2 tahun malahan ngajar daring di sekolah. Hehe, rasanya pengen cepet2 tatap muka aja ngajar ke siswa itu… Kangen kadang sama siswa2. Kadang pangling kalo pas mereka datang ke sekolah, ada yang rambutnya jadi panjang, badannya jadi kurus, mukanya makin glowing karena perawatan maksimal saat pandemi, dll.. hehe.. ya kita nikmati aja prosesnya. Mudah2an pandemi ini bisa kita tangani bersama dengan tuntas.

  • Moch. Ferry Dwi Cahyono 2:51 pm 19 Juni 2021 Balas

    Gotong royong khas Indonesia banget, disiiplin praktik protokol kesehatan membuka peluang menekan penyebaran covid 19. Vaksinasi salah satu usaha pemerintah meningkatkan imunitas.

    • Wahid Priyono 9:48 am 20 Juni 2021 Balas

      Yups mas Ferry, betul sekali “gotong-royong” itu bisa saya bilang sebagai identitas dan keperibadian bangsa Indonesia yang tidak boleh luntur ditelan waktu. Harus kita lestarikan sifat baik dari “gotong-royong” ini.

  • suci permatasari 7:09 pm 19 Juni 2021 Balas

    wah ngeri banget angkanya harus divaksin ya

    • Wahid Priyono 9:49 am 20 Juni 2021 Balas

      Iya betul kak, itulah ikhtiar pemerintah untuk kita sebagai warga negara. Kita harus dukung upaya pemerintah melalui vaksinasi ini untuk menekan laju penyebaran virus COVID-19.

  • Shyntako 8:31 pm 19 Juni 2021 Balas

    yuk aaaah vaksin yuk guys, biar sikon Indonesia semakin kondusif

  • Sumiyati Sapriasih 10:44 pm 19 Juni 2021 Balas

    harus dilakukan gotong royong semua pihak. Yuk jaga protokol kesehatan 4M

    • Wahid Priyono 9:23 am 20 Juni 2021 Balas

      Yups kak, ayo kita bareng2 gotong-royong lawan COVID-19. Dengan gotong-royong semua tertolong.

  • Susindra 11:36 am 20 Juni 2021 Balas

    Artikel yang sangat lengkap, Mas. Wahid tenan. PJJ memang tak seindah kenyataan ya. Seperti kami di desa juga, jadi ada kegiatan belajar kelompok. Tapi anak saya di rumah saja, sih, karena saya mau dan mampu.
    Prokes terutama 3M ini sangat saya perhatikan. Apalagi skarang ini kenaikan di kota kami juga tajam seperti di Yogya

    • Wahid Priyono 11:32 am 21 Juni 2021 Balas

      Makasih kak Susindra, yups, betul kak pake masker, mengindari kerumunan dan cuci tangan pakai sabun jauh lebih baik kok kak, kita harus ikuti anjuran prokes dari pemerintah.

  • Nur Asiyah 12:38 pm 20 Juni 2021 Balas

    Entahlah, sekarang malah banyak orang yang meremehkan covid19 karena waktu yang lama dan keadaan tak kunjung membaik. Di wilayah saya banyak yang ikut vaksin, tapi kalau sakit setelah vaksin jadi kena Corona. Desas desus model begitu makin bikin orang enggak mau vaksin. Belum lagi masalah Covid melonjak dan sekolah tatap muka terancam gagal. Banyak yang takut, banyak juga yang masa bodoh. Bingung jadinya.

    • Wahid Priyono 11:31 am 21 Juni 2021 Balas

      Berdoa saja yuk kak bareng2, semoga masyarakat kita semakin sadar diri dan peduli akan kesehatan diri dan lingkungan sekitarnya. Mengikuti prokes pemerintah adalah cara terbaik. Intinya dengan gotong-royong, semuanya tertolong.

  • Nanik Nara 8:05 pm 20 Juni 2021 Balas

    Di sekitar tempat tinggal saya juga udah jarang yang pakai masker, kalau saya ke warung tetangga pakai masker, jadi kelihatan aneh karena nggak ada teman yang pakai masker. Penjual bakso dan aneka jajanan yang sering lewat depan rumah juga banyak yang nggak pakai masker. Padahal beberapa hari terakhir ini, menurut berita, jumlah penderitanya makin banyak.

    Walau udah vaksin, tetap dong ya protokol kesehatan harus dijalankan

    • Wahid Priyono 11:30 am 21 Juni 2021 Balas

      Iya kak, intinya kita semua harus gotong-royong bareng2. Mengikuti prokes dari pemerintah ini bagus kok tujuannya demi kebaikan kita bersama.

  • enny 12:51 pm 25 Juni 2021 Balas

    Alhamdulillah sudah melaksanakan semuanya. Swab dan vaksin pun juga sudah. Semoga sehat selalu sampai corona ini dinyatakan benar-benar hilang dari negara kita tercinta.

  • Fida 10:43 am 12 Juli 2021 Balas

    Alhamdulillah sudah vaksin pertama, tinggal menunggu vaksin ke 2 tgl 21 juli nanti.
    Semoga kita semua sehat2.. dan dunia kembali sehat juga seperti sedia kala.

Write a comment