Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Membangun Konektivitas Bersama Semen Tonasa Yang Lebih Ramah Lingkungan

31 Oktober 2021 Lingkungan
Membangun Konektivitas Bersama Semen Tonasa Yang Lebih Ramah Lingkungan

Sebagian besar masyarakat kita, yaitu masyarakat Indonesia hanya mengenal satu jenis semen yaitu semen yang dipakai serta dicampur bersama air, pasir, maupun batu. Semen di dalam negeri banyak digunakan untuk pembangunan/infrastruktur dasar seperti untuk membuat rumah hingga infrastruktur berat seperti bendungan, jalan tol, jalan raya, dan jembatan hingga terowongan besar dan panjang berkilometer.

Secara umum, definisi semen yang kita kenal yaitu suatu “serbuk yang jika dicampur dengan air atau pasir akan mempunyai sifat perekat yang mampu mengikat bahan mineral menjadi suatu kesatuan komponen padat”. Sementara itu, kata cement berasal dari bahasa latin “cementum” yang berarti “pengikat atau perekat”.

Produk semen Portland di Indonesia telah diatur dalam Standar Nasional Indonesia, dan termasuk dalam kategori semen ber-SNI Wajib yang dilindungi oleh Undang- Undang Nomor 20 tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian.

Standar Nasional Indonesia tentang semen Portland di Indonesia pertama kali diterbitkan pada tahun 1994, yaitu “SNI 15 2049 1994 Semen Portland.” Sebelumnya telah diatur dalam Standar Industri Indonesia (SII) tahun 1978 dan NI 1964.

Mengenal Standarisasi Semen

Seperti kita ketahui bersama bahwa untuk bahan baku utama pembuatan semen yaitu pasir, batu kapur dan tanah liat/clay. Selain itu ada bahan tambahan untuk mengendalikan proses seperti pasir besi (meratakan panas) serta gypsum (mengendalikan pengikatan komponen di dalamnya). Seluruh bahan tersebut dibakar di dalam oven panas yang disebut KILN hingga mencapai titik panas bersuhu 15000C dan mengubahnya menjadi material yang disebut klinker. Klinker inilah kemudian digiling hingga menjadi halus dan menjadi semen siap pakai yang sering kita pakai untuk membuat konstruksi bangunan.

Dalam proses pembakaran bahan dasar semen dengan temperatur hingga 15000C, hal inilah yang sering menyebabkan semen dipandang sebagai material “kurang ramah“ terhadap lingkungan dan berkontribusi terhadap pemanasan global (global warming). Hal tersebut dikarenakan jumlah emisi gas karbon dioksida (CO2) yang telah dihasilkan setara dengan jumlah semen itu sendiri. CO2 adalah gas beracun yang paling dominan dalam proses pemanasan global, sehingga sering terkenal sebagai gas rumah kaca (green house gas).

Pada umumnya, semen Portland terdiri dari 3 jenis senyawa utama yakni oksida kalsium, oksida silica, dan alumina, selain dua senyawa lain yaitu sulfur dan besi. Kalsium dan silica berperan penting pada kekuatan serta keawetan beton, sedangkan alumina, sulfur dan besi berperan penting dalam proses pengikatan serta kecepatan hidrasi.

Untuk menyepakati sifat-sifat dari semen Portland di atas, maka disusunlah standarisasi semen Portland. Saat ini terdapat beberapa standar yang mengatur semen Portland yang diakui oleh negara-negara di dunia. Sebagai contohnya adalah American Society for Testing and Materials (ASTM) dan British Standards (BS).

Berdasarkan standar di Amerika (ASTM), setidaknya ada 3 standar umum yang mengatur yaitu:
ASTM C150 Portland Cement yang mengatur 6 jenis semen berdasarkan sifat fisik, mekanik dan komposisi kimianya;
ASTM C595 Blended Cement yang mengatur 5 jenis semen sifat fisik, mekanik, komposisi kimia (yang lebih longgar) dan jenis bahan tambahannya;
ASTM C1157 Performance Attributes of Cements yang mengatur enam jenis kinerja semen berdasarkan sifat fisik, mekanik, serta komposisi kimia (yang lebih longgar).

Ketiga standar semen tersebut yang mempengaruhi substansi dari SNI yang mengatur produk semen Portland yang umum dipakai di Indonesia, antara lain yakni:

  • SNI 2049:2015 Semen Portland (OPC) (ASTMC150);
  • SNI 0302:2014 Semen Portland Pozolan / PPC (ASTM C595) danSNI 7064:2014 Semen Portland Komposit / PCC (ASTM C1157).

Semen Portland

Semen Portland terdiri dari 5 (lima) tipe dengan perbedaan manfaat/kegunaan sebagai berikut:

  • Semen Portland Tipe 1 yaitu semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menggiling terak semen Portland utamanya yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama- sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan bahan tambahan lainnya;
  • Semen Portland Tipe II yaitu semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau kalor hidrasi sedang;
  • Semen Portland Tipe III yaitu semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi;
  • Semen Portland Tipe IV yaitu semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kalor hidrasi cukup rendah;
  • Semen Portland Tipe V yaitu semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap senyawa sulfat.

#1 Semen Portland Pozolan

Semen Portland pozolan yaitu jenis semen hidrolis yang terdiri atas campuran yang homogen antara semen Portland dengan pozolan halus. Semen ini diproduksi dengan menggiling klinker bersama-sama, atau mencampur secara merata bubuk semen Portland dengan bubuk pozolan. Bisa pula gabungan antara menggiling dan mencampur, di mana kadar pozolan 6% hingga 40% massa semen Portland pozolan tersebut.

#2 Semen Portland Komposit

Semen Portland komposit yaitu bahan pengikat hidrolis hasil penggilingan bersama-sama terak semen Portland dan gips dengan satu atau lebih bahan anorganik lain. Atau dengan kata lain yakni hasil pencampuran antara bubuk semen Portland dengan bubuk bahan anorganik lain. Bahan anorganik tersebut antara lain seperti terak tanur tinggi (blast furnace slag), pozolan, batu kapur, senyawa silikat, dengan kadar total bahan anorganik 6% – 35% dari massa semen Portland komposit.

Pada tahun 2019, Asosiasi Semen Indonesia (ASI) melaporkan terkait penjualan semen di Indonesia sebanyak kurang lebih 70 Juta ton, yang mayoritasnya yaitu semen OPC sebesar 36 juta ton dan PCC sebesar 33 juta ton, dan sisanya yaitu PPC serta semen Portland jenis lainnya.

Setidaknya hingga pada tahun 2020, telah dirilis data dua puluh produsen semen Portland yang mendirikan pabrik di Indonesia. Satu produsen semen, bahkan ada yang memiliki beberapa pabrik di beberapa lokasi yang berbeda. Mayoritas pabrik semen tersebut menghasilkan semen dengan tipe PCC dan OPC.

Penggunaan Semen Ramah Lingkungan

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, proses produksi semen ternyata mampu menyumbang gas sisa (emisi) terbesar dari kegiatan manufaktur (pabrik pembuatan semen), tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ditemukan di banyak negara di dunia.

Sebagai bentuk kontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca di dunia, maka negara kita, Indonesia meratifikasi Protokol Kyoto atas kerangka kerja PBB tentang perubahan iklim melalui Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2004 Tentang Pengesahan Kyoto Protocol To The United Nations Framework Convention On Climate Change (Protokol Kyoto Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Perubahan Iklim).

Protokol ini secara substansial berkomitmen untuk berupaya menurunkan emisi gas dari berbagai kegiatan persemenan. Undang-Undang tersebut lalu diturunkan menjadi peraturan yang lebih operasional, yakni:

  • Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2011 Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca;
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11 Tahun 2012 Rencana Aksi Nasional Mitigasi Dan Adaptasi Perubahan Iklim Tahun 2012 – 2020.

Dalam hal konektivitas dan pembangunan yang berwawasan lingkungan, Peraturan Menteri PU No. 11 tahun 2012, menyebutkan kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sub bidang jalan dan jembatan, yang salah satu penjelasannya meliputi upaya pasti dalam mitigasi perubahan iklim berupa penggunaan material jalan yang lebih ramah lingkungan.

Hal tersebut dapat diterjemahkan dengan memakai produk samping dari proses kegiatan industri sebagai material konstruksi pengganti semen Portland, sebagaimana yang diatur dalam Standar berikut ini:

  • SNI 2460:2014 Spesifikasi abu terbang batubara serta pozolan alam mentah/yang telah dikalsinasi untuk digunakan dalam beton (ASTM C618-08a, IDT);
  • SNI 6385:2016 Spesifikasi semen slag untuk digunakan dalam beton maupun bahan mortar.

Penggunaan semen Portland (OPC) dapat pula disubstitusi sebagian dengan menggunakan abu terbang berasal dari industri pembangkitan listrik, atau bisa juga memakai slag yang digiling halus/semen slag yang berasal dari industri logam mulia.

Penggantian (substitusi) tersebut dapat dilakukan tanpa mengurangi target kekuatan maupun usia dari infrastruktur yang dibangun. Bahkan penggunaan kedua produk samping tadi mampu memberikan nilai value lebih berupa penghematan biaya, peningkatan keawetan bahan, hingga kemudahan pelaksanaannya.

Sebagai contoh, dalam penggunaan abu terbang pada pekerjaan mass concrete mampu mengurangi biaya akibat proses pengendalian panas yang ditimbulkan apabila memakai metode mekanis (pipa dan pompa), sebab kemampuan abu terbang yang dapat menurunkan panas hidrasi pada bagian inti struktur beton.

Penggunaan abu terbang pada industri semen non OPC juga dapat dikolaborasikan dengan penggunaan PPC tipe I-PK atau PCC dengan mekanisme special blended cement. Penggunaan semen slag pada industri semen juga telah dimungkinkan melalui pemanfaatan Semen Portland Slag yang memenuhi standar SNI 8363:2017.

Penggunaan bahan-bahan substitusi ke dalam “blended cement”, nantinya akan menjadi bahan penyusun beton dinilai dapat menurunkan emisi gas rumah kaca, disebabkan karena substitusi tersebut mampu mengurangi energi yang kemudian akan diperlukan dalam pembakaran klinker untuk menghasilkan volume tertentu dari semen Portland yang telah diproduksi.

Potensi Penggunaan Semen Tonasa Portland Composite Cement (PCC) Juga Ramah Lingkungan

Apabila beton dengan semen Portland dalam penggunaannya, diberi suatu kriteria yang harus terpenuhi, sebenarnya tidak hanya capaian kekuatan (kuat tekan atau kuat lentur) yang harus dipenuhi, tetapi ada beberapa kriteria lain yang terkait erat dengan kebutuhan akan keawetan struktur (usia layan) dan kemudahan pelaksanaan.

Bahkan saat pembangunan Jembatan Pulau Balang sepanjang 968 m di Kalimantan Timur, maka dalam tahap konstruksi telah mengonsumsi semen Portland sebanyak kurang lebih 23 ribu ton atau setara dengan 24 ton per meter panjang. Sehingga dengan rencana pembangunan 70.000 meter jembatan baru, berpotensi mengonsumsi setidaknya sebanyak ± 1.600.000 ton semen Portland yang berkategori ramah lingkungan.

Kebutuhan untuk beragam kontruksi dan infrastruktur tersebut akan mudah dan lebih efisien untuk dicapai jika bahan-bahan atau semen yang digunakan yaitu bahan-bahan yang ramah lingkungan. Sebagai contohnya adalah semen Tonasa. Hal tersebut karena kandungan silika dan alumina dalam bahan-bahan semen Tonasa tersebut yang mampu memberikan proses pengikatan sekunder dalam mendukung proses utama dengan semen sehingga lebih kokoh dan kuat.

Semen Tonasa dengan alamat website www.sementonasa.co.id merupakan bagian dari Semen Indonesia Group (SIG) yang bermarkas di Pangkep, Sulawesi Selatan. Selain itu, Semen Tonosa juga memiliki pelabuhan di Biringkassi dan packing plant Mamuju, Palu, Bitung, Makassar, Sofifi, Samarinda, Kendari, Ambon, serta Celukan Bawang, Bali.

Semen tonasa ini juga telah mendapatkan berbagai penghargaan sebagai industri semen yang ramah lingkungan (green industry) yang pernah diperolehnya pada tahun 2018 dari Kementerian Perindustrian. Selain itu, pada bulan Januari 2020 juga meraih Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Ada banyak juga aksi nyata yang dilakukan oleh tim Semen Tonasa dalam pelestarian lingkungan hidup seperti penanganan limbah industri golongan B3, bekerjasama dengan Universitas di sekitar lokasi industri untuk pemantapan lingkungan hidup yang berkelanjutan dengan bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (Puslitbang LH) Universitas Hasanuddin, Makassar. Dan tentunya masih banyak lagi kiprah tim semen Tonasa dalam bidang lingkungan hidup serta aplikasi penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam mendukung kegiatan industri yang dijalankan.

Kesimpulan:

Peluang dalam pemanfaatan semen yang lebih ramah lingkungan memang harus lebih gencar disuarakan kepada masyarakat luas. Dikarenakan hal ini merupakan suatu bentuk dukungan dalam mewujudkan pembangunan nasional yang lebih berwawasan lingkungan, khususnya dalam upaya memitigasi perubahan iklim yang semakin tak menentu akhir-akhir ini. Ini sesuai dengan amanat yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 17 Tahun 2004 dan peraturan turunannya.

Semen Tonasa merupakan produk semen dalam negeri yang lebih ramah lingkungan dan kehadirannya memang benar dibutuhkan dalam membangun infrastruktur yang mendukung berbagai konektivitas pembangunan di dalam negeri. Penggunaan semen yang tepat akan mendukung program pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan serta peningkatan kemantapan jalan dan infrastruktur lain yang dibentuk oleh semen. Diseminasi serta sinergi dari semua pihak (stake holder) menjadi kunci untuk menyelesaikan isu lingkungan yang masih tersisa hingga hari ini.

Dengan menggunakan semen Tonasa yang lebih ramah lingkungan, maka tentu saja kita ikut berkontribusi dalam mewujudkan udara bersih serta lingkungan yang asri agar kelak kita bisa tersenyum ketika melihat anak cucu kita mendapatkan warisan lingkungan yang hijau, bersih, dan semakin lestari ke depannya.

Sumber Referensi:

  • Website resmi semen tonasa, tersedia secara online di situs: https://www.sementonasa.co.id/.
  • Akun Instagram Semen Tonasa, tersedia secara online di situs: https://www.instagram.com/ptsementonasa/.
  • Direktorat Jenderal Bina Marga, tersedia secara online di situs: https://binamarga.pu.go.id/.
40 Comments
  • Moch. Ferry 1:32 pm 2 November 2021 Balas

    Semen Tonasa memberikan sumbangsih ekonomi dan salah satu bahan bangunan terbaik

    • Wahid Priyono 8:45 am 4 November 2021 Balas

      Iya bener banget mas Ferry. Semen Tonasa sudah 53 tahun membangun negeri.

  • Reyne Raea 7:44 pm 2 November 2021 Balas

    Zaman sekarang, semua hal selalu berkaitan dengan hal-hal yang ramah lingkungan, salut banget deh dengan semangat banyak pihak demi menjaga kelestarian alam, termasuk Semen Tonasa ini 🙂

    • Lithaetr 7:25 am 3 November 2021 Balas

      Dikarenakan semen masih menjadi kebutuhan dasar untuk pembangunan, perlu banget untuk pengetahuan soal semen yang bisa ramah lingkungan seperti ini. Keren ih, semen tonasa.

      Semoga dengan memberikan pengetahuan seperti ini, bisa mengedukasi konsumen agar mau menggunakan semen ramah lingkungan. Sukses terus semen tonasa.

    • Wahid Priyono 8:46 am 4 November 2021 Balas

      Iya betul kak, semen Tonasa ini juga lebih ramah lingkungan, dan mereka juga mendukung upaya2 pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.

  • Shyntako 10:28 pm 2 November 2021 Balas

    wah saya jadi tau nih jenis semen yang tepat untuk membangun rumah, memang semen Tonasa ini sudah banyak berkiprah dalam berbagai proyek pembangunan di tanah air ini ya

    • Alif 6:38 am 3 November 2021 Balas

      Ada semen Tonasa, pembangunan di wilayah Timur jadi lebih mudah. Distribusi semen jadi lebih cepat dan terjangkau di ongkos

    • Wahid Priyono 8:48 am 4 November 2021 Balas

      Wah sama2 ya kak, saya juga akhirnya lebih paham tentang proses pembuatan semen, produk semen, dan merek semen seperti Tonasa, dll melalui artikel yang saya tulis.

    • Wahid Priyono 8:50 am 4 November 2021 Balas

      Iya betul kak @Shyntako, Semen Tonasa ini nyatanya memang sudah berkontribusi untuk bangsa dan negara. Juga peduli dengan isu-isu lingkungan hidup di Indonesia.

  • Sani 10:52 pm 2 November 2021 Balas

    Ramah lingkungan, ini yang penting jadi membangun tanpa merusak hehe. Sukses buat semen Tonasa, turut membangun Indonesia

    • Wahid Priyono 9:07 am 4 November 2021 Balas

      Iya kak, saya juga mendukung ke depannya kru semen Tonasa bisa jaya terus berkontribusi untuk pembangunan di Indonesia yang berwawasan lingkungan.

  • Maria G 12:09 am 3 November 2021 Balas

    baru tau kalo semen banyak jenisnya

    kirain cuma satu jenis untuk bikin rumah

    tapi dipikir lagi emang beda ya semen untuk rumah dengan untuk jembatan 😀

    • Wahid Priyono 9:12 am 4 November 2021 Balas

      Iya betul kak, semen Tonasa ini layak untuk pembuatan jalan tol, jembatan, dll.

  • Bayu Fitri 3:21 am 3 November 2021 Balas

    Saya baru tau ada pabrik semen Tonasa di luar Pulau Jawa..beruntung ya era saat ini pembangunan infrastruktur merata terutama di Timur Indonesia sehingga keberadaan pabrik Semen Tonasa juga ikut berkontribusi dalam membangun infrastruktur

    • Wahid Priyono 9:13 am 4 November 2021 Balas

      Iya betul kak, kontribusi semen Tonasa di Timur Indonesia sudah lama dan pastinya banyak juga bangunan yang tercipta berkat kontribusi semen Tonasa ini.

  • Yuni BS 7:57 am 3 November 2021 Balas

    Saat ini, kita memang amat sangat memikirkan lingkungan. Perubahan iklim membuat bumi semakin panas. Maka nggak heran untuk kepentingan pembangunan yang masih akan terus dikembangkan pun perlu memikirkan lingkungan.

    Salah satu yang bisa kita lihat dengan nyata adalah adanya semen yang ramah lingkungan begini.

    • Lia Lathifa 7:06 pm 3 November 2021 Balas

      Baca tulisan mas Wahid yang lengkap aku jadi tau semen dan segala pendukungnya jadi semen berkualitas seperti semen Tonasa ini. Mantaplah ada semen di Sulawesi. Di sini ada pabrik semen tapi udah ganti jadi nama.

    • Wahid Priyono 9:14 am 4 November 2021 Balas

      Betul kak, tanggap terhadap perubahan iklim yang makin ekstrem penting saat ini dan semua pihak harus bekerja untuk mengendalikan hal ini agar bumi ke depannya semakin membaik.

  • ria buchari 11:21 am 3 November 2021 Balas

    keren banget ini semen Tonasa sudah ramah lingkungan, kontribuasinya jg sudah banyak ya, sukses terus untuk semen Tonasa 🙂

    • Wahid Priyono 9:15 am 4 November 2021 Balas

      Yups kak, semen Tonasa sudah lama terkenal kokoh, kuat dan terpercaya di kalangan masyarakat.

  • Yanti Ani 12:18 pm 3 November 2021 Balas

    Suami saya bekerja sebagai pembangun dan penjual rumah, saya baru tahu kalau semen tonasa ini bagus sekali dan akan saya share pada suami 🙂

    • Wahid Priyono 9:16 am 4 November 2021 Balas

      Iya silakan bu Yanti, dishare ke suami ibu info di atas.

  • Mutia Ramadhani 2:23 pm 3 November 2021 Balas

    Yupssss, kita harus dorong perusahaan-perusahaan semen untuk lebih ramah lingkungan, seperti Semen Tonasa ini. Jika Semen Tonasa yang di Timur sudah segini jauh langkahnya, maka di Barat kita juga harus dorong Semen lainnya. Sempurna sudah kontribusi Indonesia memitigasi perubahan iklim lewat BUMN2 semennya.

    • Wahid Priyono 9:18 am 4 November 2021 Balas

      Iya kak memang harus ada kerja semua pihak untuk mendorong perusahaan semen lebih ramah lingkungan. Lebih peduli juga dengan isu2 tentang lingkungan.

  • Annie Nugraha 2:24 pm 3 November 2021 Balas

    Tadi sempat baca kalau SEMEN TONASA ini ternyata sudah ada sejak 1968. Berarti sudah 50tahun lebih berkarya untuk negara dan banyak proyek infrastuktur yang sudah ditangani. Jadi kalau bicara soal kualitas, tentunya mereka sudah memiliki itu dengan baik.

    Semoga kedepannya SEMEN TONASA bisa jauh lebih baik. Baik dari kualitas produk beserta inovasinya, kemapanan manajemen dan juga kepedulian akan lingkungan.

    • Wahid Priyono 9:19 am 4 November 2021 Balas

      Umurnya udah lama ya berdirinya semen Tonasa ini. Artinya sudah banyak berkecimpung di dunia persemenan dan masih bisa bertahan hingga hari ini adalah suatu kesyukuran yang luar biasa pastinya.

  • Desi 2:58 pm 3 November 2021 Balas

    semen tonasa ini, baru denger namanya, tp ternyata udah ada sejak 50 thn yg lalu ya mas. sukses trus dan membawa manfaat lebih banyak untuk Indonesia

    • Wahid Priyono 9:20 am 4 November 2021 Balas

      Iya harapan saya juga begitu. Mudah2an industri semen Tonasa ini bisa terus berjaya dan mampu memajukan Indonesia dalam bidang infrastruktur/pembangunan di dalam negeri.

  • Keke Naima 3:21 pm 3 November 2021 Balas

    Perubahan iklim ini bahasannya luas dan masalahnya kompleks banget, ya. Bahkan dalah hal memilih bahan bangunan, seperti semen, juga harus memilih yang ramah lingkungan. Pastinya saya dukung. Supaya bumi semakin sehat

    • Wahid Priyono 9:21 am 4 November 2021 Balas

      Iya setuju kak. Semen ramah lingkungan penting untuk mendukung lingkungan tetap asri dan bumi semakin berseri.

  • Fenni Bungsu 4:14 pm 3 November 2021 Balas

    Jadi inspirasi nih, dengan semen Tonasa yang menghadirkan semen ramah Lingkungan.

    Kontribusi yang seperti ini, kudu dicontoh karena masa depan bumi yang lestari menjadi tanggung jawab bersama

    • Wahid Priyono 9:23 am 4 November 2021 Balas

      Betul banget kak, selain untuk mendukung arah pembangunan nasional, maka industri semen harus lebih sadar akan isu lingkungan ke depannya. Selain mendapatkan finansial dari bisnis yang dijalankan, juga penting mengedepankan arah kebijakan lingkungan, serta pelestarian lingkungan ke depannya.

  • Lia Yuliani 4:29 pm 3 November 2021 Balas

    Semen Tonasa ini bagus ya, ramah lingkungan. Sudah banyak juga berkontribusi dalam pembangunan infrastructur di Indonesia bagian Timur

    • Wahid Priyono 9:24 am 4 November 2021 Balas

      Yups, semen Tonasa ini memang sudah banyak kontribusinya untuk infrastruktur daerah di Timur Indonesia.

  • Ratna Kirana 8:06 pm 3 November 2021 Balas

    Luar biasa ya semen tonasa kontribusinya dalam membangun negeri. Semoga pembangunan di seluruh Indonesia semakin maju rata.

    • Wahid Priyono 9:25 am 4 November 2021 Balas

      Aamiin kak, semoga saja dengan semen Tonasa arah pembangunan Indonesia makin membaik.

  • Sumiyati Sapriasih 8:03 am 4 November 2021 Balas

    wah … ternyata semen Tonasa sudah banyak membantu dalam pembangunan infrstruktur indonesia ya … semoga makin banyak lagi semen tonasa berkiprah dalam pembangunan

    • Wahid Priyono 9:26 am 4 November 2021 Balas

      Yups kak, mari kita mendukung idustri semen Tonasa ini agar terus berjaya dan mampu menjadi penyelamat lingkungan hidup dengan produk semennya yang lebih ramah terhadap lingkungan.

  • Irra Octaviany 2:18 pm 5 November 2021 Balas

    Selama ini aku cuma tahu satu atau dua merk semen aja. Ternyata sekarang ada juga semen yang ramah linkungan ya. Bisa jadi alternatif kalau nanti mau bagun rumah nih..

  • Anggraeni Septi 9:00 pm 8 November 2021 Balas

    dirgahayu semen tonasa, semoga terus kontribusi untuk pembangunan indonesia timur dan menginspirasi perusahaan semen lainnya untuk memproduksi semen yang ramah lingkungan, sehingga bumi tetap sehat dan lestasi 🙂

Write a comment