Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Tidak Hanya Wanita, Laki-Laki Juga Perlu SADARI Risiko Kanker Payudara Sejak Dini

15 Oktober 2021 Health
Tidak Hanya Wanita, Laki-Laki Juga Perlu SADARI Risiko Kanker Payudara Sejak Dini

Tidak hanya seorang wanita saja yang perlu menyadari ancaman kanker payudara. Ternyata seorang laki-laki juga perlu menyadari akan hal ini. Sebab, kanker ini adalah jenis penyakit ganas dan bisa menyerang siapapun, bahkan tidak mengenal umur sama sekali.

Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan bersifat abnormal. Pada kondisi-kondisi tertentu, maka sel kanker ini akan meluas sesuai dengan tingkat stadiumnya. Ketika sel-sel kanker ini telah menyebar ke seluruh organ tubuh penderitanya (bermetastasis) maka bisa memunculkan gejala lain seperti sakit pada tulang/sistem rangka, mata menguning, gangguan pada kulit, sesak napas, lelah sepanjang hari, bahkan bisa mengancam jiwa (kematian).

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara, dimana kanker ini bisa tumbuh
di dalam kalenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Sel abnormal tumbuh di bagian tersebut, dan mengakibatkan kerusakan yang lambat dan menyerang payudara (Amalia, 2009).

Sampai saat ini belum ditemukan penyebab pasti yang menjadi faktor penyebab kanker payudara, akan tetapi ada banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terjadinya kanker payudara. Faktor-faktor tersebut meliputi umur dan riwayat keluarga. Risiko terjadinya kanker payudara akan meningkat seiring bertambahnya umur, sehingga peluang untuk terjadinya kerusakan genetik (mutasi) juga semakin meningkat. Pada usia 25 tahun, risiko terkena kanker payudara kira-kira 1 : 20.000, sedangkan pada usia 35 tahun risiko terkena kanker payudara meningkat menjadi 1 : 60 dan pada usia 50 tahun risikonya satu dalam 50 kanker payudara (Setiati, 2009).

Jenis kanker payudara adalah jenis penyakit yang paling umum diderita oleh wanita, namun tidak menutup kemungkinan seorang laki-laki bisa terkena penyakit tersebut.

Menurut jurnal penelitian karya Entan Teram Zettira, Rizki Hanriko, dan Gigih Setiawan (2017), seperti yang dikutip dari situs juke.kedokteran.unila.ac.id, menyebutkan bahwa kanker payudara pada pria merupakan salah satu penyakit yang langka. Angka kejadian kanker payudara pada pria <1% dari semua kanker payudara dan <1% dari semua kanker pada pria. Diperkirakan sekitar 1 dari 100.000 pria di seluruh dunia didiagnosis dengan kanker payudara. Salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara pada pria yaitu riwayat keluarga atau genetic dengan mutasi gen BRCA2 (Breast Cancer Gene type 2) lebih sering terjadi dibandingkan BRCA1 (Breast Cancer Gene type 1). Mutasi BRCA2 diperkiraan memiliki risiko kanker payudara 5% sampai 10% sedangkan mutasi BRCA1 sekitar 1% sampai 5%. Faktor risiko lainnya yaitu usia, ras, dan paparan radiasi. Gejala klinis kanker payudara pria yaitu teraba massa pada daerah subareolar yang tidak nyeri. Lebih dari 80% pasien kanker payudara pria datang dengan stadium lanjut karena tidak mengetahui tentang kanker payudara seperti faktor risiko, gejala serta cara mendeteksi dini kanker. Diagnosis dini diperlukan agar kanker payudara pria dapat dideteksi pada stadium awal. Diagnosis kanker payudara pria selain dengan adanya gejala klinis diperlukan pemeriksaan penunjang seperti mamografi, ultrasonografi maupun pemeriksaan histologi atau biopsy. Terapi pada kanker payudara harus didahului dengan diagnosa yang lengkap dan akurat. Terapi pada kanker payudara pria stadium awal sama seperti pada wanita. Indikator prognosis yang paling penting adalah stadium diagnosis dan keterlibatan kelenjar getah bening. Dengan mengetahui gejala klinis, diagnosis dini, pengobatan serta upaya rehabilitasi yang baik, agar pelayanan pada penderita dapat dilakukan secara optimal.

Gambar: Massa subareolar pada mamografi, sumber: juke.kedokteran.unila.ac.id

Penyakit kanker payudara pada laki-laki dapat dicegah sejak dini, dengan pertama-tama mengetahui ciri-ciri yang mungkin muncul pada bagian payudara, seperti yang dilansir dari situs alodokter.com yaitu:

  • Munculnya benjolan di payudara, bisa di bawah puting atau di aerola. Benjolan yang muncul terasa kenyal, tidak bergerak, dan terkadang tidak menimbulkan rasa sakit;
  • Puting payudara tertarik ke dalam;
  • Keluarnya cairan dari puting;
  • Mengeras dan membengkaknya puting atau area sekitar puting, bisa juga disertai perubahan warna puting menjadi lebih merah;
  • Munculnya ruam atau luka di sekitar puting yang tidak kunjung sembuh.

Kanker payudara pada pria merupakan kanker langka yang terbentuk di jaringan payudara pria. Kanker payudara pada pria ini dapat menyerang pria dari beragam usia. Akan tetapi, kanker ini paling sering terjadi pada pria lanjut usia (lansia). Pria yang didiagnosis dengan kanker payudara sejak dini memiliki peluang bagus untuk sembuh.

Perawatan maupun pengobatan kanker payudara biasanya melibatkan operasi untuk mengangkat jaringan payudara yang terdapat sel cancer. Perawatan lain, seperti kemoterapi serta terapi radiasi (radioterapi) mungkin sangat disarankan sesuai kondisi masing-masing pasien. Tanda peringatan kanker payudara seperti dilansir dari situs AHCC dapat meliputi:

  • Benjolan tanpa rasa sakit di payudara
  • Gatal-gatal terus menerus di sekitar puting
  • Pendarahan atau lendir yang tidak biasa dari puting
  • Kulit di atas payudara membengkak dan menebal
  • Puting masuk atau tertarik kembali
Gambar: Retraksi Puting Susu (Payudara Tertarik Ke Dalam), sumber: juke.kedokteran.unila.ac.id

Namun, yang paling terpenting ialah periksakan ke dokter sejak dini jika teman-teman mempunyai gejala kanker payudara. Buatlah janji dengan dokter jika memiliki tanda atau gejala kanker payudara terus-menerus yang membuat khawatir. Penyebab kanker payudara pada pria belum jelas. Akan tetapi, dokter pastinya tahu bahwa kanker payudara pria terjadi jika beberapa sel-sel payudara membelah lebih cepat daripada sel sehat seperti biasanya. Sel-sel yang membelah itu kemudian akan terakumulasi membentuk tumor yang dapat menyebar (bermetastasis) ke jaringan terdekat, ke kelenjar getah bening atau ke bagian organ tubuh lainnya.

Setiap orang pada dasarnya terlahir dengan sedikit jaringan payudara. Jaringan payudara terdiri dari kelenjar penghasil susu (lobulus), saluran yang membawa susu ke puting susu, serta jaringan lemak. Selama masa pubertas, wanita mulai mengembangkan lebih banyak jaringan payudara dari pada pria.

Walaupun pria terlahir dengan sedikit jaringan payudara, namun pria pun dapat mengembangkan kanker payudara. Faktor risiko kanker payudara pada pria masih mungkin terjadi. Akan tetapi, memiliki faktor risiko/bahkan banyak, bukan berarti orang tersebut pasti akan terkena penyakit tersebut.

Menurut pusat penanganan kanker AHCC Surabaya, ada empat jenis kanker payudara yang perlu diwaspadai, seperti dilansir dari situs ngopibareng.id, antara lain:

1. Karsinoma Duktai In Situ

Kanker payudara dini, di mana sel kanker ditemukan dalam saluran tabung kecil yang membawa susu ke puting. Sel kanker ini menyebar melalui saluran ke jaringan payudara terdekat. Termasuk yang bisa disembuhkan.

2. Karsinoma Lobular In Situ

Kondisi non kanker di mana masalah timbul di kelenjar yang menghasilkan susu, tetapi tidak tumbuh melalui dinding kelenjar. Jika tidak mendapatkan perawatan akan berujung kanker.

3. Karsinoma Duktai Invasif

Kanker payudara yang paling umum. Dimulai di saluran susu payudara dan tumbuh melalui dinding saluran ke jaringan payudara terdekat. Berpotensi menyebar ke organ tubuh lainnya.

4. Karsinoma Lobular Invasif

Kanker payudara yang dimulai dari kelenjar susu. Kanker jenis ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Yang manapun jenis kanker, khususnya kanker payudara. Diagnosis yang tepat dan penanganan yang cepat Bisa membantu kondisi cepat pulih.

Melansir dari America Cancer Society, beberapa pria dengan satu atau lebih faktor risiko kanker payudara pada kenyatannya tak pernah mengembangkan kanker payudara. Namun sebaliknya, kebanyakan pria dengan kanker payudara diketahui tidak mempunyai faktor risiko yang jelas. American Cancer Society belum sepenuhnya memahami penyebab kanker payudara pada pria akan tetapi para peneliti telah menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara, antara lain yakni:

1. Penuaan

Penuaan merupakan faktor alamiah dan risiko penting untuk perkembangan kanker payudara pada pria. Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia pria. Rata-rata, pria penderita kanker payudara berusia kisaran umur 72 tahun saat didiagnosis.

2. Memiliki Riwayat Keluarga dengan Kanker Payudara

Risiko kanker payudara akan meningkat jika anggota keluarga lain pernah menderita kanker payudara. Sekitar 1 dari 5 pria penderita kanker payudara mempunyai hubungan keluarga dekat (pria maupun wanita) dengan penyakit tersebut.

3. Mutasi Gen

Mutasi gen yang diwariskan Pria dengan mutasi (cacat) pada gen BRCA2 berpeluang besar memberi peningkatan risiko kanker payudara, dengan risiko seumur hidup sekitar 6 dari 100.

Mutasi BRCA1 maupun BRCA2 juga dapat menyebabkan kanker payudara pada pria, tetapi risikonya lebih rendah, sekitar 1 dari 100. Meskipun mutasi pada gen ini sering ditemukan pada anggota keluarga dengan banyak kasus kanker payudara atau ovarium, namun mutasi gen ini ternyata dapat ditemukan juga pada pria penderita kanker payudara yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara. Mutasi gen CHEK2, PTEN dan PALB2 mungkin juga bertanggung jawab atas beberapa kanker payudara pada pria.

4. Sindrom Klinefelter

Sindrom Klinefelter merupakan kondisi bawaan sejak lahir yang mempengaruhi sekitar 1 dari 1.000 pria. Biasanya sel dalam tubuh pria memiliki satu kromosom X bersama dengan satu kromosom Y, sedangkan sel wanita memiliki dua kromosom X. Pria dengan sindrom Klinefelter memiliki sel dengan kromosom Y ditambah setidaknya dua kromosom X (terkadang bisa lebih). Pria dengan sindrom Klinefelter telah memiliki testis kecil dan umumnya sel sperma di dalamnya tidak subur sebab tidak mampu menghasilkan sel sperma yang berfungsi untuk pembuahan.

Dibandingkan dengan pria normal lainnya, maka penderita sindrom Klinefelter mempunyai kadar androgen (hormon pria) lebih rendah dan lebih banyak estrogennya (hormon wanita). Karena alasan inilah, mereka sering mengembangkan ginekomastia (pertumbuhan payudara jinak laki-laki). Pria dengan sindrom Klinefelter lebih mungkin terkena kanker payudara dibandingkan pria lain. Memiliki kondisi ini meningkatkan risiko antara 20 – 60 kali lipat risiko pria pada populasi umum.

5. Paparan Radiasi

Pria yang area dadanya telah diobati dengan radiasi/penyinaran (seperti untuk pengobatan kanker di dada, seperti limfoma) juga mempunyai risiko peningkatan terhadap kanker payudara.

6. Konsumsi Minuman Beralkohol

Mengonsumsi alkohol terlalu berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada pria. Hal ini bisa terjadi mungkin karena efek alkohol pada kerusakan organ hati.

7. Penyakit Pada Organ Hati

Hati berperan penting dalam menyeimbangkan kadar hormon seksual. Pada kasus penyakit hati yang parah, seperti sirosis, maka organ hati ini tidak dapat bekerja dengan baik serta kadar hormon tidak merata. Sebagai akibatnya, maka akan menyebabkan kadar androgen lebih rendah dan kadar estrogen lebih tinggi. Pria dengan penyakit hati juga memiliki peluang lebih tinggi untuk mengembangkan pertumbuhan payudara jinak laki-laki (ginekomastia) serta juga memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara.

Gambar: Gynecomastia Pada Pria

8. Perawatan Estrogen

Obat yang berhubungan dengan estrogen pernah digunakan dalam terapi hormonal bagi pria dengan kanker prostat. Perawatan ini bisa berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara. Ada kekhawatiran bahwa individu transgender atau transeksual yang mengonsumsi estrogen dosis tinggi sebagai bagian dari pergantian jenis kelamin juga memiliki risiko kanker payudara.

9. Kegemukan (Kelebihan Berat Badan)

Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa risiko kanker payudara pada wanita meningkat dengan obesitas (kelebihan berat badan) setelah menopause. Obesitas juga merupakan penyebab risiko kanker payudara pada pria. Pasalnya, sel lemak dalam tubuh mengubah hormon pria (androgen) menjadi hormon wanita (estrogen). Artinya, pria gemuk mempunyai kadar estrogen yang jauh lebih tinggi di dalam tubuhnya.

10. Kondisi Testis

Pada kondisi tertentu, seperti testis yang tidak turun, mempunyai gondongan saat dewasa, atau salah satu maupun kedua testis diangkat melalui sebuah pembedahan (orchiectomy) mungkin saja dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.

Beberapa faktor risiko kanker payudara pada pria tersebut dapat dikendalikan dan dicegah sejak dini. Misalnya, Anda perlu membiasakan pola hidup bersih dan sehat, menghindari konsumsi alkohol, menghindari makanan cepat saji (junk food), menjaga berat badan seimbang, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan tetap aktif berolahraga secara teratur. Selain itu, penting sekali teman-teman pembaca untuk periksa payudara melalui cara “SADARI”.

Menurut situs yayasankankerpayudaraindonesia.org, bahwa periksa payudara sendiri (SADARI) berguna untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini. Cara ini sangat penting agar kanker payudara segera mendapatkan tindakan medis bila memang merasakan sejumlah gejala antara lain: benjolan keras di payudara atau ketiak; perubahan ukuran dan bentuk payudara, terutama ketika mengangkat payudara; keluar cairan dari puting payudara; atau keluar darah dari puting. Gejala lainnya ialah puting memerah dan menjadi lembab, atau justru berubah bentuk misalnya melesak ke bagian dalam.

Sementara itu, mengutip dari halaman website p2ptm.kemkes.go.id menyebutkan tentang langkah-langkah dari Yayasan Kanker Indonesia yang bisa diikuti saat melakukan SADARI, antara lain:

  1. Berdiri tegak. Cermati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara, pembengkakan dan/atau perubahan pada puting. Bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris? Jangan cemas, itu biasa.
  2. Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. dorong siku ke depan dan cermati payudara; dan dorong siku ke belakang dan cermati bentuk maupun ukuran payudara.
  3. Posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung, dan dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan (kontraksikan) otot dada Anda.
  4. Angkat lengan kiri ke atas, dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara, serta cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan Anda.
  5. Cubit kedua puting. Cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Berkonsultasilah ke dokter lebih lanjut seandainya hal itu terjadi.
  6. Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas. Cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.

Jika teman-teman pembaca mempunyai riwayat kanker payudara, segera diskusikan/berkonsultasi terkait hal ini dengan dokter di pusat penanganan kanker. Dokter pastinya akan menyarankan agar bertemu dengan seorang konselor genetik atau dokter ahli kanker untuk penanganan medis lebih lanjut. Di Indonesia sendiri ada salah satu pusat penanganan kanker di Adi Husada Cancer Center (AHCC) yang beralamat di Jalan Undaan Wetan No. 40-44, Surabaya (60272), Jawa Timur, Indonesia. Profil singkat tentang AHCC silakan bisa teman-teman tonton pada video youtube di bawah ini:

Sumber Referensi:

Taggs:
94 Comments
  • Maria Tanjung Sari 7:56 pm 18 Oktober 2021 Balas

    Saya baru tahu bahwa laki laki bisa terserang kanker payudara. Dan lagi lagi obesitas membawa pengaruh besar ya mas dalam pertumbuhan suatu penyakit. Ini pengetahuan banget utk sya.

    • Mutia Ramadhani 9:20 pm 19 Oktober 2021 Balas

      Obesitas memang pangkal dari banyak penyakit ya Mba Maria. Gak cuma kanker payudara, banyak lagi kanker-kanker lainnnya.

    • Nanik Nara 12:34 pm 20 Oktober 2021 Balas

      Saya pun begitu juga mbak. Mungkin karena selama ini, yang terekspos di masyarakat adalah penderita kanker payudara itu adalah perempuan

      • Wahid Priyono 7:08 am 21 Oktober 2021 Balas

        Iya betul kak Nanik yang terekspos kebanyakan kanker payudara pada perempuan, ternyata laki2 juga perlu tahu ya, karena ada juga kanker payudara pada laki2 walaupun jumlahnya lebih sedikit daripada wanita/populasi pada umumnya.

  • Nanik Nara 3:06 pm 19 Oktober 2021 Balas

    Kirain artikelnya bakal membahas peran lelaki terhadap wanita yang terkena kanker payudara, ternyata bukan.

    Jadi lelaki pun bisa terkena kanker payudara, walau persentasenya sangat kecil, tetap harus waspada ya

    • Wahid Priyono 7:21 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya kak Nanik, laki2 juga bisa terkena kanker payudara, makainya perlu SADARI sejak dini.

  • Sandra Hamidah 5:31 pm 19 Oktober 2021 Balas

    Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan ya kak, sedih liat temen meninggal karena ca serviks dan kemarin temena online meninggalkan dunia juga survivor ca payudara

    • Wahid Priyono 7:20 am 21 Oktober 2021 Balas

      Turut berduka cita ya untuk temen kakak yang survivor kanker payudara. Yuk temen2 kita perlu SADARI kanker payudara ini sejak dini.

      • Yeni Sovia 9:21 am 22 Oktober 2021 Balas

        Wah aku baru tahu Kak kalau ternyata laki – laki bisa kena kanker payudara juga ya. Berarti harus tetap hati hati ya dan suka memeriksa diri sendiri. Walau penyebabnya blum jelas paling ga menjga lebih baik dengan pola hidup sehat

        • Wahid Priyono 9:28 am 25 Oktober 2021 Balas

          Iya kak Yeni, laki-laki juga bisa terkena kanker payudara, makainya perlu waspada juga.

  • Yuni BS 5:40 pm 19 Oktober 2021 Balas

    Baru tahu akutu kanker payudara bisa kena ke pria. Tapi ya, pria juga punya bagian tubuh yang namanya payudara sih meski begitu. Makanya sih kemungkinannya nggak sebanyak wanita.

    • Wahid Priyono 7:19 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya betul kak, asumsi yang pas soal kanker payudara yang kakak sebutkan di atas.

  • Kangamir.com 7:43 pm 19 Oktober 2021 Balas

    Ih mengerikan sekali ya. Bukan hanya perempuan ternyata, laki-laki juga beresiko.

    • Wahid Priyono 7:19 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya mas, sebagai kaum adam kita perlu SADARI sejak dini ya 🙂

  • Prajna Vita 8:13 pm 19 Oktober 2021 Balas

    Wah, baru tahu Mas kalau laki-laki juga bisa kena kanker payudara,. Makasih Mas, saya jadi tahu setelah baca blog Mas Wahid 🙂

    • Wahid Priyono 7:18 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya laki2 bisa kena kanker payudara juga, gak cuma wanita aja kok….

  • Mutia Ramadhani 8:59 pm 19 Oktober 2021 Balas

    Sekecil apapun risikonya pada pria, tapi kalo itu terjadi, maka dampaknya pasti besar. Nyawa loh ini yang dipertaruhkan. Makanya soal kesadaran akan ancaman kanker payudara harus diketahui sama rata oleh pria mau pun wanita.

    • Shyntako 4:24 pm 20 Oktober 2021 Balas

      Betul banget mas, kanker payudara itu gak cuma terjadi sama wanita, tapi pria pun bisa jadi terkena juga, penting untuk paham dan SADARI sebagai deteksi dini ya

      • Wahid Priyono 7:06 am 21 Oktober 2021 Balas

        Iya kak, sudah kucek punyaku dengan cara SADARI. Alhamdulillah sepertinya gak ada gejala dini kanker payudara.

    • Wahid Priyono 7:18 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, berarti kita perlu SADARI penyakit kanker payudara ini sejak dini supaya lebih komprehensif pengecekan maupun pengawasannya.

      • Mutia Ramadhani 1:31 am 22 Oktober 2021 Balas

        Senang deh ada bapak bapak kayak Mas Wahid ini yang bisa mengedukasi hal-hal yang mungkin jarang terpikirkan oleh laki-laki lain. Kanker payudara pada pria, sekecil sebesar apapun tetap ada risikonya. Kita perlu sadari itu.

        • Wahid Priyono 9:28 am 25 Oktober 2021 Balas

          makasih kak Mutia..

          • Santi Suhermina 7:31 am 8 November 2021

            Wah trnyata kanker payudara bisa menyerang laki-laki juga ya. Harus, aware nih ama kesehatan diri sendiri. Terima kasih insight nya mas

  • Maria Soemitro 9:45 pm 19 Oktober 2021 Balas

    1: 100.000, banyak banget ya?
    Selama ini saya hanya tahu kanker payudara pada pria hanya di drama Korea 😀 😀

    Gak taunya cukup mengancam, tapi kok kurang terdengar ya?
    Apakah pasien malu, keluarganya juga malu, sehingga gak mau terus terang terkena kanker payudara?

    • Wahid Priyono 7:17 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, di dunia nyata kanker payudara ini sudah ada dan laki2 juga bisa berpotensi terkena cancer payudara ini.

  • nurulrahma 5:27 am 20 Oktober 2021 Balas

    Info yg menarik dan super komprehensif, Mas.
    Jadiii semuanya kudu waspada bahaya kanker ini ya.
    Mau laki, perempuan, ataupun di antara keduanya

    • Wahid Priyono 7:16 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya betul, baik laki2 maupun perempuan penting SADARI sejak dini untuk mengecek apakah ada tanda-tanda akan berpotensi terkena kanker payudara ini.

  • Parenting By Rey 5:29 am 20 Oktober 2021 Balas

    Betul banget nih ya, bukan hanya perempuan, laki-laki juga bisa terkena kanker payudara.
    Meski memang masih jarang ya beritanya mencuat.
    Kebanyakan hanya berita kanker payudara pada wanita.

    memang gaya hidup sehat itu penting, biar nggak banyak penyakit, dan deteksi dini juga penting banget

    • Wahid Priyono 7:15 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya kak Rey….laki2 juga bisa kok terkena kanker payudara. Oleh sebab itu, penting banget tuk jaga pola hidup sehat sehari-hari. Misalnya olahraga teratur minimal 2x dalam sepekan, konsumsi menu makanan seimbang, hindari stress berlebih, dll.

      • Reyne Raea 3:06 am 22 Oktober 2021 Balas

        Nah iya nih, stress ini udah kayak tombol on nya semua penyakit, bahkan yang ga pernah kita alami, jadi on penyakitnya kalau pikiran stres.

        Apalagi kalau memang kesehatan fisik udah ada gejala awal, makanya penting banget ya deteksi dini kanker payudara dan tentunya Babay deh stres 🙂

        • Wahid Priyono 9:30 am 25 Oktober 2021 Balas

          Setuju kak, stress itu memicu banyak penyakit lain dalam tubuh, makainya sekarang saya cuma mikirnya yang positif2 saja dan semuanya dibawa fun aja. Hehe.

  • Lia Yuliani 6:19 am 20 Oktober 2021 Balas

    Lengkap banget infonya, Kak. Ternyata engga cuma perempuan, ya, laki-laki juga perlu sadari risiko terkena kanker payudara kaya gini. Emang banyak yang kena kanker payudara karena faktor genetik, tapi menjaga pola makan sehat juga bisa jadi salah satu cara pencegahan.

    • Wahid Priyono 7:14 am 21 Oktober 2021 Balas

      Makasih kak Lia. Memang beberapa referensi yang saya baca begitu kak, ada yang menyebutkan faktor genetik sebagai pemicu munculnya kanker payudara ini.

  • Sani 9:19 am 20 Oktober 2021 Balas

    Meski lebih banyak wanita yg terkena kanker payudara, tetapi lelaki tetap harus aware ya.. bgs kali ada tempat diskusikan/berkonsultasi terkait kanker payudara hal ini, langsung dari dokter di pusat penanganan kanker. Terbaik

    • Wahid Priyono 7:13 am 21 Oktober 2021 Balas

      Betul mas Sani….laki2 perlu aware soal kanker payudara ini. Karena ini bagian penting dari menjaga pola hidup sehat supaya kehidupan lebih sehat, makmur dan sejahtera. Aamiin.

  • Moch. Ferry 9:22 am 20 Oktober 2021 Balas

    Pengetahuan kesehatan sepertibyang diuraikan oleh mas Wahid membantu pembaca diantaranya seperti saya untuk peduli dan bisa memberikan sosialisasi pada keluarga atau lingkungan

    • Wahid Priyono 7:12 am 21 Oktober 2021 Balas

      Sama2 mas Ferry mudah2an bermanfaat ya informasi di atas. Dan sebagai kaum adam kita perlu SADARI supaya deteksi dini lebih awal kita lakukan.

  • Alif 9:23 am 20 Oktober 2021 Balas

    Baru tahu kalau laki laki bisa kena ca payudara, selama ini aku kira cuma ca mamae ini sama ca serviks yang gak bisa dialami laki laki

    • Wahid Priyono 7:12 am 21 Oktober 2021 Balas

      Laki2 gak punya servic kak, jadi gak mungkin mengalami kanker servic.

      • Shovya 9:49 am 22 Oktober 2021 Balas

        Ternyata laki-laki juga bisa terkena kanker payudara ya, Kak. Walaupun kasus langka tapi ga ada salahnya juga melakukan pencegahan dan pemeriksaan jika dilihat ada hal abnormal yang terjadi, apalagi jika dari gen dan keturunan pernah ada mengalami hal yang sama. Pemeriksaan kesehatan berkala memang perlu banget dilakukan, ga cuma untuk kanker ini tapi juga yang lainnya. Terima kasih infonya, Kak. Sangat bermanfaat.

  • Alaika Abdullah 9:34 am 20 Oktober 2021 Balas

    Bener banget, si kanker payudara ini tidak hanya mengincar kaum wanita, tapi juga berpotensi menyerang kaum lelaki juga, ya? Dan tulisan-tulisan pencerahan seperti ini harus disebarluaskan tak hanya pada wanita, tapi juga HARUS banget nih dibaca oleh para cowok, loh!

    Yep, obesitas adalah momok yang hadir membawa berbagai penyakit ya, Mas?

    • Wahid Priyono 7:11 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya literatur yang saya baca gitu kak, salah satunya obesitas/kegemukan bisa menjadi faktor pemicu kanker payudara ini.

  • Melina Sekarsari 10:40 am 20 Oktober 2021 Balas

    Ciri-ciri kanker payudara pada laki-laki ternyata mirip-mirip ya dengan kanker payudara pada perempuan. Membiasakan pola hidup sehat sejak dini memang sangat diperlukan. Gaya hidup yang salah cepat atau lambat sangat berpotensi merusak kondisi kesehatan kita. Semoga kita semua dijauhkan ya dari berbagai macam penyakit berbahaya.

    • Wahid Priyono 7:10 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya betul kak Melina, pola hidup sehat penting sekali ditanamkan sejak dini supaya kehidupan ke depannya jauh lebih baik dan sehat. aamiin.

  • Bang Doel 10:59 am 20 Oktober 2021 Balas

    Baca ini sambil memegang punya sendiri, dan mengecek sambil berharap mudah-mudahan tidak ada masalah dengan dada saya 😁 amiin.
    Tapi serius baru tahu juga ternyata laki-laki punya potensi terserang kanker payudara. Meskipun kejadian langka, ya tetap saja mesmti waspada ya.

    • Wahid Priyono 7:09 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya betul bang Doel, kita perlu waspada dan sedini mungkin perlu SADARI (periksa payudara sendiri) agar deteksi lebih awal.

  • Annie Nugraha 4:19 pm 20 Oktober 2021 Balas

    Saya kok ngilu baca artikel ini. Penyakit yang awalnya hanya ditakuti oleh para wanita, ternyata bisa loh menimpa kaum lelaki. Apalagi penyebabnya bisa dari hal awam seperti kelebihan berat badan. Duh ngerinya.

    • Wahid Priyono 7:06 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, beberapa literatur yang saya baca bahwa obesitas/kegemukan juga bisa jadi faktor risiko terkena kanker payudara.

  • Yanti Ani 4:59 pm 20 Oktober 2021 Balas

    Wow info baru nih kak, kalau cowok juga bisa kena kanker payudara, soalnya seumur hidup belum pernah ketemu yg kasus begitu sih hehe. Jadi perlu jaga kesehatan ya.

    • Wahid Priyono 7:05 am 21 Oktober 2021 Balas

      Iya betul kak, laki2 juga harus waspada akan kanker payudara ini.

  • I n n a 8:56 am 21 Oktober 2021 Balas

    Wahhh pria bisa juga kena kanker payudara toh, karena gak pernah denger juga kalau ada pria meninggal karena kanker payudara, kebanyakan wanita ya.

    • Wahid Priyono 9:39 am 25 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, wanita memang banyak yang terkena kanker payudara, tapi tak menutup kemungkinan besar laki-laki pun bisa mengidap kanker payudara.

  • Diah Alsa 9:08 am 21 Oktober 2021 Balas

    ternyata semua bisa berisiko mengalami kanker payudara ya, tidak hanya wanit tapi pria pun juga berisiko, semoga makin banyak yang sadar akan hal ini dan segera memeriksakan diri jika merasa ada yang ganjal pada diri.

    • Wahid Priyono 9:38 am 25 Oktober 2021 Balas

      Iya kak Diah, setuju dengan pendapat/argumen kakak. Makasih ya infonya.

  • Rizka Edmanda 11:59 am 21 Oktober 2021 Balas

    Zaman sekarang kanker payudara memang bisa menyasar siapa saja tidak peduli latar belakang sosial, jenis kelamin dan usia makanya semua harus waspada baik pria dan wanita karena ancaman kanker payudara itu nyata

    • Wahid Priyono 9:37 am 25 Oktober 2021 Balas

      Betul sekali kak Rizka, ancaman kanker payudara ini emang benar nyata dan banyak tetangga dan rekan saya yang juga terkena kanker payudara ini. Sehingga kita perlu waspada dari bisa melakukan cara SADARI (PERIKSA PAYUDARA SENDIRI) di depan cermin.

  • Dyah ummu AuRa 2:28 pm 21 Oktober 2021 Balas

    Memang resiko terhadap kanker payudara pada wanita lebih besar, tetapi tidak menutup kemungkinan laki-laki juga mengalaminya. makanya kita semua emang harus lebih berhati-hati dan sebisa mungkin teredukasi sejak dini ya mas.

    • Wahid Priyono 9:35 am 25 Oktober 2021 Balas

      Betul sekali kak Dyah, deteksi dini melalui SADARI pada payudara sendiri ini penting sebagai modal untuk mengetahui deteksi lebih awal jika kemungkinan besar ada tanda-tanda kanker pada payudara dan segera berkonsultasi pada ahli medis/dokter terpercaya.

  • Lintang 4:48 pm 21 Oktober 2021 Balas

    Meskipun langka, ternyata memang pria juga perlu wawas diri dan SADARI terhadap kanker payudara yah. Karena tampaknya selama ini justru kaum pria menganggap remeh dan berpikir, ini pasti cuma wanita aja yang kena. Dan ternyata obesitas juga bisa menjadi indikator. Serem juga.

    • uchi 5:33 pm 21 Oktober 2021 Balas

      Sama2 punya payudara ya harusnya juga punya resiko yang sama ya….
      yg paling pasti harus sama2 menjaga kesehatan.
      pola hidup dan pola makan yang baik kan ya .

      • Wahid Priyono 9:32 am 25 Oktober 2021 Balas

        Iya kak uchi, intinya perlu kesadaran masing2 individunya ya, harus paham juga soal bahaya kanker payudara ini.

    • Wahid Priyono 9:33 am 25 Oktober 2021 Balas

      Betul sekali kak @Lintang, laki2 juga perlu SADARI kanker payudara sejak dini, supaya jika sejak awal terjadi tanda-tanda yang tidak wajar pada pauudara maka bisa segera dikonsultasikan kepada dokter sebagai ahli medis yang pakar di bidangnya.

  • Ovie 8:57 pm 21 Oktober 2021 Balas

    Jadi ingat drakor yang laki-lakinya terkena kanker payudara. Untungnya di Indonesia sudah mulai campaign kesehatan payudara bagi semua gender.

    • Wahid Priyono 9:19 am 25 Oktober 2021 Balas

      Iya kak menurut saya juga gitu, sudah mulai banyak ya sosialisasi soal kanker payudara untuk semua gendernya.

  • Lithaetr 9:15 pm 21 Oktober 2021 Balas

    Baca tulisan kak Wahid, jadi mengingatkan saya sama drama Korea-nya Jo Jung Suk, yang berjudul Jealousy Incarnate. Jadi memang kanker payudara ini perlu banget untuk diketahui, baik itu untuk perempuan dan laki-laki

    • Wahid Priyono 9:19 am 25 Oktober 2021 Balas

      Iya betul kak, semua gender perlu menyadari akan bahayanya kanker payudara ini.

  • Andina 11:38 pm 21 Oktober 2021 Balas

    Makasih, saya jadi tahu bahwa kanker payudara tak melulu diderita wanita. Pembahasannya pun lengkap nih

    • Wahid Priyono 9:20 am 25 Oktober 2021 Balas

      Makasih kak Andina, semoga tulisan saya ini berguna untuk semua pembaca ya.

  • Maria G Soemitro 12:29 am 22 Oktober 2021 Balas

    bagus, semakin banyak tulisan tentang kanker

    semakin banyak peduli, apalagi gak hanya perempuan yang terkena kanker payudara

    agar laki laki juga melakukan tindakan preventif ya?

    • Wahid Priyono 9:21 am 25 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, memang tugas blogger menyebarkan informasi berguna bagi pembaca, termasuk edukasi soal kanker payudara ini.

  • Bayu Fitri 5:43 am 22 Oktober 2021 Balas

    Jadi kalau ada riwayat keluarga penderita kanker harus waspada ya kak,.. sepupu saya turun temurun tuh ada yg kena kanker..emang harus deteksi sedari dini ya spya cepat dapat penanganan kalau kena penyakit kanker ini

    • Wahid Priyono 9:21 am 25 Oktober 2021 Balas

      Iya penyakit kanker ini dari beberapa referensi yang saya baca memang ada faktor genetis yang mempengaruhinya.

  • YSalma 7:14 am 22 Oktober 2021 Balas

    Kanker ternyata tidak hanya menyerang perempuan ya. Lelaki juga, SADARI ini membantu baget untuk deteksi dini kelainan yg dialami payudara.
    Dan masalah obesitas juga bisa jadi pemicu.
    Duh, aku emak2 harus lebih rewel sama anaknya agar rajin bergerak.

    • Wahid Priyono 9:22 am 25 Oktober 2021 Balas

      Iya kak aktivitas bergerak (olahraga aktif) sangat penting sekali kak untuk kebugaran tubuh dan menyingkirkan banyak penyakit berbahaya.

  • Fenni Bungsu 10:15 am 22 Oktober 2021 Balas

    Daku pernah nonton drama (lupa itu drakor atau dracin, soalnya daku pas masih sekolah hihi) yang aktor prianya pewaris kekayaan tetapi dia kena kanker payudara.

    Dari situ memang kanker payudara ini gak lihat gender, siapapun bisa terkena. Maka penting pola hidup sehat ya

    • Wahid Priyono 9:23 am 25 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, pola hidup sehat dan bersih sangat penting dalam segala hal.

  • Susindra 2:23 pm 22 Oktober 2021 Balas

    Ini kabar baru buat saya. Ternyata kanker payudara juga bisa terjadi pada laki-laki

    • Wahid Priyono 9:23 am 25 Oktober 2021 Balas

      Iya kak susindra, penyakit kanker payudara ini tidak hanya perempuan saja yang bisa menderitanya, tapi laki-laki juga bisa terkena.

  • Desi 2:55 pm 22 Oktober 2021 Balas

    Waahh sy br tau mas, klo kanker payudara ada juga risiko nya pada pria.. Makanya penting bgt buat nurunin berat badan ya, biar efeknya gak kemana2 n penyakit yg macem2.. Noted bgt postingannya

  • Ratna Kirana 6:00 pm 22 Oktober 2021 Balas

    Saya baru tahu kalau laki-laki ternyata memiliki risiko terkena kanker payudara ya. Bukan hanya perempuan saja, semoga kita selalu dalam kesehatan ya!

    • Wahid Priyono 9:25 am 25 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, memang perlu sekali menjaga kesehatan secara kontinyu dari waktu ke waktu. Salah satunya dengan berolahraga teratur.

  • Damar Aisyah 8:46 pm 24 Oktober 2021 Balas

    Beberapa tahun terakhir ini saya rutin melakukan pemeriksaan mandiri karena menyadari adanya riwayat dalam keluarga besar dari garis keturunan ayah. Syukur alhamdulillah dalam keluarga besar kami yang berjenis kelamin pria tidak ada yang mengalami kanker payudara, namun kakaknya ayah alias Budhe saya meninggal karena penyakit ini. Pencegahan dan pemeriksaan mandiri sudah tidak dapat dihindari lagi bagi siapa saja baik laki-laki dan perempuan, khususnya yg memiliki riwayat penyakit sejenis dalam keluarga.

    • Wahid Priyono 9:27 am 25 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, benar kak, deteksi dini kanker payudara akan jauh lebih baik dan pastinya dokter akan lebih sigap menanganinya sejak awal sebelum pertumbuhan sel kankernya menjadi lebih banyak, atau sebelum penyakit kanker itu muncul.

  • Shafira-ceritamamah.com 2:53 pm 30 Oktober 2021 Balas

    sudut pandang yang menarik dibahas mas wahid, harus banget lelaki juga diedukasi mengenai kanker payudara ini ya.

    • Wahid Priyono 4:58 pm 31 Oktober 2021 Balas

      Makasih kak Shafira. Kenyataannya memang begitu, laki2 juga perlu sadar akan ancaman kanker payudara.

  • Nurhilmiyah 3:23 am 1 November 2021 Balas

    Gerakan SADARI ini ampuh banget mencegah terjadinya kanker payudara ya, dan meskipun pria tidak lantas terbebas dari yang namanya breast cancer ini. Nice info Mas Wahid, tfs

  • Arai Amelya 3:31 am 3 November 2021 Balas

    Seneng banget lihat pemaparan kanker payudara dari sudut pandangnya pria, bang Wahid! Menyadarkan kalau kanker ini emang nggak pandang bulu. Cowok-cowok kudu banyak belajar dan mulai memahami sih, karena mereka juga punya potensi. Udah saatnya masing2 dari kita makin SADARI.

  • Dawiah 9:10 am 3 November 2021 Balas

    Saya tahu tentang kanker payudara yang menyerang pria ini dari tetangga. Dulu itu beliau dioperasi karena ada tumor di payudaranya, katanya sih berpotensi jadi kanker. Alhamdulillah, setelah tumornya diangkat, beliau sudah sehat dan kanker tidak jadi menyerang.

  • ilmair.com 7:41 am 15 November 2021 Balas

    penting banget jaga kesehatan ya, kanker pun bisa menyerang laki-laki ya. Harus sigap SADARI juga semuanya agar kalau ternyata ada kanker bisa tertangani sebelum semakin parah

    • Wahid Priyono 12:11 pm 21 November 2021 Balas

      Iya kak penyakit kanker perlu kita waspadai.

  • Fachrur Rozi 6:30 pm 20 November 2021 Balas

    Bismillah saya harus jauh dari penyakit berat badan, ngeri banget kena kanker payudara nanti karena saya cowok

    • Wahid Priyono 12:09 pm 21 November 2021 Balas

      Ayo bisa olahraga dan jaga pola makan mas biar berat badannya ideal.

Write a comment