Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Dampak Positif SKT: Bantu Pemberdayaan Perempuan Sebagai Tulang Punggung Keluarga

3 Desember 2023 Edukasi
Dampak Positif SKT: Bantu Pemberdayaan Perempuan Sebagai Tulang Punggung Keluarga

Sebagai seorang lelaki, saya sangat menyukai seorang perempuan yang berdaya, kuat dan mandiri. Itu artinya, saya sangat setuju dengan kesetaraan gender.

Selama ini mungkin kebanyakan orang menganggap bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah, atau mungkin dianggap sebagai orang yang bekerja hanya di dapur, mengurus rumah tangga, dan melayani suami. Padahal anggapan semacam ini tidak sepenuhnya benar. Mengapa? karena perempuan itu sebenarnya makhluk yang kuat, mandiri, berdaya, mampu bersaing serta bisa menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang kehidupan.

Yang saya amati selama ini bahwa perempuan-perempuan di Indonesia itu banyak yang kiprahnya melampaui batas, sangat kreatif, inovatif, dan berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Saya juga meyakini bahwa perempuan-perempuan di Indonesia ini sangat luar biasa dari segi kemandiriannya. Mereka tidak pernah putus asa dalam berbagai hal termasuk bagaimana mereka juga ikut andil “menghidupi” keluarga mereka dengan menjadi tulang punggung keluarga. Terutama hal ini terjadi pada perempuan-perempuan yang tanpa suami (janda), ditinggal cerai oleh suaminya, atau perempuan yang secara faktor ekonomi masih menengah ke bawah.

Bahkan faktor kemiskinan yang selama ini banyak terjadi di daerah-daerah itu (dialami oleh semua gender) bisa disebabkan karena kelangkaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, pendidikan yang rendah, sulitnya mencari lapangan kerja, bahkan ekonomi keluarga yang tidak stabil.

Dengan segala kondisi dan kompleksitas yang dihadapi oleh perempuan-perempuan di Indonesia, maka ada banyak asa yang bisa diwujudkan, tanpa harus malu atau merendahkan diri.

Peran Positif Sigaret Kretek Tangan (SKT) Dalam Pemberdayaan Perempuan Indonesia

Melihat berbagai macam kondisi dan persoalan kompleks yang ada di sekitarnya, maka SKT ikut andil dalam pengentasan kemiskinan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, SKT mampu membuka lowongan pekerjaan kepada masyarakat di sekitarnya dengan tujuan agar mereka mendapatkan pekerjaan layak, serta upah yang bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Perlu kita ketahui bersama bahwa SKT merupakan singkatan dari Sigaret Kretek Tangan yang merupakan segmen manufaktur padat karya yang berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja di sektor formal serta mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan daerah sekitarnya.

BACAAN LAINNYA:  BIOTEKNOLOGI (MATERI BIOPROSES)

Dilansir dari situs yang membahas tentang “Kontribusi SKT bagi Perekonomian Daerah & Nasional (PPT)“, bahwa Sigaret Kretek Tangan (SKT) adalah sigaret yang diproduksi oleh pabrik/perusahaan rokok, yang mana dalam pembuatannya dicampur dengan cengkih, atau bagiannya, baik asli maupun tiruan tanpa memperhatikan jumlahnya yang dalam proses pembuatannya mulai dari pelintingan, pemasangan filter, pengemasan dalam kemasan untuk penjualan eceran, sampai dengan pelekatan pita cukai, tanpa menggunakan mesin.

SKT sendiri merupakan bagian dari ekosistem pertembakauan yang sangat strategis serta memiliki keterkaitan luas mulai dari hulu hingga ke hilir.

Kontribusi SKT sangat besar dan berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan seperti sosial, ekonomi, maupun pembangunan bangsa Indonesia.

Ekosistem pertembakauan merupakan bagian dari sejarah bangsa dan budaya Indonesia, khususnya produk rokok kretek. Sebab, produk ini berbahan baku tembakau dan cengkih yang merupakan rempah asli Indonesia dan sudah turun-temurun diwariskan dari lintas generasi.

Ekosistem pertembakauan dalam negeri tetap mengutamakan bahan rempah lokal seperti tembakau dan cengkih. Hasil produknya kemudian bisa di ekspor, sehingga bisa menopang pertumbuhan ekonomi Nasional.

Sementara itu, untuk lokasi-lokasi pabrik SKT sendiri mulai banyak tersebar di berbagai daerah di Indonesia, antara lain:

  • Jawa Tengah     : Kabupaten Kudus, Kabupaten Klaten, dan lainnya
  • Jawa Timur       : Kota Surabaya, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, dan lainnya
  • DI Yogyakarta   : Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan lainnya
  • Jawa Barat        : Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, dan lainnya.

Sebagian besar pekerja di SKT adalah perempuan-perempuan Indonesia. Mereka adalah perempuan-perempuan hebat, kuat, dan mandiri. Mereka diberdayakan oleh SKT sebagai bentuk rasa empati kepada para perempuan agar mereka menjadi tenaga kerja terampil, cekatan, serta memiliki pekerjaan yang layak (tidak menganggur). Banyak dari perempuan-perempuan hebat ini yang mengemban peran ganda sebagai tulang punggung keluarga.

Dilansir dari situs amti.id, bahwa 97% pekerja SKT adalah para perempuan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya, berhasil menyekolahkan anak-anaknya dan keberadaan pabrik SKT memberikan multiplier effect ekonomi di lingkungan masyarakat.

BACAAN LAINNYA:  Dengan Aplikasi ETLE Mari Kita Wujudkan Masyarakat Indonesia yang Patuh Peraturan Lalu Lintas

1. Mampu Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga

Kesejahteraan keluarga tentu saja berbanding lurus dengan faktor ekonomi keluarga. Ekonomi keluarga bagus, maka tentu saja kesejahteraannya pun akan bagus.

Kenyataan di lapangan saat ini kita melihat bahwa lapangan kerja sangat terbatas, lowongan pekerjaan yang semakin menipis, sehingga mengakibatkan angka pengangguran pun semakin tinggi.

Berdasarkan Proyeksi Ketenagakerjaan dan Sosial Dunia ILO dalam Tren 2023 (Tren WESO) seperti dilansir dari laporan AMTI, bahwa pertumbuhan lapangan kerja global hanya akan sebesar 1% pada 2023, kurang dari setengah pertumbuhan pada 2022. Sedangkan di Indonesia sendiri, ketersediaan lapangan kerja juga merupakan isu yang pelik.

Dampak yang sangat terasa oleh masyarakat akibat hal di atas tentu beragam, misalnya faktor kemiskinan yang semakin tidak terkendali, tingginya anak putus sekolah, ekonomi keluarga yang tidak stabil, kesehatan mental terganggu, kriminalitas, kesenjangan sosial, permasalahan gizi hingga stunting, hingga kesejahteraan keluarga yang masih tergolong rendah.

Dengan di bangunnya pabrik-pabrik SKT di berbagai daerah seperti di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Barat, tentu saja diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitarnya.

Saya juga sangat setuju peran perempuan ikut dilibatkan dalam kegiatan produksi di pabrik SKT, sehingga mereka semakin berdaya dan bisa membantu perekonomian keluarga mereka. Dengan begitu, adanya pabrik SKT bisa menjadi tumpuan dari kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

2. Berhasil Menyekolahkan Anak-anak

Pendidikan adalah nomor satu dan menjadi kunci kemajuan bangsa Indonesia. Saya sangat apresiasi dengan peran positif SKT yang mampu memberdayakan para perempuan untuk bisa mandiri secara finansial dengan menjadi peran ganda sebagai tulang punggung keluarga. Sebagai akibatnya, para perempuan yang bekerja di SKT ini tetap mampu menyekolahkan anak-anaknya.

Saya yang juga berprofesi sebagai seorang guru akan sangat sedih jika anak-anak di Indonesia tidak bersekolah, atau sudah bersekolah namun putus sekolah di tengah jalan akibat faktor ekonomi yang lemah.

BACAAN LAINNYA:  Contoh Format Lembar Asesmen Sumatif Biologi SMA Fase E dan F Kurikulum Merdeka Terbaru

Saya berharap dengan adanya pabrik SKT di berbagai daerah di Indonesia ini bisa terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Selain itu, terus mendorong para perempuan-perempuan di Indonesia terus berdaya dan bisa memperbaiki kesejahteraan keluarga mereka.

3. SKT Memberikan Multiplier Effect Ekonomi Di Lingkungan Masyarakat Sekitar

Ada banyak sekali dampak positif SKT terhadap pertumbuhan roda perekonomian di lingkungan masyarakat sekitarnya. Sebagai contohnya misalnya pembukaan lapangan kerja baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, menyerap tenaga kerja baru, pengentasan kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, pemerataan pendapatan, serta menjamin kesejahteraan masyarakat.

Dampak positif di atas ternyata telah dirasakan oleh masyarakat sekitar pabrik SKT. Dimana banyak perempuan-perempuan yang mampu bekerja dengan cekatan dan telaten di pabrik SKT.

Produksi SKT sangat memerlukan keterampilan tinggi, kerajinan serta kesabaran dalam proses pembuatannya dan syarat ini sangat cocok untuk para perempuan. Kinerja yang lebih teliti, rapi, kerja mudah diatur, serta memiliki kecepatan dalam produksi menjadi pertimbangan perekrutan tenaga kerja perempuan di pabrik SKT ini.

Kesimpulan:

Peran perempuan tidak hanya sebatas di dapur, mengurusi rumah tangga, dan melayani suami. Perempuan di Indonesia harus berdaya, kuat dan mandiri.

Melalui tangan Sigaret Kretek Tangan (SKT), maka peran perempuan akan diberdayakan di bagian produksi, sehingga akan menghasilkan tenaga kerja perempuan yang terampil. Hal ini tentu saja bisa berdampak positif dalam meningkatkan kesejahteran keluarga mereka.

Saya sangat bangga dan apresiasi yang sebesar-besarnya dengan peran positif SKT bagi masyarakat di sekitarnya, sehingga berbagai masalah perekonomian daerah/masyarakat bisa diatasi dengan cermat.

Pada akhirnya, dengan perekonomian masyarakat di sekitar pabrik SKT semakin membaik, maka perusahaan juga akan diuntungkan secara material maupun non-material.

Sumber Referensi:

  • AMTI Writing Competition, diakses melalui situs: https://amti.id/writing-competition/.
  • Foto dan file materi SKT, diakses melalui situs: https://drive.google.com/drive/folders/1TeflYGGyTF87l5BNkdsljeInpHdpADkN.
  • Kontribusi SKT bagi Perekonomian Daerah & Nasional (PPT), diakses melalui situs: https://docs.google.com/presentation/d/1hBUyC0wVXVKdOApL3WdSlP3G7wCfQqWd/edit#slide=id.p7.
Taggs:
31 Comments
  • Taufiqur rahman 5:40 pm 4 Desember 2023 Balas

    Salut juga buat wanita-wanita tangguh yang tak kenal kata menyerah dalam menghidupi dan membahagiakan keluarga… Btw, baca SKT jadi ingat film gadis kretek yang fenomenal itu…

    • Wahid Priyono 7:57 pm 5 Desember 2023 Balas

      Yups, bener kak, saya juga sudah nonton film serial “Gadis Kretek” dan bisa diambil hikmahnya, bahwa perempuan itu harus mandiri, kuat dan berdaya. Yups, SKT memang bagus dan peduli dengan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi di lintas sektor baik daerah dan Nasional. Perempuan-perempuan Indonesia memang keren sekali. Luar biasa perjuangannya.

  • Annie NUGRAHA 6:04 pm 4 Desember 2023 Balas

    Saya kira produsen rokok lintingan tuh sudah gak ada loh. Ternyata masih eksis ya di Jawa. Terutama JaTeng dan JaTim. Kebanyakan memang buruhnya adalah para wanita yang memiliki skill dan olah tangan yang pas untuk mengerjakan lintingan. Jarang banget ada kaum lelaki yang bisa melakukan itu.

    Tetiba teringat dengan serial Gadis Kretek. Salah satu sisi dari film serial itu adalah tentang buruh linting rokok. Yang jika saya perhatikan dengan seksama memang butuh keahlian khusus dan tentu saja kesabaran yang luar biasa.

    • Wahid Priyono 7:55 pm 5 Desember 2023 Balas

      Hallo kak Annie Nugraha, masih banyak kak pabrik2 rokok kretek yang dalam produksinya menggunakan tenaga kerja perempuan. Di pulau jawa masih banyak pabrik rokok kretek berbahan tembakau yang pembuatannya manual dan dibantu oleh tenaga kerja perempuan.

    • Nanik Nara 10:22 am 6 Desember 2023 Balas

      Kalau katanya para perokok, rokok lintingan tangan manusia itu rasanya lebih sedep dibanding yang diproduksi full pakai mesin mbak

  • Icha Marina Elliza 7:09 pm 4 Desember 2023 Balas

    Saya sering memperhatikan perempuan bila bekerja (kebanyakan ya mas) lebih tekun meski di bawah tekanan. Mereka lebih sabar dengan keadaan di tempat kerja.
    Sering saya Perhatikan begitu, gak mudah mundur meski terkadang gaji gak mumpuni.

    • Wahid Priyono 7:53 pm 5 Desember 2023 Balas

      Iya bener kak, pekerja perempuan setahu saya juga lebih penurut dan mau diatur (kolaborasi). Apalagi ditekanan kerja yang tinggi, pekerja perempuan lebih stabil, dan jarang memberontak. Mereka perempuan-perempuan pintar dalam memanagemen mental.

  • Dessy Achieriny 8:17 pm 4 Desember 2023 Balas

    Berasa masuk ke film gadis kretek versi modern, dengan segala perjuangan kebebasan untuk jadi mandiri dan peramu saus kretek. Semoga makin lancar usaha dan Kontribusi SKT bagi Perekonomian Daerah & Nasional (PPT) serta pemberdayaan perempuan dalam dunia industri. Biasanya perempuan lebih teliti kalau kerja.

    • Wahid Priyono 7:52 pm 5 Desember 2023 Balas

      Yups, film “Gadis Kretek” yang keren banget dan memotivasi kita semuanya agar menjadi perempuan-perempuan yang mandiri, kuat, berdaya, disiplin, teliti, dan bertanggungjawab.

  • Nanik Nara 10:13 pm 4 Desember 2023 Balas

    Sigaret Kretek Tangan, sesuai namanya, prosesnya manual ya tanpa menggunakan mesin.
    Di Malang juga banyak pabrik rokok, dan saya lihat emang hampir semua pekerjanya perempuan.
    Perempuan yang katanya makhluk lemah, pada kenyataannya memang mampu melakukan banyak hal ya

    • Icha Marina Elliza 3:16 pm 5 Desember 2023 Balas

      Iya ya kan kak. Kadang liat perempuan kok ya mampu jadi ibu sekaligus ayah. Tapi jarang loh ayah yang mampu ambil peran ibu. Pasti butuh perempuan pengganti lagi.

      • Wahid Priyono 7:45 pm 5 Desember 2023 Balas

        Iya, bener banget kak, peran perempuan juga bisa menjadi apa saja, semua pekerjaan perempuan mau dipegang, mantap..

    • Wahid Priyono 7:51 pm 5 Desember 2023 Balas

      Iya kak, di pabrik-pabrik rokok kretek memang sebagian pekerjanya adalah perempuan di bagian produksi. Mereka melinting rokok secara manual pakai tangan, tentu ini bukan pekerjaan mudah sebab butuh kecakapan dan ketelitian tingkat tinggi untuk menghasilkan produk rokok kretek berkualitas tanpa gembos.

  • Suci 8:40 am 5 Desember 2023 Balas

    Jadi inget serial gadis kretek, pekerja yang melinting kretek juga permpuan karena katanya lebih teliti. dan yang meracik saus yang terkenal enak juga perempuan.

    Makin kesini, perempuan semakin berdaya. Woman support woman juga semakin masif.
    Smoga ngga ada lagi yang perlakukan perempuan semena-mena.

    • Wahid Priyono 7:49 pm 5 Desember 2023 Balas

      Serial filmnya bagus memang kak yang “Gadis Kretek”, sebab memang perempuan itu lebih teliti dalam pekerjaan dan cakap secara kepribadiannya. Sehingga pabrik2 kretek selalu memberdayakan perempuan untuk bekerja disana.

  • Maria G Soemitro 9:22 am 5 Desember 2023 Balas

    Jadi inget pernah lihat adikku melinting sendiri rokok kretek
    dan auto ngebayangin perempuan-perempuan Indonesia yang ada di belakang produksi rokok kretek
    Hebat, dengan ketrampilan tangannya mereka berhasil menghidupi keluarga

    • Wahid Priyono 7:48 pm 5 Desember 2023 Balas

      Mantap kak, pengalaman berharga dari saudara kak Maria, dan memang banyak dibutuhkan tenaga terampil untuk pembuatan rokok kretek, sebab dibalik itu semua ada peran perempuan-perempuan hebat Indonesia dengan multidisiplin ilmu.

  • Fenni Bungsu 11:32 am 5 Desember 2023 Balas

    perempuan dari masa ke masa makin semangat untuk berdaya, karena mereka pun memiliki kreativitas, terlebih penyumbang meningkatnya perekonomian juga kan

    • Wahid Priyono 7:46 pm 5 Desember 2023 Balas

      Bener banget kak Fenni, setuju dengan komen kakak, makasih ya…

  • Emma 1:05 pm 5 Desember 2023 Balas

    Alhamdulillah sekarang mah perempuan-perempuan Indonesia sudah berdaya dan berkarya di semua lini pekerjaan. Aihh saya jadi bangga juga nih jadi perempuan hehee

    • Wahid Priyono 7:46 pm 5 Desember 2023 Balas

      Yups kak, saya juga sangat bangga dengan perempuan-perempuan Indonesia yang luar biasa, sangat mandiri, kuat dan berdaya. Pekerjaan apapun ia lakukan demi keluarga.

  • lendyagassi 4:24 pm 5 Desember 2023 Balas

    Luar biasa yaa..
    Perempuan dan ketekunannya membantu perekonomian keluarga.
    Ibukku pernah berada di situasi keluarga penghasil tembakau terbaik. Jadi tau banget bagaimana perjuangan menahan bau tembakau yang luar biasa.

    • Wahid Priyono 7:44 pm 5 Desember 2023 Balas

      Bener banget kak, perempuan-perempuan mandiri, kuat dan berdaya menjadi ciri khas Indonesia, mau bekerja demi keluarga dan membiayai anak sekolah. Keren….btw, salut juga dengan ibunya kak Lendy yang juga pernah menjadi petani penghasil tembakau…

  • Eka Fitriani larasati 6:56 am 6 Desember 2023 Balas

    setuju banget kalau perempuan tuh bisa berdaya dan berkarya, bisa berpijak di kaki sendiri dan beraktualisasi diri. Terlebih bisa juga support finansial keluarga dengan bekerja ya.

  • Masruhin 5:17 am 7 Desember 2023 Balas

    Setuju. Di tempat saya ada pabrik kretek, sangat membantu membuka lapangan kerja bagi perempuan di daerah sekitarnya.

  • Wahyuindah 12:40 am 8 Desember 2023 Balas

    Banyak perempuan yang ketolong sama keberadaan SKT ini. Keluarga jadi lebih sejahtera. Karena kerja manusia masih dihargai dibanding mesin

    • Wahid Priyono 6:55 pm 10 Desember 2023 Balas

      Iya mbak, alhamdulillah, keberadaan SKT memang sangat membantu para perempuan untuk berdaya, mampu meningkatkan perekonomian keluarga mereka…keren memang SKT ini.

  • Agus 6:58 am 29 Desember 2023 Balas

    Banyak orang terbantu dengan adanya pabrik SKT ya kang, karena tidak butuh keahlian yang banyak, cocok untuk para wanita terutama di pedesaan yang tidak memiliki pendidikan tinggi. Jumlah pekerja pabrik rokok dan juga petani tembakau mencapai 6 juta, angka yang sangat banyak. Kalo pabrik rokok tutup bisa kolaps perekonomian kota sekitar pabrik.

  • Susindra 10:57 pm 6 Januari 2024 Balas

    Kota saya Jepara juga ada, lho. Kontribusinya besar juga. Tak hanya pemberdayaan perempuan tapi juga warga dan lingkungan.

  • Lasmicika 5:53 am 16 Januari 2024 Balas

    Saya setuju, perempuan memang harus berdaya dan bisa mengaktualisasikan diri pada bidang yang bernilai ekonomi. Semoga makin banyak perusahaan yang menyerap tenaga kerja baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Write a comment