Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

9 Fungsi dan Peranan Bimbingan dan Konseling Di Sekolah

6 Desember 2020 Edukasi

Ditinjau dari segi sifatnya, layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah dapat berfungsi sebagai :

  1. Fungsi Pencegahan (preventif)

Layanan Bimbingan dan Konseling dapat berfungsi pencegahan artinya : merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. Dalam fungsi pencegahan ini layanan yang diberikan berupa bantuan bagi para siswa agar terhindar dari berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangannya. Kegiatan yang berfungsi pencegahan dapat berupa program orientasi, program bimbingan karier, inventarisasi data, dan sebagainya.

Contoh aplikasinya : guru memberikan bimbingan kepada siswa dengan orientasi dan informasi masalah, diantaranya : bahayanya merokok, membolos sekolah, dan pergaulan bebas (free sex).

  1. Fungsi pemahaman

Fungsi pemahaman yang dimaksud yaitu fungsi Bimbingan dan Konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan keperluan pengembangan siswa pemahaman ini mencakup :

  • Pemahaman tentang diri siswa, terutama oleh siswa sendiri, orangtua, guru, dan guru pembimbing. Contohnya : siswa diberi pandangan tentang potensi yang dimilikinya di dalam bidang sains sehingga ia mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal serta dapat ¬†menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
  • Pemahaman tentang lingkungan siswa (termasuk di dalam lingkungan keluarga dan sekolah) terutama oleh siswa sendiri, orangtua, guru, dan guru pembimbing. Contohnya : jika ada seorang siswa yang tinggal di lingkungan yang warganya banyak pemabuk maka ia harus diberi pemahaman bahwa lingkungan itu tidak baik sehingga siswa tersebut tidak akan terpengaruh oleh lingkungan buruk yang ada di sekitarnya.
  • Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (terutama di dalamnya informasi pendidikan, jabatan/pekerjaan dan/atau karier dan informasi budaya/nilai-nilai terutama oleh siswa. Contohnya : guru memberikan informasi beasiswa untuk siswa-siswi yang dirasa berkompeten¬† meraihnya. Dalam hal ini guru menanamkan pemahaman kepada siswa bahwa beasiswa itu sangat menunjang masa depan siswa.

3. Fungsi Perbaikan

Walaupun fungsi pencegahan dan pemahaman telah dilakukan, namun mungkin saja siswa masih menghadapi masalah-masalah tertentu. Disinilah fungsi perbaikan itu berperan, yaitu fungsi Bimbingan dan Konseling yang akan menghasilkan terpecahnya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami siswa.

 Contoh aplikasinya : guru memberi pengarahan kepada siswa yang bermasalah agar dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak).

  1. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan

Fungsi ini berarti bahwa layanan Bimbingan dan Konseling yang diberikan dapat membantu para siswa dalam memelihara dan mengembangkan keseluruhan pribadinya secara mantap, terarah, dan berkelanjutan. Dalam fungsi ini hal-hal yang dipandang positif agar tetap baik dan mantap. Dengan demikian, siswa dapat memelihara dan mengembangkan berbagai potensi dan kondisi yang positif dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.

 Contoh aplikasinya  : guru memberi wadah bagi siswa yang berpotensi dalam bidang sains dengan cara bimbingan kelompok agar potensi siswa dapat berkembang optimal dan tetap terjaga dengan baik.

Fungsi lainnya dari Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut :

  1. Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Contohnya : guru mengadakan remedial teaching bagi siswa yang mendapatkan nilai kurang baik di suatu mata pelajaran.
  2. Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Contohnya : guru memberikan saran kepada siswa yang memiliki jiwa seni tinggi, guru perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan, misalnya di saanggar kesenian.
  3. Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan siswa. Contohnya : guru BK dapat membantu para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa.
  4. Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. Contohnya : untuk siswa yang tinggal di lingkungan yang masih kental kebudayaannnya maka guru membantu siswa untuk mempelajari kebudayaan tersebut.
  5. Fungsi Fasilitasi, memberikan kemudahan kepada siswa dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri siswa. Contohnya : guru memfasilitasi siswa yang akan mengikuti ajang olimpiade dengan mengadakan bimbingan belajar.

Sumber Referensi:

(1). Giyono. Bimbingan dan Konseling. Unila. Bandar Lampung

(2). Sukardi, Dewa Ketut. 1989. Proses Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

(3). Sukardi, Dewa Ketut.  2007. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta.

Taggs:
Write a comment