Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Menjadi Guru yang Aktif, Produktif dan Sehat Alami Di Tengah Pandemi

12 Desember 2020 Health
Menjadi Guru yang Aktif, Produktif dan Sehat Alami Di Tengah Pandemi

Selama 6 tahun aktif mengajar sebagai guru Biologi di SMA Yadika Natar di kawasan Lampung Selatan, baru kali ini saya merasakan pembelajaran siswa dilakukan secara daring. Hal ini terjadi karena Indonesia sedang dilanda suatu wabah yaitu Covid-19.

Sebelum Covid-19 mewabah, biasanya saya mengajar di sekolah secara langsung (tatap muka), namun kali ini ada sesuatu hal yang berbeda. Dan tentunya ini menjadi pengalaman berharga bagi saya sebagai guru yang tentunya tidak akan terlupakan seumur hidup.

Dok.Pribadi: Saat saya belajar tatap muka di Laboratorium Biologi/Praktikum bersama siswa-siswi saya sebelum pandemi Covid-19 datang.

Belajar secara daring dengan siswa secara virtual tentu saja membutuhkan effort yang banyak, serta memakan banyak waktu, sumber daya, serta kerja otak yang tidak pernah henti. Bahkan, tugas saya sebagai guru yang mengajar secara daring ini menjadi tugas yang cukup banyak dan kadang melelahkan. Saya harus menyiapkan materi pembelajaran daring, membuat bahan ajar, membuat soal penilaian akhir semester (PAS), meng-upload soal ke media daring, mengoreksi, sesekali datang ke sekolah untuk rapat dan lainnya juga membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Bahkan, mata saya cukup lelah ketika harus menatap layar komputer, hape, maupun laptop yang cukup lama ketika pembelajaran daring berlangsung. Badan juga kadang sering pegal-pegal dan kaku, kepala juga terasa berat jika diajak berlama-lama nongkrong di depan meja kerja. Rasa bosan seringkali melanda, dan memang butuh refreshing tubuh dan otak supaya lebih fresh. Kejadian semacam ini menurut saya bukan sesuatu hal yang aneh, dan memang ini seringkali dialami oleh pekerja kantoran lainnya, termasuk teman sekantor saya.

Oleh sebab itulah, saya merasa bahwa penting sekali menjaga kesehatan di tengah kesibukan belajar secara daring ini. Intinya jangan sampai sakit dan berupaya untuk tetap tampil prima.

Cara Saya Menjaga Pola Hidup Sehat Selama Pandemi Covid-19

Untuk menjaga kesehatan tubuh yang prima saat aktif belajar daring di tengah pandemi, maka saya selalu menjaga pola hidup sehat. Saya tidak pernah telat sarapan pagi. Dan sarapan pagi bagi saya adalah wajib hukumnya. Dari sarapan pagilah, energi saya terbentuk dan dapat memulai aktivitas rutin harian. Dari sarapan pagi juga saya memeroleh banyak manfaat seperti tidak pernah sakit maag, serta kondisi tubuh tetap sehat. Makan siang, makan malam juga penting saya lakukan secara teratur, intinya jangan sampai telat makan biar tubuh gak sakit-sakitan. Saya selalu memasukkan menu makanan seimbang untuk disantap setiap hari bersama keluarga baik jenis makanan dari bahan berkarbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan juga konsumsi air putih yang cukup untuk menghidrasi tubuh. Terutama saya selalu mengonsumsi sayuran dan buah, karena terbukti banyak kandungan antioksidan yang bagus untuk menjaga kesehatan. Selain itu, saya juga selalu mengurangi memakan makanan junk food (makanan cepat saji) seperti mie instan, snack-snack yang mengandung banyak MSG, minuman pewarna dengan pemanis buatan serta yang bersoda saya hindari sebab tidak bagus juga bagi kesehatan.

Dok.pribadi: Mengonsumsi makanan bergizi dan sehat penting untuk membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh selama pandemi.

Selain menjaga pola makan sehat, saya juga tidak melupakan olahraga dan istirahat yang cukup. Biasanya saya rutin olahraga badminton dengan teman-teman satu kampung, atau dengan teman-teman saya di gor pelita Bandarlampung. Saya lakukan olahraga badminton ini seminggu 3x, dan ini saya lakukan karena penting juga tubuh mendapatkan haknya untuk tetap sehat. Istirahat saya lakukan secara tepat waktu, dan saya tidur malam lebih rutin yakni pukul 21.00 WIB. Sehingga jika tidur saja rutin, maka keesokan harinya ketika bangun tidur, maka badan akan kembali bugar/fit. Kemudian saya bisa melanjutkan pekerjaan mengajar secara daring bersama siswa-siswi tercinta. Kuncinya saya juga menghindari yang namanya begadang dan kelola stres dengan baik.

Aktif dan Produktif Dengan Minuman Herbal Alami

Selain menjaga pola hidup sehat seperti yang dijelaskan sebelumnya, saya juga biasanya mengonsumsi minuman herbal sebagai suplemen pendukung kesehatan. Minuman herbal ini tentunya berasal dari ekstrak tanaman herbal yang bagi saya sangat penting sekali dikonsumsi untuk membantu menjaga stamina, serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit. Dengan daya tahan tubuh (imunitas) tubuh yang baik, tentu saja pekerjaan-pekerjaan daring yang saya lakukan akan semakin produktif, dan tentunya saya semakin aktif bekerja tanpa adanya kendala kesehatan.

Ngomongin soal tanaman herbal (biofarmaka), saya jadi percaya memang tanaman herbal ini baik bagi tubuh karena tidak mengandung senyawa kimia buatan. Saya percaya juga bahwa Indonesia memang kaya akan tanaman herbal. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS: 2019), menyebutkan bahwa jahe adalah tanaman biofarmaka kelompok rimpang yang mempunyai luas panen paling tinggi pada tahun 2018 yaitu sebesar 10.205,03 hektar. Urutan kedua adalah tanaman kunyit dengan luas panen sebesar 7.481,80 hektar. Contoh tanaman biofarmaka antara lain kunyit, jahe, kencur, mengkudu, mahkota dewa, lidah buaya, sambiloto, dan lain sebagainya.

Dan menariknya, sejak dulu tanaman herbal ini sudah digunakan oleh nenek moyang kita sebagai jenis tanaman obat yang bisa menyembuhkan macam penyakit. Adapun bagian tanaman obat yang dijadikan bahan dasar umumnya pada bagian akar, umbi (rimpang), daun, batang, bunga maupun bijinya.

Cara aplikasi tanaman herbal yang diajarkan nenek moyang kita dulu bermacam-macam yaitu dengan cara diusapkan, diminum, atau dibalurkan pada bagian yang sakit. Dan cara pembuatannya memang masih terbilang konvensional yakni diambil ekstraknya, direbus, diperas dan diambil sari patinya, atau diiris-iris tipis kemudian dikeringkan di bawah terik matahari.

Melihat kekayaan alam Indonesia dengan potensi tanaman biofarmaka yang cukup tinggi dan berguna dalam bidang kesehatan, maka banyak perusahaan industri obat yang menjadikannya sebagai minuman herbal. Industri modern obat tentu saja menginginkan cara memproduksi obat tanpa cara yang sederhana seperti yang dilakukan oleh nenek moyang kita dulu. Tentu saja peralatan yang dipakai harus terstandar dan menghasilkan ekstrak sari murni alami.

Salah satu industri obat yang sudah terstandar yaitu Konimex yang sudah berdiri sejak tahun 1967. Salah satu produk handalannya kini adalah Herbadrink yang merupakan bagian dari minuman herbal yang praktis cepat saji.

HerbadrinkBe herba, be healthy” adalah minuman herbal resep asli Indonesia. Diproses menggunakan teknologi modern, diolah dari bahan-bahan alam (tanaman herbal pilihan) tanpa bahan pengawet, serta dikemas secara praktis dengan tetap mempertahankan rasa dan khasiatnya yang baik untuk kesehatan salah satunya untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Dan ketika saya menyeduh Herbadrink Sari Jahe dengan air hangat ternyata ketika saya cium baunya harum dan khas jahe banget. Selain itu, Herbadrink Sari Jahe ini menurut saya diperut nyaman, badan semakin bugar, otot-otot leher dan pundak saya semakin rileks dan gak tegang, bikin badan hangat serta mata melek.

Dan sebagai informasi tambahan, saya biasanya beli Herbadrink ini secara rutin di Chandra Supermarket di daerah Kemiling, Kota Bandarlampung. Saya belinya perpack dengan isi 3 box Herbadrink dan bonus 1 cangkir Herbadrink dengan harga total Rp.33.500,-. Karena memang sebenarnya Herbadrink yang saya beli ini awalnya khusus untuk spesial Lebaran Idul Fitri, jadi pas beli rutin ya dapatnya cangkir terus (dan stoknya sampai sekarang masih tersedia (perpack besar)).

Oya kelebihan dari minuman herbal Herbadrink ini tanpa bahan pengawet lho, tersertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta masing-masing produknya memiliki izin dari BPOM RI sehingga aman dan baik bagi tubuh, sehingga bisa diminum secara rutin setiap hari. Saya sendiri sudah rutin mengonsumsi Herbadrink sejak lebaran dan bahkan selama pembelajaran daring berlangsung.

Dok.pribadi: Segarnya minum Herbadrink setiap hari sambil menemani siswa belajar daring 🙂

Tersedia beragam varian rasa Herbadrink, yaitu ada Sari Jahe, Sari Temulawak, Kunyit Asam, Chrysanthemum, Kunyit Asam Sirih Plus Madu, Lidah Buaya, Beras Kencur, Kopi Ginseng, dan Wedang Uwuh.

  • Sari Temulawak Herbadrink dengan Curcumin yang terkandung di dalam Temulawak, membantu memelihara fungsi hati, meningkatkan daya tahan tubuh serta memperbaiki fungsi pencernaan;
  • Chrysanthemum Herbadrink ekstrak bunga krisannya membantu meredakan panas dalam ditambah madu yang bermanfaat menyegarkan tubuh;
  • Sari Jahe Herbadrink terbuat dari ekstrak jahe, yang membantu menghangatkan dan memberikan efek relaksasi pada tubuh, meredakan masuk angin, kembung, serta mengurangi rasa mual;
  • Kunyit Asam Herbadrink diolah dari kunyit asam segar, yang bermanfaat untuk mengatasi masalah haid dan mengatasi masalah bau badan;
  • Lidah Buaya Herbadrink membantu memelihara kesehatan fungsi pencernaan, melancarkan BAB, sebagai pencahar, dan mengobati sembelit tanpa efek samping atau efek mules;
  • Kunyit Asam Sirih plus Madu Herbadrink memiliki kandungan kunyit asam segar serta tambahan sirih dan madu. Sejak dulu dipercaya untuk membantu mengatasi masalah haid, dan menjaga kesehatan organ kewanitaan;
  • Wedang Uwuh Herbadrink, hasil racikan jahe, kayu secang, kayu manis, biji pala, minyak cengkeh, dan minyak sereh, yang membantu menghangatkan dan menyegarkan badan, dan menyembuhkan masuk angin;
  • Kopi Ginseng Herbadrink adalah paduan nikmat antara ekstrak ginseng dan kopi, yang bermanfaat untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh;
  • Beras Kencur Herbadrink, hasil olahan beras kencur segar, yang bermanfaat untuk menghangatkan dan menyegarkan badan setelah bekerja keras, berolahraga, dan melakukan perjalanan jauh.

Dan bagi penderita diabetes (kencing manis) yang ingin mengurangi konsumsi gula, maka tidak perlu khawatir, karena bisa menikmati Herbadrink Sugar Free. Herbadrink Sugar Free adalah minuman herbal resep asli Indonesia. Diproses menggunakan teknologi modern, diolah dari bahan-bahan alam pilihan tanpa bahan pengawet yang dibuat bebas gula. Herbadrink Sugar Free ini dibuat menggunakan Sukralosa sebagai pemanis buatan tanpa kalori. Tidak memiliki efek pada metabolisme karbohidrat, kontrol glukosa darah jangka pendek maupun jangka panjang, ataupun pelepasan insulin. Herbadrink Sugar Free adalah pilihan baik untuk orang yang sedang diet rendah kalori, sehingga aman dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga.

Adapun varian Herbadrink Sugar Free antara lain seperti Sari Jahe Herbadrink, Sari Temulawak Herbadrink, Chrysanthemum Herbadrink, serta Lidah Buaya Herbadrink.

Dok.pribadi: Herbadrink Sugar Free memang cocok untuk penderita Diabetes yang harus membatasi pengonsumsian gula.

Untuk saya sendiri biasanya paling sering mengonsumsi Herbadrink rasa Sari Jahe, Beras Kencur dan Chrysanthemum. Rasanya setelah saya cicipi cukup nikmat dan segar sekali di tenggorokan, serta hangat di perut. Bahkan, keluarga besar saya suka dengan produk-produk seperti Herbadrink. Dan ketiga jenis Herbadrink ini memang rutin saya konsumsi karena saya ingin menjaga daya tahan tubuh supaya tidak meriang dan kecapean saat mengerjakan banyak tugas-tugas daring termasuk mengoreksi pekerjaan siswa selama pandemi Covid-19 ini. Dan memang setelah saya rutin minum Herbadrink dari semua varian rasa yang saya sukai selama pembelajaran daring, maka saya merasakan badan tidak cepat lelah dan tidak mudah mengantuk, tidak pernah meriang, serta semua pekerja daring beres tepat waktu. Oya, sebagai tambahan, jadi ketika saya minum Herbadrink rutin tiap hari, gak tahu kenapa nih wajah dan kulit saya semakin sehat serta nampak lebih bercahaya serta beberapa noda-noda atau flek hitam di wajah makin tersamarkan dan hilang. Selain itu, nafsu makan saya jadi bertambah dan BAB lancar. Menurut saya ini pasti efek minum Herbadrink secara rutin. So, Keren juga ya Herbadrink ini 🙂

Dok.Pribadi: Saat saya mengisi nilai siswa ketika pembelajaran daring berlangsung, saya sambil nyeruput dan ditemani secangkir wedang jahe dari Herbadrink, segar dan badan jadi hangat apalagi ini musim hujan juga kan? 🙂

Oya produk-produk Herbadrink ini selalu tersedia di dalam kulkas, jadi jika saya ingin minum Herbadrink maka tinggal ambil saja di kulkas, lalu menyeduhnya dengan air hangat. Mau diseduh dengan air es juga bisa lho, jadi tetap segar. Soal rasa, menurut saya Herbadrink memang nikmat dan cocok untuk membuat tubuh saya tetap fit. Jika tubuh saya sehat dan fit tentu pembelajaran daring dengan siswa semakin lancar. Nah, Bagaimana dengan kawan-kawan semuanya, apakah sudah pernah menikmati Herbadrink untuk mendukung aktivitas harian yang padat? Yuk bagikan pengalaman dan efeknya setelah minum Herbadrink di kolom komentar, saya juga mau dengar lho kisah kawan-kawan semuanya.

Sumber Referensi Pendukung:

  • Badan Pusat Statistik (BPS). 2018. Statistik Tanaman Biofarmaka Indonesia 2018. Diakses melalui laman website https://www.bps.go.id/publication/2019/10/07/65ba24004819d2bbb96bdf63/statistik-tanaman-biofarmaka-indonesia-2018.html.
  • Dokumentasi foto original oleh Wahid Priyono.
  • Aset Produk Dan Sumber Materi Pendukung Oleh Konimex.
18 Comments
  • Avatar
    Sulis 3:59 am 13 Desember 2020 Balas

    Benar nih Pak, menjaga kesehatan penting sekali. Jika kita sehat kita bisa melakukan bermacam kegiatannya yang kita sukai. Mengkonsumsi minuman herbal bisa jadi pilihan untuk menjaga kesehatan kita. Penasaran dengan herbadrink ini, variannya banyak ya…nanti mau coba yang varian beras kencur.

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 4:37 am 13 Desember 2020 Balas

      Hallo kak Sulis, yuk kak cusssss dicoba minum Herbadrink, karena begitu banyak manfaatnya lho. Saya sendiri memang sudah lama konsumsi Herbadrink ini dan tentunya keluarga saya juga suka. Praktis dan mudah dibawa kemana-mana. Mau diseduh pake air hangat atau dingin juga mantap 🙂

  • Avatar
    Ila aswil 11:41 am 13 Desember 2020 Balas

    Benar sekali, sekarang itu kesehatan paling utama. Terus kalau sakit dikit-dikit jangan langsung minum obat kimia tapi gunakan yang herbal.

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 11:50 am 13 Desember 2020 Balas

      Iya kak…saya suka minuman herbal sebagai suplemen alami untuk menjaga stamina dan kesehatan secara menyeluruh. Dan Herbadrink ini sangat saya sukai karena rasanya yang khas dan benar-benar baik dalam menjaga daya tahan tubuh terhadap berbagai macam penyakit.

  • Avatar
    Icha Marina Elliza 12:48 pm 13 Desember 2020 Balas

    Nggak kuat lihat foto pak guru melet-melet 🤭😂

    Kalo cerita herbadrink, aku paling suka yang lidah buaya. Varian wedang jahe juga enak. Langsung anget seketika .buatnya praktis.
    Oke banget lah pokoknya

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 12:26 am 14 Desember 2020 Balas

      Yups kak betul sekali cara penyajian Herbadrink praktis dan cepat serta varian rasa yg nikmat sesuai kebutuhan masing2 orang.

  • Avatar
    Sani 1:43 pm 13 Desember 2020 Balas

    Mantabs pak guru. Herbadrink banyak pilihannya ya, jadi pengen coba semua haha

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 12:23 am 14 Desember 2020 Balas

      Yuk kak monggo dicoba varian rasa Herbadrink dan manfaatnya bagi tubuh. Bnyk sekali kok variannya sudah kutulis di atas.

  • Avatar
    eka fitriani larasati 10:55 pm 13 Desember 2020 Balas

    wah herbadrink ini lengkap ya, ada chrysanthemum juga yang dipercaya berkhasiat menjaga imunitas terutama panas dalam. siap siap hunting nih

  • Avatar
    mutia ramadhani 3:00 am 14 Desember 2020 Balas

    Saya suka minum yg beras kencur, suami paling suka sari jahe, soalnya dia gampang banget masuk angin, apalagi pas musim hujan begini. Hihihi. Lengkap banget belanja Herbadrinknya Mas Wahid. Bagi atuuuh ^^

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 8:22 am 14 Desember 2020 Balas

      Iya kak, kalo sari jahe memang bagus juga untuk mencegah masuk angin dan meningkatkan daya tahan tubuh. Saya juga suka yang Herbadrink Sari Jahe.

  • Avatar
    Shafira- ceritamamah.com 3:36 am 14 Desember 2020 Balas

    Anakku malah suka minum jamu. Pas bgt kalau Travelling kita bawa herba drink ini jadi bs konsumsi jamu kapan saja dan dimana saja

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 8:24 am 14 Desember 2020 Balas

      Iya kak, kemasan Herbadrink ini praktis bisa dibawa kemana-mana termasuk ketika travelling apalagi ini anak-anak sekolah sudah mulai liburan semester 🙂

  • Avatar
    supadilah 4:17 am 14 Desember 2020 Balas

    Cocok nih buat jaga kesehatan di tengah pandemi ini, mantap Mas. Kudu punya stok nih

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 8:26 am 14 Desember 2020 Balas

      Iya kak kak, stok Herbadrinknya tarok di kulkas saja kak, kapan mau minum tinggal ambil saja, seduh Herbadrink pake air hangat atau dingin tetep mantul kok 🙂

  • Avatar
    Dawiah 4:27 am 14 Desember 2020 Balas

    Terbukti ya pak guru, mengajar daring jauh lebih melelahkan daripada mengajar luring. Tapi untung pak guru sudah konsumsi Herbadrink yang menambah stamina. Semangat terus ya..

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 8:29 am 14 Desember 2020 Balas

      Iya betul kak mengajar daring itu membutuhkan banyak kinerja otak, mental, fisik juga harus tampil prima di depan siswa. Kelelahan kadang muncul saja dan perlu penanganan yang tepat seperti menjaga pola hidup sehat, serta mengonsumsi suplemen herbal alami, misalnya Herbadrink.

Write a comment