Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Pengalaman Ikut Lomba Blog

24 November 2020 Blogging
Pengalaman Ikut Lomba Blog

Lomba blog memang tidak pernah ada habisnya. Bahkan setiap bulan selalu ada saja lomba blog yang berserakan di internet. Bahkan, akun sosial media instagram seperti info lomba blog, blogger rumahan, dan website-website sesama blogger seringkali menginformasikan tentang info lomba blog ini secara real time.

Mengikuti lomba blog berdasarkan pengalaman saya memang susah-susah gampang. Karena lomba blog bukan hanya sekedar menulis terus di-upload saja. Ada banyak hal-hal teknis dan non-teknis yang harus dipersiapkan dalam lomba blog baik secara materi maupun hal-hal yang menguji adrenalin, uji mental dan juga karakter seseorang.

Menyiapkan materi blog yang akan dilombakan juga bisa mencari sudut pandang yang unik dari tema yang diberikan penyelenggara/panitia. Mencari materi yang ada di artikel penyelenggara juga penting. Dan yang terpenting sesuaikan juga dengan artikel yang akan dibuat. Riset lomba blog dan melengkapi dengan sumber referensi pendukung yang relevan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjadikan artikel menjadi lebih berkualitas dan berbobot.

Uji adrenalin manakalah seseorang akan menyaksikan hasil pengumuman lomba. Kadang sebelum pengumuman, ada rasa penasaran siapa yang akan jadi juaranya, apakah nama saya akan bertengger di jajaran para jawara? pertanyaan macam-macam kadang sering terlintas di pikiran dan saat pengumuman tiba dan kalah, kadang rasa kecewa ada. Menurut saya ini manusiawi kok, jadi yang terpenting jangan berlarut-larut dalam kekecewaan. Next time dicoba lagi, mudah-mudahan ada saatnya menang!

Nah, untuk uji mental dan karakter manakalah seorang blogger kalah mengikut lomba blog. Jangan sampai karena kalah lomba blog berujung pada kekecewaan yang ditunjukan kepada juri bahkan ke blogger lain. Selalu ada polemik dalam lomba blog bagi yang kalah, kadang ya itu kurang legowo. Bahkan saya pernah dengar ada peserta lomba blog yang tidak sportif sehingga mengeluarkan kata-kata “kebencian” kepada salah seorang juri. Jangan sampailah ya karena kalah lomba blog terus maki-maki juri, atau panitia penyelenggara. Tetap menjaga sikap sportif, kalaupun kecewa cukup disimpan sendiri saja, jangan diumbar-umbar ke medsos, apalagi sampai “ngerumpi” dan japri sana sini ngomongin keburukan panitia, juri, dan si pemenang lomba blog.

Kalah Lomba Blog

Pertama kali saya ikut lomba blog yaitu pada bulan Juni 2020. Hingga bulan November 2020, saya telah memenangkan 4 kali lomba blog dan SEO, dan sudah puluhan kali “nyesek” karena harapan tidak sesuai realita. Iya, saya kalah lomba blog setelah beberapa kali menang. Ya menurut saya ini wajar saja, karena ada anomali dimana saatnya menang dan juga kalah.

Awal-awal pertama kali ikut lomba blog karena saya melihat ada lomba blog yang ada di instagram info lomba blog. Karena saking penasaran seperti apa itu lomba blog, akhirnya saya coba daftar walau masih terbilang junior. Dalam pikiran saya saat itu adalah “saya sudah lama menulis di blog sejak 2010, coba-coba ah siapa tahu juara”. Dalam pikiran saya juga, saya mau coba berkompetisi dengan sesama blogger. Karena saya termasuk orang yang suka dengan kompetisi, mau kalah atau menang ya masa bodo’…

Namun, setelah saya mencoba ikut lomba kontes SEO yang pertama kali, akhirnya saya menjadi juara ke-6 dari 96 peserta di kontes SEO Untan. Kemudian mencoba lagi ikut lomba blog dan jadi juara 2 di lomba kredit pintar. Kemudian bulan-bulan berikutnya kalah terus, dan ada juga saya nyantol sebagai juara favorite di lomba Popmama 2020, serta lomba guruinovatif.id. Silakan baca: My Achievement.

Penyebab Kalah Lomba Blog

Seringnya saya kalah lomba blog menurut saya ada faktor internal dan eksternal yang menyebabkan hal ini terjadi.

Faktor internal tentu saja berasal dari diri saya sendiri yang mungkin kurang memahami tema dan visi misi penyelenggara lomba, menulis artikel apa adanya tanpa riset yang jelas, melewati beberapa persyaratan lomba yang terkesan sepele padahal ini penting sebagai syarat jika nantinya memang didapuk sebagai juara, tulisan tidak bermutu dan kurang enak, atau saat mood jelek juga menurut saya memengaruhi kualitas tulisan. Mood jelek misalnya lagi banyak pikiran, sedang sakit atau fisik kurang prima.

Sementara itu, faktor eksternal tentu saja berasal dari “selera juri” dan “penyelenggara lomba” yang sulit ditebak.

Kadang menurut saya tulisan sudah bagus, tapi mungkin menurut orang lain (juri) sangat jelek bahkan tidak layak untuk juara. Salah ketik “typo” juga kadang bikin juri mungkin jengkel ya karena kalau orang mau menulis bagus tentu setidaknya harus paham EYD.

Menurut pengalaman saya selama mengikuti lomba blog, selera juri ternyata menentukan hasil akhir. Maksudnya gini, jika juri membaca tulisan peserta lomba yang sesuai dengan gaya tulisan dan story telling mirip seperti si juri, maka peluang untuk menang terbuka lebar.

Akan berbeda ceritanya ketika peserta lomba blog kurang memahami selera juri dan penyelenggara, maka peluang menang sangat tipis sekali. Namun ini hanya dugaan saya saja, semoga tidak benar.

Selera juri yang sulit ditebak ini terkadang membuat peserta lomba blog sering bertanya-tanya. Misalnya, menurut peserta A tulisannya sudah lebih bagus dari si peserta B, maka ketika pengumuman lomba blog ternyata yang menang si peserta B tersebut, maka bisa jadi peserta A tidak legowo dan terkadang jika jari tangan tidak ditahan, maka bisa melemparkan perkataan yang kurang sopan baik kepada juri atau penyelenggara. Ini menurut yang saya dengar dari beberapa juri lomba blog yang curhat di blog pribadinya, ada memang para langganan juara lomba blog yang langsung WA juri dan menyerang secara pribadi lantaran dirinya kalah saat berkompetisi. Jangan sampai ini terjadi pada kita semua, terlebih lagi jika makian dan dugaan-dugaan jelek kita lemparkan ke pemenang lomba. Pemenang lomba blog harus menjadi teman kita untuk belajar dan mencari tahu kelebihan apa yang ada pada artikelnya sehingga bisa lolos sebagai jawara. Baca juga: Saat Saya Kalah Lomba Blog, Ini yang Saya Lakukan.

Saat Menang Lomba Blog

Saat menang lomba blog saya selalu melakukan evaluasi diri. Maksudnya, dengan kemenangan saya ini tidak boleh sombong atau menganggap artikel peserta lain itu ada di bawah saya.

Dalam kompetisi lomba blog, menurut yang saya lihat artikel peserta semuanya bagus-bagus. Hanya saja setiap artikel mempunyai takdirnya sendiri. Jika artikel yang kita tulis cocok dengan selera juri, maka biasanya akan menang. Begitupun sebaliknya, jika artikel kita tidak sesuai seleranya, maka bisa jadi kalah.

Bagi saya kalah dan menang dalam kompetisi lomba blog adalah hal biasa dan gak usah baper. Kadang jika saya kalah lomba blog, maka saya mencoba untuk diam sejenak, dan lalu melupakan semua yang sudah terjadi. Kemudian saya mencoba mengerjakan deadline lomba-lomba berikutnya. Istilahnya kita juga harus move on secepat mungkin biar gak terlena dengan hal-hal buruk yang mungkin ada dipikiran dan tingkahlaku kita.

Tips Menang Lomba Blog

Untuk tips menang lomba blog sebenarnya saya tidak berani untuk menuliskan disini, terlebih prestasi saya juga masih “secuil”. Nanti para mastah yang sering jawara lomba blog pasti akan tertawa membaca tips saya ini.

Namun, saya coba memberanikan diri saja ya, toh saya juga pernah menang lomba blog. Jadi gak perlu malu…hehe…

Nah tips menang lomba blog menurut pengalaman saya ada beberapa point penting seperti:

  • Pahami tema lomba blog serta visi-misi, tujuan dari penyelenggaraan lomba blog;
  • Pahami selera juri (jika jurinya disebutkan), bisa dengan cara membaca tulisan di blog atau segala aktivitas yang dilakukan si juri baik secara online maupun offline, sehingga kita bisa menarik benang merahnya tentang tulisan seperti apa yang diinginkan si juri. Misalnya, si juri dari kalangan jurnalis, maka menyantumkan pengalaman pribadi di lapangan serta infografis dalam tulisan sangat penting sekali untuk menunjang tulisan yang lebih berbobot;
  • Ikuti ketentuan/syarat yang disebutkan dalam brosur/pamflet lomba. Jangan sampai ada satu syarat yang tertinggal karena bisa menyebabkan artikel yang ditulis tidak lolos seleksi administrasi maupun lolos karya;
  • Jika pihak penyelenggara (panitia lomba) sebelumnya pernah mengadakan lomba sejenis, maka peserta lomba blog bisa mempelajari artikel pemenang sebelumnya. Dengan begitu, maka setiap peserta lomba bisa mengambil “benang merah” artikel yang diharapkan oleh pihak penyelenggara;
  • Menggunakan bahasa di dalam artikel yang santai tapi padat berisi, serta tidak bertele-tele yang artinya langsung mengena ke tema lomba blog;
  • Meningkatkan pageview dan engagement artikel dengan cara menyebarkan ke sosial media peserta lomba blog, seperti facebook, twitter, youtube, maupun WhatsApp dan lain sebagainya. Terkadang lomba blog akan mencari pemenang favorite melalui artikel yang viral dan disebarkan ke sosial media atau mendapatkan komentar positif dari para pengunjung blog;
  • Gunakan story telling yang humanis berdasarkan pengalaman pribadi. Dari beberapa kali saya membaca artikel para jawara lomba blog, maka saya seringkali mengamati bahwa mereka yang menang itu menuliskan artikel berdasarkan pengalaman. Menulis artikel berdasarkan pengalaman akan jauh lebih mengalir, enak dibaca, tulisan lebih renyah dan kesan jujurnya ada. Misalnya, ketika lomba blog review produk kecantikan, maka jika kita sudah pernah mencoba menggunakan produk tersebut, maka tulisan yang diikutsertakan lomba akan jauh berbobot dibandingkan kita hanya mengulas produk yang sama melalui artikel yang dicomot sana-sini dari website lain atau penyelenggara saja;
  • Berdoa dan berdoa setelah berikhtiar menulis artikel. Semua rezeki sudah ada yang mengatur termasuk siapa saja yang akan menjadi pemenangnya. Hormati saja takdir Tuhan apapun yang akan terjadi maka tidak pernah kecewa saat kalah lomba blog. Manusia hanya bisa berusaha dan berencana, tapi takdir Tuhanlah yang pada akhirnya mutlak menentukan.

Nah itulah, pengalaman saya mengikuti lomba blog. Namun, mengikut lomba blog menurut saya ajang untuk melatih kepenulisan kita serta menebak-nebak keinginan juri yang kadang tidak kasat mata. Dan yang terpenting kalah ataupun menang dalam lomba blog harus tetap “menulis” dan semangat. Silakan baca juga: 13 Manfaat Mengikuti Lomba Blog Bagi Pemula.

Nah, bagaimana dengan teman-teman blogger semuanya, sudah pernahkah ikut lomba blog?Sudah berapa kalikah menang dan kalah lomba blog? #YukSharePengalamannya. Saya juga mau denger lho tips-tips menang lomba blog serta pengalaman berkesan teman-teman semuanya.

36 Comments
  • Yustrini 4:05 am 26 November 2020 Balas

    Makasih tipsnya buat menangin lomba blog. Memang seru sih ikutan lomba jadi ada deg-degan saat menantikan pengumuman.

    • Wahid Priyono 4:18 am 26 November 2020 Balas

      Betul sekali mbak Yus, melatih mental pada diri sendiri untuk bijak dan hati-hati dalam bersikap, baik kepada juri, pemenang dan penyelenggara lomba blog. Pengumuman lomba blog seringkali tidak sesuai harapan, karena nama tidak terpampang sebagai kandidat juara. Ya, mau gak mau harus coba lagi next time ya kan?

  • Afriant Ishaq 10:44 am 26 November 2020 Balas

    Wah artikel yang relevan sekali sama saya Mas. Maksudnya relevan dan sesuai dengan saya yang – selalu- kalau lomba blog. 😂

  • Ila aswil 11:42 am 26 November 2020 Balas

    Waaahh tulisan yang bagus, makasih tipsnya… Saya ngeblog sejak 2009 tapi belum pernah ikut lomba blog. Hahaha
    Semoga setelah membaca ini semangat untuk ikut lomba blog menyala. Hehehe

    • Wahid Priyono 6:19 pm 26 November 2020 Balas

      Ayo ikut lomba blog kak. Biar ekosistem lomba blog makin panas…hehe

  • elva s 9:30 am 27 November 2020 Balas

    Aku alhamdulillah udah beberapa kali ikut event lomba blog, yang dipikiranku ingin mengasah kemampuan menulisku dan menang bagiku bonus.
    Ya pernah menang juga waktu ikut lomba,dan kalah pun bagiku hal biasa dalam perlombaan.

    • Wahid Priyono 9:44 am 27 November 2020 Balas

      Betul mbak, kekalahan dalam mengikuti lomba blog tentu saja menjadi pelajaran berharga untuk terus lebih baik di event2 lomba berikutnya. Terus mencoba dan mencoba ya kan? sip. Thanks atas pengalamannya.

  • Rizky Kurnia Rahman 11:06 am 27 November 2020 Balas

    Alhamdulillah, tulisan yang bagus, Mas. Saya baru dua kali menang lomba blog. Pertama dari Mizan, kedua dari Yummy App. Yang lalu gagal di by.U. Haha…

    Makasih sharingnya Mas. 👍

    • Wahid Priyono 12:19 pm 27 November 2020 Balas

      Sama mbak, saya juga ikut yang lomba by.U juga gagal sebagai juara.. haha tapi gpplah kan sudah mencoba. Selamat ya buat mbak Rizky-nya yang udah menang lomba blog. Mantap mbak !

  • Ari Santosa Pamungkas 4:48 pm 27 November 2020 Balas

    Kebetulan, aku tipe yang main aman, sehingga ketika merasa ngga bisa penuh amunisi buat nembak sasaran, ya mending ngga nembak. Sehingga, meski ngelist banyak jadwal lomba blog, akhirnya batal ikutan juga karena kesibukan offline yang sedang parah.

    Kapan yak bisa ikutan submit lagi 🙂

    • Wahid Priyono 8:49 pm 27 November 2020 Balas

      Ayo mas ari di gaskeun…bulan ini bnyk sekali lomba blog yg bisa diikutin. Siapa tau ada yg nyantol kan ya?

  • BayuFitri 9:54 pm 27 November 2020 Balas

    Wah pas banget deh dapaet tips untuk lomba blog. Betul ikut lomba blog itu harus tau strateginya ya kak supaya ga dapaet cape doank. Kalaupun tidak menang ya sudah melakukan usaha maksimal sehingga bisa lapang dada. Tulisannya bisa jadi motivasi bagi calon peserta lomba blog.

    • Wahid Priyono 1:24 am 28 November 2020 Balas

      Makasih kak. Strategi ikut lomba blog itu penting, biar tau pola dan arah maen dari juri dan penyelenggara.

  • Bang Doel 1:09 am 28 November 2020 Balas

    Kebanyakan juri emang suka sama story telling ya, meski gak semua. Rata-rata yang menang karena story telling-nya bagus dan sesuai tema.

    Pengen sih ngelist lagi lomba blog dan ikutan. Hitung2 latihan nulis aja.

    • Wahid Priyono 1:27 am 28 November 2020 Balas

      Iya menurut saya memang penting sekali story telling itu, tapi harus yang benar-benar humanis agar lebih “ngena” ke dewan juri. Jadi insya allah kesempatan menang akan ada.

      *Ayok geh bang Doel ikutan lagi lomba blog, biar rame & makin panas atmosfer lomba blognya. Hehe…Bang Doel mah fokus kontest SEO mulu… 🙂

  • Elva Susanti 3:08 am 28 November 2020 Balas

    Saya jg udah biasa kalah lomba blog kak, tapi alhamdulillah pernah menang beberapa kali. Menang lomba emangbutuh perjuangan supaya tulisan bagus

  • Sani 3:31 am 28 November 2020 Balas

    Saya pernah ikut sekali, awal ngeblog th lalu, dan ga menang hehe. Akhirnya saat ini gak ikut lomba dulu deh, blajar nulis dulu haha, makasih tipsnya

    • Wahid Priyono 4:29 am 28 November 2020 Balas

      Wah pengalamannya sangat menarik kak. Memang ikut lomba blog butuh effort yang lebih dan berbeda dari peserta lain agar hasilnya juga maksimal. Next time mudah-mudahan bisa ikut lagi ya kaks 🙂

  • Supadilah S.Si 5:13 am 28 November 2020 Balas

    Bagus pak guru. Jadi bekal buat lomba. Riset ini yang aku sering alpa. Hehe..makasih mas…

    • Wahid Priyono 1:33 pm 28 November 2020 Balas

      Sama mas. Kadang pas ikut lomba blog juga sy kurang mendalami riset alhasil kalah. Kata master2 lomba blog yg sering menang memang butuh riset untuk ikut menulis lomba blog. Beberapa sy coba memang terbukti sih….

  • Aisyah Dian 5:39 am 28 November 2020 Balas

    Saya dulu malah isi blog kalau pas ada lomba, dan hasilnya pasti kalah dong wkwkwk kemampuan nulis nggak diupgrade kog mau menang “halu deh” tapi untung nyemplung di bwa jadi ada saja ide buat nulis

    • Wahid Priyono 1:32 pm 28 November 2020 Balas

      Hahaha. Iya mbak, nulis itu memang harus yg real khususnya untuk lomba blog. Kalau nulisnya halu pasti bisa terbaca oleh feeling jurinya.

  • Hendra Suhendra 7:50 am 28 November 2020 Balas

    Alhamdulillah, saya mulai iseng ikutan lomba blog sejak 2015. Udah berapa puluh kali kalah lomba, itu udah biasa sih. Paling berkesan hadiah jalan-jalan ke Aceh dan Pulau Sabang, lomba blog Cheria Holiday…

    Pokoknya seru deh ikutan lomba blog Mas…

    • Wahid Priyono 1:31 pm 28 November 2020 Balas

      Wah udah master ini mah. Dah 5 tahunan lebih ikutan lomba blog nyampe 2020. Saya baru mulai kisaran Juni 2020 ikut lomba blog dan baru beberapa kali nyicip sebagai juara.

  • Fadli Hafizulhaq 12:01 am 29 November 2020 Balas

    Entah sudah berapa banyak lomba blog yang saya ikuti. Yang saya tahu, jumlah kalahnya lebih banyak dari menangnya. Memang susah menebak apa selera penyelenggara dan juri. Dan saya setuju banget dengan Mas Wahid, menang atau kalah bukan berarti tulisan kita lebih baik atau lebih buruk. Nyatanya artikel peserta itu bagus-bagus, cuma juri memang harus memilih karena kuota pemenangnya terbatas, akhirnya dipilihlah yang paling berkesan bagi jurnal itu.

    Semoga semakin banyak prestasi di lomba blognya Mas

    • Wahid Priyono 12:20 am 29 November 2020 Balas

      Baik mas Fadli. Memang kita-kita ini harus jadi blogger pembelajar ya kan? selalu belajar dan terus menambah kapasitas diri untuk lebih baik dan berprestasi ke depannya.

  • Ella Fitria 6:30 am 29 November 2020 Balas

    waa panutanku niiih, noted mas. biar bisa menang lomba lagi 😀
    Memang ikut lomba blog tuh seru banget, meski kalah itung2 jadi punya konten update di blog, wkwkwk.. selain itu, ikut lomba blog bisa jadi tempat belajar biar kualitas konten kita meningkat 😀

    • Wahid Priyono 8:30 am 29 November 2020 Balas

      Kalo kalah pasti “nyesek” ya hehe 😊 coba2 lagi ya mbak el.

  • wahyuindah 10:16 am 30 November 2020 Balas

    Semangat kak. menang kalah dalam lomba itu wajar. keren loh kakak bisa menang lomba seo. saya mah lom berani. hehe… mangat ya. yuk ikutan lomba blog lagi.

    • Wahid Priyono 10:25 am 30 November 2020 Balas

      Hayukkk kak 🙂 kutunggu dirimu juga ikutan lomba blog supaya biar lebih berwarna lagi lomba blog se-Tanah airnya. hehe

  • renov 4:09 pm 30 November 2020 Balas

    Kalah dan menang soal biasa di sebuah pertandingan. Justru ini bagus untuk mengasah kemampuan kita buat berusaha yang lebih optimal lagi.

    Tetapi memang kekalahan itu akan berbekas lebih lama dibandingkan ketika kita menang. Bahkan atlit yang profesional pun mengalaminya.

    • Wahid Priyono 1:39 am 1 Desember 2020 Balas

      Setuju atlet2 misalnya badminton seringkali mereka kalah, tapi tetap selalu mencoba terus-menerus. Karena hidup harus ada warna hehe

  • Andre Wijaya 12:25 am 10 Desember 2020 Balas

    Pengalamannya sangat menarik sekali. Makasih ya kak, 🙂 Jadi semangat ikut lomba blog nih 🙂

    • Wahid Priyono 12:30 am 10 Desember 2020 Balas

      semoga menang ya kak, ayo semangat ngelomba lagi 🙂

Write a comment to Ella Fitria Cancel Reply