Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Menjadi Guru Inovatif Di Era Digital Abad 21? Siapa Takut !

18 Maret 2021 Lomba Blog
Menjadi Guru Inovatif Di Era Digital Abad 21? Siapa Takut !

Menjadi guru di era modern abad ke-21 memiliki tantangan yang begitu kompleks jika dibandingkan dengan era sebelumnya. Tentunya jadi banyak pengalaman yang didapat. Saya sendiri sebagai seorang guru yang sudah mengabdi sebagai honorer selama 6 tahun sejak 2015 mengakui bahwa pekerjaan sebagai seorang guru ini sangatlah sulit, tidak mudah, dan tidak semua orang mau menjadi seorang guru dengan berbagai drama yang terjadi baik di lingkungan sekolah, di rumah, atau di masyarakat. Bahkan, ada drama ketika menjadi guru honorer itu dianggap sebelah mata oleh sebagian orang dengan gaji yang pas-pasan. Tekanan ketika berada di sekolah cukup banyak dengan berbagai hal-hal teknis dan non-teknis termasuk menghadapi kelakuan siswa yang beragam dengan keunikannya masing-masing. Ada siswa yang berkelakuan seperti bunglon jadi ketika di rumah seperti anak alim, namun ketika berada di sekolah kelakuannya kurang mencerminkan saat di rumah, sehingga jika terjadi masalah pada siswa ini ketika di sekolah maka ketika dimeditasi dengan orang tua maka orang tua tidak percaya kelakuan anaknya bengal atau apalah bahasanya. hehe. Bahkan, tidak cukup di situ saja, menjadi guru honorer itu terkadang menyakitkan dengan gaji pas-pasan, maka jika tidak inovatif dan tekun bekerja di bidang lain maka akan sangat rugi sekali, sehingga perlu adanya inovasi untuk menjadi guru yang produktif walaupun gajinya pas-pasan.

Dokumen Pribadi: Siswa sedang praktikum di laboratorium Biologi.

Bagi saya, menjadi guru yang sudah mengajar selama 6 tahun bukanlah waktu yang cukup untuk berpuas diri, namun harus terus belajar mengupgrade pengetahuan, wawasan, keterampilan dan tingkahlaku ke arah yang jauh lebih baik. Karena tuntutan menjadi guru ke depan, terutama di abad ke-21 ini bukanlah standar mutlak yang harus berhenti tapi harus tetap berlanjut untuk belajar sepanjang hayat. Sebagai guru saya juga terus belajar. Tidak mau ketinggalan dengan skill guru lain yang sudah memahami satu rumpun keilmuan. Dalam hal teknologi saya juga tidak mau kalah dengan siswa atau guru-guru lain di sekolah. Saya harus terus belajar dan belajar dengan teknologi terbaru dan metode pengajaran terkini agar tidak ketinggalan dengan yang lainnya.

Menjadi guru di abad ke-21 ini mempunyai tantangan tersendiri bagi saya, yang sebetulnya cukup berat untuk dilaksanakan, tapi harus tetap dicoba ya. Yang penting sedikit-sedikit jalan ya kan daripada tidak pernah sama sekali. Jadi, tantangan saya ini menyangkut perubahan besar dan cepat yang ada di lingkungan sekolah yaitu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), perubahan demografi, globalisasi dan lingkungan secara umum. Kemajuan IPTEK mendorong saya untuk mampu mengoperasikan komputer, aplikasi pembelajaran, dan metode pembelajaran yang memanfaatkan IT. Perubahan demografi menuntut saya untuk bisa terus adaptif dengan lingkungan sekitar dan bisa memanfaatkan kekayaan demografi di sekitar tempat tinggal untuk mendukung sarana/kegiatan pembelajaran di luar kelas. Pengaruh globalisasi menuntut saya sebagai guru untuk terus berevolusi dan mau menerima perubahan globalisasi itu sendiri tapi tetap harus selektif dan mengambil peran yang positif di dalamnya. Lingkungan sekolah juga secara umum membentuk kepribadian saya sebagai guru dan mengambil hikmah dari setiap kejadian selama menjadi guru dengan seluk beluknya selama melakukan kegiatan pembelajaran dan pergaulan sehari-hari baik dengan guru, karyawan sekolah, orang tua (wali siswa) ataupun siswa itu sendiri.

Dokumentasi: Siswa dengan praktikum IPA-Biologi (Pengenalan Alat-Alat Laboratorium)

Ternyata pada akhirnya, menjadi guru adalah sarana untuk beribadah serta menjadi insan yang ramah dengan semua orang. Selain itu, tugas saya sebagai guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja, akan tetapi harus mampu menjadi guru pembelajar yang terus haus akan ilmu pengetahuan apapun itu jenisnya, sebagai agen perubahan di sekolah (agent of change), serta mampu menjalin hubungan dan mengembangkan hubungan guna peningkatan mutu pembelajaran siswa di sekolah. Sehingga dalam posisi ini, saya sebagai guru juga butuh pengembangan profesionalisme yang efektif melalui aktivitas pembimbingan.

Pembimbingan ini adalah bekal dan salah satu syarat mutlak bagi guru abad ke-21. Dengan melakukan pembimbingan ini maka akan secara otomatis meningkatkan kemampuan guru, kontribusi guru terhadap sekolah akan meningkat baik dalam hal mengajar serta perbaikan mutu pengajaran di sekolah. Pembimbingan guru ini bisa meliputi beberapa aspek yang pernah saya diskusikan dengan kepala sekolah seperti supervisi guru, perkumpulan guru melalui kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), pengembangan pedagogik guru, sertifikasi guru, Uji Kompetensi Guru (UKG), bahkan dalam skala besar yaitu program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang selama ini telah membantu para guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogiknya sebagai guru yang sudah profesional diakui negara.

Dokumen Pribadi: Foto bersama dengan guru biologi se-Lampung Selatan setelah MGMP.

Selain pembimbingan yang dibutuhkan guru abad ke-21, maka guru juga penting meningkatkan kompetensinya serta profesionalismenya sebagai seorang guru. Yuk mari kita tengok apa saja sih kompetensi guru abad ke-21 yang dibutuhkan serta apa saja nih syarat menjadi guru profesional di abad ke-21? check it out

Kompetensi Guru Di Era Digital Abad 21

Pada abad 21 ini, semua manusia mengalami perkembangan pola pikir, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk seluruh bidang kehidupan. Adapun salah satu bidang yang menonjol yakni bidang teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini tentu saja membuat semua orang dapat mengakses informasi internet dengan cepat. Di sisi lain, pada abad 21 ini tantangan sekaligus permasalahan yang dihadapi umat manusia akan semakin kompleks, misalnya saja pemanasan global (global warming), krisis pangan dan ekonomi global, terorisme, radikalisme, rasisme, drug abuse, human trafficking, serta rendahnya kesadaran manusia di level multikultural, kesenjangan mutu pendidikan di Indonesia yang tak pernah berujung, dan lain sebagainya. Era ini juga ditandai semakin ketatnya persaingan di berbagai lini kehidupan di tingkat global sehingga meninggalkan jejak-jejak evolusioner siapa yang kuat dia akan bertahan hidup, dan sebaliknya yang lemah akan semakin punah. Semua kejadian tersebut mengkonfirmasi bahwa pada abad 21 ini dibutuhkan persiapan matang untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul berdaya saing secara lokal, nasional maupun internasional. Oleh sebab itu, lembaga pendidikan (baik sekolah, kampus, dan lingkungan pendidikan formal dan non-formal) serta guru/tenaga pendidik sebagai insan yang harus siap untuk menyiapkan generasi muda bangsa yang mampu bersaing secara sehat serta unggul dari segi SDM-nya.

Dokumen pribadi: kegiatan siswa mengamati beragam jaringan hewan dan tumbuhan menggunakan mikroskop dengan model pembelajaran inquiri terbimbing

Guru abad 21 ditantang untuk melakukan percepatan terhadap perkembangan informasi dan komunikasi. Kemajuan teknologi informasi membuat guru maupun siswa secara fleksibel mampu memperoleh wawasan, keilmuan dan pengetahuan secara fleksibel kapan saja dan dimana saja tanpa batasan waktu. Konsekuensi dari semua ini, maka guru-guru harus mampu mengembangkan pendekatan dan metode pengajaran yang tepat kepada siswa sesuai karakteristik di lingkungannya.

Dokumen Pribadi: Siswa melakukan pengamatan dan praktikum biologi dengan pendekatan berbasis teknologi.

Pada abad 21 ini maka sekolah diperlakukan seperti “perusahaan” yang harus menyediakan produk/jasa (pembelajaran) untuk konsumen (siswa dan wali murid). Sekolah dituntut untuk mampu bersaing dengan cara “menjual diri mereka”, menemukan “target pasar” dan saling berkompetisi dengan sekolah lain di sekitarnya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal diperlakukan seperti perusahaan yang berdiri secara mandiri, mempunyai tugas serta wewenang untuk mengelola sekolah secara mandiri dan profesional kepada stakeholder terkait. Sekolah berlomba-lomba untuk mendapatkan sumber dana dari pemerintah, misalnya adalah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sekolah yang menyediakan “produk/jasa” yang laku di pasar maka akan dinilai jauh lebih layak untuk tumbuh dan berkembang. Sebaliknya, untuk sekolah dengan “produk/jasa” yang tidak laku di pasaran maka akan ditinggalkan oleh penggunanya/konsumen (dalam hal ini siswa maupun orang tua siswa). Maka dari itu, pihak sekolah maupun guru sangat dituntut untuk selalu memonitor kinerja sekolah dengan baik untuk mengetahui mutu pendidikan serta layanan pendidikan dan juga harus menunjukkan nilai tambah (value) yang dicapai oleh siswa-siswanya. Contoh saja di sekolah dimana saya mengajar maka dalam promosi ketika akan penerimaan siswa baru harus mempunyai produk unggulan siswa, misalnya prestasi akademik maupun non-akademik seperti olahraga. Maka prestasi ini akan menjadi nilai tambah kepada masyarakat yang akan datang mendaftarkan siswanya untuk bersekolah di sekolah saya tersebut. Jadi, pada intinya guru harus mencetak siswa-siswa berprestasi supaya lebih terkenal oleh masyarakat luas dan berimbas pada suksesnya penerimaan siswa baru (PPDB).

Dari banyaknya kejadian perubahan lingkungan sekolah dan strategi pendekatan ekonomi pasar seperti dijelaskan di atas, maka mau tidak mau akan berimbas pada tuntutan profesionalitas guru di abad 21 ini. Guru profesional abad 21 harus mampu menjadi guru pembelajar sepanjang karirnya guna menambah wawasannya, serta peningkatan efektifitas kegiatan pembelajaran siswa seiring dengan perubahan lingkungan di sekitarnya. Selain itu, guru abad 21 dituntut mampu bekerja sekaligus belajar dari rekan kerja (kolega) untuk menghadapi kompleksitas berbagai tantangan sekolah dan pengajaran ke depannya. Guru pada abad 21 ini saat mengajar harus berpatokan kepada standar profesional mengajar guna mewujudkan penjaminan mutu/kualitas pembelajaran serta mampu berkomunikasi secara baik langsung maupun tidak langsung dengan penggunaan teknologi secara efektif baik dengan wali siswa untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan sekolah secara umum.

Maka berdasarkan uraian di atas, lebih dirincikan lagi bahwa tugas/peran guru abad 21 dapat ditinjau dari tiga aspek penting yaitu aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan, diri pribadi, serta psikologis.

Peran guru ditinjau dari sudut pandang aktivitas pengajaran dan adimistrasi pendidikan meliputi beberapa hal seperti:

  • Pengambil inisiatif, pengarah, dan penilai pendidikan;
  • Wakil masyarakat di sekolah;
  • Seorang pakar dalam bidangnya;
  • Penegak disiplin;
  • Pelaksana administrasi pendidikan;
  • Pemimpin bagi generasi muda;
  • Penyampai berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

Peran guru ditinjau dari sudut pandang diri pribadi, meliputi:

  • Pekerja sosial;
  • Pelajar dan ilmuwan;
  • Wakil orang tua siswa di sekolah;
  • Model keteladanan dalam berbagai sikap;
  • Pemberi keselamatan bagi peserta didik selama di sekolah.

Peran guru ditinjau dari sudut pandang psikologis, meliputi beberapa aspek seperti:

  • Pakar psikologi pendidikan;
  • Seniman dalam hubungan antar manusia;
  • Pembentuk kelompok;
  • Inovator dan fasilitator;
  • Petugas kesehatan mental secara umum di lingkungan sekolah.

Empat Kompetensi Guru Era Digital Abad 21

Berdasarkan Pasal 10 Ayat (1) Undang-Undang No.14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen mengamanatkan bahwa guru harus mempunyai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Dari keempat kompetensi inilah, maka dalam pelaksanaannya harus secara holistik yang merupakan satu kesatuan utuh dan ciri sebagai guru profesional. Berikut ini penjelasan secara rincinya.

1. Kompetensi Pedagogik


Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan seorang guru berkenaan dengan pemahamannya terkait karakteristik peserta didik dilihat dari berbagai aspek penting seperti fisik, moral, sosio-kultural, emosional, serta intelektual. Hal tersebut tentunya menuntut seorang guru harus mau menguasai teori-teori belajar serta prinsip-prinsip pembelajaran yang sifatnya mendidik sebab peserta didik/siswa mempunyai beragam karakter/sifat yang dibawanya sejak lahir, dan juga interest/minat yang berbeda-beda pula. Berkenaan pelaksanaan kurikulum, maka seorang guru dituntut harus mampu dan menguasai dalam hal pengembangan kurikulum di tingkat satuan pendidikan masing-masing dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik serta lingkungan di sekitarnya.

Dokumen Pribadi: Pengalaman Pertama Kali Saya Mengajar di Jenjang SMP di Daerah Pelosok Lampung Selatan.

Guru dituntut supaya mampu mengoptimalkan segala potensi peserta didik untuk mengaktualisasikannya di dalam kelas, serta guru mampu melakukan penilaian terhadap seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Kemampuan seorang guru berkenaan dengan aspek-aspek pedagogik, meliputi hal-hal seperti:

  • Penguasaan terhadap karakteristik peserta didik dari berbagai aspek seperti aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional dan intelektual;
  • Penguasaan terhadap berbagai macam teori belajar serta prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik;
  • Mampu mengembangkan kurikulum di satuan pendidikannya yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampunya;
  • Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan pengembangan siswa yang mendidik;
  • Memanfaatkan berbagai macam teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan pembelajaran yang mendidik;
  • Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki;
  • Berkomunikasi secara efektif, empatik, serta santun dengan peserta didik;
  • Melakukan penilaian serta evaluasi proses dan hasil belajar, memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran;
  • Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.

2. Kompetensi Kepribadian

View this post on Instagram

A post shared by Wahid Priyono (@wahid.priyono)

Pelaksanaan tugas sebagai seorang guru sudah semestinya harus didukung oleh suatu perasaan senang akan tugas yang dipercayakan kepadanya guna mempersiapkan kualitas generasi masa depan bangsa yang jauh lebih baik. Meskipun pada kenyataannya cukup berat tantangan dan rintangan yang dihadapi, tentu saja dalam pelaksanaan tugasnya maka seorang guru harus tetap tegar, sabar dan berbaik hati dalam melaksakan tugas sebagai seorang pendidik. Pendidikan adalah proses yang sudah direncanakan oleh pendiri bangsa agar semua berkembang melalui proses pembelajaran, serta menciptkan manusia yang berbudi luhur dan memiliki wawasan/pengetahuan secara global. Pendidikan juga bertujuan untuk memanusiakan manusia.

Guru sebagai tenaga pendidik harus mampu mempengaruhi siswa ke arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik di dalam masyarakat. Tata nilai termasuk norma, adat-istiadat setempat, moral, nilai estetika, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mempengaruhi perilaku etika peserta didik sebagai pribadi dan juga bagian anggota masyarakat. Penerapan disiplin dalam proses pendidikan tentu saja akan menghasilkan peserta didik dengan sikap mental, watak dan kepribadian yang kuat.

Aspek-aspek kepribadian yang perlu ditanamkan pada guru era abad 21 antara lain:

  • Bertindak sesuai norma agama, hukum, sosial, serta kebudayaan nasional Indonesia;
  • Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, serta insan teladan bagi peserta didik dan masyarakat di sekitarnya;
  • Menampilkan diri sebagai pribadi guru yang stabil, mantap, dewasa, arif, dan berwibawa;
  • Menunjukkan semangat serta etos kerja, tanggung jawab, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri;
  • Menjunjung tinggi kode etik profesi guru yang bermartabat.

3. Kompetensi Sosial

Seorang guru di mata masyarakat dan peserta didik adalah panutan atau suri tauladan dalam kehidupanya sehari-hari. Guru harus mempunyai kemampuan sosial dengan masyarakat sekitar guna mendukung pelaksanaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan kemampuan sosial yang dimiliki oleh guru tersebut, maka secara otomatis hubungan antar sekolah dengan masyarakat sekitarnya akan berjalan dengan baik, silaturahmi lancar, sehingga apabila mempunyai keperluan dengan wali murid, maka para guru tidak akan mendapat kesulitan yang berarti.

Kemampuan sosial ini juga meliputi kemampuan seorang guru untuk menjalin komunikasi yang hangat, bekerja sama, mampu bergaul dengan baik sesama guru, atau dengan masyarakat sekitar, serta mempunyai jiwa yang menyenangkan bagi lingkungannya. Kriteria kinerja guru dalam kaitannya dengan kompetensi sosial seperti:

  • Bertindak objektif serta tidak melakukan tindakan diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, suku/ras, adat-istiadat, latar belakang keluarga, kondisi fisik, serta status sosial ekonomi;
  • Berkomunikasi secara efektif-efisien, simpatik-empatik, serta melakukan perbuatan santun dengan sesama pendidik/guru, tenaga kependidikan, orang tua murid, dan masyarakat;
  • Mampu beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah kesatuan Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya;
  • Berkomunikasi dengan baik dengan komunitas profesi sendiri maupun profesi lainnya secara lisan dan tulisan atau bentuk yang lainnya.

4. Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional merupakan suatu kemampuan yang harus dipunyai guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Seorang guru mempunyai tugas utama yaitu mengarahkan kegiatan belajar peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Maka dari itulah seorang guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran secara baik kepada siswa, selalu mengupdate dan menguasai materi pelajaran yang diberikan kepada siswa saat proses pembelajaran berlangsung. Sehingga dalam prakteknya ketika akan mengajar, seorang guru sudah selayaknya mampu mencari informasi dari berbagai sumber referesi seperti literasi terhadap beragam jenis buku-buku terbaru, mengakses informasi yang diperlukan untuk pembelajaran melalui internet, serta berupaya selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan terakhir tentang materi pembelajaran yang disajikan. Intinya guru harus melek literasi digital dan non digital untuk memenuhi standar dirinya sebagai ciri dari guru profesional.

Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, maka guru mempunyai peran dan tugas sebagai fasilitator yang tidak pernah kehabisan ide dalam mengelola proses pembelajaran sedemikian rupa. Kegiatan pembelajarannya tentu saja harus disambut baik oleh peserta didik sebagai suatu seni mengajar serta pengelolaan proses pembelajaran di kelas yang tentunya itu diperoleh dari kegiatan pelatihan-pelatihan guru yang diselenggarakan di lingkungan kabupatennya, pengalaman mengajar, serta kemauan guru untuk terus belajar yang tidak pernah ada putusnya. Karena memang seyogyanya seorang guru adalah pembelajar sepanjang hayat.

Keaktifan peserta didik harus terus tercipta melalui penggunaan metode dan strategi mengajar yang tepat, terukur dan akurat. Guru harus mampu menciptakan suasana belajar dengan mendorong peserta didik untuk mengajukan pendapat/ide, bertanya, mengamati, mengadakan eksperimen (percobaan), serta menemukan fakta-fakta, teori, dan konsep yang dianggap baik. Oleh sebab itu, seorang guru harus mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan berbagai sumber belajar, seperti menggunakan multimedia, belajar sambil bekerja (praktikum), belajar sambil mendengar, belajar sambil bermain dan tentunya haruslah sesuai dengan konteks materi yang sedang diajarkan.

Seorang guru juga harus mampu mempraktikan prinsip-prinsip didaktik-metodik sebagai konsep dasar ilmu keguruan dan pendidikan. Sebagai contohnya, bagaimana seorang guru mampu menerapkan prinsip dasar mengajar seperti apersepsi di awal proses pembelajaran, perhatian yang hangat kepada peserta didik selama belajar, kerja kelompok, dan prinsip- prinsip lainnya yang dianggap baik.

Dalam hal evaluasi pembelajaran, baik secara teoritik maupun praktik, maka seorang guru harus mampu melaksanakan tugas dan kewenangannya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Adapun jenis tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa harus benar dan tepat. Guru juga harus mampu menyusun soal, kisi-kisi soal, butir soal secara benar, agar tes yang digunakan dapat mengukur secara keseluruhan dari setiap proses belajar yang dilakukan oleh peserta didik dalam periode waktu tertentu.

Adapun kemampuan yang perlu dipunyai seorang guru pada dimensi kompetensi profesional atau akademik yakni sebagai berikut:

  • Kemampuan menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampunya;
  • Menguasai standar kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampunya;
  • Mengembangkan materi pelajaran yang diampunya secara kreatif dan inovatif;
  • Mengembangkan keprofesiannya secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif;
  • Memanfaatkan semua teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan dirinya di masa kini.

Untuk melakukan pengembangan keprofesian secara profesional dan berkelanjutan, maka seorang guru bisa melakukan serangkaian kegiatan positif lain di luar kegiatan mengajarnya. Langkah semacam ini sangat baik karena akan menambah wawasan dan pengetahuan baru bagi guru. Apalagi saat ini sedang pandemi Covid-19, maka seorang guru bisa mengasah kompetensi, skill dan mencari sebanyak-banyaknya ilmu di luar jam mengajarnya, misalnya dengan mengikuti seminar-seminar online kependidikan, mengikuti lomba-lomba menulis, pelatihan-pelatihan secara daring, dan kursus-kursus online seputar pendidikan yang tentunya akan bermanfaat bagi dirinya. Misalnya saja seorang guru bisa mengikuti kursus dan pelatihan daring yang bersertifikasi dari guruinovatif.id.

Apa Itu Guruinovatif.id?

Secara gampangnya agar mudah diingat, bahwa guruinovatif.id ini merupakan platform sertifikasi online untuk guru di Indonesia yang dimotori oleh HAFECS. Tujuannya adalah untuk peningkatan kompetensi metode pengajaran guru yang lebih kompeten dengan cara-cara digital. Tentunya semua proses kegiatan pengembangan guru selama melakukan pembelajaran di guruinovatif.id akan sangat menyenangkan karena akan dilatih oleh mentor atau tenaga kependidikan yang profesional sesuai bidangnya masing-masing.

Mengapa Harus Guruinovatif.id?

Saya rasa bahwa belajar melalui guruinovatif.id sangat penting sekali karena tuntutan zaman yang serba digital juga menuntut seorang guru untuk melek terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Tentu saja dengan kemampuan guru yang bisa menguasai IPTEK dengan baik, maka semua proses pembelajaran yang diampunya selama belajar dengan siswa tentu saja akan semakin gampang. Jadi intinya guru semakin melek teknologi dan tidak gaptek lagi. Selain itu, guru juga akan memperoleh nutrisi tambahan terkait dengan ide-ide mengajar, metode pengajaran yang tepat bagi siswa milenial yang hidup di era abad ke-21. Jadi tidak ada ruginya jika harus mencari ilmu melalui platform guruinovatif.id.

Kelebihan Apa Saja Yang Ada di Guruinovatif.id?

Ketika saya mengunjungi situs tentang.guruinovatif.id, maka saya menemukan banyak kelebihan yang disajikan pada situs tersebut. Yang saya sukai dari sajian materi pelatihan/webinar dan course dari guruinovatif.id itu ternyata ada yang gratis alias bisa mencoba dulu yang gratisan. Dan jika sudah punya biaya yang cukup maka para guru di Indonesia bisa mencoba mengikuti pelatihan, sertifikasi online, webinar atau kursus yang berbayar. Tentunya tidak pernah ada ruginya untuk mengikuti serangkaian proses belajar dan pengembangan kompetensi guru melalu portal Guru Belajar di guruinovatif.id yang merupakan besutan dari tim HAFECS karena peserta berbayar bisa mengakses ke semua fasilitas yang ada, instruktur yang berpengalaman telah menguasai materi, serta semua materi di online coursenya mudah untuk diaplikasikan pada kegiatan belajar mengajar guru.

Nah, berikut ini kelebihan dari belajar di guruinovatif.id ditinjau dari aspek apa saja yang bisa dipilih oleh rekan-rekan saya sesama guru:

#1. Sertifikasi Online 32JP (Jam Pembelajaran)

Untuk meningkatkan profesionalisme sebagai seorang guru, maka tersedia sertifikasi guru di guruinovatif.id dengan beban 32JP. Untuk mendapatkan layanan sertifikasi guru secara online ini, maka bagi para guru di seluruh Indonesia bisa memulainya dengan melakukan 3 tahapan yakni pendaftaran, mengikuti rangkaian program dan di tahap akhir akan mendapat sertifikat.

Adapun keunggulan mengikuti sertifikasi online di guruinovatif.id yakni kurikulum berkualitas mengikuti perkembangan kurikulum terbaru di Indonesia, materi penunjang dapat diakses selamanya, mengerjakan tugas secara online untuk memastikan bahwa ilmu yang didapat mudah dalam diterapkan, serta di akhir sesi pembelajaran para peserta akan mendapatkan sertifikasi online setara dengan 32JP. Tentu sertifikasi online ini sangat bermanfaat bagi para guru untuk berbagai kepentingan pengajaran. Untuk mendaftar course sertifikasi online, maka silakan bapak/ibu guru bisa mengklik tautan berikut ini: Online Certification. Kemudian, setelah itu bisa mendaftarkan akun terlebih dahulu baru setelah itu bisa memilih paket sertifikasi online dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp.95.000,00,-.

#2. Mini Course

Layanan belajar mini course dari guruinovatif.id memiliki beban mengajar sebanyak 16JP dengan variasi harga course mulai dari yang berbayar hingga ada yang gratis juga lho, mantap kan? . Adapun untuk bahasan materi dari mini course ini antara lain adalah PCK, HOTS untuk segala jenjang dan mata pelajaran (mapel) bersertifikasi 16JP.

Para guru yang mengikuti mini course dari HAFECS ini akan memperoleh banyak keuntungan seperti sertifikat 16JP yang diperoleh di akhir sesi setelah semua penugasan telah diselesaikan oleh peserta. Untuk sertifikat penyelesaian dan kelulusan peserta terdiri dari 2 jenis yaitu sertifikat penyelesaian ketika menyelesaikan video dan sertifikat kelulusan ketika menyelesaikan video beserta penugasan. Sangat menarik bukan?

Oya selain itu, peserta juga bebas selamanya untuk mengakses mini course selamanya, penugasan yang terstruktur dengan materi penunjang yang oke dan serta kurikulum terstandar dari pembuatannya sehingga guru di seluruh Indonesia akan mendapatkan pelatihan guru yang banyak manfaat dan tentunya tidak didapatkan dari lembaga course lainnya.

#3. Productivity Course

Para guru juga bisa mencoba productivity course premium dari guruinovatif.id dengan investasi hanya kisaran Rp.25.000,- dan akan mendapatkan berbagai keuntungan seperti dapat melihat seluruh video kursus, video kursus berkualitas HD, mendapatkan bahan belajar, dan mendapat e-sertifikat senilai 4JP di akhir pembelajaran. Selain itu, materi yang disajikan sangat berguna untuk guru di era abad 21 ini karena di productivity course banyak materi yang akan menambah keahlian dalam mengajar bagi semua guru yang mengikuti kursus ini. Misalnya saja ada kursus tentang cara penggunaan google classroom, pembuatan materi pembelajaran dengan animasi tertentu sehingga akan membuat siswa semakin tertarik untuk belajar, serta rumus-rumus dasar pada microsoft excel yang sangat dibutuhkan sekali bagi para guru untuk menginput nilai siswa, dan lain sebagainya. Jadi pastikan bapak/ibu guru dimana saja berada jangan terlewat untuk mengikuti productivity course ini ya?

#4. Webinar

Mengikuti webinar secara online dari lembaga course HAFECS ini juga sangat bagus untuk membangun relasi dan pemusatan pengetahuan agar semakin berkembang. Para peserta yang sudah mendaftar di webinar ini akan mendapatkan sertifikat 4JP di akhir rangkaian kegiatan pembelajaran. Macam-macam webinar yang bisa diikuti misalnya saja webinar tentang AKM melalui try out di sekolah, dan lain sebagainya.

Dalam sesi-sesi webinar yang diikuti, maka peserta dari kalangan guru/tenaga pendidik akan mendapatkan banyak keuntungan seperti webinar berkualitas dengan topik-topik seputar pendidikan yang sangat menarik karena menghadirkan para ahlinya langsung yang sekaligus juga paham tentang seluk-beluk materi yang disampaikan. Selain itu, biaya webinar juga terjangkau, fasilitas penunjang sangat mantap karena dari cara mendaftarnya saja sudah sangat mudah yakni lakukan pendaftaran, pilih webinar dan kemudian dapatkan fasilitas di webinar tersebut. Jadi, webinar online ini cukup bagus untuk diikuti karena akan memperkaya wawasan kita sebagai seorang guru yang ada di abad ke-21 ini. Untuk informasi lebih lanjut tentang webinar online, maka bisa cek disini ya: Course List.

Oya di guruinovatif.id juga terdapat fitur affiliate yang bisa bapak/ibu guru coba untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Syarat bergabung dengan program afiliasi guruinovatif.id adalah bapak/ibu guru harus sudah terdaftar dan mempunyai akun di guruinovatif.id serta melakukan minimum pembelian kursus Rp. 50.000,-.

Program Afiliasi guruinovatif.id bisa dicoba oleh bapak/ibu guru untuk memperoleh penghasilan tambahan.

Dari program afiliasi tersebut, maka bapak/ibu guru akan mendapatkan komisi hingga 20% dengan merekomendasikan layanan guruinovatif kepada rekan guru yang lainnya. Untuk bergabung dengan program afiliasi ini, silakan bisa klik tautan link berikut ini: Program Afiliasi Guruinovatif.id.

Tidak Perlu Ragu Lagi, Mari Bergabung Bersama Komunitas Terbesar Guruinovatif !

Tidak pernah ruginya untuk mengeluarkan uang (materi) serta mengikuti pelatihan-pelatihan, kursus atau webinar online yang diadakan oleh HAFECS melalui situs guruinovatif.id. Karena semua yang diikuti adalah bagian dari pentingnya seorang guru untuk terus mengupgrade pengetahuan, keterampilan (skill), moral, dan pengalamannya secara luas. Sama halnya seperti siswa, maka seorang guru juga bisa belajar dimana saja dan dengan siapa saja. Teruslah menjadi bagian dari guru pembelajar yaitu guru yang selalu haus akan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tidak pernah lelah untuk menuntut ilmu setiap waktu.

Bergabung bersama komunitas guruinovatif.id dengan mengikuti serangkaian pelatihan, webinar, dan kursus onlinenya juga sangat direkomendasikan untuk guru generasi abad 21 ini, karena dengan begitu maka guru setidaknya akan paham tentang teknologi-teknologi terkini seputar pendidikan yang bisa diterapkan selama mengajar ke peserta didik. Tanpa bekal yang cukup tentang penguasaan teknologi, maka guru akan semakin kurang inovatif dalam melakukan serangkaian proses belajar. Dan ini yang menjadi ketakutan saya ke depan bahwa jika guru-guru tidak melek teknologi maka guru-guru itu akan ditinggalkan oleh siswanya. Zaman semakin berubah cepat, guru pun harus dengan cepat merespon perubahan tersebut dengan lebih adaptif meningkatkan kompetensi dirinya secara baik. Pada Akhirnya, Semuanya Dari Guru dan Untuk Guru Itu Sendiri !

Sumber Referensi Pendukung:

*Artikel ini 100% telah lulus copyscape dan diikutsertakan dalam lomba blog Guruinovatif.id sesi ke-2. Terima kasih sudah menyimak artikel di atas dan semoga bermanfaat bagi semua pembaca setia di blog ini.

25 Comments
  • Supadilah S.Si 1:04 pm 18 Maret 2021 Balas

    Selamat pak Guru…keren semoga mutu guru semakin meningkat agar pendidikan Indonesia semakin maju.

    • Wahid Priyono 1:10 am 19 Maret 2021 Balas

      Terimakasih pak guru padil… sukses dan tetap semangat ya untuk kita sebagai guru terus memberi yang terbaik untuk peserta didik dan semua kalangan.

      • Sarieffe 4:18 pm 5 April 2021 Balas

        Portalnya lumayan keren ya, lagi butuh juga nih buat pengembangan metode mengajar yang menyenangkan di kelas. Terimakasih infonya pak

  • Susindra 1:41 pm 18 Maret 2021 Balas

    Menjadi guru di abad 21 harus inovatif. APalagi makin ke sini yang dihadapi adalah anak dari produk teknologi modern. Mereka jadi serba tidak sabar sekaligus merasa lebih tahu. Makanya para guru harus bisa meyakinkan mereka bahwa ia cukup inovatif serta menyesuaikan dengan trend.

    • Wahid Priyono 1:12 am 19 Maret 2021 Balas

      Betul sekali bu Susindra…zaman makin canggih ya, apalagi ini sudah muncul Artificial Inteligent yang hampir pekerjaan manusia bisa dilakukan oleh robot yang mempunyai kecerdasan buatan layaknya manusia. Nah, khawatirnya entah kapan bisa jadi tugas guru digantikan oleh AI ini jika guru tidak bisa mengembangkan skill-nya lebih jauh.

  • Aisyah Dian 3:54 pm 18 Maret 2021 Balas

    Keren pak wahid, yes pada akhirnya menjadi seorang guru adalah sarana beribadah untuk menuai pahala ya.. Keren keren pak

    • Wahid Priyono 1:14 am 19 Maret 2021 Balas

      Iya bu Aisya Dian. Karena peran/tugas kami sebagai guru juga bukan hanya sekedar sebagai pengais rezeki berupa uang, tapi lebih dari itu yakni mengisi gelas-gelas yang kosong agar sedikit2 semakin penuh dan berisi.

  • Tami 10:43 pm 19 Maret 2021 Balas

    Menjadi guru di era teknologi seperti sekarang tantangannya berat ya..di satu sisi segala sesuatunya menjadi serba mudah, di sisi lain harus berhadapan dg rasa malas pada proses karena anak yg terbiasa hidup serba instan.

    • Wahid Priyono 1:02 am 20 Maret 2021 Balas

      Nyata betul mbak 🙂

      • Waode_1453 3:10 am 20 Maret 2021 Balas

        Paltform guruinovatif.id ini jika berada di tangan guru yang tepat bisa jadi sebagai sarana untuk terus meng-upgrade kompetensi. Ini penting banget untuk guru zaman now yang harus bersaing dengan dunia digital dalam menarik minat siswa. Semangat para guru.

  • Annisa Tang 10:52 pm 19 Maret 2021 Balas

    Wah ada Pak guru ternyata di sini. Hehehee … Tapi pernah nggak sih Pak ada murid yang kadang bandelnya sampai bikin gurunya pengen nangis. 😅😅

    • Wahid Priyono 1:04 am 20 Maret 2021 Balas

      Ada memang siswa2 yg bandel itu pada guru2 tertentu saja. Siswa sekarang yg saya pahami banyak kayak bunglon gitu hehe

  • Nurhilmiyah 5:32 am 20 Maret 2021 Balas

    Setuju sekali bahwa menjadi guru inovatif di abad 21 ini bisa lebih mengembangkan diri ya Mas Wahid.. salah satunya dengan bergabung di aplikasi guruinovatif ya banyak tersedia fasilitas seperti productive courses, webinar, dan masih banyak lg ya

    • Wahid Priyono 12:01 pm 20 Maret 2021 Balas

      Iya betul sekali kak Nurhilmi..bahwa aplikasi guruinovatif.id ini sangat bagus untuk diikuti bagi guru2 di seluruh tanah air. Mudah2an guruinovatif dari HAFECS bisa jadi jembatan bagi guru agar terus berinovasi tanpa batas dan pada akhirnya berkontribus bagi perkembangan pendidikan di Indonesia agar jauh lebih baik.

  • ilmair 5:45 am 20 Maret 2021 Balas

    Tantangan guru di jaman sekarang ini besar ya Pak Guru, kompetensi dan profesionalisme pun harus terus ditingkatkan ya. Semangat terus mengajar ya, melahirkan generasi yang cerdas dan bermanfaat dunia dan akhirat aamiin

    • Wahid Priyono 11:59 am 20 Maret 2021 Balas

      Iya kak Ilmair makasih ya atas supportnya…hehe, insya Allah semampu saya akan memberi yang terbaik bagi peserta didik di sekolah.

  • Mutia Ramadhani 5:57 am 20 Maret 2021 Balas

    Fenomena guru honorer di Indonesia emang rata-rata menyakitkan ya Mas Wahid. Padahal pengabdian mereka, kalo kita lihat banyak cerita di daerah, masya Allah, bahkan ada yang rela gak dibayar. Saya salut. Semoga semakin banyak guru-guru inovatif di Indonesia di tengah kondisi negara kita yang tengah mengalami bonus demografi saat ini. Tentulah anak-anak kita butuh guru yang inovatif dan kreatif.

    • Wahid Priyono 11:57 am 20 Maret 2021 Balas

      Betul sekali kak Mutia bahwa tantangan guru era abad ke-21 ini memang cukup kompleks, karena tuntutan zaman yang semakin cepat. Belum lagi degradasi moral yang semakin menurun dari peserta didik adalah ancaman bagi guru untuk terus inovatif menciptakan pembelajaran yang lebih berkualitas. Makasih kak.

  • Andi Telaumbanua 6:18 pm 20 Maret 2021 Balas

    Situs guruinovatif memberikan manfaat kepada guru untuk bisa meningkatkan kualitas sehingga kemampuan yang ada bisa disesuaikan dengan perkembangan jaman

    • Wahid Priyono 1:26 am 21 Maret 2021 Balas

      Iyes…betul sekali kak tuntutan zaman membuat guru harus semakin inovatif.

  • Nanik Nara 9:47 am 27 Maret 2021 Balas

    Semoga kehadiran guruinovatif.id ini bisa memberikan warna dan juga peningkatan kompetensi pedagogik maupun profesional para guru. Keberadaan diklat dan ada sertifikatnya ini sebenarnya secara tak langsung meringankan tugas pemerintah juga. kewajiban memberi kesempatan guru untuk diklat minimal 2x setahun bagi pemerintah, sampai kini kayaknya belum bisa direalisasikan

  • Andayani Rhani 11:20 am 3 April 2021 Balas

    wah menarik banget nih platform guruinovatif.id sangat membantu untuk meningkatkan kompetensi guru dalam negeri

    • Wahid Priyono 2:17 pm 3 April 2021 Balas

      Iya kak. Guruinovatif.id inovasi terbaik karya anak negeri yang sangat berguna bagi para guru.

Write a comment to Aisyah Dian Cancel Reply