Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Kisah “Paijo” dan “Timun Cokelatnya”, Melatih Kesadaran Kita Akan Pentingnya Investasi Demi Masa Depan Yang Lebih Baik

2 Januari 2023 Blog Competition

Di zaman dahulu kala hiduplah seorang petani kaya raya dan dermawan dengan lahan tanam kebun yang begitu luas. Petani itu bernama Paijo. Sehingga saking luasnya lahan tanam tersebut, akhirnya si Paijo menanam beragam jenis tanaman pangan, sayur-mayur, umbi-umbian dan buah-buahan. Hasil panennya dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarganya, dibagikan ke tetangga, teman dan sebagian lainnya dijual di pasar.

Suatu hari, di pagi buta itu, ayam jago berkokok sangat keras di luar gubuk Paijo…

Kukuruyukkkk…. kukuruyuk…….kukuruyuk….“, begitulah kira-kira suara ayam jantan berkokok di luar sana yang menandakan bahwa sebentar lagi sang fajar mulai menyingsing.

Sehingga Paijo, seorang petani kaya raya itu pun akhirnya terbangun dari lelapnya tidur. Kemudian ia mandi, lalu bergegas menuju ke ruang bilik tengah untuk mengenakan pakaian kebesarannya, kacamata anti radiasi, sepatu boots, serta menyiapkan makanan/minuman untuk bekal ke kebun nantinya. Namun, ada satu hal yang tidak pernah dilupakan oleh Paijo sebelum berangkat ke kebun yaitu memberi makan ayam-ayam kesayangannya.

Setelah semua dirasa siap, lalu Paijo berjalan sambil bersiul menuju ke kebun miliknya.

Sesampainya di kebun, lalu Paijo merawat, menanam tanaman sayur-mayur dan buah-buahan, serta dilanjutkan dengan berkeliling menengok isi kebun miliknya. Namun di kebun miliknya itu, ada satu jenis tanaman ajaib yang ia sayangi betul yaitu “Mentimun/Timun Cokelat” yang konon dipercaya oleh penduduk disitu sebagai buah penyembuh beragam penyakit mematikan.

Karena saking sayangnya si Paijo dengan mentimun cokelat itu, maka ia selalu merawatnya, hingga tanaman mentimun cokelat itu tumbuh subur dan berbuah lebat dengan daging/isi dan kulit buahnya berwarna cokelat keemasan. Namun sayangnya, total pohon timun cokelat yang ditanamnya itu hanya ada 1 pohon dan baru mempunyai 4 buah timun cokelat.

Setelah dirasa cukup lama berkeliling melihat kebun, kemudian Paijo memutuskan untuk pulang ke gubuknya, karena kebetulan cuaca saat itu sudah mulai mendung dan sebentar lagi turun hujan.

Singkat cerita. Saat keesokan harinya Paijo kembali berkunjung ke kebunnya, ia sangat kesal karena ada 1 buah timun cokelat yang hilang, sehingga sisanya tinggallah 3 timun cokelat saja.

Ia telah mencurigai bahwa pelakunya pasti si Kancil liar penghuni gunung di seberang kebun miliknya. Benar saja, ia lihat pagar bambu di sekeliling kebun di rusak oleh Kancil liar itu, yang tidak lama ini juga menyerang kebun petani lain.

“Rusaknya pagar bambu di kebun ini pasti perbuatan si Kancil liar itu, kurang ajar !”, pikirnya dengan perasaan geram dan kesal.

Tidak beberapa lama kemudian si Paijo memperbaiki pagar bambu yang dirusak oleh si Kancil liar itu hingga matahari mulai terbenam.

Beberapa hari sudah berlalu, tidak ada lagi serangan dari Kancil liar di kebun Paijo.

Hingga suatu hari, ketika Paijo datang kembali untuk berkunjung ke kebunnya, sontak ia langsung terkejut dan mengerutkan dahinya, sebab 3 timun cokelat kesayangannya menjadi sasaran empuk dari Kancil liar itu. Ia juga kembali kesal dengan ulah si Kancil liar itu, sebab tidak hanya 3 timun cokelat yang diambil, akan tetapi juga akar tanaman timun cokelatpun dirusaknya, hingga terlihat kering, layu, mati dan tidak terselamatkan.

Paijo akhirnya tertunduk lesu, menyesal dan kecewa sebab ia tidak secara maksimal mampu melindungi pohon timun cokelat dan buahnya secara baik.

Kisah “Paijo dan Timun Cokelatnya” di atas mengandung pesan moral bahwa pentingnya suatu perencanaan sebelum sebuah risiko besar akan terjadi di masa depan. Dalam hal ini bisa kita relevansikan dengan pentingnya “perencanaan keuangan” dan “persiapan masa depan dengan investasi yang aman dan cuan”, misalnya.

Lalu apa sajakah perencanaan keuangan itu? Dan bagaimana caranya melakukan persiapan investasi yang aman dan cuan? mari kita bahas satu persatu..

Pentingnya Perencanaan Keuangan

Saya tahu betul bahwa perencanaan keuangan ini sangat penting sekali, terutama di era yang serba digital seperti saat ini. Jujur saja, jika kita tidak melakukan perencanaan keuangan dengan baik dan benar, maka kita akan rugi. Kita tidak akan bisa mengontrol berapa jumlah uang yang harus ditabung, digunakan untuk asuransi maupun investasi. Kita bakal bisa boros jika aliran keuangan kita tidak jelas alias tidak dilakukan perencanaan secara matang.

Perencanaan keuangan harus kita mulai sejak dini. Setiap orang perlu belajar tentang literasi keuangan sebab dari sinilah yang akan membuat seseorang menjadi cerdas secara finansial, sebagai sosok financial freedom, serta dapat mencegah dampak risiko besar terkait dengan finansial di masa depan yang sifatnya belum pasti (di luar nalar).

Contohnya kejadian di luar nalar (situasi tidak terduga) yang pernah kita rasakan bersama yaitu saat pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu. Dimana diri kita bahkan pelaku bisnis UKM/UMKM banyak yang bersedih hati. Mengapa? Sebab banyak orang-orang yang kehabisan uang saat pandemi COVID-19 karena ada yang di rumahkan, di PHK, bahkan pelaku bisnis banyak yang gulung tikar. Bahkan kini telah beredar info atau pemberitaan di berbagai media jika di tahun 2023 diprediksi akan terjadi resesi ekonomi atau inflasi? oh, my god !!!! jika kita tidak bisa benar-benar mengelola dan melakukan perencanaan keuangan dengan benar, tentu masa depan kita akan suram.

Kita bisa belajar dari kisah Paijo di atas, agar dalam hal perencanaan keuangan kita bisa melakukannya dengan baik dan benar. Minimal ada tiga pos keuangan yang perlu kita siapkan untuk masa depan agar semakin menguntungkan. Dengan begitu, maka hidup kita akan menjadi lebih aman dan nyaman tanpa takut resesi atau inflasi. Mari kita bahas satu persatu.

Menabung

Saya ingat betul sewaktu masih Sekolah Dasar (SD) dulu, saya bersyukur sudah dibekali perencanaan keuangan oleh orang tua saya. Saya waktu itu disuruh ibu saya untuk tidak menghabiskan uang jajan sekaligus. Saya disuruh untuk menyisihkan uang jajan beberapa rupiah untuk ditabung di dalam kaleng susu bekas.

Uang yang saya tabung biasanya berbentuk uang logam, atau uang kertas dari sisa uang jajan. Saya pun akhirnya mengikuti saran dari ibu saya tersebut. Dan terbukti, hingga beberapa bulan akhirnya kaleng susu semakin berat, karena sudah diisi oleh banyak uang logam maupun kertas.

Saya biasanya mengambil tabungan di kaleng pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya saat tahun ajaran baru di sekolah untuk membeli buku tulis atau alat tulis seperti pensil, mistar, pena, penghapus, dan lainnya.

Namun, untuk trend menabung saat ini sudah jarang ditemukan uang dimasukan ke dalam celengan yang terbuat dari bekas kaleng susu seperti saya dulu. Sekarang sudah bisa menabung di bank dengan aman, karena setiap individu memiliki rekening tabungan yang berbeda-beda. Rekening tabungan ini berfungsi untuk menyimpan dana/uang tabungan yang sifat cashflow-nya rutin harian. Sebaliknya, saat ini sudah jarang ditemukan orang menabung dengan disimpan di bawah ranjang tidur “amben=kalau istilah orang jawa”. Sebab, hal ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan uang rusak, bahkan dimakan rayap atau serangga.

Menabung itu sangat penting sebagai dana persiapan di masa depan jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Bahkan uang tabungan kita tersebut juga bisa dipakai pada kondisi-kondisi tertentu (dana darurat) jika membutuhkan, sehingga kita juga bisa terhindar dari prilaku hedon dan seringnya berhutang.

Asuransi

Kenyataannya, banyak di antara kita yang belum melek tentang literasi dan perencanaan keuangan, termasuk juga asuransi.

Pada kisah Paijo dan timun cokelatnya di atas, kita dapat menganalogikan hewan “Kancil liar” sebagai suatu kejadian yang tidak terduga dalam hidup kita.

Kita sudah tahu betul bahwa “kejadian tidak terduga” dalam hidup ini bisa datang kapan saja tanpa harus permisi terlebih dahulu. Contohnya adalah COVID-19 beberapa waktu lalu, kerusakan kendaraan, kecelakaan kendaraan, kebakaran rumah, kehilangan suatu properti tertentu, dan masih banyak contoh kejadian yang tidak terduga lainnya?

Kita pastinya akan repot jika masalah di atas menimpa kita, sementara uang yang kita miliki sangat terbatas? Iya kalau saat ini kita punya uang? kalau sedang tidak ada uang, pastinya kita akan repot atau bisa pinjam sana-sini ya kan?

Dari hal di atas maka pentingnya kita memiliki dana yang dialokasikan untuk “asuransi”. Dan saya sendiri sudah banyak belajar tentang pentingnya asuransi, termasuk asuransi yang dikelola oleh SMF dalam hal KPR, dimana para nasabah dijamin asuransi jiwa kredit dan asuransi kebakaran dengan banker’s clause.

Saya menganggap bahwa menyiapkan dana asuransi ini penting sebagai bekal untuk hidup yang aman dan nyaman di masa depan.

Investasi

Saya tahu bahwa trend investasi di era digital (khususnya di kalangan generasi milenial dan gen-Z) seperti saat ini sedang melejit. Ini menurut saya bukan soal trend semata sih, tapi lebih banyak orang yang sudah mulai melek, tertarik dan ingin mulai belajar berinvestasi.

Orang-orang yang saya temui di sekitar saya juga sudah banyak yang berinvestasi, padahal usia mereka masih muda. 20 tahunan ke atas lah.

Mereka sudah banyak yang mulai berinvestasi tanah, investasi sukuk ritel, investasi properti, investasi di konten video jika ia seorang vlogger, investasi konten artikel bagi para blogger dan penulis di website mereka masing-masing, bahkan ada teman saya yang berinvestasi bibit tanaman yang ia tanam di lahan perkebunan miliknya. Ia menanam tanaman durian dan alpukat serta beragam jenis tanaman buah lainnya.

Investasi seperti tanaman dan yang lainnya ini sangat penting dimulai sejak sekarang, sehingga masa depan kita setidaknya sudah ada gambaran yang jelas.

Belajar dari kisah Paijo di atas bahwa si Paijo terus datang dan merawat timun cokelat miliknya. Ini tentu saja menandakan bahwa si Paijo tersebut mempraktekan prinsip investasi. Bahwa investasi itu penting sekali untuk dirawat, dipantau dan ditumbuh kembangkan menjadi lebih besar lagi.

Si Paijo, terus berusaha semaksimal mungkin untuk merawat dan menjaga timun cokelatnya. Akan tetapi, naas. Pagar yang mengelilingi kebun miliknya dirusak oleh si Kancil liar. Sehingga si Kancil liar itu berhasil memasuki kebun dan memakan timun cokelat kesayangannya. Dari sinilah kita belajar bahwa investasi itu mengandung risiko sehingga perlu kita minimalisir dengan melakukan diversifikasi di berbagai aset/saham untuk mengurangi faktor risiko dari setiap instrumen investasi yang hendak kita pilih.

Seharusnya, Paijo juga penting untuk menaruh dana investasi pada kantong yang berbeda dan melakukan diversifikasi aset. Dalam analoginya, seharusnya Paijo tidak hanya terbatas menanam 1 pohon timun cokelat saja, akan tetapi bisa menanam lebih banyak tanaman timun cokelat pada beberapa bidang lahan miliknya. Sehingga jika ada kejadian si Kancil liar yang merusak pohon timun cokelat, maka masih ada pohon-pohon lainnya yang produktif dan menghasilkan buah banyak, sehingga tidak rugi total. Hal inilah yang bisa kita jadikan pelajaran berharga akan pentingnya melakukan investasi sejak dini demi masa depan yang jauh lebih baik.

Mempersiapkan Investasi Yang Aman dan Cuan

Sebelum melakukan investasi, maka sebaiknya kita penting mengecek kondisi keuangan kita terlebih dahulu. Jika sudah oke, maka tips selanjutnya kita juga perlu mengajukan pertanyaan kepada diri kita sendiri tentang apa tujuan kita melakukan investasi?. Jika tujuan yang kita inginkan sudah dipertimbangkan dengan matang dan berharap bisa memiliki dampak positif terhadap masa depan kita dan keluarga, tentu kita harus segera ambil jenis investasi yang cocok dengan profil kita tersebut.

Hal yang tak kalah penting adalah perlunya kita memperkirakan alokasi dana investasi. Sesuaikan juga investasi yang kita ambil dengan profil risiko yang mungkin akan terjadi. Selanjutnya jika sudah mantap, maka pilihlah produk investasi yang legal, kredibel dan resmi. Misalnya jenis/produk investasi yang kita ambil sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta legal di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Tentu jenis investasi ini aman dan nyaman pastinya. Karena pengawasannya jelas, juga ada lembaga yang bertanggungjawab jika ada hal-hal lain yang tidak kita inginkan.

Jika produk investasi sudah kita tentukan, maka hal yang paling terpenting yaitu konsistensi dan rutinitas kita dalam melakukan kegiatan investasi. Artinya kita penting sekali mengalokasikan sebagian atau beberapa persennya untuk investasi secara berkala sesuai dengan tujuan dan perencanaan keuangan awal saat kita hendak berinvestasi.

Mempersiapkan Investasi Yang Aman dan Cuan

Nah, sekarang ada kabar baiknya, bahwa di Indonesia sudah hadir instrumen investasi dari SMF/Inveseries yang legal dan kredibel, karena sudah diawasi langsung oleh OJK dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kita bisa mencobanya, sebab jenis investasi ini sudah banyak yang menggunakan dan terbukti menguntungkan (cuan).

Mau tahu lebih lengkap tentang investasi dari SMF dan Inveseries? Mari lanjutkan membaca pada bagian di bawah ini.

Mari Mengenal Investasi Dari SMF dan Inveseries

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investasi adalah penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan.

Dalam investasi, seseorang akan membeli sebuah aset/saham dengan harga tertentu, sehingga dalam penjualannya nanti tetap bisa mengikuti kondisi pasar atau ketentuan negara.

Di SMF dan Inveseries, kita bisa mulai belajar mempersiapkan perencanaan keuangan secara matang, khususnya dalam hal investasi. Kita bisa coba investasi EBA-SP Ritel. Sebab, cara berinvestasi di EBA Ritel cukup mudah sekali yaitu mulai dari Registrasi –> Pemesanan –> Pembayaran –> Konfirmasi. Dengan proses investasi yang mudah ini, maka tentu saja para pemula yang mau berinvestasi jadi lebih gampang.

Dilansir dari website resmi https://www.smf-indonesia.co.id/, bahwa Efek Beragun Aset – Surat Partisipasi (EBA-SP) Ritel merupakan produk dari proses sekuritisasi, di mana sesuai namanya merupakan efek (surat utang) yang memiliki agunan/jaminan/underlying dan diperdagangkan kepada investor ritel.

PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau biasanya disingkat SMF merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang pertama kali menerbitkan EBA pada tahun 2009 yang dijual hanya kepada investor institusi. Sejak akhir tahun 2018, SMF mulai menjual produk ini kepada investor retail.

Saat ini, SMF merupakan satu-satunya penerbit EBA-SP yang diatur dalam peraturan OJK Nomor 23/POJK.4/2014 dengan total penerbitan sejak 2009 sebesar Rp 12,78 Triliun. Seluruh EBA-SP yang diterbitkan SMF memiliki rating idAAA yang merupakan rating terbaik yang ada pada instrumen investasi.

EBA-SP ini di-rating setiap tahun dan masih mempertahankan idAAA meskipun di masa pandemi. Dengan besar kupon di atas deposito, EBA Ritel menjadi pilihan investasi yang aman dan menguntungkan bagi investor.

By the way, EBA Ritel ini bisa kita dapatkan secara mudah melalui BNI Sekuritas dan BCA Sekuritas.

Selain menjual EBA Ritel, SMF juga memfasilitasi para investor untuk mencoba produk dan layanannya seperti Sekuritisasi, Unit Usaha Syariah, Pembiayaan, Penerbitan Surat Utang, Standarisasi Dokumen KPR serta pelatihan yang sangat bermanfaat.

Sebagai informasi saja bahwa setiap instrumen investasi apapun itu pastinya mengandung risiko, namun kita tidak boleh takut melangkah dan mencoba, sebab kita bisa meminimalisir risikonya dengan diversifikasi aset untuk mengurangi dampak risiko yang lebih serius dari setiap instrumen investasi yang kita pilih. Menurut saya juga penting sih kita built passive income untuk pensiun dini. Hehe….

Sama halnya pada kisah Paijo dan timun cokelatnya di atas, bahwa dalam kegiatan berkebun tanaman saja berpeluang untuk menanggung risiko besar/kerugian jika kita tidak benar dalam melakukannya.

Kancil liar dalam kisah di atas, kita dapat ibaratkan sebuah kejadian di luar dugaan yang bisa datang kapan saja tanpa kita ketahui. Dalam menaruh dana investasi, dalam hal ini kita analogikan “menanam timun cokelat”, yang seharusnya tidak hanya 1 pohon saja yang ditanam oleh Paijo. Paijo penting untuk menanam lebih dari 1 pohon, sehingga jika ada 1 pohon yang dirusak si Kancil, maka masih ada pohon lain yang produktif dan menghasilkan buah timun cokelat lebih banyak lagi. Dalam kisah ini juga penting kita terapkan saat memulai dan melakukan investasi apapun itu jenisnya.

Bahkan misalnya saja di EBA-SP Ritel ini juga punya tantangan tersendiri, namun tenang saja bahwa kita bisa mencegah tantangan/risiko itu muncul dengan tentunya melakukan investasi secara benar. Intinya kita harus berani belajar, action, dan tidak perlu takut untuk mencoba.

Adapun faktor tantangan yang bisa berpeluang muncul dari EBA-SP Ritel ini antara lain adalah risiko fluktuatif (naik-turunnya) harga pada pasar sekunder, yang dapat diakibatkan oleh perubahan suku bunga, risiko pelunasan KPR lebih awal yang bisa mempengaruhi yield yang diterima oleh para investor.

Di balik risiko yang berpeluang muncul itu, namun kita juga tidak boleh melupakan beberapa keuntungan (benefit/cuan) yang ditawarkan dalam investasi EBA-SP Ritel dari SMF dan Inveseries ini.

  • Bunga pertahun di atas deposito (8,75%);
  • Memulai investasinya bisa mulai dengan modal 100 ribuan (sangat terjangkau);
  • Dana liquid dan dapat diperjualbelikan kapan saja;
  • Membantu cashflow keuangan akibat adanya pembayaran pokok dan bunga setiap 3 bulan;
  • Pastinya aman, nyaman dan memberi cuan bagi para investor EBA-SP Ritel, sebab silsilah keluarga SMF dan Inveseries ini dari keluarga yang baik-baik, termasuk sudah diawasi oleh OJK, serta di bawah naungan “eyang” Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Jadi semua instrumen investasi EBA-SP Ritel tentunya aman, dan penjualannya diatur oleh negara dan atau dikontrol oleh SMF/Inveseries. Selain itu, telah mendapat rating idAAA oleh Pefindo.
Menjangkau Masa Depan yang Jauh Lebih Baik Bersama SMF dan Inveseries

Semua bidang strategis di bumi ini sudah pernah merasakan hancur lebur diterjang badai tsunami COVID-19 beberapa waktu belakangan ini. Kita masih ingat kan banyaknya pelaku usaha UKM/UMKM yang “gulung tikar”, krisis keuangan keluarga yang bikin kita “gigit jari”, habisnya dana darurat untuk berobat saat itu, serta lumpuhnya “kehidupan sosial masyarakat” yang cukup menyeramkan.

Dan kini, sudah muncul bayang-bayang resesi ekonomi di tahun 2023 yang sudah diprediksi oleh para ahli ekonomi dan juga pemberitaan di media tentu saja membuat kita semakin resah. Saya pun begitu agak galau jika hal ini nantinya bakalan terjadi, sebab hal ini tentunya juga berkaitan langsung dengan perencanaan keuangan (menabung, asuransi dan investasi) yang telah kita lakukan selama ini. Sehingga hal ini akan jadi warning bagi kita semua agar mulai hari ini kita penting sekali untuk menyiapkan 3 pos keuangan seperti dana tabungan, asuransi, dan investasi. Pada akhirnya nanti, Jika perencanaan keuangan kita buruk, pastinya tebakan saya akan sangat berdampak, seperti waktu zamannya COVID-19.

Tapi satu hal yang perlu kita ingat dan sadari bahwa, kehidupan ini harus terus berjalan, kita ini kuat dan kita harus berani untuk belajar, serta melangkah jauh lebih baik bersama SMF Indonesia (https://www.smf-indonesia.co.id/).

Kamu juga bisa mengunjungi sosial media Instagram resmi dari SMF Indonesia berikut ini @Inveseries dan @ptsmfpersero agar kamu tahu info lebih lengkapnya.

By the way, langkah dan persiapan apa saja untuk menjadi lebih baik hari ini? Sharing yuk pada kolom komentar di bawah ini.

Sumber Referensi Lomba SMF dan Inveseries

Taggs:
44 Comments
  • Adi 5:15 pm 2 Januari 2023 Balas

    Keren ilustrasinya, baik cerita Paijo maupun gambarnya. Jadi lebih paham perihal pentingnya asuransi. Keren, Pak Wahid!

    • Wahid Priyono 6:46 pm 2 Januari 2023 Balas

      Hallo mas, makasih ya atas apresiasinya….

      • Wahyuindah 1:37 pm 6 Januari 2023 Balas

        Kirain ini cerpen tentang paijo loh. Ternyata artikel keren yang mengulas soal investasi. Bagus kak cara nulisnya. Jadi dapat ilmu baru nih

    • Fenni Bungsu 8:42 pm 2 Januari 2023 Balas

      Pak Paijo gak bisa menjaga asetnya dan itu jadi inspirasi nih buat kita khususnya dalam hal keuangan. Bahwa menjaga aset itu penting, karena akan berdampak ke masa depan diri

      • Wahid Priyono 9:37 am 4 Januari 2023 Balas

        Hallo kak Fenni makasih ya..

        Yups menjaga dan membangun aset itu penting ya, sehingga kita penting untuk memulai investasi sejak sekarang. Bisa coba investasi EBA-SP ritel di SMF kok 🙂

  • Ria Lestari 8:16 pm 2 Januari 2023 Balas

    Keren banget Pak, angkat tema perencanaan keuangan, biar generasi sekarang bisa lebih melek Literasi keuangan

    • Wahid Priyono 9:38 am 4 Januari 2023 Balas

      Halo bu Ria, makasih banyak ya atas apresiasinya.

      Yuk, mulai merencanakan keuangan dari sekarang, agar masa depan kita jauh lebih baik ke depannya. Terimakasih.

  • Maria G 8:18 pm 2 Januari 2023 Balas

    bagus banget analoginya Mas Wahid

    karena emang bener, di era mileenium ini butuh banyak bacaan untuk mencerahkan mereka soal investasi.

    • Wahid Priyono 9:39 am 4 Januari 2023 Balas

      Hallo kak Maria, makasih ya atas apresiasinya…

      Semoga bermanfaat tulisan saya di atas…. maturnuwun 🙂

  • Annie NUGRAHA 9:10 am 3 Januari 2023 Balas

    Dalam banget pesan moralnya Mas Wahid. Jika kita menghubungkannya dengan kondisi kita sehari-hari, memang benar bahwa perencanaan apapun tetap harus diperhitungkan beberapa resiko yang harus kita hadapi. Termasuk diantaranya kesiapan mental jika ternyata, dalam prosesnya, perencanaan itu mengalami kegagalan atau harus disusun kembali.

    Begitupun saat kita memutuskan untuk berinvestasi ya Mas. Pelajari dulu plus minusnya serta kemungkinan manfaat yang bisa kita dapatkan kedepannya. Karena apapun bentuk investasi itu, seharusnya bisa menjadikan hidup kita lebih baik

    • Wahid Priyono 9:36 am 4 Januari 2023 Balas

      Makasih kak Annie atas apresiasinya.

      Yups perencanaan sebelum kita memulai apapun itu penting ya, termasuk dalam hal investasi, menabung dan yang lainnya.

      Karena perencanaan keuangan itu menurut saya sangat penting sekali, supaya kita tidak terlena pada hal-hal yang merugikan hidup seperti gaya hidup hedon dan boros.

  • Bambang Irwanto 9:53 am 3 Januari 2023 Balas

    Untuk mulai investasi, memang perlu sekali memikirkan risikonya juga ya, Mas. Makanya saya membaca saat ingin investasi, maka tentukan investasi yang sesuai dan jangka waktu. Lalu pilih sesuai profil risiko. Terus saya juga baca, menyimpan telur jangan di satu keranjang atau tempat saja. Jadi saat keranjang jatuh, masih ada telur di tempat lain. Artinya jangan investasi di satu tempat saja.

    • Wahid Priyono 9:33 am 4 Januari 2023 Balas

      Iya mas, harus banyak membaca tentang instrumen investasi yang hendak kita pilih. Ya pastinya kan kita punya pertimbangan masing2 ya kan, jadinya harus mantap biar nantinya jalan lancar.

      Makasih komentarnya mas…

  • lendyagassi 11:00 am 3 Januari 2023 Balas

    Wah, beneran aku jadi lebih mendalami kisahnya dan memahami pentingnya makna investasi dalam hidup. Dan mengajarkan juga bahwa hidup itu penuh dengan ketidakpastian yang harus diatasi dengan cara yang bijak.

    Rasanya yang terbaik dari semua itu adalah belajar memahami dulu gitu ya….konsep keuangan seperti apa yang terjadi di masing-masing personal lalu dari konsep tersebut bisa menyesuaikan jenis investasi yang tepat.

    • Wahid Priyono 9:32 am 4 Januari 2023 Balas

      Betul banget kak, hidup kita ini menurut saya penuh dengan ketidakpastian ya, hehe… banyak kejadian di laur nalar/tidak terduga yang sering kita temui dalam hal finansial keluarga misalnya, sehingga penting kita memahami terlebih dahulu apa itu cerdas secara finansial, serta bagaimana melakukan perencanaan keuangan dalam hidup yang kita jalani.

      Thanks ya sudah baca tulisan saya.

  • Vivian Wahab 1:18 pm 3 Januari 2023 Balas

    Keren banget nih ceritanya, baik ceritanya maupun ilustrasinya. Memasukkan tema perencanaan keuangan ke sebuah cerita menurut saya nggak mudah dan nggak susah juga, salut sama ceritanya!

    • Wahid Priyono 9:30 am 4 Januari 2023 Balas

      Siap kak, makasih ya kak Vivian sudah baca artikel saya. Semoga bermanfaat ya… 🙂

  • Nanik Nara 1:20 pm 3 Januari 2023 Balas

    Sudah banyak juga ternyata EBA-SP yang diterbitkan oleh SMF ya, trilyunan jumlahnya.

    Dari kisah Paijo dan timun coklatnya, lewat tulisan mas Mahid saya pun jadi ikut belajar tentang perencanaan keuangan. Terutama dapat pengetahuan baru instrumen investasi dalam bentuk EBA-SP

    • Wahid Priyono 9:30 am 4 Januari 2023 Balas

      Yuk betul banget kak Nanik Nara… Keren banget ya EBA-SP dari SMF ini, karena sudah banyak berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara dalam hal investasi dll.

  • eureka-pedia 2:21 pm 3 Januari 2023 Balas

    Investasi menjadi bagian penting untuk merencanakan keuangan keluarga. Bentuknya beragam tergantung jenis investasinya. Tulisan tentang literasi investasi yang lengkap.

  • Nurul Rahma 2:53 pm 3 Januari 2023 Balas

    Ulalaaaa kudu makin getool berfinancial planning dan pilih investasi yg ciamik ya

    Yuk yuk makin aware dgn pentingnya investasi

    • Wahid Priyono 9:27 am 4 Januari 2023 Balas

      Makasih kak Nurul, yups, betul banget, kita harus cerdas secara finansial dongggg….dan menyiapkan dana asuransi, tabungan maupun investasi untuk masa depan kita yang jauh lebih baik.

  • Yuni Bint Saniro 3:01 pm 3 Januari 2023 Balas

    Menarik kisah paijo dan timun coklatnya ini. Kita memang harus punya perencanaan terkait apapun. Kalau bisa mah butuh rencana lebih dari satu. Untuk jaga-jaga sama kemungkinan paling nggak enak. Biar nggak kelabakan.

    • Wahid Priyono 9:27 am 4 Januari 2023 Balas

      Iya betul banget kak Yuni. Semua hal yang hendak kita lakukan pastinya butuh perencanaan, supaya nantinya kita punya gambaran yang jelas akan apa yang sudah kita rencanakan. Menabung, asuransi dan investasi menurut saya sangat penting sekali kita siapkan dari jauh2 hari. Thanks.

  • Tanti Amelia 3:54 pm 3 Januari 2023 Balas

    out of the box mas Wahid!
    Kereeen kereeeennnnn ! Aku sampai terpana bacanya diresapi. At the end, pesan moralnya dapet banget, belajar bahwa investasi itu mengandung risiko sehingga perlu kita minimalisir dengan melakukan diversifikasi di berbagai aset/saham untuk mengurangi faktor risiko dari setiap instrumen investasi yang hendak kita pilih. Jangan sampe dicolong si Kancil nakal

    • Wahid Priyono 9:26 am 4 Januari 2023 Balas

      Makasih kak Tanti atas apresiasinya. Sukses untuk kakak juga ya, 🙂

  • Ila Rizky 4:14 pm 3 Januari 2023 Balas

    Investasi itu penting banget ya. Biar pas ada situasi darurat tetep ga panik. Asal ada dana darurat kayaknya ga papa dan masih bisa survive selama pandemi ini

    • Wahid Priyono 9:25 am 4 Januari 2023 Balas

      Yups, betul banget dong kak, investasi itu penting banget, karena bagian dari perencanaan keuangan masa depan. Penting kita pikirkan dan mulai dari sekarang, supaya masa depan jauh lebih baik.

  • diary Novri 4:54 pm 3 Januari 2023 Balas

    analogi Paijo dan timun cokelat membuat tema investasi ini menarik untuk dibaca.. mengingatkan kita untuk sadar betapa pentingnya perencanaan dalam investasi.

    • Wahid Priyono 9:24 am 4 Januari 2023 Balas

      Makasih kak Novri, betul kak, semua hal pasti butuh perencanaan yang matang, termasuk ketika kita akan memulai investasi..

  • Utie adnu 5:47 pm 3 Januari 2023 Balas

    Bener ya kak. Salah satu mengurangi kerugian financial kelak perlu adanya perencaanaan keuangan ,, cash flow yg teratur, plus investasi

    • Wahid Priyono 9:23 am 4 Januari 2023 Balas

      Iya setuju kak, karena bagi saya perencanaan keuangan itu sangat sangat penting sekali, sebagai petunjuk kita dalam menggunakan harta benda.

  • Mutia Ramadhani 5:47 pm 3 Januari 2023 Balas

    SMF meski baru dirilis ke masyarakat 2018 tetap saja kita sebut new comer di dunia investasi ya mas. Ibarat cewek cantik, ini masih jadi perbincangan menarik banyak kalangan. Ada baiknya kita mencoba langsung, mumpung harganya juga masih terjangkau dan kuponnya juga menggoda.

    • Wahid Priyono 9:22 am 4 Januari 2023 Balas

      Yups, betul banget kak, cuma saya dukung SMF dan Inveseries untuk ke depannya semoga terus maju dan jaya.

  • Joe Candra P 9:59 pm 3 Januari 2023 Balas

    Setuju bang, cerita si paijo ini emang inspiring banget yess. Mantabbb bang 🙂

  • Dian Restu Agustina 8:25 pm 4 Januari 2023 Balas

    Keren kisah Paijo dan timun cokelatnya.Stuju jika setiap instrumen investasi apapun itu pasti mengandung risiko, tapi kita tidak boleh takut melangkah dan mencoba, di antaranya yang ditawarkan dalam investasi EBA-SP Ritel dari SMF dan Inveseries ini.

  • Naqiyyah Syam 8:41 pm 4 Januari 2023 Balas

    Perlu banget berinvestasi ya jangan sampai kita menyesal di masa tua enggak ada tabungan ya, semoga dengan berinvestasi yang tepat akan membawa kenyamanan

    • Wahid Priyono 6:40 am 5 Januari 2023 Balas

      Iya betul banget kak.. investasi dan budaya menabung itu penting banget dimulai sejak dini… 🙂

  • Meykke Santoso 10:39 am 8 Januari 2023 Balas

    Setuju mas Wahid, kita memang harus melakukan perencanaan keuangan supaya masa depan lebih cemerlang, apalagi untuk kita yang sudah berkeluarga. Punya dana darurat, asuransi dan investasi menjadi hal yang wajib kita miliki. Dan investasi dari SMF ini bisa menjadi salah satu referensi juga.

    • Wahid Priyono 11:15 am 8 Januari 2023 Balas

      Betul kak, sudah berkeluarga memang semakin banyak kebutuhan ya, tentu perlu perencanaan keuangan yang lebih matang.

Write a comment