Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Mari Gotong-royong Hadapi Pandemi Agar Tak Datang Lagi

13 September 2021 Health
Mari Gotong-royong Hadapi Pandemi Agar Tak Datang Lagi

Hidup di masa pandemi COVID-19 memang serba repot? ada seseorang yang dirumahkan karena perusahaan/kantor tidak lagi sanggup membayar karyawan. Ada lagi pelaku bisnis UKM/UMKM yang gulung tikar karena kehabisan modal serta mengalami defisit usaha. Ada lagi seseorang yang batal menikah karena pandemi COVID-19, dan masih banyak lagi kisah yang lainnya.

Bahkan, hidup di masa pandemi seperti sekarang ini bisa dibilang kurang leluasa karena semua aktivitas dibatasi. Contohnya saya yang merupakan guru Biologi SMA juga harus melakukan pembelajaran daring dengan para siswa dari rumah (Work from Home). Ditanya susah apa tidak belajar secara daring? saya jawab susah-susah gampang. Susahnya karena saya mengajar di kampung/desa, jadi sinyal internet sering tidak stabil sehingga boro-boro mau belajar pakai zoom/google meet atau aplikasi tatap muka lainnya.

Terkadang saya dan rekan-rekan guru lainnya harus berkunjung ke rumah siswa untuk mengambil tugas siswa, belajar bersama siswa secara kelompok bagi mereka yang mengalami kesulitan belajar (namun kami tetap mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah).

Selain itu, pandemi COVID-19 juga membuat semua orang menjadi khawatir akan masa depan. Khawatir akan hilangnya pekerjaan, bahkan semakin renggangnya silaturahim langsung dengan sahabat dan juga keluarga karena harus social distancing.

By the way, setiap kali saya menonton berita-berita di televisi, website Satgas Penanganan COVID-19 maka pandemi di Indonesia makin hari makin belum bisa terbendung secara maksimal. Itulah mengapa pravelensi kasus orang yang terkonfirmasi COVID-19 selalu ada setiap harinya. Hal ini tentu bisa saya bilang sebagai fenomena gunung es?

Maka dari itu, untuk melawan COVID-19 yang masih belum aman ini, maka satu-satunya cara yang paling ampuh yaitu gotong-royong antar lintas sektor baik antara pemerintah, tenaga medis, dan seluruh elemen masyarakat.

Pancasila dan Gotong-royong

Photo credit oleh RRI.

Gotong-royong merupakan budaya dan kepribadian bangsa Indonesia yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dahulu. Jika kita hidup di kampung/pedesaan, maka budaya gotong-royong masih bisa kita lihat, misalnya saat akan memasang atap rumah atau kerja bakti pembangun jalan, maka biasanya bapak-bapak, ibu-ibu, bahkan muda-mudi dalam satu kampung itu akan membantu hingga selesai.

Gotong-royong merupakan akar budaya bangsa, bagian dari ciri khas nilai dan norma positif yang sangat baik dan tidak boleh luntur ditelan waktu. Masyarakat harus menjaga tradisi leluhur ini sampai kapanpun. Kalau bukan kita generasi muda yang menjaga gotong-royong, lantas siapa lagi? Sebab, dengan gotong-royong inilah yang mampu memperkuat bangsa Indonesia.

Mengutip di halaman website BPIP Republik Indonesia bahwa pada butir Sila ke-5 Pancasila yakni “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” memiliki butir-butir pengamalan, salah satunya sikap gotong-royong yang diatur dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 dan sudah diperbaharui setelah Reformasi dengan Ketetapan MPR No. I/MPR/2003, yaitu:

  • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan;
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama;
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban;
  • Menghormati hak orang lain;
  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri;
  • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain;
  • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah;
  • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum;
  • Suka bekerja keras;
  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama;
  • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Bahkan, dalam ranah untuk kepentingan kesehatan bangsa dan negara, sikap gotong-royong ini bisa kita lakukan dengan cara membagikan masker dan hand sanitizer ke daerah yang berzona merah. Selain itu, gotong-royong mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah untuk mencegah penularan virus COVID-19 dari satu orang ke orang lainnya. Dan pemerintah sendiri sudah mengupayakan semaksimal mungkin agar kita sebagai masyarakat perlu menghiraukan anjuran prokes dari pemerintah tersebut untuk dilaksanakan agar kesehatan nasional semakin pulih. Harapan ini tentunya akan terwujud jika masyarakatnya tidak bandel dan tentunya mengikuti saran-saran terbaik dari pemerintah untuk menekan laju penyebaran COVID-19.

Merdeka Dari Pandemi COVID-19 Butuh Gotong-royong Kita Bersama

Suatu pekerjaan akan semakin cepat selesai jika dikerjakan secara gotong royong. Sama seperti kita ingin merdeka dari pandemi COVID-19 saat ini maka ini juga perlu kiranya kita semua sebagai elemen masyarakat untuk sama-sama gotong-royong agar pandemi ini segera berakhir.

Tanpa gotong-royong yang tersusun rapih, maka pandemi COVID-19 ini tidak akan pernah hilang. Maka dari itu, mari kita bahu-membahu untuk gotong-royong melawan COVID-19 dengan berbagai cara seperti:

1. Memakai Masker

Akhir-akhir ini menurut apa yang saya lihat, masyarakat di sekitar tempat tinggal saya mulai jarang yang memakai masker saat ke luar rumah. Tidak tahu alasan pasti mereka tidak mau memakai masker. Bahkan teman satu kantor saya pun ada yang sering melepas masker saat dikerumunan, padahal sudah saya nasihati, tapi masih bandel.

Padahal memakai masker itu banyak manfaatnya yaitu mencegah penularan virus COVID-19 dari satu orang ke orang lainnya.

pengalaman saya vaksinasi covid 19
Photo credit pribadi: Pengalaman saya vaksinasi COVID-19

Sehingga kemanapun kita berpergian atau saat keluar rumah, maka memakai masker ini dianjurkan dan sangat penting sekali. Cobalah buka mata hati kita untuk selalu mengenakan masker kemana saja kita berada, jangan egois ya? karena kita juga punya kewajiban menjaga orang di sekitar kita agar tidak terpapar virus COVID-19.

2. Menjaga Jarak Minimal Satu Meter

Tidak hanya penggunaan masker yang mulai diabaikan, maka saya juga melihat masyarakat kita yang sudah mulai tidak mengabaikan protokol kesehatan dari pemerintah yang satu ini. Padahal paparan virus COVID-19 ini akan semakin meningkat jika berada pada jarak yang berdekatan atau saling berkerumunan karena droplet virus COVID-19 ini dapat dengan cepat menyebar melalui udara ketika orang bercakap-cakap (ngobrol).

3. Mencuci Tangan Pakai Sabun

Mencuci tangan pakai sabun sebenarnya sudah diajarkan oleh guru kita sewaktu TK/SD. Saya masih ingat betul ketika duduk SD selalu rutin cuci tangan dengan sabun sebelum masuk kelas dengan sambil diarahkan oleh guru kelas. Nah, seharunya budaya cuci tangan pakai sabun ini tidak boleh hilang ya saat pandemi seperti sekarang ini.

Dengan mencuci tangan memakai sabun, maka tangan akan bersih, dengan begitu akan mencegah bakteri, virus, dan jamur yang akan tumbuh di telapak tangan. Karena jika tangan kita sudah tercemar bakteri/virus, maka tubuh akan mudah sakit terutama jika sistem imunitas tubuh kita sedang turun.

Gerakan mencuci tangan dengan sabun ini ternyata sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, dan tentunya kita harus gotong-royong bersama mengikuti anjuran pemerintah ini supaya terhindari dari COVID-19.

4. Melakukan Vaksinasi COVID-19

Vaksinasi COVID-19 yang diadakan oleh pemerintah untuk masyarakat ini tujuannya adalah baik yaitu demi kesehatan seluruh warga negara Indonesia. Apabila teman-teman semuanya diberikan kesempatan untuk melakukan vaksinasi COVID-19 gratis yang diberikan oleh pemerintah, maka ayo ikuti saja, karena ini demi kepentingan kita bersama, kita dalam posisi ini harus sama-sama gotong-royong antara pemerintah dan masyarakat.

Bahkan saya sendiri sudah melakukan vaksinasi COVID-19 tahap 1 dan 2, dan sudah beres. Namun, meskipun saya sudah melakukan vaksinasi bukan berarti saya sudah kebal dengan virus COVID-19, tapi saya juga tidak boleh lalai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, tentu saja saya harus patuh dan mengikutinya setiap hari.

Vaksinasi COVID-19 yang saya lakukan pertama kali yaitu menjelang H-3 bulan puasa ramadhan 1442 H (pada 12 April 2021). Saat itu saya melakukan vaksinasi pertama kali di Rumah Sakit Natar Medika, dengan alamat di kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Vaksinasi yang saya lakukan ini bersama teman-teman guru di sekolah. Proses vaksinasi cepat, praktis, dan tentunya tidak menimbulkan efek samping yang berarti. Oya, buat teman-teman yang takut jarum suntik maka tidak perlu takut, karena waktu disuntik itu rasanya tidak sakit, palingan cuma rasanya seperti digigit semut. Percayalah dengan apa yang saya katakan ini, tidak sakit kok!

Photo credit pribadi: Saya telah divaksin ke-1

Sementara itu, vaksinasi COVID-19 tahap kedua seingat saya dilakukan setelah lebaran. Jadi, sekitar tanggal 20 Mei 2021 saya melakukan vaksinasi di rumah sakit yang sama. Puji Tuhan,  vaksinasi COVID-19 tahap kedua ini berjalan lancar dan tidak ada kendala.

wahid priyono vaksinasi covid 19
Photo credit pribadi: Saya vaksinasi COVID-19 tahap 2

By the way, sedikit informasi untuk teman-teman atau masyarakat maka tidak perlu takut untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Percayalah vaksinasi COVID-19 ini aman dan tidak perlu ditakuti karena sudah ada uji klinis dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) dan dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

sertifikata vaksinasi COVID-19 milik saya
Photo credit pedulilindungi.id: Sertifikat vaksinasi COVID-19

Oya, buat teman-teman juga harus hati-hati dengan berita-berita hoax tentang vaksinasi COVID-19 ini. Kita tetap harus mendengar apa yang dianjurkan pemerintah dengan vaksinasi ini. Percayalah, vaksinasi COVID-19 yang dianjurkan pemerintah ini tentu saja bertujuan baik demi pemulihan kondisi ekonomi dan kesehatan masyarakat agar tidak rentan terinfeksi virus COVID-19.

Vaksinasi COVID-19 tahap 2 beres
Photo credit pribadi: Vaksinasi COVID-19 tahap 2 beres

Terakhir sebagai penutup dari tulisan saya ini, maka kita sebagai elemen masyarakat harus mau bergotong-royong dengan pemerintah serta pihak medis untuk menuntaskan pandemi COVID-19 ini. Tanpa adanya gotong royong tersebut maka pandemi akan selalu ada dan sulit untuk dicegah. Gotong-royong masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi secara bersama-sama ini ternyata membuktikan bahwa kita ini bangsa yang besar, peduli dan kuat.

#LombaBlogUnpar #BlogUnparGotongRoyong

Sumber Referensi:

Taggs:
11 Comments
  • Indi Sugar 10:38 pm 15 September 2021 Balas

    Tantangan sekolah online tuh salah satunya memang sinyal ya. Aku yang mendampingi satu anak sekolah setiap pagi kadang terganggu dengan sinyal yang tiba-tiba lemah, padahal lagi semangat, hahaha 🙂
    Semoga kita semua bisa bergotong-royong agar Covid 19 cepat berlalu, ya. Aku dan suami sudah vaksin, tapi tetap harus taat prokes. Semangat! 🙂

    • Wahid Priyono 3:59 pm 16 September 2021 Balas

      Setuju kak Indi, kalau kita telah beres vaksinasi COVID-19 tahap 1 maupun tahap 2, maka jangan lupa tetap menjalankan protokol kesehatan dari pemerintah…

    • Maria Soemitro 1:24 am 18 September 2021 Balas

      Selalu ada hikmah di Setiap peristiwa ya?
      Termasuk pandemi, budaya gotong royong menguat lagi

      Juga perilaku bersih dan gaya hidup sehat

  • Relinda Puspita 11:55 am 17 September 2021 Balas

    Lihat sertifikat vaksin, jadi ingat sertifikat vaksin keduaku belum terbit juga. Padahal udah 3 bulan dan kontak semua kanal pedullindungi.

    • Wahid Priyono 5:50 pm 17 September 2021 Balas

      Wah baru tahu nih kak kalo sertifikat vaksin bisa lama gitu terbitnya. Waktu itu saya cepet lho kak, sehari saja udah ada SMS dan bisa akses sertifikat vaksinasi ke-2. Mudah2an segera terselesaikan dan sertifikat vaksin ke-2 kak Relinda segera terbit, aamiin.

  • WIndi Astuti 2:13 pm 17 September 2021 Balas

    Kendalanya macam-macam ya pak untuk pembelajaran online. .berharap segera berlalu ini covid. Salah satunya ya vaksin bersama utk menghadapi covid 19

    • Wahid Priyono 5:48 pm 17 September 2021 Balas

      Yups, betul kak Windi, dengan melakukan vaksinasi COVID-19 untuk semua elemen masyarakat Indonesia, maka herd imunity nasional akan tercapai dan tentunya perlahan pandemi COVID-19 akan menurun.

  • Maria Tanjung Sari 6:49 pm 17 September 2021 Balas

    Tahun 2020 merupakan tahunnya untuk saya belajar mas. Belajar usaha karena suami terkena dampak pandemi. Semua kita jalani bersama, benar kata mas kalau gotong royong itu perlu banget bahkan dalam rumah tangga

  • Fenni Bungsu 8:31 pm 17 September 2021 Balas

    Tengah pandemi seperti ini memang langkah bagus untuk bergotong royong, bukan individualis. Sebab kita sama-sama saling membutuhkan satu sama lain

  • Okti 9:23 pm 17 September 2021 Balas

    Gotong royong dan kerjasama memang diperlukan dalam menangani pandemi. Kita tidak bisa kerja sebelah pihak. Emangnya virus bisa dikompromikan?
    Dengan sama-sama menjaga disiplin protokol kesehatan Insyaallah kita semua bisa terbebas dari pandemi ini

    Aamiin …

  • Intan Daswan 9:45 pm 17 September 2021 Balas

    Pandemi ini mengajarkan kita banyak hal, termasuk sikap empati dan simpati. Ketika kita mau bergerak saling gotong royong, baik itu meminimalisir penyebaran virus, maupun bergotong royong membantu sesama, saya yakin pandemi ini tidak hanya sekadar musibah, tapi juga memberi kita hikmah.

Write a comment