Wahid Priyono

Teacher

Bloger

SEO Entusiast

Content Creator

Web Designer

Writer

Badminton Player

Wahid Priyono

Teacher

Bloger

SEO Entusiast

Content Creator

Web Designer

Writer

Badminton Player

#BlogPost

Perbedaan Penilaian Formatif dan Sumatif Pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

13 Oktober 2026 Edukasi
Perbedaan Penilaian Formatif dan Sumatif Pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru di kelas tentu saja tidak terlepas dari proses mengajar dan menilai hasil pembelajaran pada periode tertentu.

Menilai hasil belajar siswa adalah kewajiban seorang guru untuk mengetahui dan memetakan hasil belajar siswa. Selain itu, sebagai bagian dari evaluasi pengajaran seorang guru, serta metode mengajar yang cocok dengan karakteristik peserta didik.

Oleh karena itu, seorang guru juga harus memahami tugas pokoknya di sekolah. Dengan mengetahui tugas pokok seorang guru, tentu saja proses pengajaran di kelas akan semakin dinamis, inteaktif, inovatif, dan juga menimbulkan rasa ingin tahu peserta didik/murid.

Dalam UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 1 ayat 1 menyebutkan tentang tugas pokok guru yaitu:

  • Mendidik: Membentuk karakter, sikap, nilai, moral, dan kepribadian peserta didik.
  • Mengajar: Mengembangkan pengetahuan, kecerdasan, dan kompetensi akademis.
  • Membimbing: Membantu peserta didik mengenali potensi diri dan mengatasi kesulitan belajar.
  • Mengarahkan: Membimbing peserta didik dalam menentukan pilihan dan mengembangkan diri secara positif.
  • Melatih: Mengembangkan keterampilan dan kemampuan praktis peserta didik.
  • Menilai: Mengukur proses belajar peserta didik secara objektif.
  • Mengevaluasi: Menilai hasil belajar peserta didik secara keseluruhan.

Dalam melakukan proses penilaian (assesment), maka seorang guru harus melakukan penilian secara benar itu artinya penilaian harus memuat prinsip-prinsip penilaian yaitu:

  • Berkeadilan: Seorang pendidik melakukan penilaian yang tidak bias oleh latar belakang, identitas, atau kebutuhan khusus peserta didik.
  • Edukatif: Penilaian yang hasilnya digunakan sebagai umpan balik bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua untuk meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar.
  • Objektif: Penilaian yang didasarkan pada informasi faktual atas pencapaian perkembangan atau hasil belajar peserta didik.
BACAAN LAINNYA:  SMAN 2 Natar Adakan IHT Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Serta Pelatihan AI dan Koding

Sementara itu, di dalam proses pembelajaran di kelas menggunakan deep learning, seorang guru biasanya menerapkan dua assessment penilaian yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Kedua jenis penilaian ini tentu saja berbeda. Lalu apa perbedaannya?

  • Asesmen formatif: Memberikan umpan balik selama proses pembelajaran, dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan untuk mencapai level Pembelajaran Mendalam, mempertimbangkan 3 (tiga) pengalaman belajar PM yaitu Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi.
  • Asesmen sumatif: dilaksanakan untuk mengetahui capaian pembelajaran secara menyeluruh.

Assesment/penilaian pada pembelajaran mendalam (deep learning) yang digunakan oleh guru bertujuan untuk:

  • Memahami sejauh mana kedalaman pemahaman telah dicapai;
  • Merancang aktivitas belajar yang mendorong murid untuk naik ke tingkat pemahaman yang lebih kompleks;
  • Memberikan umpan balik yang lebih tepat sasaran berdasarkan level pemahaman.

Untuk materi selengkapnya tentang penilaian formatif dan sumatif pada pembelajaran mendalam, silakan bapak/ibu guru bisa membaca artikel berikut: Assesment (Penilaian) Pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).

Semoga informasi yang saya tulis ini bermanfaat. Terima kasih.

Taggs:
Write a comment