Serunya Trail Running di Gunung Rajabasa
Trail run (atau trail running) merupakan olahraga lari yang dilakukan di alam bebas, seperti pegunungan, gunung, bukit, hutan, padang sabana, jalur tanah, atau jalur berbatu—bukan di aspal atau lintasan stadion. Kadang-kadang lintasan atau medannya juga bisa terbilang cukup eksktrem dan menantang sehingga dibutuhkan ketahanan fisik yang kuat, termasuk mempersiapkan otot-otot kaki yang lentur, fleksibel, dan kokoh/kuat.
Berapa Jarak Tempuh Trail Running?
Trail run merupakan olahraga lari dan dilakukan tanpa memerhatikan jarak maupun waktu tempuh. Untuk mengukur jarak trail running, penyelenggara biasanya akan menentukan titik finish dan mengukurnya dari titik start. Jadi, ukurannya bisa bervariasi antarpenyelenggara kompetisi/lomba. Akan tetapi, trail running ini umumnya dilakukan pada rentang jarak 5–20 km.
Meskipun begitu, ada juga beberapa penyelenggara yang menetapkan jarak tempuh yang relatif lebih jauh, seperti 42 km. Namun, sebelum kita melakukan trail running ini sebaiknya kita perlu mempersiapkan diri jauh-jauh hari, yaitu dengan melakukan jogging dan juga lari biasa. Pemanasan dan pendinginan selama kegiatan trail run ini sangat penting sekali karena selain mencegah cidera juga bisa melatih fisik lebih kuat sebelum turun di ajang kompetisi bergengsi.



Perbedaan Antara Trail Running dengan Lari Biasa
Walaupun keduanya sama-sama menggunakan kekuatan otot-otot kaki dan teknik lari, maka seorang trail runners dan lari biasa memiliki sejumlah perbedaan yang mencolok.
Olahraga lari biasa tentu saja masih dilakukan dengan intensitas tinggi serta sangat membutuhkan gerakan gesit atau cepat. Fokus dari lari adalah kecepatan (akselerasi), stamina, serta kebugaran tubuh.

Sementara itu, trail running merupakan olahraga kardio dengan kombinasi lari dan mendaki di kita tidak hanya berlari saja, akan tetapi juga menyusuri medan pendakian yang menantang. Sehingga untuk menaklukan medah esktrem dan menantang ini maka diperlukan kekuatan otot, daya tahan, stamina, serta keseimbangan yang baik untuk melakukannya.
Kemudian, hal yang menjadi perbedaan mendasar antara trail running dan lari adalah medannya. Lari umumnya dilakukan di running track, jalan raya, maupun bisa di treadmill yang cenderung mulus tanpa hambatan. Di sisi lain, trail running dilakukan di alam bebas, seperti gunung, bukit, atau hutan lebat. Namun, jika saya disuruh memilih mana yang paling seru, tentu saja saya lebih memilih melakukan kegiatan trail running di alam bebas. Selain menantang, kegiatan trail running di alam bebas seperti di gunung cenderung lebih mengasyikkan, tidak ada kebisingan, serta mampu memperbaiki mood dan juga refresh otak secara mendalam.
Serunya Trail Running via Gunung Rajabasa
Sepengalaman saya, bahwa trail running ini merupakan olahraga yang cukup mengasyikan dan seru karena dilakukan di medan yang cukup menantang.
Saya sendiri sering melakukan trail running di gunung. Biasanya saya lakukan saat hari libur kerja, tentunya dilakukan bersama dengan teman-teman saya yang lainnya. Memang sih, trail running ini butuh persiapan yang matang. Terutama persiapan fisik dan mental (psikologi) yang kuat sehingga akan jauh lebih maksimal. Selain itu, persiapan alat atau perlengkapan trail running juga penting, seperti menggunakan sepatu yang kuat, tas hydropack, dan juga membawa logistik makanan dan minuman yang cukup. Terutama ketercukupan air juga penting dibawa agar tubuh tetap terhidrasi.
Selain itu, membawa perlengkapan P3K atau obat-obatan pribadi juga penting saat melakukan train running, karena untuk persiapan kesehatan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Membawa P3K ini hukumnya wajib, terutama bagi yang mempunyai riwayat medis tertentu.

Inilah penampakan video cuplikan singkat saat saya melakukan trail running di gunung Rajabasa, seru dan menantang. Dan bagi teman-teman yang hendak melakukan trail running, gunung Rajabasa adalah rekomendasi yang tepat.
Tips dan Trik Melakukan Trail Running di Alam Bebas
Jika teman-teman pembaca di blog saya ini mulai tertarik dengan olahraga trail running, maka bisa mulai latihan trail running serta mempelajari apa saja yang sebaiknya dipersiapkan. Berikut ini panduan trik dan tips untuk kalian yang ingin mencoba trail running, yakni:
- Pastikanlah pergelangan kaki dan telapak kaki kuat untuk menopang tubuh saat menyusuri turunan maupun medan menanjak agar tidak terperosok. Kamu bisa berlari kecil di turunan;
- Kalian bisa memulai latihan dari interval running, latihan penguatan otot utama seperti otot pada pangkal paha dan betis, dan perbanyak jalan kaki, long run, atau lari dengan pase santai untuk meningkatkan stamina dan kekuatan otot;
- Kenakan pakaian yang cepat kering dan breathable saat trail running. Hindari pakaian berbahan tebal, karena sangat cepat menyerap air dan ini sangat berbahaya bisa menyebabkan hipotermia;
- Jangan lupa mebawa air minum yang cukup agar tubuh terhidrasi dengan baik;
- Jika kamu adalah seorang pemula, kamu bisa bergabung dengan komunitas trail running agar bisa berlatih dengan pendampingan khusus.
Itulah tadi penjelasan tentang trail running berdasarkan pengalaman saya. Semoga memberikan insight baru tentang persiapan sebelum melakukan trail running, sehingga biar ada persiapan yang mantap. Keselamatan, persiapan fisik dan mental dalam melakukan trail running adalah kunci utama dan lebih penting, tidak hanya sekedar mengandalkan perlengkapan yang modern dan fashionable saja. Selamat dan semoga sukses lancar bagi teman-teman yang hendak merencanakan perjalanan melalui kegiatan trail running.
Silakan baca juga pengalaman saya tentang: Perjalanan Baru Mendaki Gunung Rajabasa 1.281 Mdpl – Gunung Berapi Angker dengan Segudang Cerita Mistis.
