Wahid Priyono

Teacher

Bloger

SEO Entusiast

Content Creator

Web Designer

Writer

Badminton Player

Wahid Priyono

Teacher

Bloger

SEO Entusiast

Content Creator

Web Designer

Writer

Badminton Player

#BlogPost

Perjalanan Menuju Batas Langit: Mt. Nirwana 1.681 Mdpl

28 Oktober 2026 Mountaineering
Perjalanan Menuju Batas Langit: Mt. Nirwana 1.681 Mdpl

Sebenarnya ini perjalanan yang sudah lama menuju ke puncak Mt.Nirwana (1.681 mdpl). Perjalanan ini terjadi karena beberapa orang siswa (Jesen dan Kesya) di sekolah saya mengajak untuk ikut menuju gunung nirwana tersebut. Puncak Mt.Nirwana ini juga merupakan salah satu gunung di Lampung yang paling banyak pengunjungnya, katanya pada pendaki sih panorama alamnya sangat indah dan mampu memikat hati.

Karena ajakannya itulah, saya iyakan, walaupun saat itu memang masih banyak kesibukan, okelah saya gas. Karena hidup gak akan ada habisnya kalau sudah ngomongin tentang kerjaan. Kita juga butuh refreshing, sejenak memanjakan otak dan pikiran, agar kembali segar untuk memulai aktivitas berikutnya.

Akhirnya sekitar pertengahan bulan Juni 2026, saya berangkatlah ke gunung/Mt.Nirwana tersebut hanya kami bertiga, saya dan dua orang siswa saya. Walaupun sebenarnya, karena kedua orang siswa tersebut sudah janjian dengan teman yang lainnya, namun mereka banyak yang cancel dadakan pas hari H keberangkatan. Kondisi cuaca saat keberangkatan sebenarnya tidak stabil, walaupun sesekali agak berawan mendung.

Kami bertiga berangkat dari kecamatan Natar menuju kabupaten Pesawaran, dimana gunung tersebut berdiri megah di tengah hutan-hutan yang masih asri dan sejuk.

Perjalanan ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Melewati daerah Natar – Gedongtataan – Kedondong – Way Ratai tempat Mt.Nirwana berada (Kabupaten Pesawaran).

Sesampainya di lokasi, kami bertiga melakukan registrasi sebesar Rp.30ribu rupiah/orang. Dan biaya parkir motornya Rp.5ribu rupiah. Kalau untuk biaya parkir mobil saya belum tahu sih, karena kami bertiga bawa kendaraan bermotor saja.

Setelah registrasi, kami bersiap-siap sejenak, sambil petugas registrasi mengecek barang/logistik yang kami bawa. Kami langsung saja menyebutkan barang-barang bawaan. Kemudian petugas registrasi juga mengecek dengan seksama, setelah dirasa selesai, kemudian kami izin mau langsung ke atas.

BACAAN LAINNYA:  Perjalanan Baru Mendaki Gunung Rajabasa 1282 - Gunung Berapi Angker Dengan Segudang "Cerita Mistis"

Sebagai informasi bahwa, alamat untuk gunung Mt.Nirwana Via Lantana Hill ini ada di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Kami awali perjalanan yang cukup menguras energi, karena dari lokasi tempat registrasi menuju basecamp utama cukup jauh. Bahkan banyak teman-teman pendaki yang menggunakan jasa ojek menuju basecamp utama. Biayanya sih waktu itu hanya Rp.30ribu perorang.

Kami tidak menggunakan jasa ojek menuju basecamp, kami bertiga jalan kaki dan di depan kami juga banyak para pendaki lain yang jalan kaki, jadi lebih panas sih kalo jalan kaki sembari bergerak dan menikmati udara segar di pegunungan. Suasana lingkungan di sekitar lereng gunung Mt.Nirwana juga cukup asri dan sejuk, dan seringkali saya mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena masih diberikan banyak nikmat sehat, waktu luang, dan kesempatan untuk silaturahmi di gunung Nirwana.

Tidak terasa, langkah demi langkah kami tempuh, akhirnya perjalanan yang memakan waktu hampir 1 jam ini akhirnya sampai di basecamp utama.

Di basecamp utama ini juga saya lihat banyak tenda-tenda para pendaki, yang mungkin semalaman singgah disitu. Saya lihat juga ada bekas tumpukan kayu api unggun yang terbakar semalaman. Ditandai dengan masih adanya kepulan asap tipis, dan sedikit bara yang menyala di antara arang.

Sejenak di basecamp utama ini kami duduk-duduk sebentar, karena memang cuaca sedang tidak bersahabat, ada gerimis kecil. Sambil menunggu hujan reda dan kami duduk di gubuk kecil sebelah kiri jalan utama menuju puncak.

Suasana saat kami berada di basecamp serasa berkabut, beberapa pemandangan indah di sekitar jalur pendakian tertutup kabut dan mendung pekat, ada gerimis-gerimis kecil dan anginnya juga cukup kencang.

BACAAN LAINNYA:  Pengalaman Seru Mendaki Puncak Gunung Pesawaran via Bukit Seribu

Sempat ada keraguan saat melihat ke depan, ada keraguan untuk melangkah ke atas langit, di saat mata memandang puncak di Nirwana di depan mata.

Akhirnya, setelah beberapa menit kami singgah di gubuk kecil, hujan gerimis perlahan berhenti, kami lanjutkan perjalanan dengan perlahan karen menelusuri jalur setapak licin menuju batas langit, yaitu puncak Nirwana 1.681 Mdpl.

Langkah per langkah kami percepat, sembari menikmati perjalanan dari pos ke pos. Seingat saya ada 4 pos yang harus dilewati oleh pendaki hingga sampai ke puncak Nirwana.

Gunung Nirwana (1681 MDPL) di Pesawaran, Lampung, melalui jalur Bukit Lantana Hill umumnya memiliki beberapa titik pemberhentian utama dari basecamp hingga puncak:
– Basecamp / Pintu Rimba (Titik awal pendakian)
– Pos 1 (Ketinggian sekitar 1100 MDPL)
– Pos 2 (Parijoto)
– Posko 3
– Posko 4
– Lembah Nirwana / Area Camping
– Top / Puncak Nirwana 1681 MDPL

Setelah melewati beberapa pos, tentunya dengan medan jalan setapak yang becek dan penuh lumpur, akhirnya kami menginjakkan kaki di atas batas langit, yaitu di Puncak Nirwana, Pesawaran Lampung.

Rasa senang, syukur, dan haru bercampur jadi satu, karena ternyata untuk menuju ke puncak harus ada pengorbanan berat yang harus dilewati.

Dokumentasi Pribadi: Berada di puncak Mt.Nirwana, tapi sayangnya cuaca sedang buruk, gunungnya tertutup tembok kabut.

Berada di puncak Nirwana mengajarkan saya tentang arti kesabaran, doa dan pengorbanan. Tanpa ketiga hal ini kita bukanlah siapa-siapa. Berdoa kepada Tuhan meminta pertolongan, dan diniatkan dengan tujuan baik saat mendaki di gunung adalah kunci agar kita selamat dari marabahaya dan petaka.

Terima kasih puncak Mt.Nirwana 1.681 yang telah mengajarkan saya banyak hal. Sampai jumpa kembali, dan saat ini saya merindukanmu, untuk kembali menuju ke batas langit: Mt.Nirwana 🙂

Taggs:
Write a comment