Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Mari Gotong-royong Hadapi Pandemi Agar Tak Datang Lagi

13 September 2021 Health
Mari Gotong-royong Hadapi Pandemi Agar Tak Datang Lagi

Hidup di masa pandemi COVID-19 memang serba repot? ada seseorang yang dirumahkan karena perusahaan/kantor tidak lagi sanggup membayar karyawan. Ada lagi pelaku bisnis UKM/UMKM yang gulung tikar karena kehabisan modal serta mengalami defisit usaha. Ada lagi seseorang yang batal menikah karena pandemi COVID-19, dan masih banyak lagi kisah yang lainnya.

Bahkan, hidup di masa pandemi seperti sekarang ini bisa dibilang kurang leluasa karena semua aktivitas dibatasi. Contohnya saya yang merupakan guru Biologi SMA juga harus melakukan pembelajaran daring dengan para siswa dari rumah (Work from Home). Ditanya susah apa tidak belajar secara daring? saya jawab susah-susah gampang. Susahnya karena saya mengajar di kampung/desa, jadi sinyal internet sering tidak stabil sehingga boro-boro mau belajar pakai zoom/google meet atau aplikasi tatap muka lainnya.

Terkadang saya dan rekan-rekan guru lainnya harus berkunjung ke rumah siswa untuk mengambil tugas siswa, belajar bersama siswa secara kelompok bagi mereka yang mengalami kesulitan belajar (namun kami tetap mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah).

Selain itu, pandemi COVID-19 juga membuat semua orang menjadi khawatir akan masa depan. Khawatir akan hilangnya pekerjaan, bahkan semakin renggangnya silaturahim langsung dengan sahabat dan juga keluarga karena harus social distancing.

By the way, setiap kali saya menonton berita-berita di televisi, website Satgas Penanganan COVID-19 maka pandemi di Indonesia makin hari makin belum bisa terbendung secara maksimal. Itulah mengapa pravelensi kasus orang yang terkonfirmasi COVID-19 selalu ada setiap harinya. Hal ini tentu bisa saya bilang sebagai fenomena gunung es?

Maka dari itu, untuk melawan COVID-19 yang masih belum aman ini, maka satu-satunya cara yang paling ampuh yaitu gotong-royong antar lintas sektor baik antara pemerintah, tenaga medis, dan seluruh elemen masyarakat.

Pancasila dan Gotong-royong

Photo credit oleh RRI.

Gotong-royong merupakan budaya dan kepribadian bangsa Indonesia yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dahulu. Jika kita hidup di kampung/pedesaan, maka budaya gotong-royong masih bisa kita lihat, misalnya saat akan memasang atap rumah atau kerja bakti pembangun jalan, maka biasanya bapak-bapak, ibu-ibu, bahkan muda-mudi dalam satu kampung itu akan membantu hingga selesai.

Gotong-royong merupakan akar budaya bangsa, bagian dari ciri khas nilai dan norma positif yang sangat baik dan tidak boleh luntur ditelan waktu. Masyarakat harus menjaga tradisi leluhur ini sampai kapanpun. Kalau bukan kita generasi muda yang menjaga gotong-royong, lantas siapa lagi? Sebab, dengan gotong-royong inilah yang mampu memperkuat bangsa Indonesia.

BACAAN LAINNYA:  Tidak Hanya Wanita, Laki-Laki Juga Perlu SADARI Risiko Kanker Payudara Sejak Dini

Mengutip di halaman website BPIP Republik Indonesia bahwa pada butir Sila ke-5 Pancasila yakni “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” memiliki butir-butir pengamalan, salah satunya sikap gotong-royong yang diatur dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 dan sudah diperbaharui setelah Reformasi dengan Ketetapan MPR No. I/MPR/2003, yaitu:

  • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan;
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama;
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban;
  • Menghormati hak orang lain;
  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri;
  • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain;
  • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah;
  • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum;
  • Suka bekerja keras;
  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama;
  • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Bahkan, dalam ranah untuk kepentingan kesehatan bangsa dan negara, sikap gotong-royong ini bisa kita lakukan dengan cara membagikan masker dan hand sanitizer ke daerah yang berzona merah. Selain itu, gotong-royong mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah untuk mencegah penularan virus COVID-19 dari satu orang ke orang lainnya. Dan pemerintah sendiri sudah mengupayakan semaksimal mungkin agar kita sebagai masyarakat perlu menghiraukan anjuran prokes dari pemerintah tersebut untuk dilaksanakan agar kesehatan nasional semakin pulih. Harapan ini tentunya akan terwujud jika masyarakatnya tidak bandel dan tentunya mengikuti saran-saran terbaik dari pemerintah untuk menekan laju penyebaran COVID-19.

Merdeka Dari Pandemi COVID-19 Butuh Gotong-royong Kita Bersama

Suatu pekerjaan akan semakin cepat selesai jika dikerjakan secara gotong royong. Sama seperti kita ingin merdeka dari pandemi COVID-19 saat ini maka ini juga perlu kiranya kita semua sebagai elemen masyarakat untuk sama-sama gotong-royong agar pandemi ini segera berakhir.

Tanpa gotong-royong yang tersusun rapih, maka pandemi COVID-19 ini tidak akan pernah hilang. Maka dari itu, mari kita bahu-membahu untuk gotong-royong melawan COVID-19 dengan berbagai cara seperti:

1. Memakai Masker

Akhir-akhir ini menurut apa yang saya lihat, masyarakat di sekitar tempat tinggal saya mulai jarang yang memakai masker saat ke luar rumah. Tidak tahu alasan pasti mereka tidak mau memakai masker. Bahkan teman satu kantor saya pun ada yang sering melepas masker saat dikerumunan, padahal sudah saya nasihati, tapi masih bandel.

BACAAN LAINNYA:  Pengalaman Saya Vaksinasi Covid-19 Tahap 1 di Rumah Sakit Natar Medica

Padahal memakai masker itu banyak manfaatnya yaitu mencegah penularan virus COVID-19 dari satu orang ke orang lainnya.

pengalaman saya vaksinasi covid 19
Photo credit pribadi: Pengalaman saya vaksinasi COVID-19

Sehingga kemanapun kita berpergian atau saat keluar rumah, maka memakai masker ini dianjurkan dan sangat penting sekali. Cobalah buka mata hati kita untuk selalu mengenakan masker kemana saja kita berada, jangan egois ya? karena kita juga punya kewajiban menjaga orang di sekitar kita agar tidak terpapar virus COVID-19.

2. Menjaga Jarak Minimal Satu Meter

Tidak hanya penggunaan masker yang mulai diabaikan, maka saya juga melihat masyarakat kita yang sudah mulai tidak mengabaikan protokol kesehatan dari pemerintah yang satu ini. Padahal paparan virus COVID-19 ini akan semakin meningkat jika berada pada jarak yang berdekatan atau saling berkerumunan karena droplet virus COVID-19 ini dapat dengan cepat menyebar melalui udara ketika orang bercakap-cakap (ngobrol).

3. Mencuci Tangan Pakai Sabun

Mencuci tangan pakai sabun sebenarnya sudah diajarkan oleh guru kita sewaktu TK/SD. Saya masih ingat betul ketika duduk SD selalu rutin cuci tangan dengan sabun sebelum masuk kelas dengan sambil diarahkan oleh guru kelas. Nah, seharusnya budaya cuci tangan pakai sabun ini tidak boleh hilang ya saat pandemi seperti sekarang ini.

Dengan mencuci tangan memakai sabun, maka tangan akan bersih, dengan begitu akan mencegah bakteri, virus, dan jamur yang akan tumbuh di telapak tangan. Karena jika tangan kita sudah tercemar bakteri/virus, maka tubuh akan mudah sakit terutama jika sistem imunitas tubuh kita sedang turun.

Gerakan mencuci tangan dengan sabun ini ternyata sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, dan tentunya kita harus gotong-royong bersama mengikuti anjuran pemerintah ini supaya terhindari dari COVID-19.

4. Melakukan Vaksinasi COVID-19

Vaksinasi COVID-19 yang diadakan oleh pemerintah untuk masyarakat ini tujuannya adalah baik yaitu demi kesehatan seluruh warga negara Indonesia. Apabila teman-teman semuanya diberikan kesempatan untuk melakukan vaksinasi COVID-19 gratis yang diberikan oleh pemerintah, maka ayo ikuti saja, karena ini demi kepentingan kita bersama, kita dalam posisi ini harus sama-sama gotong-royong antara pemerintah dan masyarakat.

Bahkan saya sendiri sudah melakukan vaksinasi COVID-19 tahap 1 dan 2, dan sudah beres. Namun, meskipun saya sudah melakukan vaksinasi bukan berarti saya sudah kebal dengan virus COVID-19, tapi saya juga tidak boleh lalai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, tentu saja saya harus patuh dan mengikutinya setiap hari.

BACAAN LAINNYA:  Betadine, Sahabat Setiaku di Rumah

Vaksinasi COVID-19 yang saya lakukan pertama kali yaitu menjelang H-3 bulan puasa ramadhan 1442 H (pada 12 April 2021). Saat itu saya melakukan vaksinasi pertama kali di Rumah Sakit Natar Medika, dengan alamat di kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Vaksinasi yang saya lakukan ini bersama teman-teman guru di sekolah. Proses vaksinasi cepat, praktis, dan tentunya tidak menimbulkan efek samping yang berarti. Oya, buat teman-teman yang takut jarum suntik maka tidak perlu takut, karena waktu disuntik itu rasanya tidak sakit, palingan cuma rasanya seperti digigit semut. Percayalah dengan apa yang saya katakan ini, tidak sakit kok!

Photo credit pribadi: Saya telah divaksin ke-1

Sementara itu, vaksinasi COVID-19 tahap kedua seingat saya dilakukan setelah lebaran. Jadi, sekitar tanggal 20 Mei 2021 saya melakukan vaksinasi di rumah sakit yang sama. Puji Tuhan,  vaksinasi COVID-19 tahap kedua ini berjalan lancar dan tidak ada kendala.

wahid priyono vaksinasi covid 19
Photo credit pribadi: Saya vaksinasi COVID-19 tahap 2

By the way, sedikit informasi untuk teman-teman atau masyarakat maka tidak perlu takut untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Percayalah vaksinasi COVID-19 ini aman dan tidak perlu ditakuti karena sudah ada uji klinis dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) dan dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

sertifikata vaksinasi COVID-19 milik saya
Photo credit pedulilindungi.id: Sertifikat vaksinasi COVID-19

Oya, buat teman-teman juga harus hati-hati dengan berita-berita hoax tentang vaksinasi COVID-19 ini. Kita tetap harus mendengar apa yang dianjurkan pemerintah dengan vaksinasi ini. Percayalah, vaksinasi COVID-19 yang dianjurkan pemerintah ini tentu saja bertujuan baik demi pemulihan kondisi ekonomi dan kesehatan masyarakat agar tidak rentan terinfeksi virus COVID-19.

Vaksinasi COVID-19 tahap 2 beres
Photo credit pribadi: Vaksinasi COVID-19 tahap 2 beres

Terakhir sebagai penutup dari tulisan saya ini, maka kita sebagai elemen masyarakat harus mau bergotong-royong dengan pemerintah serta pihak medis untuk menuntaskan pandemi COVID-19 ini. Tanpa adanya gotong royong tersebut maka pandemi akan selalu ada dan sulit untuk dicegah. Gotong-royong masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi secara bersama-sama ini ternyata membuktikan bahwa kita ini bangsa yang besar, peduli dan kuat.

#LombaBlogUnpar #BlogUnparGotongRoyong

Sumber Referensi:

Taggs:
111 Comments
  • Indi Sugar 10:38 pm 15 September 2021 Balas

    Tantangan sekolah online tuh salah satunya memang sinyal ya. Aku yang mendampingi satu anak sekolah setiap pagi kadang terganggu dengan sinyal yang tiba-tiba lemah, padahal lagi semangat, hahaha 🙂
    Semoga kita semua bisa bergotong-royong agar Covid 19 cepat berlalu, ya. Aku dan suami sudah vaksin, tapi tetap harus taat prokes. Semangat! 🙂

    • Wahid Priyono 3:59 pm 16 September 2021 Balas

      Setuju kak Indi, kalau kita telah beres vaksinasi COVID-19 tahap 1 maupun tahap 2, maka jangan lupa tetap menjalankan protokol kesehatan dari pemerintah…

    • Maria Soemitro 1:24 am 18 September 2021 Balas

      Selalu ada hikmah di Setiap peristiwa ya?
      Termasuk pandemi, budaya gotong royong menguat lagi

      Juga perilaku bersih dan gaya hidup sehat

      • Wahid Priyono 4:06 am 21 September 2021 Balas

        Iya kak Mari, dengan gotong royong maka semua akan tertolong !

        • Wanika 4:53 pm 7 November 2021 Balas

          Wah, pak Wahid sudah vaksin jauh-jauh hari sekali yaa. Saya saat ini masih akan menjalani vaksin dosis 1. Menjadi sangat tercerahkan setelah membaca artikel ini

    • Santi Suhermina 1:42 pm 22 September 2021 Balas

      Yes, setuju sekali pak guru. Jika semua rakyat Indonesia bergotong royong pasti pandemi akan segera berakhir dan anak2 bisa sekolah seperti dulu lagi. Yuk mulai dari lingkup terkecil. Dari keluarga kita sendiri

      • Wahid Priyono 7:37 pm 23 September 2021 Balas

        Betul sekali kak Santi, kita perlu bahu-membahu dan gotong-royong hadapi COVID-19. Kita harus bersatu dan tak boleh menyerah. Kita pasti bisa lalui pandemi ini dengan sebaik-baiknya.

        • uchi 10:21 am 8 Oktober 2021 Balas

          Iyaa, suka gemes liat mereka yang susah disuruh pake masker doang. alasannya ngga percaya covid .
          sementara yg lain pada berjuang nahan diri ngga kemana2 ngga ngumpul2 dan make masker meski sesak nafas dan berembun kacamatanya.
          Padahal gotong royong bikin kerjaan cpt selesai ya. begitu jg pandemi… gotong royong dalam kedisiplinan bikin wabah cpt menghilangnya. semoga….

      • Fenni Bungsu 2:21 pm 8 Oktober 2021 Balas

        Setuju kak Santi, dari lingkup terdekat dan terkecil bisa dimulai. Sehingga terbiasa dengan gotong royong pada lingkup yang besar

  • Relinda Puspita 11:55 am 17 September 2021 Balas

    Lihat sertifikat vaksin, jadi ingat sertifikat vaksin keduaku belum terbit juga. Padahal udah 3 bulan dan kontak semua kanal pedullindungi.

    • Wahid Priyono 5:50 pm 17 September 2021 Balas

      Wah baru tahu nih kak kalo sertifikat vaksin bisa lama gitu terbitnya. Waktu itu saya cepet lho kak, sehari saja udah ada SMS dan bisa akses sertifikat vaksinasi ke-2. Mudah2an segera terselesaikan dan sertifikat vaksin ke-2 kak Relinda segera terbit, aamiin.

  • WIndi Astuti 2:13 pm 17 September 2021 Balas

    Kendalanya macam-macam ya pak untuk pembelajaran online. .berharap segera berlalu ini covid. Salah satunya ya vaksin bersama utk menghadapi covid 19

    • Wahid Priyono 5:48 pm 17 September 2021 Balas

      Yups, betul kak Windi, dengan melakukan vaksinasi COVID-19 untuk semua elemen masyarakat Indonesia, maka herd imunity nasional akan tercapai dan tentunya perlahan pandemi COVID-19 akan menurun.

  • Maria Tanjung Sari 6:49 pm 17 September 2021 Balas

    Tahun 2020 merupakan tahunnya untuk saya belajar mas. Belajar usaha karena suami terkena dampak pandemi. Semua kita jalani bersama, benar kata mas kalau gotong royong itu perlu banget bahkan dalam rumah tangga

    • Wahid Priyono 4:08 am 21 September 2021 Balas

      Iya kak, gotong-royong rupanya penting ya baik dalam lingkup keluarga maupun negara. Gotong-royong hadapi pandemi dengan cara yang sudah saya sebutkan di atas tentunya akan bisa terwujud jika semua elemen masyrakat ikut bergerak.

  • Fenni Bungsu 8:31 pm 17 September 2021 Balas

    Tengah pandemi seperti ini memang langkah bagus untuk bergotong royong, bukan individualis. Sebab kita sama-sama saling membutuhkan satu sama lain

    • Wahid Priyono 4:09 am 21 September 2021 Balas

      Iya betul kak, menghilangkan ego pribadi demi kepentingan bersama aalah hal yang utama. Pandemi harus kita gotong dan selesaikan bersama antar stake holder, baik itu oleh pemerintah, dan elemen masyarakat secara umum.

    • Rafahlevi 8:44 pm 21 September 2021 Balas

      Di masa seperti sekarang ini, budaya orang Indonesia yakni gotong royong memang mesti digaungkan lagi. Semua mesti terlibat dan kooperatif. Supaya pandemi ini lekas hilang dan semua kembali seperti sedi kala

      • Wahid Priyono 7:40 pm 23 September 2021 Balas

        Betul sekali kak @Rafahlevi, bahwa budaya gotong-royong harus kita bangun lebih kuat lagi antar sesama teman, keluarga, dan masyarakat maupun pemerintah. Karena sejatinya bahwa pandemi COVID-19 ini adalah beban kita bersama dan harus kita tuntaskan secara bareng-bareng melalui jalan gotong-royong.

    • Shovya 7:00 am 22 September 2021 Balas

      Iyes, Kak. Pada masa pandemi ini kita harus gotong royong agar pandemi cepat terlewati. Mulai kesadaran diri untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dan saling bantu sesama sesuai kemampuan kita masing-masing agar keadaan kembali normal, bisa sekolah tatap muka dan kembali bekerja seperti biasa.

      • Wahid Priyono 7:43 pm 23 September 2021 Balas

        Iya betul kak @Shovya, gotong-royong penting saat pandemi seperti sekarang ini. Caranya mudah dengan mengikuti vaksinasi COVID-19 dan anjuran taat prokes saat keluar rumah. Aturan ini perlu kita ikuti dan diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pola hidup sehat dan bersih juga harus kita mulai dari diri kita dan orang terdekat kita.

        Btw, betul kak, kita sudah merindukan masa-masa dimana bebas bekerja dan berkarya dengan tenang setiap harinya tanpa ada hambatan seperti yang kita rasakan seperti pandemi saat ini. Sedih tapi kita perlu sabar dan mau gotong-royong bareng-bareng hadapi pandemi COVID-19. Mudah-mudahan pandemi segera berakhir.

    • Yanti Ani 12:27 pm 6 Oktober 2021 Balas

      Wah terbayang gimana capeknya mendatangi rumah murid satu-satu persatu untuk membantu mereka belajar. Saya setuju sekali hanya dg gotong royong semua ini pandemi bisa dilalui kalau tidak wah ntah kapan bisa berakhir

  • Okti 9:23 pm 17 September 2021 Balas

    Gotong royong dan kerjasama memang diperlukan dalam menangani pandemi. Kita tidak bisa kerja sebelah pihak. Emangnya virus bisa dikompromikan?
    Dengan sama-sama menjaga disiplin protokol kesehatan Insyaallah kita semua bisa terbebas dari pandemi ini

    Aamiin …

    • Wahid Priyono 4:11 am 21 September 2021 Balas

      Iya kak, penting banget untuk disiplin prokes 3M dimana saja kita berada.

  • Intan Daswan 9:45 pm 17 September 2021 Balas

    Pandemi ini mengajarkan kita banyak hal, termasuk sikap empati dan simpati. Ketika kita mau bergerak saling gotong royong, baik itu meminimalisir penyebaran virus, maupun bergotong royong membantu sesama, saya yakin pandemi ini tidak hanya sekadar musibah, tapi juga memberi kita hikmah.

    • Wahid Priyono 4:13 am 21 September 2021 Balas

      Betul kak Intan…pandemi ini telah mengajarkan kita banyak hal dan hikmah mendalam yang patut kita teladani. Sebagai manusia penting untuk ikhtiar menghadapi pandemi dengan kesabaran, rasa empati dan simpati antar manusia. Kita bisa kokoh dengan gotong-royong bersama hadapi pandemi COVID-19.

  • Ida Tahmidah 6:39 am 18 September 2021 Balas

    Masih banyak yang engga mau divaksin memang tantangan nih padahal pengen cepat bebas dari pandemi ya…

    • Wahid Priyono 4:15 am 21 September 2021 Balas

      Alhamdulillah keluarga kami bukan yang “anti vaksin”, jadi saat ada program vaksinasi dari pemerintah maka segera diikuti. Ini adalah bagian dari ikhtiar manusia untuk sehat dan terbebas dari penyakit COVID-19. Manusia hanya bisa berusaha dan berencana, selebihnya Yang Maha Kuasa-lah yang menentukan takdir terbaiknya.

  • Ririn Wandes Melalak Cantik 8:33 am 18 September 2021 Balas

    Pengennya tentu tidak ada lagi pandemi ini di negeri kita ya. Pergilah jauh-jauh dan jangan kembali. Saya sebagai pendidik juga lumayan repot dengan situasi di masa pandemi ini. Anak-anak pun makin malas belajar dan mengerjakan latihan. Bersama-sama semua harus semangat gotong royong dan tetap taat pada prokes.

    • Wahid Priyono 4:16 am 21 September 2021 Balas

      Iya kak betul itu harapan semua orang agar pandemi secepatnya berakhir. Kita butuh hidup normal seperti sebelum-sebelumnya.

  • moch ferry dwi cahyono 9:30 am 18 September 2021 Balas

    sudah dua kali mas wahid, alhamdulillah. meminimalisir dampak covid 19, salam sehat

    • Wahid Priyono 4:17 am 21 September 2021 Balas

      Iya sama mas Ferry, alhamdulillah saya juga sudah selesai vaksinasi COVID-19 tahap 1 dan 2, beres dan moga kita semuanya terus sehat. Tapi ingat, Prokes-nya gak boleh kendor ya, oke?

  • Nurul Sufitri 12:12 pm 18 September 2021 Balas

    Alhamdulillaah aku sekeluarga sudah divaksin lengkap 2x 🙂 Bergotong-royong berarti semua masyarakat harus sadar diri bersedia divaksin demi kesehatan bersama. Ga boleh sok kuat anti penyakit sehingga ga mau divaksin karena bisa menularkan penyakit pada orang sekitarnya.

    • Wahid Priyono 4:18 am 21 September 2021 Balas

      Iya kak nurul, alhamdulillah kalo sudah lengkap vaksinasi COVID-19-nya. Mudah2an keluarga terus sehat dan jangan kasih kendor untuk Prokes 3M-nya.

  • Brillie 4:41 pm 20 September 2021 Balas

    Alhamdulillah.. aku sekeluarga dan orang-orang di sekitarku juga sudah semuanya vaksin. Bahkan adik iparku yang sedang hamil 7 bulan juga sudah boleh vaksin covid-19, selama tensinya tidak tinggi. Tetapi walaupun begitu kita tetap prokes ketat sebagai bentuk ikhtiar.

    • Wahid Priyono 4:05 am 21 September 2021 Balas

      Wah keren kak Brillie, dan anggota keluarga sudah vaksinasi COVID-19. Semoga terus sehat-sehat selalu ya. Aamiin.

  • Erly Damayanti 6:21 am 21 September 2021 Balas

    Semoga pandemi makin lama makin berlalu, kasus covid di RS memang cenderung menurun tapi bukan berarti kita mulai lengah pertama tetap patuhi protokol dan jangan lupa vaksin, sebab saat ini segala aktifitas kita di tempat umum harus menunjukkan kartu vaksin

  • Reyne Raea 10:05 pm 21 September 2021 Balas

    Sedihnya itu ya, meski udah digalakan tentang menjaga jarak, entah mengapa masih banyak yang abai terhadap hal itu, pake maskerpun seadanya.
    Kadang saya sampai harus pura-pura batuk biar orang yang suka mendekat itu, kabur, hahaha

  • Fenni Bungsu 8:40 am 22 September 2021 Balas

    Ponakan daku masih separuh² sih belajar online nya sama PTM. Tapi PTM nya juga cuma beberapa jam aja. Namun tetap semangat, dan prokesnya jangan sampai lengah memang

  • Katerina 9:40 am 22 September 2021 Balas

    Benar, kita harus gotong royong untuk mencapai tujuan besar, yakni terbebas dari segala dampak buruk pandemi, dan pandemi itu sendiri pergi secepatnya dari negeri ini, dari muka bumi pada umumnya.

    Btw mas, amankah barcode pada sertifikat vaksin itu terpajang di sini? Mungkin baiknya dicoret juga untuk menghindari hal tak diinginkan terjadi.

    • Nanik Nara 3:01 pm 22 September 2021 Balas

      iya, barcodenya di blur atau dicoret aja mas. Tadi saya coba pindai pakai barcode scanner bisa terbaca jelas lho

      • Wahid Priyono 7:16 pm 23 September 2021 Balas

        makasih kak sudah mengingatkan, akan saya coba edit segera mungkin ya.

        • Sarieffe 4:05 pm 1 Oktober 2021 Balas

          Semoga kesadaran masyarakat meningkat ya mas, apalagi setelah diterapkan bermacam aturan, Prokes dan pembatasan mobilitas. Alhamdulillah saya sudah vaksin dan sedang menunggu antrean vaksin kedua

  • Annie Nugraha 11:44 am 22 September 2021 Balas

    PANCASILA itu memang sarat makna ya. Hampir semua sisi kehidupan, ideologinya lahir dan berdasar pada Pancasila. Bahkan hingga kita menangani dan menghadapi pandemi seperti ini. Konsep gotong royong demi kepentingan masa dalam jumlah yang lebih besar pun, jadi pemahaman yang sangat kuat dan bisa teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

    • Wahid Priyono 7:20 pm 23 September 2021 Balas

      Betul kak, PANCASILA dalam butir ke-5 silanya memang berisi amalan agar tiap orang untuk mempunyai sikap “gotong-royong” dalam berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat.

      • Annie Nugraha 2:21 pm 8 Oktober 2021 Balas

        Setuju banget Mas Wahid. Dengan bersama mengatasi segala kesulitan dan halangan, inshaAllah akan (jauh) lebih mudah

  • Mutia Ramadhani 2:33 pm 22 September 2021 Balas

    Alhamdulillah kasus Covid di Indonesia mulai melandai ya mas. Semoga tetap bisa dipertahankan dan gak perlu ada gelombang ketiga. Heuheu. Ngeri ini menjelang akhir tahun.

    Setuju, semangat gotong royong harus terus kita galakkan.

    • Wahid Priyono 7:23 pm 23 September 2021 Balas

      Betul kak, kasus COVID-19 bulan September ini memang cenderung melandai, mudah2an seterusnya akan seperti ini. Kejadian ini terjadi akibat masyarakat kita mulai sadar, gotong-royong antar elemen dan melakukan vaksinasi COVID-19 di puskesmas atau rumah sakit. Semoga pandemi segera berakhir. Aamiin.

  • Moch. Ferry 2:54 pm 22 September 2021 Balas

    Vaksinasi mendorong membentuk herd imunitas di masyarakat, semoga bermanfaat. Saya sudah mas wahid

    • Wahid Priyono 7:24 pm 23 September 2021 Balas

      Alhamdulillah kalo mas Ferry sudah lengkap vaksinasi COVID-19. Mudah2an semuanya kita akan sehat selalu, aamiin.

  • Eca Arun 3:09 pm 22 September 2021 Balas

    Aku udah melakukan semuanya nih. yang belum tinggal vaksin. Maybe next month sih. Aku suka kurang fit soalnya kak. But setuju banget sama konsep gotong royong ini. Sendiri aja ga akan bisa. Semua harus gerak.

    • Wahid Priyono 7:25 pm 23 September 2021 Balas

      Saya doakan mudah2an kak Eca segera vaksinasi COVID-19 agar herd imunity terbentuk dan bisa kebal dengan virus COVID-19.

  • Ririn Wandes Melalak Cantik 3:48 pm 22 September 2021 Balas

    Dalam butir-butir yang terkandung di dalam Pancasila pun sudah jelas juga ya bahwa kita ini harus bersatu. Oleh karena itu,tentu untuk mengatasi pandemi pun bersatu gotong royong juga donk.

    • Wahid Priyono 7:25 pm 23 September 2021 Balas

      Iya kak, dalam butir sila pancasila yang ke-5, memang kita perlu gotong-royong dalam berbagai hal di tengah2 kehidupan bermasyarakat.

  • Ratna Kirana 4:30 pm 22 September 2021 Balas

    Sampai sekarang juga harus tetap tertib memakai masker, huhuhu banyak banget yang udah gak dipakai. Cuci tangan juga semakin rajin aku hehe!

    • Wahid Priyono 7:26 pm 23 September 2021 Balas

      Alhamdulillah kak, pertahankan PROKES 3M ya kak, supaya diri kita, keluarga, dan orang sekitar semakin sehat dan terbebas dari COVID-19. Gaya hidup bersih dan sehat rupanya sangat penting sekali ya 🙂

  • Maria Soemitro 4:35 pm 22 September 2021 Balas

    setuju banget, kitapunya budaya gotong royong yang sering dilupakan

    padahal jelas banget tercantum dalam sila ke-5 pancasila.

    dengan gotong royong, kita akan mampu keluar dari setiap kesulitan

    • Wahid Priyono 7:28 pm 23 September 2021 Balas

      Iya kak Maria, betul bahwa budaya gotong-royong memang harus kita bangun kembali seperti yang diajarkan pada sila ke-5 Pancasila. Ayo gotong-royong hadapi pandemi COVID-19 dengan bahu-membahu antar elemen masyarakat, pemerintah dan tenaga medis (kesehatan). Semoga pandemi segera mereda agar hidup makin tenang.

  • Yuni BS 5:13 pm 22 September 2021 Balas

    Benar juga. Kalau kita sama-sama taat prokes, patuh untuk ikut program vaksinasi secara bersama-sama, kan pandemi jadi cepat kelar. Kalau cuma satu-dua orang yang patuh sementara yang lain abai ya sudahlah.

    Tapi di desaku, orang-orangnya sudah mulai mau antri untuk vaksin di puskesmas. Terlepas dari niat mereka yang ingin bepergian, yang penting mereka sudah mau vaksin kan berarti mereka sudah mau tetap sehat dan bebas dari pandemi.

    Semoga pandemi segera usai. Kita sehat semua.

    • Wahid Priyono 7:29 pm 23 September 2021 Balas

      Betul sekali kak Yuni, jika kita taat prokes dan melaksanakan vaksinasi COVID-19 adalah kunci kita sehat dan bisa mempercepat pemulihan kondisi kesehatan nasional dan perekonomian masyarakat.

      • Mutia Ramadhani 10:28 am 10 Oktober 2021 Balas

        Alhamdulillah sudah divaksin. Survive dua tahun tak satu pun saya, suami, dan anak-anak terpapar virus ini. ya Allah, semoga aja gak pernah ya mas. Mohon doanya.

        • Wahid Priyono 12:54 pm 10 Oktober 2021 Balas

          iya kak, saya doakan semoga keluarga kak Mutia dan kawan2 semua semoga sehat selalu, terbebas dari COVID-19.

  • Santi Suhermina 6:30 pm 22 September 2021 Balas

    Klo liat suntik vaksin begini saya jadi inget kejadian kemarin di tempat saya. Orang-orang pada antri vaksin tapi kok yaaa… Yg antri maskernya banyak yg pake seadanya. Udah gitu berkerumun bawa balita dan ada juga yg merokok. Duhh

    • Wahid Priyono 7:31 pm 23 September 2021 Balas

      Menurut saya kita jangan jadi manusia “anti vaksin” ya, namanya juga virus ukurannya milimikron, ya penting bangetlah kita ikuti anjuran pemerintah dengan vaksinasi COVID-19. Tujuan pemerintah ini baik lho, jadi ayo ikuti vaksinasi COVID-19.

  • Nur Asiyah 10:14 pm 22 September 2021 Balas

    Alhamdulillah sudah vaksin pertama dan menunggu vaksin kedua. Semoga covid lekas reda dan kita bisa lebih mempererat persaudaraan sebangsa setanah air.

    • Wahid Priyono 7:32 pm 23 September 2021 Balas

      Wah keren kak jika sudah vaksinasi tahap 1, mudah2an vaksinasi COVID-19 tahap 2-nya lancar ya kak Nur? aamiin. good luck and stay happy.

  • Enny 9:44 am 23 September 2021 Balas

    Pandemi ini memang harus dihadapi bersama-sama. Bukan hanya pemerintah dan stake holder terkait tapi juga kita masyarakat dan individu. Mulai saja dari hal kecil seperti mematuhi prokes dan ikut vaksin. Kalau semua melakukan tentu akan berdampak besar.

    • Wahid Priyono 7:34 pm 23 September 2021 Balas

      Setuju kak eny, saat ini yang diperlukan kita untuk pemulihan ekonomi dan kesehatan nasional akibat COVID-19 adalah dengan cara kita ikutserta dalam vaksinasi COVID-19 yang dianjurkan oleh pemerintah. Jangan lupa prokes 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak) adalah bagian harian kita yang tak boleh diabaikan. Kita harus sama2 gotong-royong hadapi pandemi sampai benar-benar kelar seutuhnya), aamiin. Yuk gandengan tangan kita semuanya.

      • Sitatur rohmah 8:35 am 2 Oktober 2021 Balas

        Saling menguatkan satu sama lain serta bergotong royong membantu pemerintah untuk mengurangi angka kematian disebabkan covid-19

  • Susindra 1:10 pm 23 September 2021 Balas

    Saya sudah melakukan keempatnya. Dan ya! saa setuju kalau itu adalah bagian dari gotong royong. Ini adalah watak dan karakter dasar kita. Sudah banyak terkikis tp bertahan di orang-orang yang mau belajar.

    • Wahid Priyono 7:36 pm 23 September 2021 Balas

      Betul kak, budaya gotong-royong perlu kita bangun lebih dalam, mulai dari hati, serta sikap kita sehari-hari.

      Mudah-mudahan langkah kita mudah untuk menghadapi pandemi COVID-19 yang sudah dua tahunan berjalan ini. Banyak hikmah yang bisa kita petik dengan adanya badai Pandemi COVID-19 sehingga kita bisa menjadi manusia pembelajar dan lebih mawas diri ke depannya.

  • nita juwithafina 12:42 pm 24 September 2021 Balas

    Alhamdulillah dirumah yang lom vaksin cuma si kecil saja..usia 7 tahun. Moga vaksin nya cepat keluar kajiannya jadi anak2 bisa aman 🙂

    • Wahid Priyono 6:06 pm 24 September 2021 Balas

      yups kak, kita juga berharap anak-anak juga bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19. Mudah2an kajiannya telah ada dan segera dikeluarkan izin resminya melalui kemkes dan WHO.

  • Nurhilmiyah 3:45 am 28 September 2021 Balas

    Gotong royong ini selain merupakan butir-butir pengamalan sila ke-5 Pancasilan, juga bisa dikatakan perwujudan sila ke-3 Pancasila ya. Yuk, konsisten terapkan prokes demi bangsa yang sehat dan berprestasi.

    • Aisyah Dian 6:21 pm 2 Oktober 2021 Balas

      Setuju sekali kak, yuks Kita saling bergotong royong agar covid 19 ini segera enyah dari bumi Kita dengan taat prokes, vaksin juga sebagai ikhtiarnya

  • Shafira-ceritamamah.com 12:06 pm 28 September 2021 Balas

    kemarin aku juga baru selesai vaksin kedua, alhamdulillah ya semoga semakin banyak masyarakat yang sadar penting sekali untuk vaksinasi wujud dari gotong royong pandemi ini

    • Wahid Priyono 9:53 am 7 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, memang penting banget ya vaksinasi COVID-19. Alhamdulillah kak klo sudah vaksinasi tahap 1 dan 2, tapi harus tetap jaga protokol kesehatan ya kak. Makasih sharingnya.

  • Inova Melisa 12:06 am 1 Oktober 2021 Balas

    Setuju kak, gotong royong sangat diperlukan agar pandemi bisa teratasi dengan baik ya kak. Semoga kita semua dimampukan untuk bergotong royong.Amin..

    • Wahid Priyono 9:55 am 7 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, aamiin sebagai bangsa yang menganut sistem gotongroyong dalam kehidupan bermasyarakat, maka kita perlu melaksanakannya sebagai bagian dalam hidup kita sehari-hari. Semoga kita dimampukan.

  • Lithaetr 7:26 pm 1 Oktober 2021 Balas

    Gotong royong perlu banget apalagi di saat seperti ini, tapi benar tetap perlu menjaga protokol kesehatannya, biar tetap aman dan sehat. Akh, semoga Indonesia lebih baik lagi kedepannya, aamiin

    • Wahid Priyono 9:57 am 7 Oktober 2021 Balas

      Iya kak, betul kita perlu gotong-royong secara bersama-sama untuk memulihkan kondisi kesehatan dan perekonomian Indonesia agar semakin bagus. Pandemi memang benar-benar mengancam kehidupan manusia, namun kita bisa kuat dengan bergotong-royong secara bersama-sama.

  • Mutia Ramadhani 12:10 am 2 Oktober 2021 Balas

    Semangat gotong royong bangsa kita masih mengakar dan kuat Mas Wahid. Kita bisa lihat bagaimana ramainya anak-anak muda yang jadi sultan di berbagai kota menyumbang dan berkontribusi untuk membantu pemulihan Covid-19 di Indonesia. Negara kita sangat terbantu dengan kehadiran mereka ini.

    Alhamdulillah saya udah divaksin. Malah rencana sebulan lagi mau cek imun untuk mengetahui tingkat efektivitas vaksin saya dan suami.

    • Wahid Priyono 9:59 am 7 Oktober 2021 Balas

      Iya betul kak, kaum milenial sukses, influencer, blogger, artist, dkk media semua ikut bergerak ya bersama2 gotong-royong hadapi pandemi ini. Kita pastinya bisa dong melewati semuanya ini secara bareng-bareng, mudah2an semua harapan besar bangsa kita benar-benar bisa terwujud, yaitu terbebas dari pandemi.

      • Mutia Ramadhani 3:12 pm 8 Oktober 2021 Balas

        Hari ini senang banget waktu Pak Anies mengumumkan dalam 24 jam, angka kematian Covid-19 di Jakarta nol. Wah, serasa harapan Indonesia bebas pandemi di depan mata. Alhamdulillah.

        • Susindra 10:27 pm 21 Oktober 2021 Balas

          Pandemi ini akan cepat berakhir dan ga akan datang ganggu lagi kalau warga Indonesia mau kembali ke konsep gotong royong.
          Tapi memang tak mudah. Saya sering mendapati balasan krik krik alias senyap kalau ajak vaksin/pakai masker.

    • Supadilah S.Si 6:14 am 11 Oktober 2021 Balas

      Keren ini Pak Guru. Sampai ke rumah siswa untuk ambil tugasnya. Semoga pandemi lekas pergi ya Pak Guru. Dengan gotong royong insyaallah semakin teratasi. Aamiin

  • Erly Damayanti 8:36 am 2 Oktober 2021 Balas

    Pentingnya partisipasi dari semua pihak untuk menjaga agar pandemi ini segera berlalu dengan vaksin dan selalu menjalankan prokes ketat demi kebaikan diri sendiri dan orang lain

    • Wahid Priyono 10:00 am 7 Oktober 2021 Balas

      Iya betul kak, Prokes, vaksinasi itu penting sekali, dan saya berharap tentunya semua elemen masyarakat dan pemerintah harus melakukan vaksinasi dan prokes ini secara merata dari hulu ke hilir. Tujuannya ya itu supaya pandemi segera mereda, herd imunity masyarakat terbentuk pastinya.

  • Asih Mufisya 8:43 pm 6 Oktober 2021 Balas

    Belajar online selama pandemi rasanya memang luar biasa. Tidak hanya orang tua, tapi juga guru kerja ekstra.
    Hadapi pandemi memang perlu ada kerjasama antar banyak pihak karena kita hidup saling memiliki keterikatan. Karena harapan kita semua sama, pandemi segera berlalu dan kondisi kesehatan kita terus terjaga.

    • Wahid Priyono 10:06 am 7 Oktober 2021 Balas

      Iya betul sekali kak Asih….intinya kita perlu bergotong-royong untuk hadapi pandemi ini secara bareng-bareng. Mudah2an pandemi ini segera berakhir….

  • Shyntako 9:47 pm 7 Oktober 2021 Balas

    semangat gotong royong harusnya jadi spirit kebersamaan yaa, jadi kita sadar peran masing-masing, taat prokes krn tahu ini demi kebaikan diri dan banyak orang

  • Ipeh Alena 10:53 pm 7 Oktober 2021 Balas

    Mudah-mudahan pandemi lekas usai. Jadi inget, dulu aja pas masih sekolah tatap muka, setiap pelajaran biologi selalu baru terlintas pertanyaannya pas udah selesai kelasnya. Terus nguber guru ke ruangan, demi mendapat jawaban. Lah pas sekolah online gini, pasti siswa juga bakalan mager kali ya buat chat setelah pelajaran selesai.

    Dan semoga aja ikhtiar vaksin dan semua prokes ketat bisa membawa berita dan harapan baru yang baik

  • Maria Soemitro 11:11 pm 7 Oktober 2021 Balas

    kita sering melupakan budaya turuntemuriun ini ya?

    Gotong royong!

    Padahal dulu, untuk panen, membangun rumah dll, kita selalu bergotong royong

    • Fionaz Isza 8:32 pm 8 Oktober 2021 Balas

      Alhamdulillah saat ini sekolah di sekitar tempat tinggal saya sudah mulai masuk semua, perlahan2 keadaan mulai kembali normal dan semoga pandemi segera berlalu

  • Yanti Ani 1:10 am 8 Oktober 2021 Balas

    Saya setiap keluar selalu menerapkan prokes sampai rasanya udah jadi bagian dari diri saya, tinggal di vaksin saja nih tunggu stok vaksin di kotaku ada.

  • Irra Octaviany 2:19 am 8 Oktober 2021 Balas

    vaksinasi dan memperketat protokol kesehatan merupakan langkah terbaik saat ini. supaya penyebaran covid bisa menurun dan berhenti. yuk vaksinasi!

    • Sita 2:55 pm 1 November 2021 Balas

      Ya memang ga bisa kalau kita jalan sendiri, padahal tiap orang punya pendapat sendiri juga. memang harus bersama-sama, gotong royong, supaya tujuan cepat tercapai

  • Moch. Ferry Dwi Cahyono 2:54 am 8 Oktober 2021 Balas

    Pandemi merupakan wabah yang terjadi hampir di seluruh dunia, sebagai salah satu upaya membentuk herd immunity maka vaksinasi, saya sudah dua kali mas wahid

  • Tanti Amelia 7:57 am 8 Oktober 2021 Balas

    Jaman now ga usah repot ya mas, gotong-royong saat pandemi seperti sekarang ini. Cukup dengan mengikuti vaksinasi COVID-19 dan anjuran taat prokes saat keluar rumah.

  • Nanik Nara 9:29 am 8 Oktober 2021 Balas

    Gotong royong, budaya masyarakat kita yang sudah ada sejak jaman dahulu kala. kembali menguat saat pandemi ini datang. Dengan bersama-sama, kolaborasi akan terasa lebih ringan kita melewatinya

  • Katerina 1:02 pm 8 Oktober 2021 Balas

    Pandemi ini masalah bersama, bukan masalah satu orang. Bahkan masalah global. Jadi memang semestinya diatasi bersama. Tidak bisa sendiri, satu kelompok saja, atau satu kota saja. Harus gotong royong bahkan bersama masyarakat dunia.

    Semoga dengan kekuatan bersama, virus corona ini pergi tak pernah kembali. Sehat selalu ya Mas Wahid. Tetap semangat dan kuat.

  • Anggraeni Septi 1:32 pm 8 Oktober 2021 Balas

    ya ampun bener banget tulisan ini, kadang kita lupa kalo gotong royong ada di sila ke 5 dan untuk mengeluarkan kita dari jeratan pandemi kita semua kudu gotong royong, termasuk program vaksin ini juga untuk kita semua. Untuk melindungi kita semua termasuk yang nggak bisa divaksin karena kondisi tertentu. Bagus banget tulisannya, calon juara 🙂

  • Meilia Wuryantati 2:26 pm 8 Oktober 2021 Balas

    Setuju bgt ini, jika semua rakyat bergotong royong hadapi Pandemi, niscaya kita akan terlindung dari virus ini dan semoga segera terbebas dari virus Covid aamiin

    • Akarui Cha 7:28 pm 8 Oktober 2021 Balas

      Iya ya, walaupun rasanya keadaan mulai jauh lebih aman dibandingkan pada bulan Juni dan Juli, namun tetap saja masih ada kasusnya setiap hari.

      Btw sekarang 5M sudah naik ke 6M lho buat protokol kesehatan di tanah air.

      Semoga makin banyak yang tergerak untuk melalukan vaksinasi biar kita sama sama lekas bisa berada dalam keadaan yang baik. Kalau bisa, ya pandemi lekas berlalu.

  • Aisyah Dian 3:33 pm 8 Oktober 2021 Balas

    Saya mingdep baru vaksin dosis kedua nih, semoga lancar semuanya Tanpa halangan.

    Yups setuju kak, Kita tetep harus prokes, pakai masker Dan jangan lupa vaksin lengkap

  • Nurhilmiyah 11:07 am 10 Oktober 2021 Balas

    Yuk kita sukseskan gerakan bergotong royong untuk atasi pandemi ini ya, sudah terlampau jenuh anak2 sekolah daring, pak guru…pinginnya ketemu langsung ama gurunya dan main di sekolahan

    • Sapti nurul hidayati 12:17 pm 12 Oktober 2021 Balas

      Bener banget, pandemi ini mengajarkan kita untuk tidak egois juga. Dan memang hanya dengan gotong royong semua terasa ringan. Ciri khas bangsa kita yang bikin kuat memang kegotongroyongan..

  • Nur Asiyah 10:07 pm 21 Oktober 2021 Balas

    Agak kesal juga sebenarnya saat orang-orang sudah vaksin tapi maskernya jadi pada turun. Bingung juga, tapi kalau diingat katanya saya yang berlebihan.

  • kornelius ginting 5:33 pm 1 November 2021 Balas

    yup.. beruntungnya kita memiliki falsafaf Pancasila dengan semangat gotong royongnya saya yakin kita akan mampu melewati pandemi dengan baik… sehat2 kita semua ya kak

  • rinie noe 10:04 pm 2 November 2021 Balas

    nggak kebayang datengin rumah murid satu per satu, tapi temen ku juga ngalamin begitu, apalagi krna ngajarnya di desam mau full online ga bisa, gadget dan sinyalnya terbatas bgt masihan kalo yang di desa2 dalem gitu

  • Ari Santosa Pamungkas 3:27 am 9 November 2021 Balas

    Oh iya ya, saling bekerja sama dengan padu dalam menghadapi pandemi ini bisa juga disebut dengan gotong royong yak. Bisa yuk kita semua pasti bisa melewati ini.

Write a comment