Pengalaman Seru Mendaki Puncak Gunung Pesawaran via Bukit Seribu
Banyak orang yang bertanya kepada saya tentang “kok akhir-akhir ini rutin naik gunung?”, “apa lagi stres?”, oh tentu saja saya jawab bahwa orang yang naik gunung itu bukan hanya orang yang stres karena kerjaan, atau apalah, ada juga kok orang waras yang naik gunung. Hehe.
Seolah-olah stigma masyarakat kita bahwa orang yang naik gunung itu adalah segerombolan orang yang “patah hati” atau “orang stres”, padahal tidak, dan stigma ini salah.
Banyak kok orang yang naik gunung memang karena tujuannya macam-macam. Ada yang untuk rekreasi sekaligus olahraga trail run, untuk mengaktifkan kemageran, untuk latihan kardio agar tubuh bugar, melestarikan alam melalui kegiatan komunitas pecinta alam dengan menanam pohon, reboisasi lahan, dan macam-macam lainnya.
Sehingga perlu dibangun pada diri kita bahwa, mindset-moindset dan pola pikir positif tentang “orang naik gunung untuk apa?” harus diperkuat dengan bukti-bukti nyata, tidak hanya dugaan/stigma yang keliru yang merusak pola pikir kita.
Btw, hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2026, seorang siswa dari sekolah saya mengajar, sebut saja Jesen mengajak saya untuk tektok muncak/naik gunung ke puncak seribu. Ajakan ini memang sudah lama sih diutarakannya saat di sela-sela kegiatan di sekolah. Namun baru terealisasi di bulan Agustus 2026. Kali ini rombongan kami 5 orang, yaitu saya, Jesen, Al, Riski, dan Aril.
Ajakannya untuk muncak ke gunung pesawaran via bukit seribu saya iyakan, mengingatkan saya masih ada waktu santai di hari tersebut.
Dan di hari Jumat malamnya, sebelum kepergian ke puncak seribu, saya menyiapkan segala sesuatu yang harus dibawa. Termasuk logistik makanan dan minuman, P3K, jas hujan, dan beberapa perlengkapan barang lainnya yang hendak saya bawa.
Paginya, Sabtu 22 Agustus 2026 sesuai perjanjian saya menunggu rombongan siswa yang dihandel oleh Jesen di depan Apotek 24 Jam Natar. Sekitar pukul 08.00 WIB kami langsung berangkat, dengan saling boncengan motor menuju gunung yang kami tuju.
Singkat ceritanya, pukul 10.30 WIB kami sampai di basecamp gunung pesawaran via bukit seribu. Disana kami duduk-duduk sejenak, kemudian sarapan pagi dengan lauk seadanya. Kemudian setelahnya kami langsung registrasi sebesar Rp.20.000/orang, simaksi dengan mengecek barang bawaan oleh petugas basecamp. Disini barang bawaan dicek, dan saat turun wajib membawa sampah dan dicek ulang jumlahnya harus sama. Jika jumlah yang dibawa berbeda maka akan terkena denda.
Setelah sarapan selesai, kami kemudian bergegas menyiapkan diri dan segala perlengkapan yang hendak dibawa ke puncak gunung pesawaran. Saya simpel aja bawaannya hanya hydropack berisi air minum, buah, permen, makanan berkarbohidrat seperti roti, snack-snack ringan, dan minuman berelektrolit yang mampu mencegah dehidrasi.
Tidak lupa saya juga berfoto bersama siswa-siswa di sekolah saya tersebut sebelum mendaki ke puncak gunung. Barulah setelah itu, kami melangkahkan kaki menuju puncak sekitar pukul.11.30 WIB.


Di setiap langkah perjalanan, kami menginjakkan setapak demi setapak kenangan, kami saling bercakap-cakap dan bersenda gurau sambil menikmati pemandangan alam gunung pesawaran yang begitu memukau. Hutannya yang masih alami, hijau, dan nampak masih fresh, dan beberapa langkah juga saya mendengar dan menjumpai beberapa hewan-hewan endemik disana.


Suara-suara Siamang, saling bersahutan, dari satu kawasan register hutan satu dengan hutan di sampingnya, sangat jelas terdengar di kedua telinga saya. Suara-suara Siamang ini tentu saja membuat suasana perjalanan semakin syahdu, tenang, dan memberi semacam semangat untuk terus melangkah.
Tidak terasa sekitar pukul 15.00 WIB, perjalanan kami sampai di puncak gunung pesawaran via bukit seribu. Di puncak gunung saya juga bersama para siswa berfoto, mendokumentasikan moment kebersamaan kami.


Tidak terasa, setelah lama di puncak, pukul 16.00 WIB kami turun kembali ke basecamp, dan beberapa saat setelah akhirnya kami sampai di pintu rimba, kami selanjutnya sejenak menunggu sunset hingga pukul.17.00 WIB. Dan barulah kami benar-benar sampai basecamp awal pukul 18.00 WIB. Kami lanjutkan dengan solat, barulah kami izin ke basecamp untuk pulang ke rumah kami masing-masing.
Terimakasih gunung pesawaran via bukit seribu, banyak hal-hal indah disini, dan mudah-mudahan suatu saat bisa kembali mendaki ke gunung pesawaran di waktu yang akan datang.
