Pengertian+Contoh Assesment As Learning, Formatif (Assesment for Learning), dan Sumatif (Assesment of Learning) Pada Pembelajaran Mendalam
Saat guru mengajar di kelas seyogyanya memang harus melakukan penilaian baik di awal pembelajaran, selama proses pembelajaran, maupun di akhir pembelajaran.
Tujuan penilaian/assesment pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di atas yaitu untuk mengukur kemampuan siswa, pemetaan nilai akademik siswa, serta sebagai acuan dan evaluasi bagi guru, siswa dan orang tua, sehingga bisa menjadi dasar bagi semua pihak untuk memperbaiki dan mengevaluasi proses pembelajaran secara umum.
Berikut ini akan disajikan tentang pengertian serta contoh dari penilaian di awal pembelajaran, selama proses pembelajaran dan di akhir pembelajaran Deep Learning (Pembelajaran Mendalam).
Contoh Asesmen/Penilaian di Awal Pembelajaran (Assesment as Learning)
Penilaian di awal pembelajaran yang dilakukan oleh guru bisa berupa pretest tujuannya untuk mengukur kemampuan awal peserta didik/siswa. Pretest dapat berupa soal-soal pemantik yang relevan dengan materi yang akan diajarkan pada pertemuan/materi baru. Khusus untuk penilaian post test memang sering dilakukan oleh guru di akhir pembelajaran, dan masuk ke penilaian sumatif.
Pretest dan Post test
Data kemampuan berpikir kritis adalah berupa nilai pretest dan post test. Nilai pretes diambil pada pertemuan pertama setiap kelas, baik eksperimen maupun kontrol, sedangkan nilai postes di akhir pertemuan kedua.
Soal yang diberikan adalah 5 butir soal essay. Teknik penskoran nilai pretest dan post test yaitu:

Keterangan:
S = Nilai yang diharapkan (dicari); R = Jumlah skor dari item atau soal yang dijawab benar; N = Jumlah skor maksimum dari tes tersebut (Purwanto, 2008:112).
Contoh Asesmen/Penilaian Formatif Selama Proses Pembelajaran (Assesment for Learning)
Penilaian formatif merupakan penilian yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung. Contoh saat guru mengajar menggunakan model pembelajaran STAD, karena sifatnya berkelompok, maka guru bisa melakukan penilaian kelompok dengan menggunakan lembar observasi.
Lembar observasi ini digunakan oleh guru sebagai acuan dalam penilaian selama proses diskusi berlangsung, sehingga guru bisa lebih obyektif menilai masing-masing siswa di dalam satu kelompok atau lebih.
Berikut ini panduan/contoh lembar observasi yang bisa digunakan oleh guru untuk melakukan penilaian formatif.
Lembar observasi aktivitas belajar siswa
| No | Nama | Skor Aspek Aktivitas Belajar Siswa | ||||||||||||||
| A | B | C | D | E | ||||||||||||
| 1 | 2 | 3 | 1 | 2 | 3 | 1 | 2 | 3 | 1 | 2 | 3 | 1 | 2 | 3 | ||
| 1 | ||||||||||||||||
| 2 | ||||||||||||||||
| 3 | ||||||||||||||||
| 4 | ||||||||||||||||
| Dst | ||||||||||||||||
| Jumlah skor | ||||||||||||||||
| Skor maksimum | ||||||||||||||||
| Persentase | ||||||||||||||||
| Kriteria | ||||||||||||||||
Sumber : dimodifikasi dari ( Suwandi, 2010 :32)
Keterangan Aspek Aktivitas Belajar Siswa:
- Menuliskan ide/gagasan berdasarkan permasalahan yang ada pada LKS (Mengorientasikan Siswa Pada Masalah)
- Tidak menuliskan ide/gagasan (diam saja).
- Menuliskan ide/gagasan namun tidak sesuai dengan pembahasan pada materi pokok lingkungan.
- Menuliskanide/gagasan sesuai dengan pembahasan pada materi pokok lingkungan.
- Mengajukan pertanyaan (Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Mengatasi Masalah)
- Tidak mengajukan pertanyaan.
- Mengajukan pertanyaan, tetapi tidak mengarah dan tidak sesuaidenganpermasalahan di LKS.
- Mengajukan pertanyaan yang mengarah dan sesuai dengan permasalahan di LKS.
- Berkerja sama dalam menyelesaikan masalah (Mengorganisasikan Siswa Untuk Belajar)
- Tidak berkerja sama (diam saja).
- Berkerja sama namun dengan satu atau dua orang saja.
- Berkerja sama dengan semua anggota kelompok.
- Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (Membantu Penyelidikan Mandiri dan Kelompok)
- Siswa tidak mengumpulkan informasi yang relevan terhadap permasalahan pada materi pokok lingkungan dalam LKS
- Siswa mengumpulkan informasi yang tidak relevan terhadap permasalahan pada materi pokok lingkungan dalam LKS
- Siswa mengumpulkan informasi yang relevan terhadap permasalahan pada materi pokok lingkungan dalam LKS
- Mempresentasikan hasil diskusi kelompok (Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Mengatasi Masalah)
- Siswa dalam kelompok kurang dapat mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara sistematis dan tidak dapat menjawab pertanyaan.
- Siswa dalam kelompok dapat mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan secara sistematis dan tidak dapat menjawab pertanyaan.
- Siswa dalam kelompok dapat mempresentasikan hasil diskusi secara sistematis dan menjawab pertanyaan dengan benar.
Contoh Asesmen/Penilaian Sumatif (Assesment of Learning)
Penilaian sumatif merupakan jenis penilaian yang dilakukan oleh guru di akhir pembelajaran. Penilaian ini harus bersifat obyektif sesuai kemampuan siswa, artinya tidak boleh ada manipulasi data atau pemalsuan nilai.
Adapun contoh penilaian sumatif bisa berupa angket tanggapan siswa, atau nilai ujian akhir (ulangan umum), ulangan harian, atau nilai ujian tengah semester.
Angket Tanggapan Siswa Terhadap Pembelajaran
Jika anda sebagai guru dan ingin melakukan penilaian sumatif, anda juga bisa menggunakan Angket yang berisi pendapat siswa tentang model pembelajaran yang anda gunakan. Sebagai contoh anda menggunakan model PBL (Problem Based Learning) yang telah dilaksanakan di kelas. Maka anda bisa membuatkan Angket \ ini berupa item 8 pernyataan, terdiri dari 5 pernyataan positif dan 3 pernyataan negatif dengan 2 pilihan jawaban yaitu setuju (S) dan tidak setuju (TS) seperti pada Tabel di bawah ini. Angket dibagikan kepada siswa untuk diisi, kemudian bisa anda jadikan sebagai penilaian sumatif.
Tabel Item pernyataan pada angket.
| No. | Pernyataan- Pernyataan | S | TS |
| 1 | Saya senang mempelajari materi pokok lingkungan dengan pembelajaran yang digunakan oleh guru. | ||
| 2 | Saya lebih mudah memahami materi yang dipelajari melaluipembelajaran yang digunakan oleh guru. | ||
| 3 | Pembelajaran yang digunakan tidakmampu mengembangkan kemampuan saya dalam berpikir krtitis. | ||
| 4 | Pembelajaran yang digunakan menjadikan saya lebih aktif dalam diskusi kelas dan kelompok. | ||
| 5 | Saya merasa sulit berinteraksi dengan teman dalamproses pembelajaran yang berlangsung. | ||
| 6 | Saya termotivasi untuk mencari data/informasi dari berbagai sumber (buku, internet, dan sebagainya) untuk menyelesaikan permasalahan dalam LKS. | ||
| 7 | Saya merasa sulit mengerjakan soal-soal di LKS dengan pembelajaran yang digunakan oleh guru. | ||
| 8 | Saya memperoleh wawasan/pengetahuan baru tentang materi pokok yang dipelajari. |
Penilaian sumatif tidak hanya berupa angket setelah pembelajaran selesai. Penilaian sumatif dapat berupa soal-soal post test, Assesment Sumatif Tengah Semester (ASTS) atau Assesment Sumatif Akhir Semester (ASAS) atau Ujian Tengah Semester (UTS) atau Penilaian di akhir semester merupakan contoh dari penilaian sumatif.
Demikianlah artikel bacaan edukasi tentang pengertian dan contoh penilaian/assesment di awal pembelajaran, formatif dan sumatif. Semoga bermanfaat, terimakasih.
