Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Kisah “Paino” dan Timun Ajaibnya, Bersama Menjadi Lebih Baik

19 Juni 2022 Asuransi

Di pagi buta itu ayam jago berkokok sangat kencang, ….kukuruyukkkkkkk….kukuruyukkkkkkk…kukuruyukkkkkk !!!!!, sehingga Paino, seorang petani muda sukses itu pun terbangun dari tempat tidurnya.

Pagi itu, seperti biasanya Paino harus melakukan rutinitas harian untuk berkebun. Ia lengkap mengenakan pakaian kebesarannya, sepatu boots, serta alat pertanian yang ia bawa.

Sambil bersiul, ia pun berjalan menuju ke kebunnya. Sesampainya di kebun kemudian ia melihat tanaman-tanaman yang ia budidaya. Disana terlihat ada tanaman tomat, jagung, terong, kubis, wortel, cabe, seledri dan masih banyak yang lainnya.

Akan tetapi, dari kesemua tanaman yang ia pelihara, ada satu tanaman yang ia sayangi yaitu pohon mentimun (timun). Sampai-sampai  pohon mentimun yang berbuah lebat itu disebutnya sebagai “timun ajaib” karena semua buahnya berwarna keemasan dan totalnya ada 3 buah.

Setelah dirasa cukup lama merawat dan melihat-lihat tanaman di kebunnya, kemudian Paino pun pulang ke gubuknya.

Singkat cerita, pada keesokan harinya Paino kembali berkunjung ke kebunnya, dan merasa  muram karena ada 1 buah timun emas yang hilang, sehingga sisanya tinggal 2 buah timun emas saja. Ia pun sudah mencurigai pelakunya dan benar saja ada pagar yang mengelilingi kebunnya itu dirusak oleh hewan liar seperti kancil yang juga beberapa waktu lalu menyerang kebun petani lain.

“Pasti ini perbuatan si kancil liar itu!”, ujar Paino dengan perasaan geram. Ia pun kemudian memperbaiki pagar kebun yang rusak itu hingga matahari hampir terbenam.

Beberapa waktu telah berlalu dan tidak ada lagi serangan dari kancil liar. Hingga pada suatu pagi, saat Paino berkunjung kembali ke kebun kesayangannya, ternyata ia sontak kaget karena tidak hanya 2 timun emasnya yang jadi sasaran si Kancil liar, tapi tanaman timun emas itupun dirusaknya hingga akarnya tercabut. Otomatis saat itu tanaman timunnya menjadi layu dan terlihat kering dan berpeluang besar untuk mati. Sangat miris sekali, pikirnya.

Paino pun akhirnya menyesal sebab tidak mampu melindungi pohon timun emas kesayangannya dengan baik.

Kisah “Paino” dan timun ajaibnya di atas ternyata mengandung hikmah dan pesan moral mengenai pentingnya perencanaan sebelum sebuah risiko besar akan terjadi di kemudian hari, dalam hal ini bisa kita sandingkan dengan pentingnya “perencanaan keuangan”, misalnya. Apa saja ya perencanaan keuangan itu? Mari kita bahas satu persatu.

Pentingnya Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan memang harus dipelajari sejak dini. Setiap orang harus mau belajar tentang literasi keuangan karena ini yang membuat seseorang menjadi lebih cerdas secara finansial dan mampu meminimalisir hal-hal yang tak terduga di luar nalar.

Contohnya saat parahnya kondisi pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu menyerang tatanan ekonomi di Indonesia, tentu saja banyak perusahaan dan pelaku bisnis UKM/UMKM yang “gulung tikar” karena mungkin saja perencanaan keuangannya buruk atau soal literasi keuangan yang masih rendah.

Atau kita bisa berkaca pada diri sendiri yang merasakan kondisi pahit selama pandemik COVID-19 bahwa mengalami krisis keuangan keluarga. Itu artinya kita masih belum mampu membuat perencanaan keuangan dengan baik dan benar pada saat sebelum terjadi pandemi.

Mari kita kembali belajar mengambil hikmah/pesan moral dari kisah Paino dan timun ajaibnya di atas. Minimal ada tiga post yang perlu kita perhatikan untuk kehidupan kita menjadi lebih baik. Mari kita bahas satu persatu.

BACAAN LAINNYA:  Kisah "Paijo" dan "Timun Cokelatnya", Bersama Astra Life Syariah #LengkapiCintadanKebaikan

1. Tabungan

Dari lintas jaman, hampir semua orang sudah mengerti manfaat tabungan. Bahkan anak-anak kecil Sekolah Dasar (SD) sejak dini sudah diajarkan oleh orang tua mereka untuk menyisihkan uang jajan untuk ditabung. Saat masih SD saya masih ingat betul diajarkan untuk menabung setiap hari. Bahkan cara menabung yang saya lakukan pun masih konvensional, yaitu uang logam recehan ditabung di dalam kaleng susu bekas. Dan memang terbukti bahwa dengan menabung kita bisa memiliki dana simpanan yang mungkin bisa kita pergunakan pada kondisi-kondisi tertentu. Btw, saat ini orang menabung sudah tidak seperti jaman dulu lagi seperti yang saya lakukan saat duduk di bangku SD, karena saat ini hampir semua orang sudah memiliki rekening tabungan karena memang dianggap sangat penting. Mengapa penting? karena rekening tabungan ini memiliki fungsi utama untuk penyimpanan uang yang sifat cashflownya rutin harian.

2. Investasi

Di era digital saat ini banyak generasi milenial dan gen-Z yang sudah aware dengan investasi. Banyak dari mereka yang sudah mulai menginvestasikan harta benda mereka dalam bentuk investasi tanah, investasi tanaman, investasi properti, investasi online (saham, mata uang digital) dan lain sebagainya.

Dari kisah Paino, kita belajar bagaimana ia terus datang ke kebunnya untuk merawat dan memantau timun emas miliknya. Ini menandakan bahwa Paino menerapkan prinsip investasi itu penting untuk dirawat dan ditumbuhkembangkan. Ia berusaha untuk terus merawat ketiga timun emasnya. Namun naas, karena ketiga timun emasnya harus dimakan kancil. Dan ini menandakan bahwa, investasi itu mengandung risiko sehingga harus diminimalisir dengan melalukan diversifikasi untuk mengurangi faktor risiko dari setiap jenis investasi yang kita pilih.

Seharusnya Paino juga penting memandang bahwa investasi itu harus ditaruh pada kantung dana yang berbeda, atau setidaknya Paino bisa menanam tidak hanya satu pohon timun emas, tapi juga menanam lebih dari satu pohon sehingga akan menghasilkan lebih banyak timun emas. Sehingga jika ada satu pohon timun emas yang dirusak kancil liar, maka masih ada pohon lain yang produktif menghasilkan timun emas. Inilah pentingnya kita belajar investasi sebagai bekal untuk kehidupan kita yang jauh lebih baik.

3. Asuransi

Kenyataannya, masih banyak orang di Indonesia yang belum melek literasi keuangan termasuk pentingnya asuransi untuk kehidupan yang menjadi lebih baik. Dalam kisah Paino di atas, kita menganalogikan hewan “kancil liar” sebagai kejadian tidak terduga dalam hidup.

Dan pastinya kita sudah tahu bahwa “kejadian tak terduga” bisa datang kapan saja dan dalam situasi apa saja tanpa harus permisi terlebih dahulu. Bayangkan saja kerugian moril dan materiil jika kita mengalami musibah kerusakan kendaraan, kemalingan/kehilangan, kebakaran, kecelakaan dan masih banyak hal lain yang sifatnya tidak terduga sebelumnya? Pastinya kita akan repot sendiri dalam menangani masalah itu jika jumlah uang yang dikeluarkannya banyak. Iya kalau kita sedang punya uang banyak saat itu? Kalau sedang tidak ada uang sama sekali, pastinya hal tersebut tidak akan tertangani dengan tuntas ya kan?

BACAAN LAINNYA:  Peristiwa Maut 98': Kecelakaan Lalin Tak Tercover Asuransi Kendaraan, Bagaimana Nasibnya?

Disitulah maka pentingnya kita mempunyai “asuransi”. Kalo saya sendiri sejak pertama kali memang sudah mengenal beberapa jenis asuransi yaitu mulai dari asuransi kesehatan, asuransi properti, asuransi kargo, asuransi kendaraan dan lainnya memang langsung tertarik. Karena bagi saya, asuransi kendaraan ini bisa diibaratkan juga seperti payung untuk melindungi diri kita dari hujan atau kejadian tidak terduga sebelumnya.

Mengenal Asuransi Kendaraan Dari MPM Insurance

Menurut Wikipedia bahwa asuransi kendaraan adalah jenis asuransi khusus kendaraan, di mana risiko yang kemungkinan terjadi pada kendaraan dialihkan kepada perusahaan asuransi. Dalam pemilihan asuransi kendaraan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah kekuatan keuangan, jasa dan biaya atau beban.

PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika (MPM Insurance) berdiri sejak 8 Mei 2012 dan mulai beroperasi pada tanggal 2 Oktober 2012 setelah mendapatkan izin asuransi umum dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kantor pusat MPM berada di Jakarta dengan memiliki banyak kantor cabang dan perwakilan di berbagai provinsi di Indonesia seperti di Solo, Malang, Purwokerto, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Medan, Surabaya, Semarang, Samarinda, Jambi, Lampung, Makassar, Banjarmasin, Denpasar, Bandung dan Bogor. Meskipun perusahaan ini  terlihat relative relatif baru sejak tahun berdirinya, akan tetapi asuransi MPM dipimpin oleh manajemen yang berpengalaman dengan rekam jejak yang terbukti profesional. Saat ini, MPM Insurance fokus pada beberapa jenis asuransi  bisnis maupun asuransi personal.

Untuk jenis asuransi bisnis, maka MPM Insurance menangani beberapa asuransi yang bisa teman-teman coba seperti:

  • Asuransi rekayasa;
  • Asuransi keuangan;
  • Asuransi pengangkutan;
  • Asuransi rangka kapal;
  • Asuransi kredit multiguna;
  • Asuransi tanggung gugat;
  • Penjaminan surety.

Asuransi bisnis di atas memang cocok dimanfaatkan bagi para pelaku bisnis UKM/UMKM. Hal ini bertujuan supaya perusahaan tetap bisa bertahan lama serta mempunyai  jaminan keamanan, keselamatan, dan profesionalisme dalam berbagai aktivitas pekerjaan baik untuk sekarang maupun masa yang akan datang.

Sementara itu, untuk jenis asuransi personal dari MPM Insurance justru ditujukan untuk lingkup diri sendiri atau keluarga. Asuransi jenis ini pun bisa kita coba karena tentunya sangat berguna untuk mempersiapkan kejadian di luar prediksi, seperti:

  • Asuransi properti;
  • Asuransi perjalanan;
  • Asuransi kecelakaan diri;
  • Asuransi kendaraan.

Asuransi kendaraan ini menurut saya untuk saat ini sangat penting sekali. Mengingat bahwa mobilitas kita untuk kemana-mana pastinya menggunakan kendaraan. Jujur saja, sudah jarang kita melihat ada orang yang mau berangkat kerja dengan jalan kaki.

Walaupun terlihat cepat ketika kita mau pergi ke tempat kerja dengan menggunakan kendaraan (mobil/motor), nyatanya ada banyak risiko/kerugian berkendara di jalan raya. Kita bisa mengambil contoh misalnya kerusakan mesin kendaraan secara tiba-tiba, kecelakaan lalu lintas/tabrakan, benturan, tergelincir, terbalik, kehilangan, pencurian, dan kejahatan di jalan raya adalah sesuatu hal yang mungkin saja bisa menimpa kita dan keluarga kita. Amit-amit ya semoga gak terjadi pada diri kita !

MPM Insurance sendiri menawarkan kepada kita semua untuk bersama menjadi lebih baik yaitu dengan memanfaatkan asuransi kendaraan yang terbukti membantu banyak orang yang berkendara di jalan raya.  Di MPM Insurance sendiri terdapat asuransi kendaraan baik untuk jenis asuransi mobil maupun asuransi motor.

BACAAN LAINNYA:  Perusahaan Asuransi Digital Itu Bernama Tugu Insurance

Asuransi mobil atau asuransi kendaraan bermotor adalah asuransi yang memberikan ganti rugi terhadap kendaraan bermotor yang diasuransikan akibat kehilangan, bencana, atau kecelakaan.

Jaminan asuransi untuk kendaraan bermotor tercover dalam 2 (dua) jenis layanan yaitu:

  • Semua risiko, yaitu menjamin kerugian atas kerusakan pada kendaraan yang kita tumpangi jika mengalami peristiwa akibat benturan, tabrakan, tergelincir, terbalik, atau terpenyok, dan lain sebagainya;
  • Kerusakan total saja, yaitu menjamin kerusakan yang terjadi pada kendaraan bermotor  sama dengan atau di atas 75% dari harga pasar saat peristiwa terjadi, menjamin kehilangan akibat pencurian, serta menjamin kerugian akibat tanggungjawab hukum terhadap pihak ketiga;

Btw, di masa pandemi COVID-19 yang belum tuntas 100% ini, saya merasakan bahwa untuk sekedar bertahan hidup serta mencari nafkah saja menjadi beban cukup berat. Saya kadang berpikir, kalau saya pribadi tidak memiliki dana simpanan (tabungan), investasi, dan juga asuransi, maka apa jadinya jika mengalami musibah secara tiba-tiba? Ibaratnya, sudah jatuh dan tertimpa tangga pula! Sangat miris bukan? Maka dari itulah kita penting sekali menyiapkan hal tersebut sejak awal atau jauh-jauh hari, misalnya memiliki asuransi personal seperti asuransi untuk kendaraan dari MPM Insurance ini.

Bersama Menjadi Lebih Baik Bersama MPM Insurance

Pandemi COVID-19 nyatanya tidak hanya membuat carut-marut perekonomian bangsa saja, tapi juga ada hikmah positif yang bisa kita petik. Hikmah positifnya adalah munculnya peluang-peluang kerja baru dan makin banyak orang yang melek dengan dunia digital. Kuncinya kita perlu jeli, inovatif dan kreatif dalam mengambil setiap peluang yang ada di depan mata untuk kemudian dieksekusi menjadi sesuatu hal yang mendatangkan cuan dan bermanfaat untuk orang lain.

Belajar dari pandemi COVID-19 juga bahwa kita penting untuk menyiapkan dana-dana darurat dan juga perencaaan keuangan lebih matang, sehingga ke depannya kita tidak “keteteran/susah” saat kejadian di luar nalar terjadi. Setidaknya ada tiga post yang perlu kita siapkan yaitu tabungan, investasi dan asuransi.

Tabungan, investasi, dan asuransi penting disiapkan jauh-jauh hari karena ke depannya kita tidak tahu peristiwa apa yang akan menimpa kita. Dan kini sudah saatnya kita harus bangkit dari pandemi COVID-19 dan melangkah lebih jauh karena hidup ini harus terus berjalan. Yuk, kita sama-sama belajar dan melangkah lebih baik bersama MPM Insurance. Btw, langkah postif apa yang sedang kamu siapkan/lakukan untuk menjadi lebih baik ke depannya?

Sumber Referensi Pendukung Tulisan:

Taggs:
1 Comment
  • Ovi Ciomas 7:45 am 21 Juni 2022 Balas

    Keren tulisan yang sangat panjang. Berawal dari sebuah dongeng penuh hikmah dan ilmu managemen keuangan

Write a comment