Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

10 Model Pembelajaran Terpadu yang Wajib Dicoba Oleh Guru dan Dosen

5 Desember 2020 Edukasi
10 Model Pembelajaran Terpadu yang Wajib Dicoba Oleh Guru dan Dosen

Pembelajaran terpadu (integrated approach) merupakan pendekatan yang melibatkan beberapa mata pelajaran yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Pembelajaran ini merupakan model yang mencoba untuk memadukan beberapa pokok bahasan (Beane, 1995 dalam Sa’ud, 2006).

Ditinjau dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik dan unit tematiknya, 10 model pembelajaran terpadu  yaitu :

1. Model Fragmented

Model fragmented adalah model pembelajaran tradisional yang memisah-misahkan disiplin ilmu atas beberapa mata pelajaran seperti Matematika, Sains, Ilmu Sosial, Bahasa dan Seni. Model ini mengajarkan disiplin-disiplin ilmu tersebut secara terpisah dan tanpa ada upaya untuk menghubungkan atau mengintegrasikannya. Model ini mengutamakan kemurnian disiplin ilmu tertentu. Model ini lebih cocok untuk tingkat SMA dan Universitas.

2. Model Connected (Keterhubungan)

Model Connected berusaha menghubungkan satu konsep dengan konep lain, topik satu dengan topik lain, satu keterampilan dengan keterampilan lain, ide yang satu dengan ide lain tetapi masih dalam lingkup satu bidang studi misalnya IPA atau IPS. Dengan model connected siswa lebih mudah menemukan keterkaitan karena

masih dalam lingkup satu bidang studi, tetapi kurang menampakkan keterkaitan interdisiplin.

3. Model Nested

Model Nested merupakan model yang memadukan berbagai bentuk keterampilan yaitu keterampilan social (social skill), keterampilan berpikir (thinking skill) dan keterampilan isi (content-specific skill) ketika membahas suatu topik. Dengan begitu keterampilan-keterampilan tadi “nested” bersama sama sebagai pengalaman belajar siswa.

4. Model Sequenced

Pada model Sequenced topik-topik atau unit-unit antar mata pelajaran diatur dan diurutkan secara tepat satu sama lain. Materi dari dua mata pelajaran yang berhubungan dapat diurutkan untuk diajarkan secara paralel.Topik-topik itu dapat

dipadukan pembelajarannya pada alokasi jam yang sama. Pembelajaran terpadu model sequenced ini ditempuh dalam upaya mengutuhkan dan menyatukan materi materi yang bercirikan sama dan terkait agar lebih utuh dan menyeluruh.

5. Model Shared

Model shared ini merupakan bentuk pemaduan  konsep atau ide pada dua mata pelajaran, sehingga menjadi konsep yang utuh terhadap konsep-konsep yang berserakan tersebut sehingga menuntun siswa untuk membuka wawasan dan cara berpikir yang luas dan mendalam melalui pemahaman terhadap konsep lintas disiplin ilmu.

6. Model Webbed (Jaring Laba-laba)

Model webbed ini mewakili pendekatan tematik untuk memadukan materi subjek. Model ini dimulai dengan menentukan tema yang kemudian dikembangkan sub temanya dengan memperhatikan kaitannya dengan bidang studi lain. Biasanya tema yang dipilih harus tema yang “fertil” yaitu tema yang memiliki kemungkinan keterkaiatan yang kaya dengan unsur atau konep lain. Tema yang fertil biasanya berupa pola atau siklus. Tema yang familier membuat motivasi belajar siswa meningkat dan memberi siswa pengalaman berpikir serta bekerja inter disiplin.

7. Model Threaded ( Pembelajaran Terpadu Bergalur)

Model Threaded merupakan model pemaduan kurikulum berfokus pada metakurikulum. Pembelajaran dengan model ini ditempuh dengan cara mengembangkan gagasan pokok yang merupakan benang merah (galur) yang berasal dari konsep yang terdapat dalam berbagai disiplin ilmu.

8. Model Integrated (Keterpaduan)

Model Integrated dimulai dengan mengidentifikasi konsep, keterampilan , sikap pada beberapa bidang studi. Tema hanya berfungsi sebagai konteks pembelajaran. Kelebihan model ini adalah hubungkan antar bidang studi jelas terlihat melalui kegiatan pembelajaran. Akan tetapi model ini menuntut wawasan yang luas dari guru dan karena terfokus pada kegiatan pembelajaran, terkadang mengabaikan target penguasaan konsep.

9. Model Immersed

Model Immersed dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungakan dengan medan pemakaiannya. Dalam hal ini tukar pengalaman sangat diperlukan dalam kegiatan

dan disiplin dengan mengaitkan gagasan-gagasan melalui minatnya. Pada model ini keterpaduan terjadi secara internal dan intrinik yang dilakukan oleh siswa dengan sedikit atau tanpa intervensi dari luar.

10. Model Networked

Model networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengendalikan kemungkinan pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi maupun konteks berbeda-beda. Belajar disikapi sebagai proses yang berlangsung secara terus menerus karena adanya hubungan timbal balik antara pemahaman dan kenyataan yang dihadapi siswa (Fogarty,1991).

Silakan anda baca juga artikel terakit berikut ini: Pengertian dan Tujuan Pembelajaran Terpadu (Integrated Approach).

Sumber Referensi:

(1). Karli dan Hutabarat. (2007). Implementasi KTSP Dalam Model-Model pembelajaran. Bandung: Generasi Info Media.

(2). Rustaman, N.Y dkk. (2004). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI.

(3). Sa’ud. Dkk. (2006). Pembelajaran Terpadu. Bandung: UPI Press.

(4). Sa’ud dan Suherman. (2006). Inovasi Pendidikan. Bandung : UPI Press.

(5). Sriyati, Siti. (2008). Integrated Approach. Makalah (Tugas Mata Kuliah Pengajaran Biologi Sekolah Lanjut, Sekolah Pasca sarjana UPI): Tidak diterbitkan.

Taggs:
Write a comment