Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Tren Green Jobs Di Kalangan Milenial Untuk Sayangi Bumi dan Lingkungan

19 Maret 2021 Lomba Blog
Tren Green Jobs Di Kalangan Milenial Untuk Sayangi Bumi dan Lingkungan

Peran kita sebagai manusia saat ini sangat dibutuhkan bagi bumi yang kita huni. Melihat beberapa kejadian seperti perubahan iklim (suhu bumi naik akibat pemanasan global), pencemaran lingkungan dimana-mana, banjir, tanah longsor, deforestasi hutan, ikan paus mati di lautan Wakatobi memakan 5,9 kg sampah plastik ini telah membuktikan bahwa bumi kita sedang tidak baik. Bumi kita sebenarnya sedang menangis. Bumi kita sedang mengalami penurunan kualitas lingkungan dan sumber daya alam (SDA). Maka dari itu, dibutuhkan peran kita sebagai generasi muda milenial untuk ikut serta dalam kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup. Tentunya kita bisa melakukan langkah kecil untuk menyayangi bumi dan lingkungan, yaitu dengan turut mengkampanyekan “Green Jobs”.

Apa Itu Green Jobs?

Menurut International Labour Organization (ILO) bahwa green jobs menjadi lambang dari perekonomian dan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan mampu melestarikan lingkungan baik untuk generasi yang sekarang maupun yang akan datang. Green jobs juga menjadi agenda positif suatu negara atau kawasan untuk pembangunan sumber daya alam, sumber daya manusia, serta perekonomian berkelanjutan dan rendah emisi.

Menurut pengamatan saya di lapangan bahwa adanya green jobs ini sebenarnya bisa diambil peluang bagusnya yakni bisa membuka lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi pengangguran, sebagai prospek bisnis menjanjikan berbasis lingkungan, pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan melalui 1000 Gagasan, menjaga keberlanjutan hidup umat manusia, membantu pemulihan/pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, meningkatkan/menumbuhkan perekonomian rakyat secara berkelanjutan, serta membantu bumi untuk terus hijau dan bersih melalui penggunaan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.

Adapun untuk bidang-bidang yang bisa dikerjakan dengan upaya pelaksanaan green jobs untuk kita yang mengaku sebagai kalangan milenial antara lain:

  • urban farming;
  • pengolahan limbah dan daur ulang;
  • ecopreneur;
  • eco design architect;
  • electric car technician;
  • eco fashionpreneur;
  • solar panel technician;
  • waste management startup;
  • transportasi umum;
  • pemulihan stok dan konstruksi hijau;
  • pertanian dan produksi pangan berkelanjutan (organic food preneur);
  • kehutanan yang berkelanjutan beserta pencegahan segala bentuk deforestasi hutan;
  • pengelolaan manufaktur serta rantai pasokannya;
  • suplai dan efisiensi energi (energy startup);
  • pelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati (biodiversity).

Di negara kita Indonesia, maka green jobs ini sudah mulai diminati oleh kaum milenial sebagai talenta muda yang penuh inovasi dan kreativitas tanpa batas. Bahkan green jobs ini sudah dijadikan sebagai lahan penghasilan bagi milenial. Misalnya saja engineer serta teknisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di perusahaan-perusahaan yang sebagian besar dikerjakan oleh milenial membuktikan bahwa manusia Indonesia mulai sadar akan pentingnya energi baru terbarukan serta upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan tanpa menyakiti lingkungan hidup. Contoh lainnya misalnya banyak sekarang ini bermunculan milenial yang sudah mulai menerapkan sistem bertanam secara organik, bahkan urban farming di wilayah perkotaan maupun di desa-desa sebagai wujud kepedulian mereka akan bumi yang hijau dan tentunya peningkatan ekonomi lokal.

Langkah Kecil Yang Saya Lakukan Bersama Green Jobs Untuk Sayangi Bumi dan Lingkungan

Walaupun saya rasa ini bukan langkah besar, namun langkah kecil yang saya lakukan ini adalah bentuk partisipasi saya melalui green jobs untuk turut serta merawat bumi sekaligus memperoleh penghasilan tambahan dari apa yang saya lakukan.

Jadi saya melakukan urban farming di sekitar rumah dan sawah yang saya miliki. Di rumah pada spot tertentu saya mencoba berkebun tanaman apotek hidup yaitu dengan menanam jahe di wadah pot polybag, dan alhamdulillah dari apa yang saya tanam tersebut akhirnya bisa membuahkan hasil. Jadi, tanaman jahe saya ini sebenarnya banyak sekali, ada sekitar 50 pot polybag yang saya tanami jahe dan berhasil tumbuh subur dan baik. Upaya berkebun jahe ini saya yakini bahwa lingkungan di sekitar rumah semakin segar dan tidak panas, maka saya pun juga bisa mendapatkan hasil dari jahe yang saya panen.

Dokumentasi Pribadi: Tanaman jahe yang saya tanam daunnya sudah berwarna cokelat karena sudah mau mulai dipanen.

Jadi waktu saya panen jahe, dalam satu wadah pot polybag maka bisa menghasikan jahe dengan bobot 0,5 sampai dengan 1 kg. Itu artinya saya bisa memperoleh pemasukan uang senilai Rp.80.000/kg untuk jahe yang saya jual. Jika Rp.80.000 x 50 pot polybag, maka saya dalam satu kali panen jahe bisa memperoleh laba sekitar Rp.4.000.000,-. Cukup lumayan bukan untuk penghasilan tambahan bagi keluarga?. Teman-teman pun bisa mencoba cara saya ini di lahan tempat tinggal.

Selain jahe yang dipanen untuk saya jual, maka jahe tersebut juga saya buat menjadi minuman herbal yang bisa dikonsumsi sehari-hari jika dibutuhkan, jadi tinggal ambil saja karena memang stoknya sudah ada di kebun samping rumah. Karena mengonsumsi minuman herbal dari jahe ini sangat bagus sebagai antioksidan tubuh selama masa pandemi Covid-19. Dari beberapa referensi yang saya baca di internet, jahe juga kaya akan kandungan gingerol yang merupakan komponen khas pada jahe yang fungsi sebagai antiinflamasi (peradangan) serta dapat menghangatkan tubuh, mencegah mual, melancarkan saluran penceraan, detoksifikasi tubuh terhadap racun yang ada di usus besar (colon), dan masih banyak ragam manfaat yang lainnya. Jahe juga kaya akan kandungan vitamin, mineral, glukosa, serat, karbohidrat, protein, dan lemak yang tentunya baik untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

Dokumentasi pribadi: Dalam 1 polybag jahe yang saya tanam bahkan rimpang jahenya menyebarnya bisa sampai ke bagian dasar tanah, jadinya semakin banyak sekali hasil panennya.

Oya, untuk menanam jahe di wadah polybag ini bisa dilakukan oleh masyarakat desa dan juga teman-teman yang bertempat tinggal di area perkotaan. Lahan sempit pun bisa melakukan urban farming tanaman jahe ini lho. Jadi, siapapun kita bisa mencoba untuk membudidaya jahe. Cara menanamnya pun sangat mudah serta perawatannya pun praktis tidak terlalu sulit. Sebagai referensi tambahan, silakan teman-teman bisa baca tulisan di website saya berikut ini:

Dokumentasi Pribadi: Tanaman jahe sangat mudah ditanam di dalam wadah poybag dengan perawatan mudah dan cepat menghasilkan.

Nah, langkah kecil lainnya yang saya lakukan untuk proyek green jobs secara mandiri ini yakni berjualan bibit tanaman secara dropship melalui situs toko online pribadi saya yaitu https://toko.tipspetani.com/. Melalui toko ini saya menjual aneka macam jenis bibit tanaman buah-buahan, pupuk organik, dan juga beberapa benih tanaman. Dari pembuatan toko online ini alhamdulillah saya berniat ikut mengkampanyekan green jobs dan memotivasi orang lain untuk berbisnis ramah lingkungan serta menanam tanaman di sekitar tempat tinggalnya agar bumi yang kita huni makin segar dan bersih.

Selain itu, dari pembuatan situs utama https://tipspetani.com/ saya sebagai blogger green jobs juga mendapatkan penghasilan tambahan dari Google AdSense karena saya memasang iklan google tersebut di situs yang membahas topik-topik seputar pertanian. Jadi sambil saya menulis seputar pertanian di situs tersebut, maka saya juga mendapatkan pendapatan yang membantu perekonomian keluarga saya.

Nah, langkah kecil sayangi bumi dan lingkungan bersama green jobs di atas telah saya tekuni mulai sejak 6 tahun yang lalu hingga sekarang dan alhamduilah berjalan dengan lancar walaupun terkadang masih ada kendala yang perlu diperbaiki di sana sininya. Green jobs yang sudah saya coba ini ternyata prospek ke depannya cukup bagus dan tentunya bisa menghasilkan asalkan kita tekun dan ada kemauan untuk terus melangkah maju ke depan. Karena syogyanya, bagi saya pribadi sekecil apapun langkah yang kita berikan untuk bumi, itu jauh lebih berarti daripada tidak ada aksi nyata sama sekali.

Nah, kalau saya punya green jobs sebagai aksi nyata sayangi bumi dan lingkungan, maka teman-teman semua apakah sudah punya rencana membuka peluang usaha green jobs ke depannya? Bisa share yuk di kolom komentar supaya teman-teman yang lain jadi ikut termotivasi.

Dan terakhir saya ucapkan terima kasih sudah menyimak artikel sederhana ini, semoga bermanfaat ya?

Sumber Referensi Bacaan:

  • Madani. Tentang 1000 Gagasan. Diakses melalui situs https://madaniberkelanjutan.id/tentang-1000-gagasan.
  • International Labour Organization (ILO) tentang Green Jobs.
  • Koaksi Indonesia. 2019. Green Jobs: Pekerjaan Ramah Lingkungan. Diakses melalui situs https://coaction.id/green-jobs-pekerjaan-ramah-lingkungan/.
  • Kompas.com. 2018. Sampah Plastik 5,9 Kg Ditemukan dalam Perut Paus yang Mati di Wakatobi. Diakses melalui situs https://regional.kompas.com/read/2018/11/20/14571691/sampah-plastik-59-kg-ditemukan-dalam-perut-paus-yang-mati-di-wakatobi?page=all.
  • Nina Hertiwi Putri. 2020. Ragam Kandungan Jahe Yang Memberikannya Segudang Manfaat. Diakses melaui situs https://www.sehatq.com/artikel/ragam-kandungan-jahe-yang-memberikannya-segudang-manfaat
  • Desain dan tangkapan layar toko pertanian dan adsense payment oleh Wahid Priyono.

Taggs:
26 Comments
  • nurulrahma 9:59 am 20 Maret 2021 Balas

    keren banget green jobs ini
    sebagai blogger bukanbocahbiasa.com aku juga mendukung bgt semangat green jobs, supaya bumi makin nyaman dihuni

    • Wahid Priyono 11:51 am 20 Maret 2021 Balas

      Hallo kak Nurul, betul sekali nih saya pun begitu,,berharap pada generasi milenial saat ini untuk berkampanye Green Jobs dan bisa diterapkan dalam job-job penting di kehidupannya. Yang penting job yang ramah lingkungan dan turut mengembangkan ekonomi kerakyatan yang lebih berkelanjutan…

  • Hendra Suhendra 1:33 pm 20 Maret 2021 Balas

    Kalau seandainya jikalau seumpama misalkan Bumi bisa ngomong, dia pasti udah teriak kenceng banget dan melakukan protes.

    Penerapan Green Jobs ini dinilai cukup ampuh untuk membantu mengurangi rasa sakit si Bumi. Meski nggak bisa langsung pulih seratus persen, setidaknya ada sedikit perubahan ke arah yang lebih baik.

    Rajin sekali Pak nanem apotek hidup dengan memanfaatkan lahan yang ada. Kalau saya sendiri nanem tanaman, malah pada nggak tumbuh, karena kadang kelupaan untuk nyiram, hahaha… Makanya saya ini nggak berbakat banget ya untuk bercocok tanam. Ternyata jika ditekunin, bisnis tanaman apotek hidup cukup menjanjikan ya Pak.

    Saya sendiri belum punya planning untuk Green Job ini. Do’akan saja biar bisa segera mengikuti jejak Pak Wahid Priyono ini, aaamiiin…

    Terima kasih sudah berbagi Pak Cikgu

    • Wahid Priyono 5:37 pm 20 Maret 2021 Balas

      Hallo kak Hendra terimakasih ya yuk sama2 kita rawat bumi, edukasi melalui tulisan. Ayok kak nanem tanaman apotek hidup di sekitar rumah. Oya sy rekomendasiin coba nanem jahe aja kak. Bagus lho prospek green jobs untuk milenial. Cara nanemnya sudah kujelasin di link website pertanian sy di artikel.

  • Nur Asiyah 5:38 pm 20 Maret 2021 Balas

    Keren, memiliki pekerjaan yang bagus sekaligus mengajak orang lain untuk memiliki sifat ramah lingkungan dan cinta bumi. Apalagi pas pandemi banyak orang yang menumbuhkan jiwa-jiwa bercocok tanam. Pas sekali.

    • Wahid Priyono 1:25 am 21 Maret 2021 Balas

      Terima kasih kak nur aisyah.. yups kita bareng2 sayangi bumi dan lingkungan…

  • Fadli 8:30 am 21 Maret 2021 Balas

    Setelah membaca ini, saya jadi tertarik juga untuk menanam jahe di polybag. Ditanam, dirawat dan akhirnya dipanen untuk dikonsumsi sendiri, dijual atau dibagikan dengan tetangga. Sebuah contoh green jobs yang bagus banget, Mas.

    • Wahid Priyono 10:29 am 21 Maret 2021 Balas

      Silakan mas nyoba nanem jahe di wadah polybag. Ayo hijaukan lahan di sekitar rumah dengan tanaman apotek hidup.

  • Susindra 2:43 pm 21 Maret 2021 Balas

    urban farming;
    pengolahan limbah dan daur ulang;
    ecopreneur; dan menanam secara organik, itu hobi saya sebelum pandemi. Karena surpluss saya menjualnya di e-commerce. Lumayan juga
    Semoga kita bisa mengajak lebih banyak warga Indonesia dan dunia untuk kembali ke alam

    • Wahid Priyono 2:06 am 22 Maret 2021 Balas

      Keren ya bu, memang kita perlu banyak-banyak mengedukasi diri sendiri dan juga orang lain supaya lebih sadar serta peduli akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Salah satunya berkebun yang bisa cuan juga bagian penting dari green jobs berbasis pertanian berkelanjutan. Thanks sharingnya ya bu Susindra.

      • ilmair 3:18 am 22 Maret 2021 Balas

        Menanam itu menyenangkan ya Mas, apalagi kalau plus bisa jadi sebagai sumber penghasilan, atau green job. Sampai sudah diminati kalangan milenial juga ya, keren, cara mencintai bumi yang inovatif dan kreatif ya

  • enny 2:01 am 22 Maret 2021 Balas

    Ternyata kita bisa melakukan greenjobs dari hal-hal kecil saja ya. Alhamdulillah saya juga sudah melakukan menanam sayur dan bumbu dapur di halaman. Selain menanam tanaman hias, menanam sayur juga menyenangkan karena nanti bisa dipanen untuk dimasak atau dijual ^^

    • Wahid Priyono 2:09 am 22 Maret 2021 Balas

      Pastinya ya kak, apalagi ada tanaman hias di rumah dan juga jenis anekagaragam jenis tanaman sayur dan bumbu dapur pastinya sekeliling rumah jadi lebih segar dan bisa memeroleh hasil panennya untuk kebutuhan harian, dijual, atau dibagikan ke tetangga. Makasih sharingnya kak Enny.

  • Waode_1453 3:00 am 22 Maret 2021 Balas

    Menarik nih program green job untuk disosialisasikan. Anak muda biasanya udah underestimate duluan dengar kata2 bertani. Dianggapnya itu pekerjaan ‘rendahan’. Padahal d LN bnyak kaum muda yg sukses dri bertani. Keren pak terobosannya.

    • Wahid Priyono 11:14 am 22 Maret 2021 Balas

      Betul sekali kak kita perlu mencontoh negara lain yang tidak malu dengan bertani/berkebun… padahal prospek bisnis di bidang pertanian (urban farming,dll) sangat menjanjikan ya kak….thanks for sharingnya.

  • Nurhilmiyah 3:55 am 22 Maret 2021 Balas

    Salah satu upaya milenial dalam green jobs adalah Eco design architect, ini penting banget ya jadi mungkin saat membuat desain rumah atau merenovasi rumah dipikirkan mengenai sisi lingkungannya juga ya, sedapat mungkin tidak menyakit lingkungan seperti yang Mas Wahid tulis. Tfs Mas

    • Wahid Priyono 11:16 am 22 Maret 2021 Balas

      Iya betul kak, perlu bijak ketika akan membuka lahan/membangun rumah dan mempertimbangkan dampaknya bagi lingkungan hidup.

  • Munasyaroh 4:17 am 22 Maret 2021 Balas

    Bumi makin lama makin tua, banyak kerusakan dimana-mana. Dengan Green Jobs menjadi salah satu cara buat melestarikan Bumi kita

    • Aisyah Dian 12:39 pm 17 April 2021 Balas

      Green job keren banget nih kak. Saya terbiasa di rumah punya kebun luas tanaman apa-apa punya jarang banget beli sayur di pasar

  • Iim Rohimah 4:49 am 22 Maret 2021 Balas

    Meskipun belum bisa melakukan hal besar, saya turut mendukung green jobs juga lewat kampanye dan mulai memilah sampah di rumah. Penggunaan barang bekas juga saya coba lakukan supaya tidak terlalu memberikan beban bagi bumi.

  • Putu Sukartini 6:48 am 22 Maret 2021 Balas

    Bumi kita sudah tua
    Perlu perawatan ekstra setelah bekerja terlalu berat selama ribuan tahun dan menerima berbagai perlakuan tak ramah dari penghuninya yang bernama manusia
    Semoga dengan banyaknya generasi muda yang tertarik dibidang green job, akan membantu memulihkan kondisi bumi menjadi lebih baik

  • Bayu Fitri 9:18 am 22 Maret 2021 Balas

    Maslah sampah plastik ini peer banget ya ..semoga ada solusi penggunaan pembungkus berbahan ramah lingkungan deh ya supaya alam tetap terjaga kebersihannya

  • Lintang 12:16 am 23 Maret 2021 Balas

    Pelaksanaan Green Jobs yang lagi hits di kalangan milenial saat ini adalah penanganan limbah dan daur ulang. Seperti pembuatan kompos dari sisa sampah organik rumah tangga, regrow sayuran, bahkan pemanfaatan sampah plastik yang bisa dijadikan ecobricks.
    Kalau bukan kita yang menjaga bumi ini, apa yang akan kita sisakan untuk anak cucu nanti?

    • Wahid Priyono 1:38 am 23 Maret 2021 Balas

      betul sekali kak, hehe…. jaga bumi untuk anak cucu kita… 🙂

  • Jihan 5:25 am 20 April 2021 Balas

    Aku baru tahu green jobs juga akhir2 inii. Ketinggalan zaman bangett emang hehe.
    Keren juga lho konsepnyaa. Jadi semua bisa ambil peran untuk bumi sebnernya

  • […] tubuh sehari-hari. Selain itu, urban farming juga bisa menjadi simbol ketahanan pangan lokal, green jobs, mengurangi pengangguran, penyelamatan ekonomi keluarga dan lain […]

Write a comment