Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Bloger

Web Designer

Influencer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Prioritaskan Kesehatan Mata Anda, Kurangi Penggunaan Gadget Secara Berlebihan

28 November 2022 Health

Mata bagi saya adalah barang branded atau aset berharga, yang diciptakan Tuhan dengan organ lengkap, aksesoris alis, kelopak, serta bentuk yang unik untuk setiap individunya. Tuhan Maha Kaya atas segala sesuatu-Nya. Nikmat-Nya begitu banyak, bahkan satu nikmat seperti kita diberikan 2 buah mata adalah tak terhingga rasa syukur yang semestinya kita panjatkan kepada-Nya.

Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban, yang bermakna: “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”.

Sebagai makhluk yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya, termasuk diberikan nikmat penglihatan, maka kita penting untuk menjaga nikmat tersebut agar tidak dicabut oleh Tuhan yang Maha Kuasa.

Nikmat Penglihatan Itu Bernama Mata

Mata merupakan salah satu organ yang ada pada tubuh manusia. Mata berfungsi sebagai organ penglihatan. Tuhan menakdirkan mata ada dua, di sisi sebelah kanan dan kiri wajah persis dekat telinga. Dilansir dari situs kmu.id bahwa Mata adalah salah satu organ tubuh manusia yang terbilang vital dan sangat berpengaruh pada kualitas hidup masyarakat. Dari melihat, seorang manusia dapat melakukan berbagai hal dalam kehidupannya. Hal ini sangat berpengaruh pada tingkat produktivitasnya.

Mata yang kita miliki sebaiknya untuk senantiasa kita jaga keberadaannya. Caranya bisa dengan mengonsumsi makanan sehat untuk mata, serta perawatan mata secara berkala, dan hal ini penting dilakukan sejak dini sebagai tindakan preventif sebelum terjadinya gangguan atau penyakit pada mata.

Nikmat Penglihatan Bisa Saja Dicabut Tuhan

Sebagai makhluk Tuhan, adakalanya kita diberikan nikmat sehat, dan terkadang nikmat sehat itu dicabut Tuhan dengan didatangkannya sakit kepada diri kita sebagai penggugur dosa, supaya kita lebih bertakwa. Misalnya saja, mata kita mengalami gangguan atau penyakit sehingga penglihatan menjadi terganggu. Hal ini bisa saja terjadi di luar prediksi kita. Namun sebagai manusia, kita bisa berupaya (ikhtiar) agar kesehatan mata kita tetap terjaga. Tentu caranya dengan merawat mata melalui pemeriksaan medis di klinik atau rumah sakit terpercaya, olahraga teratur, serta konsumsi makanan sehat yang berguna untuk menjaga mata agar tetap maksimal performanya.

Pengalaman Saya Dicabut Nikmat Sehat (Mata)

sumber gambar: https://kmu.id/cara-menjaga-kesehatan-mata/

Saya punya pengalaman buruk soal “mata saya yang mengalami minus” pada tahun 2019 lalu. Awal mula mengapa saya bisa menderita mata minus karena saya seringnya menulis di blog bertahun-tahun di depan layar laptop.

Awal mula mata saya minus (rabun jauh) yaitu tiba-tiba saja mata saya itu berair, namun saya kucek-kucek mata saya, dan akhirnya mengalami iritasi. Sempat periksa ke dokter mata dan katanya memang minus mata saya.

BACAAN LAINNYA:  Percaya Atau Tidak: Pasca Vaksinasi COVID-19 Tahap 1 dan 2, Saya Jadi Tidak Pernah Batuk dan Pilek Lagi

Jadi saat saya memandang benda yang jaraknya jauh, maka terlihat kabur atau tidak terlihat jelas. Sebaliknya, saat saya memandang benda yang letaknya dekat dengan mata, maka saya bisa melihatnya dengan cukup jelas.

Pengalaman saya di atas ternyata memberikan saya pesan moral bahwa, memprioritaskan kesehatan mata adalah penting sekali di era digital saat ini, terlebih bagi teman-teman blogger yang sering menulis dan menatap layar laptop/komputer/gadget dengan durasi waktu yang cukup panjang.

Kurangi Penggunaan Gadget Demi Kesehatan Mata Anda

Dilansir dari situs kmu.id menyatakan bahwa data per Februari 2022 menunjukkan, terdapat 370 juta HP aktif padahal total penduduk Indonesia 277,7 juta jiwa. Artinya, total gadget di Indonesia lebih banyak daripada jumlah penduduk. Sedangkan jumlah pengguna internet mencapai 204,7 juta atau sebanyak 73,7 persen dari total populasi.

Ternyata, semakin banyak penggunaan gadget di semua kalangan tersebut, tentu saja hal ini berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah kasus kesehatan mata secara umum. Dimana, saat seseorang menggunakan gadget pastinya mata mereka akan sering terpapar dengan layar gadget yang secara berangsur-angsur akan mengganggu kesehatan mata.

Pengalaman saya yang pernah divonis mata minus akibat sering berlama-lama memandang layar gadget/laptop, rupaya membuat saya menyesal seumur hidup. Hingga sampai hari ini, saya berikan waktu khusus untuk menggunakan gadget, tidak mau terlalu maniak/berlebihan, secukupnya saja. Saat ini saya lebih peduli dengan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini.

Layar gadget atau perangkat digital apapun itu pastinya mempunyai sinyal radiasi dan cahaya biru (blue light), yang beberapa literatur dapat menyebabkan kerusakan pada mata bahkan kebutaan.

Kita juga pastinya telah memiliki smartphone yang ternyata juga mempunyai cahaya biru (blue light). Menurut Windy Patadungan, dkk (2021) dalam SMART MEDICAL JOURNAL (2021) Vol. 4 No. 3. eISSN : 2621-0916 menyebutkan bahwa Smartphone merupakan sejenis telepon genggam yang memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan dengan komputer yang bekerja dengan cara memancarkan radiasi elekromagnetik dengan energi maksimal berkisar 0,6-1 watt5. Cahaya yang dihasilkan dari smartphone adalah cahaya biru yang bisa terlihat oleh mata manusia. Oleh karena itu dampak cahaya biru sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan mata6. Rata-rata waktu yang digunakan oleh pengguna smartphone di depan layar 3-5 jam sebanyak 33%, 6-9 jam sebanyak 32 % , dan 10 jam ke atas sebanyak 28%.

Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Nafi’atun Nashriyah tentang “Pengaruh Radiasi Sinar Biru Gadget yang dapat Menimbulkan Terjadinya Degenerasi Makula (macular degeneration) pada Usia Muda” menyebutkan bahwa Penggunaan gadget yang terlalu sering juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan terutama dari efek sinar biru (blue light) yang terpancar dari gadget. Paparan sinar biru yang terlalu lama bisa memicu sel-sel fotoreseptor (peka cahaya) pada mata untuk menghasilkan molekul beracun yang membahayakan mata, sinar biru yang masuk ke mata, lensa dan retina tidak dapat memblokir atau memantulkannya sehingga mengenai dan merusak sel fotoreseptor. Rusaknya sel fotoreseptor bisa menyebabkan degenerasi makula (macular degeneration). Degenerasi makula yaitu penyebab kebutaan yang paling sering terjadi pada orang berusia 50 tahun atau lebih. Makula atau organ kecil dekat pusat retina yang mempertajam objek ini dapat rusak seiring bertambahnya usia. Namun, akan terjadi lebih cepat salah satunya karena sinar biru dari smartphone, leptop, atau perangkat digital lainnya.

BACAAN LAINNYA:  6 Makanan Wajib Buat Kamu yang Hobi Badminton

Akibat paparan radiasi dan cahaya biru, maka biasanya mata mudah berair, iritasi, bagian kornea mata memerah, peradangan, mata minus, kerusakan syaraf mata, Katarak, hingga kebutaan. Sehingga biasanya penggunaan kacamata blue ray sering diterapkan oleh pasien untuk mencegah dampak/risiko besar terhadap kerusakan mata. Menurut dokter dari Kmu.id menyebutkan bahwa penggunaan kacamata blue ray sangat penting untuk mengurangi risiko degenerasi makula. Bahkan kacamata sinar biru juga disebut mampu mengurangi kerentanan pasca operasi katarak.

Mari Kita Lebih Peduli Dengan Memprioritaskan Kesehatan Mata

Menjaga dan memprioritaskan kesehatan mata bagi saya adalah sesuatu hal yang wajib. Mulai dari jenis makanan yang dikonsumsi, suplemen untuk kesehatan mata, hingga bagaimana kita melakukan upaya preventif dan penyembuhan melalui layanan medis untuk mendapatkan edukasi, serta pengobatan yang tepat.

Jenis makanan yang kita konsumsi pastinya juga akan menentukan kesehatan mata kita. Mata yang sehat juga bisa menjadi cermin dari apa yang kita makan, serta gaya hidup yang kita terapkan selama ini.

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti makanan berkarbohidrat, berprotein, lemak, vitamin dan mineral adalah hal yang penting dilakukan setiap hari. Terutama makanan yang mengandung banyak vitamin dan mineral, bisa kita peroleh dari jenis olahan sayur mayur serta buah-buahan. Adapun daftar buah dan sayuran yang bagus untuk menjaga kesehatan mata menurut p2ptm.kemkes.go.id antara lain wortel, brokoli, bayam, avokad, pisang, mangga, dan ubi jalar.

Selain itu, gaya hidup kita juga ternyata menentukan kesehatan mata, seperti pentingnya kita menerapkan olahraga fisik minimal 2x dalam seminggu, hindari begadang, istirahat cukup, serta tidak memandang layar gadget secara berlebihan yang dapat menyebabkan mata menjadi lelah hingga hilang fungsinya (mengalami keluhan/gangguan/penyakit). Saat penggunaan gadget, mungkin kita bisa sesekali (per 5 menit) untuk mengalihkan pandangan mata kita dari gadget ke lingkungan sekitarnya selama 20 detik. Ini tentu saja bertujuan supaya mata kita tidak hanya tertuju pada layar gadget saja, tapi juga dapat merefresh mata dari kemungkinan mata lelah, mata berair atau mata kering.

BACAAN LAINNYA:  Manfaat Olahraga Badminton dan Konsumsi Makanan Bergizi untuk Kesehatan Tubuh

Kita bisa mengunjungi layanan kesehatan di rumah sakit maupun klinik untuk memperoleh layanan konsultasi, mendiagnosa serta pengobatan yang tepat jika kita ada keluhan/gangguan/penyakit pada mata. Biasanya kita akan dibantu oleh Dokter Mata untuk memberikan informasi tentang kesehatan mata, berkonsultasi tentang penyakit yang kita derita hingga bagaimana tahapan demi tahapan untuk penyembuhan dan seterusnya.

Dokter Mata pastinya akan dengan senang hati membantu memecahkan permasalahan kita, serta memberikan solusi yang tepat untuk kesehatan mata kita saat ini dan di kemudian hari.

Dokter Mata juga biasanya akan menggunakan teknologi Lasik untuk menangani keluhan atau penyakit pada mata akibat kelainan refraksi seperti miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), presbiopi (mata tua), atau astigmatisme (mata silinder).

Teknologi Lasik sendiri merupakan penggunaan laser untuk menangani gangguan/penyakit pada mata akibat kelainan refraksi. Teknologi ini semakin hari semakin canggih, serta lebih aman dan minim risiko. Sehingga sudah banyak kita temui di rumah sakit atau klinik yang memanfaatkan tenologi Lasik ini untuk membantu menangani keluhan pasien mata.

Karena pada akhirnya, kesehatan pada mata adalah prioritas utama yang harus kita jaga secara kontinyu. Karena mata kita adalah aset berharga yang diberikan oleh Tuhan kepada kita, maka sudah sepatutnya kita untuk terus menjaganya agar tetap sehat. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Sumber Referensi:

Taggs:
22 Comments
  • Farida Pane 5:13 pm 28 November 2022 Balas

    Betul banget. Mata merupakan aset berharga. Jangan cuma diforsir kerjanya tapi juga harus dirawat

    • Wahid Priyono 10:02 am 30 November 2022 Balas

      Setuju kak, mata juga butuh istirahat, jadi harus diprioritaskan akan kesehatannya. Aset sih menurut saya mata ini.

    • Nengsi 4:54 pm 5 Desember 2022 Balas

      Poin 1 dan 2 aku terapkan nih. Kalau bakal lama menatap layar HP, aku makai kacamata anti radiasi. Trus pecahayaan layar juga dikurangi.

  • Annie NUGRAHA 7:42 am 29 November 2022 Balas

    Terasa banget tidak nyamannya saat indera penglihatan kita mengalami masalah. Semua kegiatan jadi terhalang. Terutama buat kita, para blogger, yang bekerja dengan handphone dan laptop. Selain makanan sehat, vitamin penunjang, membatasi diri bekerja dengan perangkat elektronik sudah saya lakukan sejak mata terkena + (rabun dekat). Dan menambah value dengan rajin minum juice sayur + buah.

    • Wahid Priyono 10:03 am 30 November 2022 Balas

      Setuju kak Annie, mata terganggu biasanya produktivitas kerja kitapun jadi terhambat.

  • Maria G 9:05 am 29 November 2022 Balas

    auto ke webnya untuk cari tahu apakah kmu.id sudah punya cabang di Bandung
    Baca tulisannya Mas Wahid saya jadi pingin periksa mata
    Beberapa waktu ini mata kanan saya sering berair
    takutnya………

    • Wahid Priyono 10:05 am 30 November 2022 Balas

      Harapan saya semoga ke depannya klinik KMU.id semakin jaya dan bisa buka cabang lain di kota-kota Indonesia. Setahu saya klinik KMU.id masih di Surabaya dan sekitarnya kak.

  • Fenni Bungsu 10:22 am 29 November 2022 Balas

    Pola hidup dan kebiasaan memang mempengaruhi kesehatan mata. Daku awal² juga gak nyaman matanya karena kebanyakan main games di PC huhu

    • Dian Kusumawardani 12:13 pm 29 November 2022 Balas

      Menjaga kesehatan mata itu penting ya mas
      Apalagi kalau sering terpapar sinar biru, butuh banget kacamata blu-ray ini

      • Wahid Priyono 10:06 am 30 November 2022 Balas

        Betul banget kak Dian, Mata menurut saya adalah aset dan barang branded. Sekali ada gangguan ya pastinya aktivitas kita bisa saja terhambat. Produktivitas kerja pun bisa menurun.

  • Vivi 1:22 pm 29 November 2022 Balas

    Iya nih Kak Wahid,
    Mata itu organ tubuh kita yang urgensinya tinggi.
    Maka harus merawat dengan baik.

    Alhamdulillah, mata masih sehat walaupun ada sesi silindernya.
    Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita semua.

    • Wahid Priyono 10:07 am 30 November 2022 Balas

      Yups kak, tetap dijaga kak kesehatan matanya. Penting juga sih tuk periksakan mata ke klinik atau R.S untuk megecek kesehatan mata kita. Kalo kakak tinggal di Surabaya (Jawa Timur) bisa coba datang ke Klinik KMU.iD untuk cek kesehatan mata dll.

  • lendyagassi 2:18 pm 29 November 2022 Balas

    Aku sengaja menghindari periksa mata, kak..
    Karena uda tau pasti bakalan ada warn lagi karena minusku dari tahun ke tahun pasti nambah. Kalau beneran dituruti, pasti malah bikin pusing.

    Rasanya kalau di lasik, jadi solusi banget ya.. Apalagi bagi yang minusnya sudah tinggi.

    • Wahid Priyono 10:08 am 30 November 2022 Balas

      Yups kak, jangan takut kak untuk periksa mata. Ini penting banget kak tuk deteksi dini soal kesehatan mata kita. Bisa cek minimal tiap 12 bulan sekali.

  • Nurul Rahma 2:37 pm 29 November 2022 Balas

    Haduuhh, aku jadi was was, karena selama.ini aku gadgetaannn mulu Kak.

    Semoga ngga ada penyakit yg gawat dan kita semua sehaatt.

    Klo mau periksa, ke KMU aja ya

    • Wahid Priyono 10:09 am 30 November 2022 Balas

      Harus dibatasi sih kak menurut saya untuk bermainan gadget. Kelamaan di depan layar gadget juga bikin mata mudah lelah, kering, kadang berair. Saya pernah sih ngerasain gak nyaman di depan gadget karena kelamaan, terus mata saya memerah dan berair.

  • Gemaulani 4:28 pm 29 November 2022 Balas

    Berasa tertampar baca: nikmati penglihatan, bisa saja dicabut Tuhan. Huhu selama ini aku kadang suka maksa mata buat kerja keras. Begadang juga ngaruh ternyata ya ke mata. Waaa jadi nemu tips jaga kesehatan mata di sini. Makasih mas

    • Wahid Priyono 10:10 am 30 November 2022 Balas

      Yups kak, nikmat kesehatan mata juga sangat mahal kak. Hihi, penting sih kita bersyukur setiap waktu, dan terus semangat menjaga aset di dalam tubuh kita agar terus sehat, termasuk menjaga mata agar tetap sehat.

  • Susindra 4:59 pm 29 November 2022 Balas

    Ketika kena covid tahun lalu saya baru benar2 ngeh, kalau mata bisa punya masalah yang sangat serius gara2 selalu di depan layar. Selama 4 hari mata panas banget sampai merem pun ga nyaman. Setelah itu mata mudah disorientasi kalau lihat sesuatu yang bergerak. Kepala pusing sekali.
    Sekarang? sesuai usia, jadi plus dan sering tidak nyaman. Harus konsultasi nih. Makasih ya

    • Wahid Priyono 10:12 am 30 November 2022 Balas

      Ke depannya kita sama2 yuk kak lebih memprioritaskan kesehatan mata kita, tetap cukupi dengan multi vitamin, lakukan konsultasi dan pengecekan mata secara berkala ke dokter mata supaya mendapatkan gambaran tentang mata kita, sehingga ini penting untuk mencegah gangguan/penyakit yang bisa saja menyerang pada mata kita. Sama2 belajar yuk kak memperbaiki diri.

      • Susi 10:03 pm 25 Desember 2022 Balas

        Benar sekali. Memang harus menjaga kesehatan mata. Kalau sudah ada gangguan harus diobati karena mata itu aset utama bagi banyak pekerjaan.

  • Nengsi 4:55 pm 5 Desember 2022 Balas

    Poin 1 dan 2 aku terapkan nih. Kalau bakal lama menatap layar HP, aku makai kacamata anti radiasi. Trus pecahayaan layar juga dikurangi.

Write a comment