Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

11 Hal yang Sering Ditanyakan HRD Saat Interview Kerja

2 April 2021 Edukasi
11 Hal yang Sering Ditanyakan HRD Saat Interview Kerja

Saat seseorang melamar pekerjaan dalam suatu perusahaan/instansi tertentu, maka biasanya akan ada wawancara kerja, di samping telah melampirkan beberapa persyaratan lowongan. Nah, dalam hal wawancara kerja (interview) biasanya seorang calon pekerja akan ditanyakan beberapa hal oleh HRD suatu perusahaan/instansi yang telah dilamar. Jadi, mau tidak mau calon pekerja harus benar-benar siap untuk bisa berargumentasi dengan baik di depan HRD yang meng-interview dirinya. Adanya interview kerja ini sebenarnya HRD ingin mengetahui dan mengenal secara personal dirimu, prospek apa yang bisa kamu kerjakan ke depan di perusahaan baru tersebut, serta yang paling terpenting adalah perusahaan yang kamu lamar tersebut ingin mengetahui sifat atau karaktermu. Namun, tidak perlu takut untuk mengikuti serangkaian wawancara kerja ini karena kamu bisa menyiapkannya secara matang sehingga hasil test wawancaramu benar-benar berhasil.

Saya dulu pernah punya pengalaman saat test wawancara kerja di perusahaan, bimbel, dan sekolah-sekolah sebelum saya terjun ke bidang karir tersebut. Bahkan, tahun 2018 ketika itu saya lolos test SKB CPNS KEMENAG dan ada test wawancara. Wah saat itu saya mempersiapkan segala sesuatunya hingga harus berkonsultasi dengan orang yang saya percaya dan tahu seluk-beluk bagaimana sikap kita saat diwawancarai oleh orang lain, dalam hal ini HRD atau pihak-pihak tertentu yang memang telah meng-interview kamu.

Saat diwawancarai oleh HRD/sejenisnya, maka ada beberapa pesan yang pernah disampaikan oleh rekan saya yang dulunya pernah menjadi HRD maka hal yang perlu kamu tampilkan seperti:

  • Rasa percaya diri dan tidak nerves/gemetar;
  • Jangan duduk di kursi sebelum disuruh duduk, atau bisa kamu yang berinisiatif meminta izin dengan sopan bahwa ingin duduk di bangku yang sudah disedikan;
  • Kepala dan pandangan mata sejajar dengan pihak yang mewawancarai. Kepala jangan nunduk ke bawah. Mata sejajar dengan pihak HRD/yang mewawancarai memiliki filosofi keseimbangan (balance) dan keberanian untuk mengungkapkan detail personal dirimu kepada orang lain. Kepala menunduk ke bawah atau mata tengok kanan dan kiri tentu menyatakan bahwa kamu belum siap untuk diwawancarai dan menampilkan figur yang tidak percaya diri;
  • Sikap tubuh luwes, posisi kali sebaiknya menyilang, dengan tangan diletakkan seluwes mungkin di atas paha dalam kondisi duduk;
  • Berargumentasilah dengan jujur, mantap, dan meyakinkan orang lain;
  • Tidak memotong pembicaraan lawan;
  • Ucapkan salam, terimakasih, maaf, pada saat diwawancarai. Jangan takut untuk meminta maaf jika ada kekeliruan atau ingin mencegah hal-hal negatif lainnya.

Nah, jika kemantapan personal di atas sudah kamu terapkan, maka kini saatnya mempelajari beberapa hal/pertanyaan yang sering ditanyakan HRD kepada pencari kerja seperti:

#1 Silakan Perkenalkan Diri Kamu?

Jika pihak HRD menanyakan hal ini kepada kamu, maka kamu harus memperkenalkan diri kamu secara gamblang, singkat, dan jelas. Sampaikan saja profil terkait nama lengkapmu, tempat tanggal lahir, alamat tempat tinggal, hobi, lulus dari kampus mana, dan pengalaman-pengalaman apa saja yang sudah pernah kamu dapatkan sebelumnya. Saat ditanya hal semacam ini, saya juga selalu melampirkan sertifikat-sertifikat atau lembaran penghargaan yang pernah saya peroleh. Sertifikat yang ditunjukkan ke pihak HRD tentu saja akan memperkuat argumentasi-argumentasi lain yang relevan. Dijamin deh, kalau melampirkan sertifikat penting dan mendukung dirimu pasti akan berpeluang besar untuk diterima dari perusahaan yang sedang kamu lamar tersebut. Kamu wajib coba cara ini ya? oke?

wawancara kerja (sumber gambar: liputan6.com)

#2 Apa Saja Yang Kamu Ketahui Tentang Perusahaan Ini?

Untuk menjawab pertanyaan ini maka kamu perlu sekali mempelajari detail dari perusahaan/instansi/pabrik yang sedang kamu lamar. Namun yang paling terpenting adalah kamu harus mengetahui secara umum seperti: sejarah perusahaan, visi-misi perusahaan, nama kepala pimpinan, bidang-bidang/divisi apa saja yang sedang dikerjakan di perusahaan tersebut, serta jangan lupa kamu sampaikan argumentasi-argumentasi tentang keunggulan perusahaan tersebut di depan HRD. Dengan penyampaian yang luwes dan seolah-olah kamu paham tentang perusahaan tersebut, maka peluang kamu untuk diterima akan semakin besar. Tidak percaya? silakan dicoba cara dari saya ini.

#3 Mengapa Kamu Tertarik Melamar Di Perusahaan Ini?

Untuk menjawab pertanyaan ini, maka kamu harus menyiapkan alasan kuat mengapa kamu ingin bekerja di perusahaan tersebut. Kamu bisa menjadikan hobi/passionmu sebagai alasan kuat ingin bekerja di perusahaan tersebut. Misalnya perusahaan tersebut adalah perusahaan yang menaungi di bidang pertanian, maka kamu bisa menyampaikan alasan kuat bahwa kamu memiliki hobi berkebun. Jika perusahaan entertainment kamu bisa beralasan bahwa kamu ingin mengembangkan hobimu yaitu menyanyi dan lain sebagainya.

Dengan semakin kuatnya kamu berargumentasi dengan baik, maka percayalah mereka akan menangkap kerelevanan antara hobi/passion kamu dengan yang diminta oleh perusahaan. Karena berdasarkan pengalaman, perusahaan akan tertarik dengan pelamar yang memiliki visi-misi atau behavior yang sama. Jika anda memiliki kesamaan dengan apa yang menjadi ketertarikan mereka, maka peluang kamu diterima semakin besar.

#4 Berapa Perusahaan yang Sedang Kamu Lamar?

Pertanyaan semacam ini biasanya akan membingungkan bagi sebagian orang. Terutama untuk pelamar yang masih awam atau pemula. Jika saya ditanya seperti ini maka saya akan menjawab dengan jujur. Misalnya kamu menjawab “ada tiga perusahaan”. Dan tidak perlu dijelaskan lagi secara detail. Namun, jika ditanya kembali sebutkan nama perusahaannya, maka sebutkan saja apa adanya tanpa ditutup-tutupi.

Pertanyaan ini sebenarnya memancing seseorang dan pihak HRD yang jeli tentu akan bisa membaca gestur tubuh dan mimik wajah pelamarnya. Disinilah bisa terlihat mana pelamar yang jujur dan tidak serius/ragu-ragu.

#5 Mengapa Kamu Melamar Di Posisi Ini?

Misalnya kamu melamar di posisi “A”, maka jelaskan secara padat, singkat dan jelas alasan kamu menginginkan masuk di posisi “A” yang sedang dilamar tersebut. Gunakan kalimat yang sederhana dan tidak bertele-tele tapi sudah mewakili isi hati (cieee,,,pake isi hati pula 😀 hahaha).

Alasan yang kuat tentu saja akan semakin meyakinkan pihak HRD untuk mempertimbangkan dirimu sebagai nominasi yang masuk dalam kandidat baru perusahaan.

interview kerja perusahaan (sumber gambar: popbela.com)

#6 Sebutkan Kelebihan Dirimu?

Pertanyaan ini harus dijawab dengan jujur, namun ada syaratnya. Syaratnya cukup kamu sampaikan saja hal-hal yang dianggap penting. Contohnya sampaikan saja kelebihanmu dari segi passion/skill yang dimiliki yang relevan dengan posisi yang dikehendaki dari perusahaan tersebut.

Selebihnya saya juga biasanya akan menjawab pertanyaan ini dengan: “saya orang yang jujur, peminta maaf, pengucap terima kasih, ramah, dan bertanggungjawab”.

#7 Sebutkan Kelemahan Dirimu?

Hati-hati menjawab pertanyaan di atas, hehe. Jangan pula kamu jawab, “saya orang yang pemalas, baperan, tidur sering ngorok, bangun tidur kesiangan, anti-kritik, suka terlambat datang ke kantor, dll hehe. Jawab saja seperlunya, misalnya: “kelemahan saya misalnya mudah kesinggung, kurang cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja baru sehingga saya butuh belajar dari para senior, dan lain sebagainya”.

Pertanyaan ini tidak untuk memperlebar dan mempromosikan semua kelemahanmu. Jawab saja seperlunya dan secukupnya.

#8 Mengapa Kamu Resign (Berhenti Kerja) Dari Perusahaan Sebelumnya?

Untuk menjawab pertanyaan ini point terpentingnya adalah tidak menjelek-jelekkan perusahaan kamu sebelumnya. Apalagi ada unsur SARA yang kamu sampaikan tentu itu akan mencerminkan dirimu.

Kamu mungkin akan lebih bagus jika beralasan ke pihak HRD bahwa “perusahaan sebelumnya cukup bagus, namun untuk saat ini lebih tertarik dengan perusahaan yang baru ini”. Jawaban ini sebenarnya sudah tegas dan syarat dengan makna.

#9 Mengapa Perusahaan Kami Harus Menerimamu?

Pertanyaan di atas harus dijawab dengan alasan yang spesifik dan tidak bertele-tele. Jawablah, “Karena dengan kehadiran saya untuk bergabung dengan perusahaan bapak/ibu, maka mudah-mudahan bisa menjadikan perusahaan bapak semakin berkembang dan tentunya sesuai visi-misi perusahaan yang yang telah bapak/ibu pimpin”.

#10 Berapa Gaji yang Kamu Minta Bila Kami Terima?

gaji kerja (sumber gambar: tribunnews.com)

Untuk menjawab pertanyaan ini, biasanya saya akan menjawab dengan jujur. Jangan juga kita meminta gaji yang lebih rendah. Kita harus punya standar gaji yang sesuai dengan posisi yang kita lamar. Kita juga harus mempelajari berapa gaji dari posisi “A” yang akan kita ambil tersebut. Sebagai contoh, jika umumnya gaji rata-rata pada posisi “A” tersebut adalah Rp.5.000.000,- maka kita bisa menaikan sebesar 1 juta rupiah sehingga bisa mengatakan Rp.6.000.000,- karena alasan bahwa kebutuhan sehari-hari saya jika dikalkulasi mendekati angka tersebut.

Pertanyaan ini sebenarnya akan mengukur kejujuran diri kita berdasarkan kebutuhan hidup harian. Jadi sampaikan saja apa adanya, tidak perlu khawatir. Tapi kuncinya “harus punya standar” dan kamu juga jangan sampai setelah kerja mendapat gaji yang tidak sesuai dengan harapan, terutama tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

#11 Apakah Ada Pertanyaan/Komentar Lainnya?

Pertanyaan di atas hukumnya “sunah” dan tidak memaksa, mau dijawab juga boleh, atau tidak dijawab juga tidak apa-apa. Kalau saya biasanya akan kondisional dalam posisi ini. Jika saya perlukan untuk bertanya/berkomentar maka saya akan menanyakan alamat tempat tinggal pihak HRD yang sedang mewawancarai saya dengan bahasa yang santai, dan meminta bimbingannya jika nanti diterima di perusahaan tersebut. Sekaligus ucapkan juga rasa terima kasih sudah diberikan kesempatan untuk bisa bertemu secara baik melalui sesi wawancara dengan pihak HRD tersebut.

Kalaupun seandainya kamu tipe orang yang tidak suka basa-basi, kamu bisa menjawab pertanyaan di atas yaitu: “sudah cukup pak/bu, terima kasih”.

Nah, memang berdasarkan pengalaman saya pribadi bahwa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari interview kerja di atas butuh konsentrasi, skill pengalaman, kejujuran terhadap diri sendiri, dan wawasan tentang perusahaan yang akan dilamar. Tentu saja kamu perlu mempelajari seluk-beluk perusahaan yang sedang dilamar sehingga jika ditanya akan bisa menjawab dengan lugas dan jelas. Hindari basa-basi apalagi menyampaikan sesuatu hal yang isinya kebohongan. Karena kejujuran itu penting dimanapun kita berada. Sukses untuk kamu-kamu semua yang sedang mempersiapkan jawaban dari kemungkinan pertanyaan yang sering dilontarkan oleh pihak HRD perusahaan saat wawancara kerja. Semoga artikel ini bermanfaat ya, atau teman-teman punya perspektif lain serta pengalaman saat wawancara kerja? adakah hal lucu atau tidak mengenakan saat wawancara kerja? yuk dishare… terima kasih.

Taggs:
17 Comments
  • endah 5:56 pm 3 April 2021 Balas

    kalau baca hal-hal yang perlu diperhatikan saat melamar kerja seperti ini, saya ngerasa kayak bodoh banget deh dulu. Ga pernah siap sama pertanyaan HRD huhuhu

    • Wahid Priyono 10:57 am 5 April 2021 Balas

      Ya memang mungkin dulu masih kebawa sifat ABG kak, jadi karakter semi-kekanak2annya masih terlihat 😀 haha, atau belum dewasa gitu cara berbicara terhadap orang lain, termasuk saat wawancara kerja. Nyeselnya sekarang ya kak, aku juga punya pengalaman gak memuaskan saat tes wawancara dan cukup aku dan Allah yang tahu hehe 🙂

  • Iim Rohimah 5:37 pm 4 April 2021 Balas

    Kalau nggak paham maksud dan jawaban yang tepat, pasti banyak melakukan salah. Ya, emang sih tidak ada salah dan benar, ya. Tapi efeknya itu lho… Jawaban nggak pas, bisa jadi HRD memandang pelamar sebagai orang yang tidak siap.

    • Wahid Priyono 10:55 am 5 April 2021 Balas

      Betul sekali kak IIM, harus benar2 siap dan berargumentasi yang meyakinkan orang lain.

  • Putu Sukartini 7:09 pm 4 April 2021 Balas

    Wah saya jadi kayak nostalgia sih
    Masa-masa tegang setiap mau interview jaman dulu haha
    Selalu saja jadi menbak-nebak, kira-kira bakal ditanyain apa ya
    Nanti jadi begini, begitu dan seterusnya

    Seandainya sejak dulu sudah ada panduan seperti ini
    Pastinya gak terlalu menegangkan jadinya ya

    • Wahid Priyono 10:54 am 5 April 2021 Balas

      Sebetulnya ngalir aja ya saat akan diwawancara, cuma ya memang harus ada persiapan mental juga sih 🙂 hehe

  • Mutia Ramadhani 10:23 am 5 April 2021 Balas

    Perfect mas eeeeee. Semua ditanyakan pas aku interview dulu. Wkwkwk. Pertanyaan nomor 10 itu paling lama menjawabnya. Hahahaha. Biasa, orang Indonesia suka gak enakeun dan malu2.

    • Wahid Priyono 10:53 am 5 April 2021 Balas

      Setuju dengan argumentasi kak Muthe…hehe betul orang Indonesia kalo ditanya standar gaji saat wawancara pasti banyak mikirnya, lama menjawab kalo soal uang 😀

  • triyatni 11:55 am 5 April 2021 Balas

    Bener banget beberapa pertanyaan di atas pernah muncul pas wawancara. Jadi kangen wawancara kerja #eh

  • enny dudukpalingdepan 1:56 pm 5 April 2021 Balas

    Saya dulu kerjanya nggak pakai interview tapi hanya tes adm, tertulis, dan fisik. Jadi nggak pernah mengalami deg2annya interview kerja. Namun saya yakin artikel ini akan bermanfaat bagi teman-teman yang akan menghadapi panggilan wawancara kerja.

  • Waode_1453 5:42 am 6 April 2021 Balas

    Keren artikelnya. Bisa jadi senjata ampuh saat akan berhadapan dengan HRD. Kalau tanpa persiapan bisanya sering zonk. Alih-alih diterima, HRD nya malah bingung. 🙂

    • Wahid Priyono 11:41 am 6 April 2021 Balas

      Makasih kak Waode atas sharingnya. Okelah bagus….semuanya memang butuh persiapan yang matang ya untuk persiapan wawancara kerja dengan pihak HRD. Thanks…

  • Nur Asiyah 12:11 pm 7 April 2021 Balas

    Terima kasih infonya kak. Dulu saat saya masih mencari kerja, cara-cara seperti ini saya perhatikan dengan seksama. Tapi sekarang jadi ibu rumah tangga, enggak deg degan lagi untuk melewati fase interview, hehe

  • Nanik K 4:34 am 8 April 2021 Balas

    Awal tesasuk kerja, saat berstatus fresh graduate. Nggak mikir mau ditempatkan sejauh mana dan bagaimana kondisi di faerah sana.
    Saking takut nganggur waktu itu, saya pun angsung oke.
    Setelah jadi karyawan di rantau ternyata belum siap mental jauh dari tanah kelahiran, hehe.
    Akhirnya malah resign.

  • Fachrur Rozi 10:31 pm 15 April 2021 Balas

    Rasanya enak banget di interview seperti nongkrong di warkop ketimbang di tanya sama dosen saat sidang karena penuh tekanan haha

  • Richa Miskiyya 9:23 am 2 Mei 2021 Balas

    Paling tricky kalo ditanya soal gaji, wkwk. Apalagi kalo fresh graduate dan tentunya canggung untuk menyebut nominal