Wahid Priyono

Teacher

Bloger

Content Creator

Web Designer

Writer

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Teacher

Bloger

Content Creator

Web Designer

Writer

Badminton Lovers

#BlogPost

Perbedaan Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler: Jangan Sampai Salah Kaprah!

14 Juli 2025 Edukasi
Perbedaan Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler: Jangan Sampai Salah Kaprah!

1. Intrakurikuler

    • Kegiatan yang dilakukan dalam jam pelajaran dan merupakan bagian inti dari kurikulum sekolah.
    • Contoh kegiatan:
    • Kegiatan pembelajaran di ruang kelas
    • Piket membersihkan kelas
    • Wawasan kebangsaan
    • Upacara bendera hari Senin dan hari besar nasional
    • Kegiatan senam pagi
    • Kegiatan keagamaan/peribadatan

    2. Kokurikuler

      • Kegiatan pendukung pembelajaran intrakurikuler, bersifat penguatan materi atau pengayaan.
      • Umumnya berupa penugasan atau proyek yang masih berkaitan dengan pelajaran.
      • Contoh kegiatan:
      • Field study (studi lapangan)
      • Outbound
      • Bakti sosial
      • Study tour
      • Pembuatan karya tulis
      • Diskusi kelas
      • Presentasi siswa
      • Proyek karya siswa

      3. Ekstrakurikuler

        • Kegiatan di luar jam pelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi siswa secara menyeluruh.
        • Contoh kegiatan:
        • Pramuka
        • Paskibra
        • Paduan suara
        • PMR (Palang Merah Remaja)
        • Pecinta alam
        • Teater
        • Karya Ilmiah Remaja (KIR)
        • Marching Band
        • Olimpiade
        • Tari tradisional
        • Renang
        • Klub bahasa
        • Debat
        • dan masih banyak lagi sesuai minat siswa
        BACAAN LAINNYA:  Taksonomi SOLO (The SOLO Taxonomy) Dalam Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
        Taggs:
        29 Comments
        • catatanadi.com 5:24 am 17 Juli 2025 Balas

          Berubah lagi, lagi-lagi berubah. Kita sebagai pelaksana lapangan memang harus siap ya Pak Wahid. P5 hilang, PJBL diperkuat dalam kokurikuler. Semangat.

          • Wahid Priyono 7:38 am 17 Juli 2025 Balas

            Iya pak Adi…hehe. Itulah pentingnya kita sebagai pendidik (guru) untuk terus beradaptasi secara cepat dengan perubahan yang cepat.. serasa dikejar2 dengan deadline Deep Learning ini. Btw, baru minggu depan saya juga ngebut ikut Bimtek Deep learning, gak kerasa capeknya harus bagi waktu ngajar dengan in-on pembelajaran mendalam.

        • Annie Nugraha 8:09 am 17 Juli 2025 Balas

          Sekarang ekstrakulikuler tuh banyak banget ya Mas Wahid. Di zaman saya tuh paling nyanyi/paduan suara, klub bahasa Inggris, dan seni terapan biasa. Dan itu biasanya mendatangkan guru dari luar. Khusus untuk kegiatan yang membina bakat. Kapan waktu diajak ikutan lomba biar terasah kemampuan dan keberaniannya.

        • Maria G Soemitro 10:11 am 17 Juli 2025 Balas

          dikasi contoh gini baru paham
          karena kalo hanya definisi bikin kening mengernyit
          tapi bagus ya?
          Bikin siswa aktif dan terasah, gak hanya kemampuan akademis juga sosial, pengembangan diri dan lainnya

        • Suci 10:23 am 17 Juli 2025 Balas

          Waaah semakin banyaak aja istilah persekolahan ini, ya, Pak.
          Sebagai ibu jaman kapaaan, aku udah ngga ngikutin lagi deh.
          Taunya anak ikut esklul yang lebih dari satu.
          Aku pikir dapet tenaga dari manaaa anak2 ini ngikutin ekskul banyak bangeet.
          Belum lagi Intrakurikuler, Kokurikuler nya…
          Hmmm apapun itu smoga bisa bikin dunia pendidikan Indonesia semakin baik dan maju.
          Barakallah untuk para guru

          • Wahid Priyono 5:27 pm 17 Juli 2025 Balas

            Gak masalah bu jika anaknya ikut ekskul lebih dari satu. Asalkan bisa membagi waktu antara kegiatan akademik dan non-akademik. Semangat.

        • Dian Restu Agustina 10:57 am 17 Juli 2025 Balas

          Wah, jadi tahu bedanya intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.
          Senangnya kini makin banyak pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi siswa secara menyeluruh.Seperti di sekolah anak saya ada 2 ekskul wajibnya: Pramuka dan ASBD(Silat). Ekskul pilihan boleh pilih 2 ada: futsal, basket, panahan, fotografi, tari, music/band, coding dll

          • Wahid Priyono 5:26 pm 17 Juli 2025 Balas

            Bener banget bu, sekarang sekolah sudah banyak kegiatan2 ekstrakurikulernya.

        • Fenni Bungsu 3:38 pm 17 Juli 2025 Balas

          daku lagi mendukung salah satu sekolah buat kegiatan kokurikuler.
          iya juga ya kudu paham menyimak ini, biar gak salah sebut juga

        • Myra 4:00 pm 17 Juli 2025 Balas

          Zaman anak saya sekolah di negeri, gak boleh ada study tour, field trip, dan semacamnya. Jadi, ya paling bikin karya tulis atau diskusi di kelas

          • Wahid Priyono 5:25 pm 17 Juli 2025 Balas

            Iya bu, memang begitu aturan di daerah kami juga gitu. Anak2 tahun ini juga dilarang field trip, study tour dll. Diganti dengan kegiatan lain yang positif.

        • Annisakih 4:09 pm 17 Juli 2025 Balas

          Anak saya kan jadi siswa pindahan, salah satu pertimbangan saya sewaktu mencarikan sekolah baru di kota yang baru ya kegiatan ekstrakurikuler nya. kalau bisa melanjutkan dari yang sudah dijalani dan digemarinya.

          • Wahid Priyono 5:24 pm 17 Juli 2025 Balas

            Betul setuju tinggal melanjutkan saja eksul yang sudah ada.

        • Yuni Bint Saniro 4:48 pm 17 Juli 2025 Balas

          Intinya adalah intrakurikuler adalah kegiatan selama masa belajar di sekolah. Kokurikuler tuh kegiatan pendukung untuk intrakurikuler. Sedangkan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar masa belajar di sekolah. Gitu ya, Pak?

        • dee stories 5:16 pm 17 Juli 2025 Balas

          kegiatan di sekolah itu beragam ya
          ada intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler
          kudu tahu bedanya masing-masing nih

          • Wahid Priyono 5:22 pm 17 Juli 2025 Balas

            Iya banyak banget mbak hehe, sampe2 gurunya juga capek wkwkwk 🙂

        • Tanti Amelia 7:34 pm 17 Juli 2025 Balas

          Halo Mas Wahid,
          Menyimak tulisan tentang perbedaan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, dan benar-benar merasa tercerahkan! Gaya bahasa mas Wahid yang ringan tapi penuh detail membuat saya seperti ngobrol santai tapi tetap serius memahami dunia pendidikan.

          Mas Wahid benar-benar membedah ketiga istilah ini dengan jelas dan tidak membuat bingung pembaca baru di bidang pendidikan. Apalagi dengan tabel perbandingan yang disertakan, semua definisi dan contoh terlihat sangat akurat dan mudah dipahami.

          Kalau boleh usul sedikit, mungkin di artikel berikutnya bisa tambahkan contoh kasus dari sekolah yang menerapkan ketiga model ini secara berimbang—misalnya dalam Kurikulum Merdeka, bagaimana siswa mendapat manfaat dari intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler dalam penguatan karakter Pancasila seperti gotong royong dan kreatif.

          • Wahid Priyono 6:43 am 18 Juli 2025 Balas

            Terimakasih kak untuk saran-saran dan masukkannya positifnya, sangat membantu saya untuk merefleksikan apa yang sudah dan belum untuk ditingkatan demi mutu pembelajaran di sekolah yang lebih baik.

        • Tanti Amelia 8:49 pm 17 Juli 2025 Balas

          alo Mas Wahid,
          Menyimak tulisan tentang perbedaan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, dan benar-benar merasa tercerahkan! Gaya bahasa mas Wahid yang ringan tapi penuh detail membuat saya seperti ngobrol santai tapi tetap serius memahami dunia pendidikan.

          Mas Wahid benar-benar membedah ketiga istilah ini dengan jelas dan tidak membuat bingung pembaca baru di bidang pendidikan. Apalagi dengan tabel perbandingan yang disertakan, semua definisi dan contoh terlihat sangat akurat dan mudah dipahami.

        • Reyne Raea 8:54 pm 17 Juli 2025 Balas

          Makin banyak aja ya istilah di sekolahan zaman sekarang, mana kegiatan ekstrakurikulernya juga makin banyak.
          Di sisi lain, apapun itu, saya harap bisa menyumbang kemajuan dalam bidang pendidikan dan mencetak generasi yang lebih baik

          • Wahid Priyono 6:41 am 18 Juli 2025 Balas

            Iya makasih bu. Setuju bisa membantu siswa untuk pengembangan minat, bakat dan passion mereka selama menempuh pendidikan di sekolah. Kami semua guru di Indonesia siap untuk memfasilitasi tumbuh kembang anak-anak/siswa semampu kami.

        • Lendyagassi 1:16 am 18 Juli 2025 Balas

          Berarti hanya Kokurikuler yang kemungkinan dikenakan biaya tambahan yaa..
          Kalau di Jabar, ini beneran gak dibolehin ama Pak Gubernur.
          Cuma kan gak bisa kalau di sekolah swasta yaa.. Jadi, Kokurikuler tetap ada dengan persetujuan orangtua ((pakai lembaran surat yang di tanda tangani orangtua)).

          • Wahid Priyono 6:40 am 18 Juli 2025 Balas

            Iya bener bu, semua kegiatan ektrakurikuler, ko-kurikuler, dan intrakurikuler sebaiknya orang tua (wali murid) harus tahu. Karena ini sebagai bentuk kesepakatan antara wali dan siswa dengan guru di sekolah. Harus dikomunikasikan secara bersama2.

        • Katerina. S 9:32 am 18 Juli 2025 Balas

          Jadi makin paham kalau ternyata intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler itu punya porsi dan peran masing-masing dalam proses belajar anak di sekolah. Kadang memang masih ada yang suka nyaruin semua jadi kegiatan sekolah aja. Padahal beda ya tujuannya.

          Intrakurikuler itu ibarat fondasi utama. Rutin dan jadi bagian dari kurikulum inti. Kokurikuler lebih ke pengayaan. Masih nyambung sama pelajaran tapi bentuknya bisa lebih seru dan aplikatif. Sedangkan ekstrakurikuler jadi ruang bebas buat anak eksplor minat dan bakat. Hal-hal yang mungkin nggak bisa ketampung di kelas.

          • Wahid Priyono 8:54 am 19 Juli 2025 Balas

            Betul banget bu… sipp good komentar..sudah langsung disimpulin nih tulisan di atas, makasih bu… sukses selalu ya 🙂

        Write a comment to catatanadi.com Cancel Reply