Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

The Power Of REO To SOSMED: Lupakan SEO, Bangun REO !

11 Oktober 2021 Blogging
The Power Of REO To SOSMED: Lupakan SEO, Bangun REO !

Di era digital seperti saat ini, maka sosial media (social media) sudah menjadi bagian hidup kita semuanya. Sosial media sendiri tentunya mempunyai dampak positif dan negatifnya.

Dampak negatif sosial media misalnya dipakai untuk hal-hal terlarang seperti human trafficking, penjualan anak di bawah umur, tindakan kriminal, penjualan obat-obatan terlarang termasuk narkoba, miras, dan lain sebagainya.

Di sisi lain bahwa sosial media ini memiliki dampak positif bagi kehidupan manusia saat ini. Dengan sosial media, misalnya, seseorang akan semakin gampang berkenalan dengan orang lain, meminta tolong kepada orang lain melalui akun sosmednya, termasuk teman-teman atau berbagi kabar dengan keluarga. Selain itu, dampak positif lainnya misalnya sosial media bisa dijadikan sebagai sarana untuk pemasaran produk, beriklan yang efektif untuk menjangkau target pasar yang cocok, serta untuk sarana kampanye dan mengenalkan produk/jasa kepada khalayak umum (masyarakat luas).

Sosial media yang kita kenal tentunya banyak sekali ragamnya, ada facebook, instagram, tiktok, twitter, bahkan blog. Saya sendiri memanfaatkan sosial media saat pandemi dan bahkan jauh-jauh hari sebelum pandemi untuk menyebarkan informasi bermanfaat melalui blog yang saya kelola. Selain itu, dengan blog saya bisa mendapatkan cuan, misalnya dengan berjualan bibit di toko saya, atau bermain Google Adsense untuk menambah passive income selama pandemi ini.

Sebagai bloger dan influencer yang bisa dibilang kerja lepas layaknya kuli, saya beriktikad untuk bekerja di ranah sosial media, namun tugas dan urgensi penting yang selalu tertanam dalam diri saya bahwa tidak hanya semata-mata mengincar materi saja, tapi lebih dari itu. Maksudnya adalah selain tujuan materi, tapi nilai (value) terpenting dari apa yang saya sukai ini adalah tentunya menyebarkan beragam informasi kepada masyarakat seputar apa saja melalui laman blog atau sosial media lain yang saya miliki.

Dan berikut ini saya akan berbagi cara tentang bagaimana mendapatkan hits dan reach di sosial media terutama melalui blog hingga mendapatkan cuan dengan menggunakan teknik REO selama pandemi saat ini. Teknik REO ini saya gunakan untuk membangun blog lokal maupun blog bule (blog berbahasa inggris) serta mengkombinasikannya dengan mencari cuan lewat periklanan Google AdSense. Pastinya teman-teman sudah pada kenal ya apa itu bisnis online Google AdSense? Dan tentunya akan semakin lengkap bahasannya jika saya akan memberikan panduan optimalisasi penghasilan AdSense melalui blog bule yang sudah dibuat dengan teknik REO. Teknik REO ini juga bisa dipakai jika teman-teman juga ngeblog dengan konten berbahasa Indonesia. Namun, kali ini saya fokus membahasanya untuk blog bule. Ada tiga sesi pembahasan pada tulisan ini, yakni:

  • Peralatan perang membangun blog bule;
  • Cara membangun blog bule dengan menggunakan teknik REO yang powerful;
  • Optimalisasi penghasilan blog bule dengan Google AdSense.

Mungkin teman-teman publisher ada yang sudah membangun blog bule tapi belum menghasilkan?. Atau sudah menghasilkan tapi hasilnya kurang optimal, CPC/BPK Google AdSense rendah, peletakan iklan AdSense yang kurang tepat sehingga CPC, RPM, CTR menjadi rendah. Rendahnya CTR dan RPM tentu akan mempengaruhi penghasilan AdSense secara keseluruhan.

Pada seminar-seminar yang di gelar oleh pihak Google AdSense seputar cara meningkatkan penghasilan melalui live streaming via youtube, mereka pihak AdSense mengakui memang untuk CPC/BPK blog AdSense Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini tentunya berkaitan dengan minat pengiklan (advertiser) terhadap budget dan bidding iklan di jaringan AdSense yang masih rendah. Apalagi Indonesia adalah negara berkembang, jadi secara perekonomian belum bisa bersaing dengan negara maju. Maka dari itulah saya merekomendasikan kepada teman-teman publisher Indonesia untuk segera go global alias membuat blog bule, supaya jangkauannya lebih luas. Banyak sekali keuntungan membangun blog bule, salah satunya adalah mampu meningkatkan penghasilan AdSense berkali-kali lipat.

Untuk mendapatkan penghasilan blog bule yang berkali-kali lipat, tentu saja teman-teman harus menjaring visitor dari negara-negara premium (negara maju). Saya merekomendasikan untuk teman-teman publisher mengincar negara seperti United States (US), Amerika Serikat, Denmark, Belanda, New Zealand, Australia, United Kingdom/Inggris Raya, Singapore, dan negara maju lainnya. Untuk mendapatkan target visitor yang tertarget untuk menaikkan Cost per Click (CPC)/biaya per klik (BPK), tentu teman-teman harus membuat topik blog yang spesifik untuk negara tersebut. Misalnya, teman-teman akan membuat topik: “home design” dari negara Denmark, maka teman –teman harus mengetahui desain-desain rumah yang ada di negara Denmark. Dengan mengetahui hal ini, tentu saja teman-teman harus membuatkan artikel tentang home design di negara Denmark untuk meminimalisir kunjungan dari negara lain dengan CPC rendah. Penentuan target negara secara spesifik ternyata mampu meningkatkan pendapatan AdSense, apalagi negara yang ditarget adalah negara maju dan secara CPC cukup tinggi.

1. Peralatan Perang Membangun Blog Bule

Untuk mengatur desain situs yang fleksibel pada saat membangun blog bule, saya melakukan beberapa langkah demi langkah sebagai berikut:

Step Membangun Blog Bule Berdasarkan Pengalaman Saya:

  • Semua blog bule saya bangun menggunakan CMS WordPress Self Hosting (wordpress.org);
  • Saya menggunakan template wordpress gratis Superfast karya anak negeri (sudah banyak versi gratis yang bisa didownload di internet);
  • Dan untuk settingan theme super fast tersebut, saya lebih memilih satu kolom saja (ada pada menu customize di templatenya). Karena desain satu kolom ini menurut saya bagus untuk menaikan penghasilan adsense.
  • Teman-teman bisa menggunakan domain segar (fresh domain) atau domain bekas yang powerfull (aged domain). Domain bekas tersebut saya beli di go daddy). Semua blog bule yang saya bangun bervariasi, ada yang pakai fresh domain dan aged domain. Namun, keduanya bisa dipakai untuk teknik REO. Untuk masalah DA/PA aged domain tidak terlalu saya pikirkan.
  • Untuk artikel saya tulis apa adanya sesuai REO yang sudah saya tentukan sesuai topiknya (lihat caranya pada point no.2 di bawah ini). Saya tidak memakai teknik SEO onpage dan SEO offpage, semuanya murni saya tulis langsung apa adanya di blog. Untuk memudahkan pekerjaan saya, kadang saya menyewa jasa penulis konten dengan terlebih dahulu saya melakukan riset kata kunci sesuai REO yang saya inginkan. Barulah setelah judul REO sudah saya tentukan, maka saya mempersilakan jasa Content Writer menuliskannya. Lalu setelah itu artikel saya posting di blog secara rutin.
  • Jangan lupa, daftarkan blog teman-teman ke Google Webmaster Tools (Google Search Console). Dan setiap sudah selesai membuat artikel, maka sebaiknya teman-teman lakukan submite artikel di GSC tersebut agar mudah terindeks). Dari beberapa study case yang saya lakukan bertahun-tahun, bahwa menggunakan teknik REO dapat mempercepat artikel teman-teman terindeks dan menempati posisi terbaik di halaman pencarian Google, apalagi tingkat persaingan rendah-medium. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, dengan teknik REO ini artikel di blog saya selalu di nomor 1 halaman pencarian Google.
  • Saya tidak pernah promosi blog ke sosial media, FB Ads to AdSense, dan lain-lain. Saya murni mendatangkan visitor di blog  hanya mengandalkan Google Search dengan teknik REO.

Dan Untuk Plugin Yang Saya Gunakan:

  • SEO yoast (untuk memperbaiki readibilitas artikel);
  • Jetpack wordpress (untuk menambahkan sosial media, memantau lalu lintas pengunjung/visitors, dan mencegah komentar spam, dan lain sebagainya);
  • Quick AdSense (untuk memasang iklan adsense di bagian ADS 2, ADS 3, ADS 4, dan ADS 5). Dan untuk ADS 1 (ads above the fold) maka kode iklan adsensenya saya pasang manual pada bagian editor theme website tepatnya di bawah kode pada bagian header.php (lihat desain pemasangan iklan pada point no.4 di bawah);
  • Plugin tombol sosial media, saya letakan di bagian bawah judul artikel/bisa di bagian bawah artikel.

2. Membangun Blog Bule, Meningkatkan Hits Dan Reach di Sosmed Serta Melejitkan Penghasilan Google AdSense dengan Teknik REO yang Powerful

Saya sering menyaksikan sendiri bahwa banyak teman-teman yang masih terpaku dengan tools-tools riset keyword untuk membangun blog bule bahkan blog lokal, padahal belum tentu hasilnya bagus dan akurat. Saya sendiri sering sekali membeli tools-tools premium untuk membangun blog bule. Yang terjadi justru malah tidak mendapatkan apa yang saya harapkan.

Dengan teknik REO yang saya rekomendasikan ini, teman-teman publisher tidak menggunakan tools riset keyword untuk membuat artikel di blog, tapi langsung membuat  artikel dari sumber yang disediakan oleh Google Search langsung. Maksudnya begini, ketika teman-teman melakukan searching/MENGETIKAN SESUATU di google.com untuk mencari artikel tertentu, teman-teman pasti  sering melihat di bawah ada related artikel pencarian (RELATED SEARCHES) atau orang mencari/bertanya tentang artikel serupa (PEOPLE ALSO ASK) dan direkomendasikan google di halaman pencarian mereka. Contohnya seperti gambar di bawah ini:

Dan nyatanya memang selama ini banyak orang yang tidak tahu apa maksud dari “PEOPLE ALSO ASK” dan “RELATED SEARCHES”. Dengan kedua teknik REO (REKOMENDASI GOOGLE: RELATED SEARCHES and PEOPLE ALSO ASK) tersebut, maka itulah yang akan saya buatkan menjadi artikel utuh. Saya akan membuat artikel dengan judul yang sama persis sesuai dengan REO yang tampil pada halaman Google Search (rekomendasi dari Google Pencarian).

Dari gambar di atas terlihat bahwa ketika saya membuat blog bule (blog berbahasa inggris) dengan target negara Denmark, topik yang dibahas tentang home design, maka ketika saya menuliskan keyword tentang “Types of houses in Denmark”, maka akan muncul artikel rekomendasi di laman bawahnya seperti:

“RELATED SEARCHES”:

  • Housing association denmark;
  • Cooperative housing denmark;
  • Housing association copenhagen;
  • Dan seterusnya.

Atau “PEOPLE ALSO ASK” seperti:

  • Can i buy a house in denmark;
  • How wealthy is Denmark among OECD countries;
  • Dan seterusnya.

Nah, dari jenis rekomendasi yang bertuliskan “Related Searches” atau “People Also Ask” seperti di atas itulah yang akan saya buatkan artikel secara utuh tanpa mengubah judul aslinya, karena itu adalah topik-topik penting yang sering dicari orang (real human dan bukan hasil dari analisa tools riset keyword).

Di era algoritma google saat ini yang sering berubah-ubah, pembuatan artikel berdasarkan REO yang sudah saya contohkan di atas sangatlah penting dan memang terbukti powerful, mampu meningkatkan hits dan reach sejak saya membangun blog bule maupun blog lokal sejak dari tahun 2015 sampai dengan sekarang. Saya percaya dan meyakini bahwa teknik REO ini adalah teknik yang sangat tepat untuk membangun blog bule maupun blog lokal dengan berbagai topik yang diinginkan.

REO adalah teknik yang lebih humanis karena merujuk berdasarkan permasalahan yang sering ditemukan user dan diketikkan mereka di halaman pencarian Google Search. Teknik REO ini sudah saya bangun sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang (bahkan saat pandemi COVID-19 saat ini). Dan dari hasil pengalaman dan studycase yang saya lakukan, alhamdulillah blog bule atau blog lokal saya kebanjiran pengunjung dan penghasilan google adsense dan iklan personal meningkat secara drastis. Bahkan, teknik REO ini juga saya praktikkan untuk mendongkrak traffic blog lokal saya yang menggunakan platform blogger.com maupun domain berbayar.

Setelah teman-teman nantinya mempraktikan teknik REO yang sudah saya jelaskan di atas, sekarang saatnya teman-teman mempraktikan bagaimana cara saya melakukan optimalisasi penghasilan blog bule yang saya bangun selama ini.

3. Optimalisasi Penghasilan Blog Bule Dengan Google AdSense

Untuk optimalisasi penghasilan blog bule yang sudah dioptimasi dengan teknik REO, maka tidak semata-mata karena jumlah pengunjung blog yang banyak. Namun, menurut analisis saya pribadi, maka ada faktor penentunya seperti:

  • Jumlah visitor (visitor banyak vs. sedikit, mana yang bagus?);
  • Target negara yang spesifik sesuai topik blog;
  • Kata kunci yang tertarget (banyak pengiklannya);
  • Desain situs/website;
  • Peletakan iklan adsense yang mengundang klik valid (ads placement);
  • Jenis dan ukuran iklan

Faktor-faktor di atas akan saya jabarkan secara rinci pada bagian di bawah ini:

4. Jumlah Visitor (Visitor Banyak Vs Sedikit, Mana yang Bagus?)

Klik iklan AdSense akan terjadi di blog yang dikelola jika ada pengunjungnya. Anggapan yang justru tidak selalu benar bahwa semakin banyak pengunjung blog bule teman-teman maka akan meningkatkan penghasilan, padahal klik sedikit pun bisa menghasilkan ratusan ribu per hari. Coba teman-teman perhatikan penghasilan adsense yang saya dapatkan (lihat screen shoot di bawah ini !)

Pada screen shoot di atas, teman-teman bisa melihat bahwa, hanya dengan klik iklan sebanyak 57 klik, CTR 27,8%, dengan CPC/BPK 8K, teman-teman bisa melihat penghasilan saya untuk blog umur 3 bulan, sudah mencapai 400K lebih. Padahal, jumlah pengunjung tidak lebih dari 300PV/day. Hal ini membuktikan bahwa, konten yang dikemas dan banyak dicari orang dari hasil rekomendasi Google (REO) di halaman pencarian mereka lebih efektif mengundang banyak pengunjung di blog. Sudah deal bahwa, hasil dari REO adalah real human karena lebih humanis, dan memang itulah yang banyak dicari pengunjung untuk mencari pemecahan masalah/solusi yang sedang mereka hadapi di halaman pencarian google. Selain itu, sedikitnya pengunjung blog juga tidak menjadi alasan untuk mendapatkan penghasilan tinggi dari AdSense, karena peletakan iklan di blog juga ikut mempengaruhi naiknya RPM berkali-kali lipat (akan saya jelaskan caranya pada bagian di bawah ini, teruskan saja membacanya).

5. Target Negara yang Spesifik Sesuai Topik Blog

Saya sarankan untuk teman-teman publisher di Indonesia agar membuat blog bule dengan target negara maju yang sudah saya sebutkan di atas. Carilah topik-topik paling hot di negara tersebut yang bisa teman-teman buatkan artikelnya. Silakan teman-teman kembangkan/eksplore sendiri topik apa yang menjadi hot/populer di negara itu. Topik blog juga bisa disesuaikan dengan passion teman-teman semuanya. Sebagai contoh, jika teman-teman menargetkan negara United Kingdom, maka teman-teman harus mencari topik yang sering menjadi perbincangan di negara itu (populer). Misalnya, di bidang jasa penginapan (hotel), teman-teman bisa membuat daftar hotel-hotel di United Kingdom. Teruslah fokus membuat topik tentang hotel-hotel di negara tersebut dengan mengandalkan teknik REO yang saya sebutkan di atas. Semakin sering menggunakan teknik REO untuk menjadi bahan pembuatan artikel, maka bersiap-siaplah akan ada banyak pengunjung yang berdatangan di blog teman-teman. Ini blog berbahasa inggris saya yang saya bangun dengan menggunakan teknik REO (umur blog 23 hari atau kurang dari 1 bulan).

Jika teman-teman terkendala dengan pembuatan konten bahasa inggris, maka teman-teman bisa melakukan teknik ATM (amati, tiru, modifikasi), dalam hal ini melakukan teknik rewrite (menulis ulang dengan redaksional kata/kalimat yang berbeda). Belajarlah pelan-pelan dan tekun (rutin publikasi artikel di blog setiap hari). Jika teman-teman punya jasa penulis artikel berbahasa inggris, maka bisa menggunakannya. Tentunya, dalam artikel ini saya tidak mengajarkan teman-teman semuanya untuk bermain spam, curang/licik. Saya sejak pertama membangun blog bule maupun blog lokal, saya selalu melatih kejujuran pada diri saya sendiri.

Kata Kunci yang Tertarget (Banyak Pengiklannya)

Sebelum membuat blog bule, saya selalu melihat terlebih dulu di hasil pencarian google, apakah ada advertiser (pengiklan) yang mengiklankan produk/jasa mereka di keyword/kata kunci yang saya ketikan. Jika tidak ada lebih dari satu pengiklan, maka saya tidak akan membuat topik blog untuk hasil pencarian tersebut. Saya akan mencoba mencari topik lain yang lebih banyak advertiser yang mengiklankan produk di hasil pencarian google. Sebagai contoh ketika saya membuat blog dengan topik “hotel di Denmark”, maka ketika saya ketikan keywordhotel management in denmark”, maka muncul beberapa iklan di bawah ini:

Namun, jika teman-teman sudah melihat banyak advertiser yang beriklan di topik yang akan dijadikan bahan artikel di blog bule teman-teman, maka silakan teman-teman lanjut untuk mencari “related searches” atau “people also ask” untuk topik tersebut. Ingat perlu dipakai secara terus-menerus dan konsisten dari kata kunci yang sudah dibidik tersebut dengan teknik REO. Gunakan teknik REO untuk mencari topik-topik penting yang dapat dijadikan artikel utuh di blog teman-teman. Karena dengan teknik REO ini juga dapat mendatangkan traffic serta BPK/CPC AdSense yang cukup tinggi.

Desain Situs/Website

Ada banyak blog bule yang mulai saya bangun. Dan perlahan-lahan, mulai menghasilkan. Untuk masalah desain situs, saya lebih suka desain situs yang tidak memerlukan sidebar (SAYA MEMAKAI TEMPLATE/THEME WORDPRESS “SUPER FAST GRATIS yang bisa didownload di google.com”). Jadi, dalam satu blog terdiri dari 1 halaman full berisi menu header dan diikuti dengan artikel di bawahnya. Bahkan, di semua blog bule yang saya bangun, saya tidak pernah menambahkan related artikel di bawah setelah konten. Mengapa saya melakukan hal ini? Tentu saja ada maksud dan tujuannya yaitu agar saya mendapatkan pendapatan Google AdSense dari blog bule yang tinggi.

Banyak sekali manfaat membangun blog bule dengan 1 halaman full yakni pengunjung akan fokus terhadap konten/isi blog dan juga iklan. Selain itu, CPC/BPK, CTR, RPM menjadi lebih tinggi jika iklan diletakkan pada bagian isi blog. Namun, tidak semua jenis dan ukuran iklan akan bekerja efektif untuk blog bule, dan tentunya ada beberapa jenis dan ukuran iklan yang bekerja efektif. Berikut ini contoh sketsa/desain blog bule yang saya rekomendasikan:

DESAIN ADS PLACEMENT PADA HALAMAN UTAMA BLOG (HOMEPAGE)

DESAIN ADS PLACEMENT PADA HALAMAN KONTEN/ISI BLOG

Setelah mengetahui desain situs yang optimal untuk peletakan iklan, saya juga akan membantu teman-teman publisher untuk memilih jenis dan ukuran iklan agar terlihat enak dipandang oleh user, sehingga iklan tersebut menantang untuk diklik.

Jenis dan Ukuran Iklan

Dari semua blog bule yang saya kelola, saya lebih menyukai jenis iklan responsif (diubah menjadi ukuran rectangle), iklan link responsif, dan iklan matched content (pengganti related artikel).  Saya hanya menggunakan ketiga jenis iklan itu di blog bule yang saya bangun, dan alhamdulillah CTR, RPM, dan CPC AdSense naik drastis. Hal ini berdasakan hasil riset yang saya gunakan sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang (di masa pandemi COVID-19). Dan memang sangat efektif penghasilan AdSense saya sangat tinggi s.d sekarang, dan rutin gajian tiap bulan dari beberapa blog bule yang saya ternak.

Catatan:

  • Teman-teman bisa menambahkan iklan auto ads (vignette dan anchor, overlay) pada laman situs teman-teman;
  • Untuk membuat iklan responsif rectangle, maka teman-teman bisa masuk ke akun Google AdSense teman-teman, dan buat kode iklan responsif. Kemudian ambil kodenya. Setelah kode diperoleh, maka ganti kode “auto” menjadi “rectangle”. Lihat kode Google AdSense responsif di bawah ini:

<script async src=”//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>

<!– test –>

<ins class=”adsbygoogle”

     style=”display:block”

     data-ad-client=”ca-pub-8100615543083500263″

     data-ad-slot=”4562339739″

     data-ad-format=”auto

     data-full-width-responsive=”true”></ins>

<script>

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

</script>

Pada kode otomatis dari akun AdSense teman-teman di atas, silakan teman-teman ganti kode “auto” menjadi “rectangle”. Lihat perubahannya di bawah ini:

<script async src=”//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>

<!– test –>

<ins class=”adsbygoogle”

     style=”display:block”

     data-ad-client=”ca-pub-8100615543083500263″

     data-ad-slot=”4562339739″

     data-ad-format=”rectangle”

     data-full-width-responsive=”true”></ins>

<script>

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

</script>

  • Tempelkan kode iklan responsif rectangle di atas pada bagian situs yang telah saya rekomendasikan (gunakan plugin Quick Adsense untuk melakukan setting yang mudah dan cepat).

Iklan responsif ukuran rectangle akan nampak besar jika diakses via tablet ataupun smartphone bahkan di situs dekstop/PC ukurannya sangat besar, sehingga ukurannya sangat menantang untuk diklik, menimbulkan rasa penasaran dari user untuk mengklik iklan tersebut karena tangannya gatel, hehe. Dan ukuran iklan responsif memang ukuran yang sangat powerful untuk meningkatkan penghasilan Google AdSense jika dibandingkan dengan ukuran jenis lainnya. Karena ukuran iklan responsif adalah jenis iklan yang paling banyak dilirik oleh advertiser di luar negeri, karena akan mudah menyesuaikan dengan platform yang digunakan user. Selain itu, iklan responsif rectangle merupakan jenis iklan AdSense ukuran jumbo yang dapat diisi oleh jenis iklan lainnya. Dengan begitu, persaingan akan banyak dimenangkan oleh iklan responsif ukuran rectangle ini. Contoh iklan rectangle di bagian atas situs/header (above the fold):

Untuk peletakan iklan-iklan yang saya sebutkan di atas akan saya deskripsikan pada point ke-6 di bawah ini.

6. Peletakan Iklan Google AdSense yang Mengundang Banyak Klik Valid (Ads Placement)

Ingat pepatah yang menyebutkan bahwa “posisi menentukan prestasi”. Pepatah tersebut adalah yang sering saya pakai dalam hal optimalisasi pendapatan Google AdSense, baik blog bule maupun blog lokal yang sata ternak. Dengan peletakan iklan AdSense yang baik dan benar tentu akan meningkatkan CTR dan RPM yang berdampak pada meningkatnya CPC/BPK yang diperoleh. Jika CTR dan RPM tinggi, tentu penghasilan AdSense pun akan berbanding lurus (meningkat pesat).

Saya sering membaca-baca tutorial di internet bahwa jika CTR AdSense tinggi katanya akan dibanned. Justru saya termasuk orang yang tidak suka ditakut-takuti. Saya sudah membuktikan bahwa, CTR tinggi dan rendah tidak akan menyebabkan akun AdSense dibanned, bahkan melihat CTR penghasilan AdSense saya yang mencapai 27%, saya tetap gajian rutin setiap bulan, dan dari tahun 2015 s.d sekarang belum pernah dibanned oleh tim kebijakan Google AdSense. Namun, kuncinya hanya satu untuk membangun blog bule AdSense yang sukses, yaitu kejujuran pada diri sendiri. Bahkan jika kita bermain jujur, maka penghasilan kita akan meningkat drastis.

Sebagai informasi bahwa, sudah sejak tahun 2015 s.d sekarang saya sudah berkecimpung di dunia bisnis online, jualan online, bermain Google AdSense, mulai dari tahap belajar sampai bisa mencari cara yang sesuai untuk meningkatkan performa situs lokal dan situs bule, bahkan saat pandemi saat ini. Alhamdulillah, kehidupan saya mulai terbantu dengan penghasilan AdSense yang kian hari kian bertambah. Juga tentunya saya lebih suka melakukan ternak blog supaya hasilnya bisa lebih maksimal.

Ini screen shoot penghasilan blog-blog bule dan blog lokal saya waktu pertama kali membangun blog bule, dan tentunya kenangan ini menjadi modal saya untuk terus melangkah menggapai impian (bukan untuk pamer tapi untuk memotivasi teman-teman agar bisa mengoptimalkan sosial media blog teman-teman pembaca semuanya). Saya merupakan tipe orang yang selalu bekerja keras, mudah penasaran dengan sesuatu hal yang baru. Sehingga apa yang saya kerjakan adalah hal-hal yang selalu berdasarkan riset (study case), hasil pengalaman, dan juga praktik langsung (eksperimen).

Intinya, bahwa dengan keseriusan dan kemauan untuk belajar terus-menerus, maka teman-teman akan bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Jangan pernah menyia-nyiakan pemberian Tuhan melalui passion yang teman-teman terima hingga hari ini. Maka, mengembangkan hobi, bakat, dan minat penting untuk menggapai cita-cita di masa sekarang dan yang akan datang.

Untuk peletakan (ads placement) iklan Google AdSense yang saya rekomendasikan agar mengundang banyak klik, meningkatkan RPM, CTR dan CPC, bisa dilihat seperti sketsa/gambar di bawah ini:

DESAIN ADS PLACEMENT PADA HALAMAN UTAMA BLOG (HOMEPAGE)

DESAIN ADS PLACEMENT PADA HALAMAN KONTEN/ISI BLOG

Posisi peletakan iklan AdSense di atas sudah sangat hot, hanya satu kolom halaman dan tanpa sidebar, sehingga mengundang banyak klik. Untuk semua ukuran iklan murni tidak saya rubah warnanya, semuanya otomatis dari yang disediakan google.com/adsense.

Untuk pembuatan iklan responsif rectangle sudah dijelaskan pada bagian point 5 di atas. Dan untuk peletakan iklan responsif rectangle pada bagian konten saya memakai plugin Quick Adsense, dan untuk pemasangan iklan responsif pada bagian header (above the fold), saya biasanya menggunakan cara manual melalui menu editor pada CMS wordpress.org saya.

Caranya adalah sebagai berikut:

  • Masuk/login ke dasbord wordpress.org anda;
  • Klik menu tampilan (appearance) -> editor;
  • Pada pojok menu editor sebelah kanan cari tulisan “header.php”, lalu klik tajuk tema (Header);
  • Setelah itu pastekan/salin kode iklan responsif rectangle yang sudah dibuat pada bagian akhir dari kode di header.php tersebut;
  • Terakhir adalah klik perbarui berkas (save);
  • Jika berhasil iklan responsif rectangle akan tampil  seperti gambar di bawah ini (tampilan via dekstop):

Pesan terakhir dari tulisan saya ini adalah:

“KEINGINAN TANPA PRAKTIK, MAKA SEMUA AKAN SIA-SIA”

Selamat bekerja untuk teman-teman blogger dan digital marketer yang lekat dengan sosial media, tetap semangat memperoleh cuan di masa pandemi COVID-19 ini dengan memanfaatkan sosial media sebaik mungkin.

Oya sebagai penutup dari tulisan ini, maka untuk pihak INDOZONE yang sudah menyelenggarakan event lomba blog dalam rangka memperingati INDOZONE 3rd ANNIVERSARY, maka saya ikut mengucapkan selamat ulang tahun. Semoga ke depannya pihak INDOZONE semakin sukses dan kru-nya semakin kompak sehingga perannya sebagai media sosial berbentuk blog ini bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Terutama untuk mengedukasi masyarakat kepada informasi yang berguna dan tidak ada unsur SARA dan hoax dalam pemberitaannya.

Kesimpulan:

Membangun blog berbahasa inggris (blog bule) untuk memperoleh cuan di masa pandemi COVID-19 sangat mudah dilakukan jika mau mengikuti step by step yang telah saya jelasakan pada tulisan ini. Kuncinya adalah:

  • Pemilihan topik blog harus sesuai dengan negara yang dibidik, dalam hal ini saya merekomendasikan pilih negara maju sebagai ide untuk membangun blog bule yang powerful;
  • Gunakan teknik REO yang sudah saya jelaskan di atas, karena dengan teknik REO, kita akan melupakan SEO dan fokus pada “RELATED SEARCHES/PEOPLE ALSO ASK” untuk membuat artikel yang dibanjiri pengunjung (visitor) secara realtime;
  • Teknik REO ini sangat ampuh untuk membangun sosmed terutama berbasis blog/situs web yang sedang dirintis dan akan mempercepat pertumbuhan website;
  • Teknik REO bisa dipakai untuk website/blog dengan konten berbasa inggris (bule), bahasa asing, maupun bahasa Indonesia/lokal;
  • Dalam optimalisasi blog bule yang sudah dibangun, desain template blog, peletakan iklan (ads placement), ukuran iklan, jenis iklan sangat berpengaruh penting dalam meningkatkan penghasilan Google AdSense.

*** Disclaimer: Sumber gambar yaitu dokumentasi penulis sendiri, dan beberapa diambil dari hasil tangkapan layar (screen shoot) akun Google AdSense, halaman google.com dan website penulis.

Taggs:
46 Comments
  • Amir 3:51 pm 11 Oktober 2021 Balas

    Ilmunya sangat luar biasa Mas. Salutttt. Saya belum kenal sama sekali dengan adsense. Dan artikel ini saya simpan untuk dibaca lagi supaya lebih paham. Step by stepnya daging semua. Terima kasih Mas.

    • Wahid Priyono 6:13 am 13 Oktober 2021 Balas

      Iya mas Amir, sama-sama ya. Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel di atas. Good luck.

  • Maria tanjung 8:04 pm 11 Oktober 2021 Balas

    Wah keren ya mas bisa punya blog bule. Bahasa inggris saya masih amburadul nih jadi belum berani nulis. Tulisannya inspiratif utk saya sebagai blogger juga

    • Wahid Priyono 6:14 am 13 Oktober 2021 Balas

      Alhamdulillah kak Maria, semoga tulisan saya di atas berguna untuk kakak dan kawan2 blogger atau media. Saya juga masih terus belajar kok untuk mengelola dan manajemen blog bule dengan artikel berkualitas.

  • Diah Alsa 10:14 pm 11 Oktober 2021 Balas

    huaduuhh secara SEO saja blogku masih amburadul nih Mas, ini add materi REO juga ya tentunya daging dan penting juga nih.

    terima kasih sharing ilmunya, Mas.

    • Lia Lathifa 5:13 pm 12 Oktober 2021 Balas

      Kereeeen, ulasannya lengkap dan menggiurkan. Kebayang usahanya gak main-main jadi ads yang didapat juga mantap. Makasih ya mas udah membuka mata bahwa masih banyak cara dapat cuan di blog

      • Wahid Priyono 6:17 am 13 Oktober 2021 Balas

        Hallo kak @Lia, iya kak, yuk sama-sama belajar optimasi situs/blog/website pakai teknik REO yang sudah saya jelaskan di atas. Pelan-pelan belajarnya, mudah-mudahan nantinya berhasil sesuai tujuan.

    • Wahid Priyono 6:15 am 13 Oktober 2021 Balas

      Hallo kak @Diah, boleh kok kak dicoba teknik REO di atas untuk optimasi situs agar memperoleh traffic natural dari Google Search.

  • Maria Soemitro 3:20 am 12 Oktober 2021 Balas

    Mas Wahid keren banget

    selain ngantor bisa punya banyak blog dan dioptimasi

    terus terang saya nyut nyutan bacanya

    bookmarks dulu ah, untuk dibaca REOnya pelan pelan

    • Wahid Priyono 6:18 am 13 Oktober 2021 Balas

      Hallo kak Maria, terima kasih. Iya kak, tetap harus bagi waktu untuk ngeblog, kerja dan ibadah. Yang penting terus nulis. Btw, silakan bisa dicoba kak teknik REO di atas, mudah2an bermanfaat untuk teman2 blogger dan media.

  • moch.ferrydc 3:36 am 12 Oktober 2021 Balas

    Mantap penjelasan teknik reo untuk optimasi pendapatan adsense dan blog bule nya mas wahid. Ajari dong mas wahid. Barokallah ilmunya mas.

    • Wahid Priyono 6:20 am 13 Oktober 2021 Balas

      Hallo kak Ferry, yups kak saya rasa penjelasan di atas sudah komplet dan tinggal dieksekusi saja. Sukses selalu ya mas ngeblog dan hiring medianya.

  • Laela Dzuhria Wahyudo 7:05 am 12 Oktober 2021 Balas

    Mas wahid selalu paling ahli dalam hal ini deh… aku tuh masih kurang paham sama google adsense dan sebagainya. Bahkan kalau nulis artikel, tidak pernanh cek tulisan yang sering dilihat orang, pada google.
    Tapi tulisan di atas berilmu banget lho… makasih ilmunya Mas.

    • Wahid Priyono 6:22 am 13 Oktober 2021 Balas

      Hallo kak Laela, saya juga masih terus belajar dan upgrade skill ngeblog dan ngurus sosial media/sosmed semacam blog ini. Yups, mudah2an teknik REO di atas bisa berguna untuk teman2 blogger/media yang lekat dengan tulis-menulis artikel, dan lain sebagainya.

  • Ajeng Pujianti Lestari 7:41 am 12 Oktober 2021 Balas

    Mas Wahiiidd!!! Terima kasih banyak, artikelnya juara! Enggak pernah nyangka kalau blog bule justru lebih menghasilkan dibanding blog lokal ya. Jadi kepikiran untuk bikin blog bule sebagai second blog eui

    • Wahid Priyono 6:23 am 13 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, memang blog lokal itu CPC Google AdSense-nya memang kecil menurutku, kalau mau dapet CPC tinggi memang harus berani membangun blog berbahasa asing (blog bule), misalnya berbahasa jerman, bahasa inggris, dan lain sebagainya.

  • Ajeng Pujianti Lestari 7:42 am 12 Oktober 2021 Balas

    Mas Wahiiidd!!! Terima kasih banyak, artikelnya juara! Enggak pernah nyangka kalau blog bule justru lebih menghasilkan dibanding blog lokal ya. Jadi kepikiran untuk bikin blog bule sebagai second blog eui. Mudah-mudahan bisa terlaksana, karena blog aku yang ini aja belum tembus adsense, huhu

    • Wahid Priyono 6:24 am 13 Oktober 2021 Balas

      Makasih kak, good luck dan tetap semangat bangun blognya, mudah2an next kesempatan bisa diterima AdSense untuk situs/blog kakaknya.

  • Siska Dwyta 8:40 am 12 Oktober 2021 Balas

    Amazing. Terima kasih Bang atas sharingnya yang luar biasa bermanfaat sekali. Even saya belum kepikiran mau bangun blog bule tapi setidaknya bisa saya terapkan di blog lokal saya teknik REO ini. Apalagi buat blog baru daripada pusing2 lagi cari kw kenapa gak langsung pake aja kw yang direkomendasikan Google 🙂

    • Wahid Priyono 6:25 am 13 Oktober 2021 Balas

      Yups, teknik REO ini emang bisa juga kok kak diterapin untuk blog bahasa Indonesia. Silakan dieksplore saja kak sesuai panduan yang sudah saya tulis di atas. Terima kasih semoga bermanfaat.

  • Katerina 11:55 am 12 Oktober 2021 Balas

    Pembahasan yang sangat dalam mengenai teknik REO. Saya yang teknik SEO aja belum menguasai, makin keder dengan adanya teknik REO ini haha. Duh, saya mesti luangkan waktu khusus kayaknya buat belajar. Terima kasih atas artikelnya yang luar biasa. Langsung simpan buat bahan belajar serius.

    • Wahid Priyono 6:26 am 13 Oktober 2021 Balas

      Hallo kak Katerina, monggo (silakan) kak untuk bookmark artikel saya di atas, bisa dibaca ulang dan terakhir mudah2an bisa berguna untuk kakak dan teman2 blogger/media di tanah air yang lekat dengan dunia literasi.

  • Mutia Ramadhani 11:57 am 12 Oktober 2021 Balas

    Aku belum pengalaman membangun blog bule nih mas. Emang Mas Wahid jempolan nih, banyak ternak blognya.

    Selama ini saya baru belajar SEO doang, itu saja saya merasa udah kebantuuu banget. Eh ternyata ada lagi namanya REO ya.

    Setelah saya baca, REO ini mirip-mirip sama Google Suggest gak sih mas? Kayaknya gitu ya. Saya juga sering dulu pakai teknik ini.

    • Wahid Priyono 6:28 am 13 Oktober 2021 Balas

      Iya betul kak, teknik REO ini memang lebih mengandalkan Google Suggest sebagai feedback dari orang-orang yang mengharapkan jawaban pasti dari hasil pencarian google. Teknik REO ini lebih humanis karena keyword2 yang dihasilkan adalah bentuk keyword dari manusia yang membutuhkan solusi di SE google.

      • Mutia Ramadhani 10:59 am 14 Oktober 2021 Balas

        Terima kasih Mas Wahid ilmunya. Aduhhh, saya baca penghasilan hariannya masya Allah, masya Allah. Semoga lancar terus pemasukannya mas, berkah juga buat keluarga.

  • Annie Nugraha 1:42 pm 12 Oktober 2021 Balas

    Luar biasa Mas Wahid. Bikin artikel begini kalau tidak (sangat) menguasai materinya, akan memunculkan kebingungan dan misinformasi. Pengen deh belajar lebih banyak dalam hal pengelolaan blog. Supaya blog saya berkualitas dan juga mendapatkan/melahirkan banyak manfaat.

    Pengen juga suatu saat Mas Wahid bisa mereview blog saya. Dari sudut pandang komersial tentunya.

    • Wahid Priyono 6:31 am 13 Oktober 2021 Balas

      Hallo kak Annie Nugraha… iya kak saya juga masih perlu belajar juga untuk menejemen blog biar lebih berkualitas dan tulisan berbobot. Perasaan saya tulisan kak Annie sudah luar biasa berguna bagi pembaca, story tellingnya itu unik dan berbeda dengan penulis lainnya. Saya pun suka baca2 tulisan kak Annie.

  • Nurul Sufitri 2:27 pm 12 Oktober 2021 Balas

    Aduuuh, aku pusiiing baca ini hahahha 🙂 Maksudku, artikel mas Wahid ini bagus sekali loh dan rinci sekaliiiiiii. AKu sepertinya belum bisa maju seperti blog2 teman2 lain soal adsense dll paling per bulannya dapat 50K udah bagus wkwkwkwkw 🙂 Ternyata ada trik tertentu ya dan ga melulu soal PV. Nanti aku baca ulang biar paham. Makasiiiih 😀

    • Wahid Priyono 6:32 am 13 Oktober 2021 Balas

      Hallo kak Nurul, monggo (silakan) dibaca lebih mendalam tulisan saya di atas tentang teknik REO, mudah2an memberikan angin segar untuk menciptakan konten-konten positif dan disukai user/visitor blog.

  • Yanti Ani 2:39 pm 12 Oktober 2021 Balas

    Wah ilmu baru nih mas, saya sering baru dengar kali ini teknik REO hasilnya lebih menjanjikan ternyata daripada SEO ya. Next sering berkunjung disini buat nambah ilmu

    • Wahid Priyono 6:34 am 13 Oktober 2021 Balas

      Hallo kak Yani, makasih ya…yuk coba terapkan teknik REO ini yang menurut saya cukup mudah, simpel, dan tidak perlu repot pake tools untuk riset keyword. Hehe.

  • Fenni Bungsu 3:08 pm 12 Oktober 2021 Balas

    Ini harus belajar konsisten dan fokus sih. Buat CTR blog daku sendiri aja masih keder hehe.
    Salut sama kak Wahid maintenance blog 2 bahasa. Sukses selalu ya

    • Wahid Priyono 6:35 am 13 Oktober 2021 Balas

      Hallo kak Fenni, makasih ya, yuk garap blog bule tuk dioptimalisasi pakai Google AdSense. Seru lho hehe.

  • Shyntako 4:05 pm 12 Oktober 2021 Balas

    ini wajib dibaca berulang-ulang nih karena SEO aja belum paham, eh ada teknik baru, mas bikin workshop dong request jadi biar sekalian praktik gitu hihihi

    • Wahid Priyono 6:36 am 13 Oktober 2021 Balas

      Ayo kak Shyntako boleh dibookmark kok tulisan di blog saya ini. Bisa dibaca kapanpun dan oleh siapapun yang mau terus belajar dan upgrade ilmu/skill menulis di blog. Terima kasih.

  • Melina Sekarsari 6:03 pm 12 Oktober 2021 Balas

    Betul-betul ilmu baru ini, Mas. Selama ini hanya mengenal SEO saja. Padahal SEO pun saya belum paham. Saya nggak akan paham dengan sekali membaca. Artikel ini saya simpan ya, Mas, harus dibaca perlahan dan teliti supaya lebih mudah memahami isinya. Thanks banget ya, Mas.

    • Wahid Priyono 6:37 am 13 Oktober 2021 Balas

      Hallo kak Melina, silakan dibookmark tulisan sy di atas. Mudah2an bisa berguna untuk kakak dan teman2 blogger/media lainnya ya. Sukses selalu untuk kita semuanya.

  • Bayu Fitri 10:30 pm 12 Oktober 2021 Balas

    Saya semakin mudah memahaminya tapi intinya ini main adsense ya kak? Boleh juga ya kalau ditekuni pasti hasilnya juga oke.

    • Wahid Priyono 6:38 am 13 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, apapun jenis pekerjaan jika ditekuni dengan baik pasti hasilnya juga akan baik. Dengan usaha dan kerja cerdas, yakin pasti bisa.

  • Sani 9:36 am 14 Oktober 2021 Balas

    Wih, jd minder saya mah… Haha
    Saya nulis2 aja nih dr aktivitas traveling n kuliner. Keknya harus blajar banyak, karna PR blog saya banyak haha

    • Wahid Priyono 3:46 pm 17 Oktober 2021 Balas

      Iya kak Sani, memang ada banyak PR ya untuk merawat dan mengisi blog dengan konten-konten bermanfaat. Saya juga pun sama masih terus belajar.

  • Nia Haryanto 9:20 am 17 Oktober 2021 Balas

    Wah, ilmu baru nih REO ini ya. Aku blank banget nih soal ini. Kalo SEO sering denger. Dan sedikit-sedikit praktekkan. Kudu belajar pelan-pelan nih dengan REO. Aku bookmark deh artikelnya. Kudu baca sedikit-sedikit. Aku rada lemot belajar yang gini 😀

    • Wahid Priyono 3:43 pm 17 Oktober 2021 Balas

      Semoga berguna ya kak info menyoal teknik REO yang saya berikan di atas.

  • Maria tanjung 4:13 pm 17 Oktober 2021 Balas

    Tips yg sangat menarik mas. Cuma saya belum kesampaian aja mendaftarkan blog saya ke google web master. Masih kadang suka bingung aja sih pas daftarny

  • Nanik Nara 10:25 am 18 Oktober 2021 Balas

    Keren, mantap banget ini sharing ilmunya.
    Jujur saya belum tahu soal teknik REO ini, baru dengar tapi belum ngerti apa maksudnya. Dan ternyata seperti itu ya, baru paham setelah membaca tulisan ini.

Write a comment