Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Pak Beny Candra, Sosok Guru Honorer Sekaligus Pahlawan Sejati di Negeri Ini

5 Juni 2022 Edukasi
Pak Beny Candra, Sosok Guru Honorer Sekaligus Pahlawan Sejati di Negeri Ini

Menjadi guru adalah pilihan dan panggilan jiwa. Tidak semua orang bercita-cita menjadi guru. Kebanyakan orang beranggapan bahwa profesi guru itu memiliki gaji yang kecil. Namun, kenyataan ini benar adanya, terutama untuk kami yang masih berstatus sebagai guru honorer. Beda dengan guru PNS, karena mereka sudah punya gaji tetap beserta tunjangan kinerja, dan dari segi kesejahterannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menjadi guru honorer ada suka dan duka yang terus membayang-bayangi. Saya dan teman-teman guru honorer lainnya pastinya sudah sama-sama paham akan hal ini.

Jika bercerita tentang sukanya maka akan senang jika terus membagi ilmu kepada para murid baik ketika di sekolah maupun di luar sekolah. Namun, sebagai bagian dari takdir hidup, duka pasti selalu dirasakan oleh kami sebagai guru honorer. Dukanya adalah dengan gaji yang pas-pasan, kadang masih kurang karena nominal gaji tidak sepadan dengan apa yang dikeluarkan untuk kebutuhan sehari-hari. Istilah pribahasa menyebutnya “besar pasak daripada tiang”.

Saya (Wahid Priyono) sedang mengawas siswa saat Olimpiade Sains Kabupaten Lampung Selatan beberapa waktu lalu (25 Mei 2022).

Kesejahteraan kami memang belum terjamin, kadang jika kekurangan uang terpaksa mungkin akan berhutang kepada teman kerja, bekerja “serabutan” demi memperoleh rezeki halal barokah, bisa menyambung hidup sembari berharap ada titik terang bagi kami.

Tujuh tahun menjadi guru honorer swasta di jenjang SMA bagi saya adalah sebuah penghargaan bagi diri sendiri, karena saya adalah orang yang dipilih Tuhan untuk bisa membagikan ilmu kepada generasi emas penerus kejayaan bangsa Indonesia. Tidak gampang menerima takdir ini, tapi patutlah saya berbangga serta bersyukur karena ini adalah perjalanan hidup saya. Bukankah setiap orang ditakdirkan Tuhan dengan perjalanan hidupnya yang unik dan berbeda satu sama lainnya?

Saya Wahid Priyono, S.Pd. (memakai baju batik) sedang mengawas ujian Olimpiade Sains Kabupaten pada 24 Mei 2022.

Jujur saja saya tidak pernah menyesal menjadi seorang guru honorer walaupun gajinya pas-pasan (cuma ratusan ribu), disyukuri saja. Dan pasti ke depannya akan ada sesuatu hal yang lebih baik, kita yakini saja, Tuhan tidak tidur.

BACAAN LAINNYA:  Belajar Dari Pak Sanusi, Guru SMA Tri Sukses Natar Yang Menerapkan Merdeka Belajar dari Minat Siswa

Belajar dari Sosok Beny Candra, Rekan Kerja Saya yang Masih Menyandang Status Guru Honorer

Sosok Beny Candra, sosok guru honorer yang sangat dekat dengan siswa-siswanya di sekolah (Sumber foto oleh: Beny Candra)

Saya sudah lama mengenal Pak Beny Candra, S.Kom. yang merupakan rekan sejawat saya di sekolah SMA Yadika Natar. Beliau adalah guru honorer di sekolah swasta dengan mengajar di beda sekolah. Yang saya tahu beliau saat ini mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tiga sekolah berbeda jenjang yaitu di SMA Yadika Natar, SMP Yadika Natar, dan di SMK Bani Salim Bandar Lampung.

Sepemahaman saya, sekolah yang paling jauh dari rumahnya yaitu di SMK Bani Salim Bandar Lampung. Sekolah ini letaknya sudah perbatasan antara Bandar Lampung dengan daerah di Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Tentunya, lokasi ini sangat jauh jika harus ditempuh perjalanan dari daerah Natar (lokasi tempat tinggal) ke sekolah.

Medan untuk menuju ke sekolah SMK Bani Salim ini bisa ditempuh selama satu jam dari rumah Pak Beny (PP), dengan melewati daerah pegunungan, hutan, dan desa-desa. Sudah lama beliau mengabdi di SMK Bani Salim, sekitar lebih dari 4 tahunan.

Dari segi gajinya, kata beliau kurang mencukupi jika dibandingkan dengan waktu, uang makan atau uang bensin menuju ke sekolah. Namun, karena kecintaannya dengan siswa dan mau membagikan ilmu supaya siswa menjadi cerdas dan berakhlak mulia, maka semua materi dan juga iming-iming duniawi ia lupakan. Karena setiap apa yang dia kerjakan pastinya yakin bahwa akan ada balasan yang jauh terbaik.

Pak Beny Candra sedang melakukan pembelajaran di ruang komputer kepada siswa-siswa yang ia sayangi, (Sumber foto oleh: Beny Candra)

Suatu hari saya sendiri pernah diajak beliau bermain ke SMK Bani Salim dalam urusan kegiatan sekolahnya. Saya merasakan bahwa, sepanjang perjalanan ketika saya dibonceng motor olehnya, saya merasakan kelelahan, medan jalan yang berkelok-kelok, menaiki pegunungan, melewati jalan-jalan desa yang sebagian jalannya sudah rusak dengan waktu lebih dari satu jam. Rasaya tulang punggung ingin patah, dan bokong terasa pegal dan panas karena lama berada di jok motor.

BACAAN LAINNYA:  Lupa Berdoa

Saya pernah bilang kepada beliau, “apa gak capek Ben (sapaan saya ke dia) naik motor pulang pergi/PP dari rumah ke sekolah?”, ini perjalanan yang jauh dan berisiko lho, apalagi kamu juga melintasi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dengan mobil yang besar-besar (truk/fuso). Dan sebagai temannya pun saya khawatir ada modus kejahatan di jalan, karena ada area-area jalan yang cukup sepi ketika menuju ke sekolah tersebut.

Pak Beny pun menjawab: “Ya mau gimana lagi, namanya juga sudah tanggungjawab untuk mengajar anak-anak di sekolah”, pungkasnya.

Alasan Saya Menyebut Pak Beny Sebagai Sosok Pahlawan

Pak Beny Candra bagi saya adalah sahabat dan rekan sejawat di sekolah yang sangat baik. Beberapa kali dia membantu saya dalam hal-hal teknis dan non-teknis yang berkaitan dengan profesi guru. Pernah saya dibantu dalam hal pengurusan berkas untuk membuat NUPTK, ditraktir makan waktu saya gak ada uang, dan masih banyak lagi hal-hal baik yang ia tunjukkan kepada saya dan rekan guru lain di sekolah.

Pak Beny Candra bagi saya adalah pahlawan sejati yang SUPER, karena tidak pernah menyerah dan mengeluh dengan keadaan walaupun statusnya sebagai guru honorer swasta dengan gaji minim. Dia tetap terus mengajar di sekolah penuh semangat walaupun medan yang ditempuh untuk menuju ke sekolah bisa dibilang cukup ekstrem, membahayakan dirinya, dan pastinya waktu tempuh yang relatif lama (jauh dari lokasi tempat tinggalnya).

Bagi dirinya, mengajar siswa di sekolah adalah bentuk pengabdian dirinya kepada orang lain. Membuat orang lain bahagia adalah jalan cerita yang patut kita lestarikan sepanjang kita masih hidup.

“Karena pada dasarnya kita hidup ini untuk saling berbagi, tidak semata-mata hanya soal materi, tapi kita juga penting beribadah untuk bekal akhirat kelak”, ucapnya ketika ngobrol dalam beberapa pertemuan dengan saya.

Pak Beny Candra sedang mengajari siswa mengedit gambar/foto dengan menggunakan aplikasi photoshop, Sumber foto oleh: Beny Candra

Harapan yang Ingin Diwujudkan Bagi Saya, Pak Beny Candra yang Berstatus Sebagai Guru Honorer

Saya, Pak Beny Candra, dan mungkin semua guru honorer di negeri ini ingin sekali mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. Kami ingin mendapatkan gaji yang layak seperti guru PNS sehingga kami juga bisa merasakan kesejahteraan, karena tidak dipungkiri bahwa semakin kesini kebutuhan kami juga tidak sedikit. Karena jujur saja, kami juga bekerja untuk mencerdaskan anak-anak bangsa Indonesia. Kami berharap pemerintah memperhatikan akan hal ini.

BACAAN LAINNYA:  Saya Menjadi Pengibar Bendera Merah Putih di Hari Guru Nasional 2023

Saya, Pak Beny, dan guru honorer di negeri ini sekarang sedang mencoba peruntungan di penerimaan ASN PPPK 2022, Program Profesi Guru (PPG Dalam Jabatan), dan Guru Penggerak, semoga kami semua dipermudah dan bisa diterima (lolos).

Jika kami lolos sebagai ASN PPPK tahap III 2022 yang diselenggarakan oleh Kemdikbudristek, maka tentu saja kami bersyukur karena ada sedikit peningkatan kesejahteraan bagi kami. Setidaknya akan membantu kami untuk bisa membeli uang bensin atau makan sehingga bisa datang di sekolah dengan perasaan yang tenang, tidak kelaparan karena uang saku kurang mencukupi, sehingga pada akhirnya kami lebih fokus mengajar siswa dengan sebaik-baiknya.

Para siswa sedang belajar bersama pak Beny, sosok guru pahlawan yang penuh semangat dan dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Sumber foto oleh: Beny Candra

Jika kami lolos seleksi PPG Dalam Jabatan/Daljab 2022 yang dilaksanakan oleh Kemdikbudristek, tentu saja kami akan melaksanakan kuliah selama 3 bulan yang dari segi biayanya sudah disubsidi oleh pemerintah. Ketika sudah lolos kuliah PPG, maka kami akan mendapatkan sertifikat pendidik (Serdik) yang menandakan bahwa kami adalah guru yang sudah profesional.

Jika kami lolos program guru penggerak tahun 2022 dari Kemdikbudristek, tentu saja ini akan menambah wawasan kami dalam menambah pengetahuan dan pengalaman menjadi guru/pemimpin pembelajaran dan calon kepala sekolah yang lebih berpusat kepada siswa di sekolah. Di kegiatan guru penggerak ini ada banyak sekali strategi mengajar bagi guru yang benar, berkarakter dan harus dilakukan. Dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi pengembangan keprofesian kami sebagai seorang guru di program guru penggerak ini.

Saya sedang mencoba mendaftar program guru penggerak angkatan 7 dari Kemdikbudristek

Harapan saya sebagai penulis artikel ini, jika menang lomba ini, maka saya akan belikan Pak Beny Candra sepatu pantofel untuk mengajar di sekolah, atau bahan makanan pokok berupa sembako yang akan saya beli di aplikasi SUPER sebagai bentuk kado saya untuk pahlawan pendidikan yang SUPER semangat dalam mendidik dan mencerdaskan anak-anak bangsa bernama pak “Beny Candra”.

Semoga saja, harapan-harapan kami seperti yang tersirat di atas dalam waktu dekat ini terwujud, dan bisa menambah semangat kami untuk terus mengabdi kepada generasi emas penerus kejayaan bangsa Indonesia. Aamiin ya Robal Alamin.

Taggs:
16 Comments
  • Nurul Sufitri 5:13 pm 6 Juni 2022 Balas

    Aamiin. Semoga Mas Wahid dan Pak Beny Candra serta guru2 honore lainnya lulus dalam tes PPG Daljab maupun tes2 lain yang akan atau mungkin sedang diikuti. AKu salut sama kalian yang berprofesi guru walaupun gaji masih pas2an namun kecintaan terhadap dunia pendidikan teramat dalam. Sukses selalu ya mas Wahid. Kudoakan menang lomba ini dan semakin penuh semangat meraih cita2 dan cintanya aamiin.

    • Wahid Priyono 8:17 pm 7 Juni 2022 Balas

      Aamiin kak, mksh ya kak doa dan dukungannya, semoga kami diterima jadi ASN PPPK 2022 dan lulus pretest PPG DALJAB 2022 ini.

  • Dennise Sihombing 11:04 pm 6 Juni 2022 Balas

    Amin ya mas Wahid. Semoga meraih kemenangan dan bisa memberi hadiah untuk Pak Beny Chandra. Terharu dengan kisah perjuangan beliau, benar-benar pengabdian yang luar biasa. Banyak berkat untuk pak Beny

  • Maria G 12:52 am 7 Juni 2022 Balas

    saking cinta pada tugasnya Pak Beny gak segan menggunakan uang pribadi, hebat banget ya?
    Andai semua guru seperti Pak Beny dan Mas Wahid ya?
    Insyaalalh pendidikan di Indonesia akan maju pesat

    • Wahid Priyono 8:14 pm 7 Juni 2022 Balas

      Yups kak, kami juga masih terus belajar untuk menjadi pribadi yg jauh lebih baik ke depannya, aamiin. Mksh supportnya kak.

  • Taufiqur rahman 4:22 am 7 Juni 2022 Balas

    Semoga Pak Wahid, Pak Beni dan semua guru honorer diberikan kemudahan dan lulus dalam ujian penerimaan ASN PPPK 2022, Program Profesi Guru (PPG Dalam Jabatan), dan Guru Penggerak… Amin

    • Wahid Priyono 8:12 pm 7 Juni 2022 Balas

      Aamiin pak Taufiq. Terima kasih atas doa dan dukungannya, semoga Allah mengabulkan.

  • Yuni Bint Saniro 2:43 pm 7 Juni 2022 Balas

    Saya memiliki banyak teman yang bekerja sebagai guru dan masih honorer. Kalau dipikir memang benar bahwa imbalan yang mereka peroleh nggak seberapa. Tapi, kadang pak Beni, Pak Wahid dan teman-temanku nggak memikirkan imbalan. Bagaimana membagikan ilmu pada siswa lah yang menjadi pemikiran utama. Benar-benar pahlawan.

    • Wahid Priyono 8:11 pm 7 Juni 2022 Balas

      Yups, betul banget kak…msh bnyk betul guru2 honorer di negeri kita yg hidupnya msh sulit tapi dedikasi untuk ikut mencerdaskan anak bangsa sangat tinggi.

      Mudah2an dg adanya perekrutan ASN PPPK dan PPG 2022 ini bisa membantu finansial guru honorer dan lebih semangat untuk mengajar. Dengan begitu mutu pendidikan Indonesia juga semakin baik.

  • Fenni Bungsu 2:55 pm 7 Juni 2022 Balas

    Semangat Pak Wahid dan rekan untuk mengabdi agar pendidikan kita makin lebih maju.
    Dengarnya honorer akan dihapuskan ya, jadi tetaplah mencerdaskan kehidupan bangsa

    • Wahid Priyono 8:08 pm 7 Juni 2022 Balas

      Siap kak Fenni, mksh dukungannya siap laksanakan.

  • mochferrydc 3:06 pm 7 Juni 2022 Balas

    Pak benny pahlawan salah satunya sebagai pendidik, perjuangannya untuk pendidikan dan dedikasi perlu ditiru.

  • fionaz isza 3:14 pm 11 Juni 2022 Balas

    terus semangat mencerdarkan anak bangsa ya mas Wahid dan rekan-rekan. semoga apa yang sudah dijalani menjadi ladang pahala

    • Wahid Priyono 10:44 pm 14 Juni 2022 Balas

      Siap kak Fionaz, makasih ya supportnya. Kami akan terus semangat untuk mencerdaskan anak bangsa.

Write a comment