Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Surat Kecil Untuk Diriku, Bumiku dan Hutanku 50 Tahun yang Akan Datang

2 Mei 2021 Edukasi
Surat Kecil Untuk Diriku, Bumiku dan Hutanku 50 Tahun yang Akan Datang

Mengenal hutan lebih dekat terjadi ketika saya menjadi seorang mahasiswa baru di kampus Universitas Lampung pada jurusan Pendidikan Biologi, pada tahun 2009 silam. Saat awal masuk kuliah, seperti biasanya akan ada Program Orientasi Perguruan Tinggi (PROPTI) untuk mahasiswa baru (MABA). Di kampus saya, PROPTI ini ada 3 jenis saat itu, yaitu ada di tingkat Universitas, Fakultas dan Jurusan/Program Studi (PRODI).

Dokumentasi Panitia Propti: Apel Dan Doa Bersama Sebelum Berangkat Ke TAHURA Wan Abdul Rachman

Saat mengikuti PROPTI Jurusan/Prodi, saya, dosen beserta teman-teman mahasiswa baru, dan rombongan kakak tingkat bertandang menggunakan bus menuju salah satu lokasi PROPTI yang sudah direncanakan yaitu di Taman Hutan Raya (TAHURA) Wan Abdul Rachman Lampung.

Pintu gerbang masuk kawasan TAHURA Wan Abdul Rachman (sumber)

TAHURA Wan Abdul Rachman ini lokasinya tersebar di beberapa titik lokasi karena masuk di daerah administratif yang berbeda, yakni ada di kecamatan Padang Cermin, kabupaten Pesawaran, Tanjung Karang Barat, Kota Bandarlampung, dan lokasinya tidak terlalu jauh dengan lokasi kampus saya yaitu Universitas Lampung. Dari kampus saya membutuhkan kurang lebih bisa 1 jam menuju lokasi tersebut menggunakan bus.

TAHURA Wan Abdul Rachman ini merupakan kawasan hutan pelestarian alam di provinsi Lampung seluas 22.244 Ha ditetapkan sebagai TAHURA Wan Abdul Rachman berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.742/Kpts-II/92 tanggal 21 Juli 1992.

Kawasan hutan TAHURA Wan Abdul Rachman ini memiliki hutan luas dan lebat, terdapat juga tumbuhan kakao di dalamnya, pohon kayunya besar-besar, ada satwa liar dan dilindungi yang tinggal disana dan kawasan ini sangat sejuk sekali karena masih terlihat seperti hutan alami. Setahu saya, ketika saya mengerjakan proyek karya ilmiah dari dosen tentang TAHURA Wan Abdul Rachman ini, bahwa kondisi vegetasi hutan di tahura ini terdiri atas hutan primer dan hutan sekunder, semak belukar dan alang-alang, kebun dan tanaman pertanian atau agroforestry. Agroforestry di kawasan ini juga dijadikan wilayah pertanian namun tetap mengikuti kaidah-kaidah pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Misalnya saja ada agroforestry duku, dimana petani menanam duku di sekitaran kawasan dan hasil panennya bisa dijual di pasaran. Jadi ketika kita berkunjung ke TAHURA WAR ini, kita akan melihat banyak tanaman seperti duku yang tumbuh dan berbuah di sekitaran bukit maupun pegunungannya.

Vegetasi hutan primernya berada pada daerah perbukitan dan pegunungan yang sulit dijangkau oleh masyarakat sekitar sehingga jauh dari gangguan tangan manusia. Sedangkan hutan sekundernya beserta semak dan alang-alang merupakan daerah garapan masyarakat yang telah mengalami suksesi. Potensi floranya cukup melimpah dengan berbagai macam jenis pohon berkayu seperti meranti, bambu-bambuan, pohon kapas, kakao, bunga bangkai, dan lain sebagainya. Sedangkan faunanya ada banyak di bagian puncak pegunungannya meliputi siamang, owa-owa yang sering terdengar pagi hari saat kami melakukan aktivitas PROPTI. Bahkan beberapa sumber menyebutkan terdapat burung rangkong yang sering terdengar dari arah puncak Gunung Betung. Beruang juga sering terlihat pada malam hari di Talang Ogan dan masuk ke ladang. Talang Ogan merupakan salah satu bagian wilayah di TAHURA WAR ini.

Dan karena saking luas, serta lebatnya hutan di kawasan ini dengan berbagai macam flora dan fauna yang tinggal di dalamnya, maka di TAHURA Wan Abdul Rachman ini dibagi-bagi dalam beberapa blok seperti gambar di bawah ini:

Pembagian Blok Kawasan TAHURA Wan Abdul Rachman Lampung (sumber)

Bahkan, hutan di TAHURA Wan Abdul Rachman ini juga menyimpan banyak potensi wisata seperti air terjun, panorama alam hutan, pegunungan dan bukit, gua alam di 3 lokasi, sumber air panas di 3 lokasi, keanekaragaman flora dan fauna, batu lapis, lembah dan sungai, Youth Camp Center (koleksi tumbuhan dan penangkaran burung). Selain itu, TAHURA WAR sering dijadikan sebagai sarana wisata alam, sarana edukasi, penelitian, pengembangan sumber daya alam hayati (biodiversitas), dan masih banyak yang lainnya.

Penyampaian materi Propti oleh Ibu Dosen Saya Dr. Neni Hasnunidah, M.Si.
Dokumentasi Panitia Propti: Feedback Mahasiswa Baru Ketika Selesai Kegiatan PROPTI di TAHURA WAR.
Dokumentasi Panitia Propti: Foto Saya dan Teman-Teman Mahasiswa Baru Saat Mengikuti Kegiatan Propti.

Oya kehadiran kami untuk PROPTI di TAHURA Wan Abdul Rachman ini memang cukup tepat menurut saya, karena selain kami bisa silaturahmi dengan dosen, teman-teman jurusan/prodi, juga bisa saling mengenal satu sama lain. Selain itu, saya sebagai mahasiswa baru juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya penjagaan hutan yang mana dalam kegiatan PROPTI tersebut ada kegiatan menanam pohon, pengenalan jenis pohon saat propti, jelajah alam, sungai, dan hutan yang ada di dalamnya.

Dokumentasi Panitia Propti, Sedang Dikerjain Oleh Kating Hehe.

Melalui kegiatan PROPTI ini, kami semua jadi sadar dan mengerti tentang pentingnya hutan bagi kehidupan yang sudah banyak menyajikan kekayaan biodiversitas/keanekaragaman hayatinya, karena saat saya berkunjung ke lokasi, masih banyak satwa-satwa yang saling bersahutan, loncat sana sini, banyak bunyi-bunyi (suara) satwa terutama dari kelompok aves di atas ranting pohon. Duh romantis sekali ya mereka itu?. Jadi terharu.

Dokumentasi Pribadi: PROPTI Mahasiswa Baru Di Kawasan TAHURA Wan Abdul Rachman (2009)

Saking alaminya hutan di TAHURA Wan Abdul Rachman ini, bahkan ada salah satu spot yang saya lihat tidak mudah ditembus cahaya matahari. Karena yang jelas, hutannya gila banget lebat sekali….sampai pas jalan ke bagian puncaknya saya dan rombongan satu kelompok yang ikut kegiatan PROPTI itu bener-bener takjub. Banyak pohon-pohon yang tinggi, batangnya gede, akarnya kokoh, dan pokoknya jangan sampe deh ditebang sama orang-orang yang gak bertanggungjawab. Bisa rusak ini hutan, karena hutan penting sekali untuk kita jaga ya guys !

Untuk Diriku…

Keluyuran ke hutan, seperti layaknya kegiatan PROPTI yang telah kami lakukan di atas adalah perjalanan yang sangat mengasyikkan. Saya secara pribadi bisa merasakan betapa sejuk udara pagi dan siang di sekitar hutan TAHURA WAR. Suara-suara satwa seolah memanggil diri ini yang sedang gundah, #cieee kayak abis diputusin pacar aja. Tapi bener lho, kalo kamu pengen bener-bener merasakan kedamaian hati coba maen-maen ke hutan, pasti akan tahu betapa pentingnya hutan bagi kehidupan. Keluyuran itu gak cuma ke mall, nongkrong di cafe-cafe, atau nonton drakor di rumah sambil leyeh-leyeh…hehe, coba deh sekali-kali nongkrong di hutan sambil merenung, menikmati karunia Tuhan yang gak ada habisnya…

Kadang pas maen ke hutan itu rasanya bersyukur banget atas nikmat yang telah Tuhan berikan..Kadang juga pernah kepikiran, “Tuhan hebat deh, kok bisa ya menciptakan alam semesta segede ini, setajir ini, luar biasa dahsyat”.

Oya pas keluyuran ke hutan kadang saya ngerasa kalo diri ini “hina banget”, kok gitu? iya, ngerasa selama ini belum bisa ngasih lebih ke hutan, belum bisa bantu-bantu jaga hutan. Dan kadang ngenes banget kalo baca berita ada kebakaran hutan, illegal loging, pembalakan liar, perburuan satwa, dan lain sebagainya. Duh, mau jadi apa hutan kita kalo semuanya dieksploitasi berlebihan seperti ini ya?. Miris, oh…..miris sekali ! pengen rasanya saya jambak-jambak itu rambut orang yang sering eksploitasi hutan… #justkidding

Untuk Bumiku…

Bumiku umurnya sudah tua, ya apa yang ada di bumi sudah mulai gersang. Hutan banyak yang sudah habis ditebang, jadilah hutanku tanpa rambut yang lebat, sehingga kepalanya botak-botak, duh kasihan banget!!

Untuk bumiku, maafkan kami ya yang sudah jahat kepadamu. Hutan kami habisi, kami karungi kayu-kayunya, kami buru satwanya, kami ambil semua maha kayamu, lenyaplah sudah, entah mau jadi apalah hutan kami ini…

Untuk bumiku, maafkan kami ya, yang sudah menodai engkau setiap waktu, kadang kami khilaf dan atau memang sengaja ingin menghabisi nyawamu. Oh my god! harusnya kan ini tidak terjadi padamu, tapi kami terlanjur melakukannya karena hanya untuk kepentingan perut kami sendiri.

Bumiku, maafkan kami yang tamak ini, dengan sengaja mengambil semua yang ada. Kadang kami bakar dirimu, sehingga tinggal ranting-ranting kering berisi abu yang tersisa, satwaku habis, punahlah komponen ekosistem di dalamnya.

Bumiku yang dulu dingin, maafkan ya selama ini dirimu semakin panas, pun kami sudah gak tahan dengan global warming. Suhu bumi benar-benar naik, cuaca jadi ekstrem, hasil panen merosot, de-el-el-lah pokoknya.

Untuk Hutanku 50 Tahun yang Akan Datang….

Wahai hutanku, maafkan kami yang selama ini telah merusak seluruh komponen di dalam anatomi tubuhmu. Kami matikan kesegaran dirimu yang mengangkasa luas…

Wahai hutanku, maafkan kami yang dzolim ini, kadang membuang sampah ke hutan dan mencemari lingkungan di dalamnya. Kami sengaja melakukan ini karena kami bodoh….

Oh…hutanku, maafkan kami ya, terpaksa kami harus jumpalikan untuk merenovasi ragamu yang mulai rapuh. Kami harus capek-capek menghijaukan bumiku ini, ini kami lakukan karena kami merasakan suhu bumi sedang tidak baik-baik. Sekarang kami penduduk bumi pada repot semua karena makin gersang! ini semua karena kebodohan kami !

Oh, hutanku, percayalah padaku, janji kami akan merawatmu, dan menjadikanmu lebih tumbuh hijau di 50 tahun yang akan datang…

Untuk hutanku 50 tahun yang akan datang, saya yakin, dengan adopsi pohon dan kemauan seluruh manusia untuk menanam pohon serta adopsi bibit pohon, maka hijaumu akan kembali berkilau, rambutmu akan kembali tumbuh lebat, dan makin banyak satwa yang bercanda ria disana.

Apa Itu Program Adopsi Bibit?

Dilansir dari website Alam Sehat Lestari bahwa pengertian adopsi bibit adalah sebuah cara untuk berpartisipasi dalam program reforestasi melalui dukungan untuk membeli bibit pohon asli Kalimantan, penanaman dan pemeliharaan hingga dua tahun. Adapun jenis-jenis bibit tanaman yang bisa diadopsi meliputi tanaman buah dan tanaman/pohon berkayu seperti meranti, jati, bibit pohon asli Kalimantan, dll.

Sumber gambar: Adoposi Pohon oleh https://www.alamsehatlestari.org/adopsi-bibit-detail

Mengapa Kita Perlu Adopsi Bibit?

Sebagai manusia yang mencintai lingkungan hidup dan menginginkan bumi ke depannya jauh lebih hijau dan sejuk, maka program adopsi pohon dari ASRI ini saya dukung, karena ini bentuk tanggungjawab kita kepada bumi yang kita huni. Program adopsi pohon adalah langkah bijak kita untuk selamatkan hutan dari kerusakan. Hal ini supaya bumi kita terhindar dari pemanasan global (global warming).

Nah, berikut ini ada beberapa manfaat jika kita melakukan adopsi pohon/adopsi bibit pohon diantaranya adalah:

  • Hutan yang terdegradasi bisa kembali pulih (kembali hijau);
  • Mencegah deforestasi hutan;
  • Menjadikan bumi semakin hijau karena banyak adopter yang menyalurkan donasi pohon;
  • Menyadarkan umat manusia agar tetap peduli, mencintai, merawat dan menjaga hutan sejak dini;
  • Sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan membangun sikap sosial kepada sesama manusia dan lingkungan alam, termasuk hutan di dalamnya;
  • Sebagai warisan pohon yang kita donasikan atau yang kita adopsi untuk keadaan hutan di masa yang akan datang;
  • Hutan yang hijau berkat adopsi bibit pohon tentu akan membuat bumi kita semakin hijau, sehingga banyak satwa-satwa yang hidup dan betah tinggal di hutan;
  • Menjaga keberlangsungan hidup satwa-satwa di alam bebas, serta komponen ekosistem dan biodiversitas di dalamnya;
  • Memperbanyak jumlah kadar Oksigen di atmosfer bumi dan mencegah bumi dari pemanasan global, efek rumah kaca, dan lain sebagainya.
  • Bermanfaat bagi anak cucu kita di 50 tahun yang akan datang, serta masa depan bumi yang jauh lebih baik dan hijau berkelanjutan.

Bagaimana Cara Adopsi Bibit Pohon di ASRI?

Adopsi pohon/adopsi bibit pohon menurut saya ini adalah langkah bijak kita dalam merawat hutan yang semakin rusak di alam karena aktivitas manusia seperti illegal loging, pembalakan liar, deforestasi, perburuan liar, pembukaan lahan pertanian, dan lain sebagainya.

Saya mengajak kepada teman-teman pembaca semuanya untuk ikut terlibat dalam program adopsi bibit pohon ini bersama Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI). Adapun untuk jenis bibit yang diadopsi oleh teman-teman adopter adalah bibit tanaman buah/pohon buah dengan harga Rp.75.000,- dan pohon kayu keras seharga Rp.100.000,- (pembayaran dilakukan bisa menggunakan gopay, OVO, credit card, atau melalui virtual account).

Untuk cara adopsi bibit pohon melalui Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) ini cukup mudah dilakukan, karena saya sendiri sudah mulai belajar melakukan adopsi pohon bersama ASRI. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

#1 Lakukan Registrasi Diri

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah registrasikan dirimu pada form adopsi bibit di website >> https://www.alamsehatlestari.org/donasi/ Lihat contoh form di bawah ini:

#2 Tentukan Metode Pembayaran

Untuk melakukan adopsi bibit pohon ini, maka setelah selesai mengisi form registrasi, maka kamu perlu menentukan metode pembayaran sesuai yang kamu pilih. Jika teman-teman memilih metode pembayaran dengan menggunakan virtual account (bank transfer), maka bisa menentukan cara pembayaran dengan memilih bank apa yang akan digunakan untuk transfer uang. Saya sendiri menggunakan bank BNI untuk pembayaran dana adopsi bibit di ASRI ini, maka klik saja pada bagian menu bank BNI. Jika ingin menggunakan Bank Permata dan jaringan ATM lainnya juga bisa kok. Terserah teman-teman saja, pilih yang menurut teman-teman mudah.

#3 Lakukan Pembayaran

Setelah teman-teman menentukan jenis bank yang akan dipakai untuk tranfer dana di ASRI, maka selanjutnya teman-teman harus melakukan pembayaran sesuai nominal yang tertera pada data diri teman-teman setelah registrasi selesai.

Pada gambar di bawah ini adalah contoh ketika saya melakukan adopsi bibit pohon buah berjumlah 1 pohon dengan harga Rp.75.000,-, dan karena saya menggunakan metode virtual account, maka saya harus mentransfernya (bisa pakai ATM BNI, Internet Banking, atau Mobile Banking). Saya menggunakan ATM BNI dan harus melakukan transfer senilai Rp.75.000 dengan kode nomor rekening 8578316180416178.

Bukti Pembayaran Dari Adopsi Bibit Pohon di ASRI.

#4 Cek Email yang Kamu Daftarkan Pada Form Registrasi

Ketika kamu meregistrasikan dirimu di awal, kamu disuruh masukkan alamat email, coba setelah kamu melakukan pembayaran, maka jangan lupa cek email yang terdaftar tersebut. Jika pembayaranmu berhasil maka akan muncul email notifikasi yang menyatakan bahwa adopsi bibit kamu berhasil seperti contoh di bawah ini:

Pembayaran Adopsi Pohon Oleh Wahid Priyono di ASRI
Bukti Pembayaran Adopsi Pohon Oleh Wahid Priyono di ASRI

Untuk jumlah bibit pohon yang akan diadopsi oleh teman-teman bebas jumlahnya, namun penting sesuaikan dengan dana (budget) yang teman-teman miliki. Saya baru coba 1 bibit pohon buah saja, kapan-kapan kalau ada rezeki insya Allah akan adopsi pohon lagi…Oya teman-teman jangan lupa yuk kepoin program adopsi bibit pohon dari ASRI ini dengan cara baca-baca dulu infonya di link berikut: Adopsi Bibit Bareng Yayasan Alam Sehat Lestari. Karena tidak akan ada ruginya untuk adopsi pohon, karena namamu akan ada pada bibit pohon yang ditanam di kawasan hutan yang membutuhkan reboisasi. Keren kan program adopsi pohon ini? Siapa tahu sewaktu-waktu pas kamu lagi maen ke salah satu hutan di Indonesia, eh ternyata kamu melihat namamu ada di pohon yang kamu adopsi, pastinya kamu akan bangga kan bisa ikut kontribusi pelestarian hutan di Indonesia.

Oya, Saya juga sudah ikutan adopsi pohon lho, sekarang giliran kamu ya, oke?

Sumber Referensi Pendukung Tulisan:

Taggs:
48 Comments
  • Moch. Ferry 10:42 am 3 Mei 2021 Balas

    Kegiatan bermanfaat untuk generasi masa depan dan sekarang, menginspirasi semua.

    • Wahid Priyono 2:36 pm 3 Mei 2021 Balas

      Iya betul kak kegiatan positif kita untuk ikut kontribusi reforestasi hutan melalui adopsi pohon untuk hutan Indonesia yg lebih hijau dan berkelanjutan….

  • Mutia Ramadhani 11:25 am 3 Mei 2021 Balas

    Ayaya, ternyata Mas Wahid alumnus Biologi. Saya di Konservasi, sering banget di IPB join penelitian dan join pengamatan sama anak-anak Biologi. Kayaknya di Biologi sana juga ada klub-klub juga ya mas, kayak klub pengamat burung, klub herpetologi, klub flora gitu. Waaah, ada bahan ngobrol seru baru nih sama Mas Wahid.

    Senang sekali sekarang program adopsi pohon bisa dilakukan secara online melalui ASRI. Semoga semakin banyak yang terpanggil hatinya untuk ikut serta, sekecil apapun kontribusinya untuk hutan Indonesia.

    • Wahid Priyono 2:33 pm 3 Mei 2021 Balas

      Saya tapi di biologi yg bukan murni tapi di biologi pendidikan keguruan kak. jadi program studi yg sy ambil pendidikan biologi fakultas keguruan.

      Iya kak banyak kok club2 dan UKM nya di prodi/jurusan di FKIP Universitas Lampung.

      Btw, bagus kok kak memang program adopsi pohon ini jika dikelola dengan baik dan tentunya kita sudah ikut andil terhadap pelestarian hutan di Indonesia.

  • Dian Restu Agustina 6:35 pm 3 Mei 2021 Balas

    Satu bibit pun pasti akan ada manfaatnya, Mas. Senang sekali ada program Adopsi Bibit ini. Mewujudkan hutan lebih lestari juga menjembatani kaum awam seperti saya saat ingin berbuat kebaikan pada bumi dan hutan

    • Wahid Priyono 5:41 am 4 Mei 2021 Balas

      Iya betul kak Dian, sekecil dan sebesar apapun kontribusi kita, tentu akan ikut andil dalam pelestarian hutan di Indonesia, oya yuk kak ikut program adopsi pohon dari ASRI ini?

  • Mia Yunita 9:33 pm 3 Mei 2021 Balas

    Aku yang tinggal di Kalimantan malah jarang banget ke hutan. Jadi kangen juga pengen ke Tahura. Jaraknya lumayan sih menuju Tahura dan tentunya harus bawa temen-temen nih, kalo sendirian kan takut hehe.

    • Wahid Priyono 5:40 am 4 Mei 2021 Balas

      Wah Kalimantan memang terkenal dengan hutannya yang lebat. Bahkan, kalau kita naek pesawat dan sudah mendekati bandara kadang kita melihat hutan yang masih lebat di sekitarnya. Keren ya, semoga gak dirusak ya hutan kita, perlu kita lindungi secara bersama-sama.

  • Sinta Legian Wulandari 3:42 am 4 Mei 2021 Balas

    Terima kasih.. Senang sekali ada yang peduli dengan kondisi hutan di Indonesia.. Aku suka saat berjalan-jalan di lingkungan yang masih belum banyak pemukiman, hanya ada kebun, ladang, dan pohon-pohon rindang. Rasanya sangat menenangkan jiwa dibandingkan berjalan di komplek perumahan dan daerah yang padat penduduknya. Ingin ikut berkontribusi dalam adopsi bibit. Ingin mulai merubah pola hidup dan menerapkan komposting serta program zero waste lainnya. Semoga bisa terealisasi.

    • Wahid Priyono 5:38 am 4 Mei 2021 Balas

      Contohnya ASRI ya kak peduli dengan kondisi hutan kita di Indonesia ini. Dan sama kak saya juga sangat menyukai tempat2 yang rindang, penuh pepohonan nan asri serta sejuk… ya mudah-mudahan saja setelah banyak pohon yang ditanam memalui program adopsi pohon ini, maka ke depannya bumi kita akan makin hijau. Aamiin.

  • Maria Soemitro 4:02 am 4 Mei 2021 Balas

    tahura hampir selalu ada di setiap provinsi ya?
    Kemarin baca tahura di Bali (blognya Mbak Annie)
    Bandung juga punya
    dan Lampung punya TAHURA Wan Abdul Rachman

    Semoga semakin banyak tulisan tentang hutan akan mengajak semakin banyak orang untuk peduli ya?
    Karena manusia nggak bisa hidup tanpa oksigen ^^

    • Wahid Priyono 5:37 am 4 Mei 2021 Balas

      Iya kak, Taman Hutan Raya ini memang hampir tersebar di setiap provinsi di Indonesia. Tujuannya untuk melindungi flora maupun satwa-satwa endemik di daerah tersebut.

  • Yeni Sovia 5:27 am 4 Mei 2021 Balas

    Wah udah lama kak aku nggak lihat hutan dan dateng ke hutan. Dulu waktu masih kecil dan tinggal di padang. Aku suka pergi ke hutan bareng nenek untuk mencari tanaman khusus. Aku lupa namanya. Ahhh baca ini membuatku ingat kampung halamanku. Karena dulu rumah nenekku sebelahnya hutan. Jadi aku masih suka lihat monyet turun ke pemukiman.

    Tapi sejak pindah ke Bandung yaitu ke kota besar, sejak itu aku ga pernah kyaknya datang ke hutan lagi hiks. Karena di sini banyaknya gedung-gedung tinggi dan perumahan. Ah jadi kangen kenangan bersama nenek pergi ke hutan

    • Wahid Priyono 5:45 am 4 Mei 2021 Balas

      Sama kak, di Lampung, tempatku dulu tahun 80-an s/d 90-an awal hutannya masih ada lho. Bahkan banyak monyet juga yang masih bergelantungan di atas pohon-pohon. Namun kini semuanya telah lenyap semenjak terjadinya degradasi lahan, deforestasi, bahkan banyaknya pembangunan perumahan juga menjadi penyebab hilangnya satwa, dll.

  • Hidayah Sulistyowati 5:30 am 4 Mei 2021 Balas

    Menarik juga ya program adopsi pohon, jadi mengajak masyarakat untuk ikut peduli dengan kelestarian pohon yang ada di hutan kita. Aku pernah lihat di channel YouTube tentang Tahura Wan Abdul Rachman. Tempatnya asri dan menyenangkan. Bisa kah ngecamp di sana, Mas?

    • Wahid Priyono 5:35 am 4 Mei 2021 Balas

      Iya mbak, bisa kok ngecamp disana…karena di Tahura Wan Abdul Rachman ini juga memang sering dipake untuk acara2 kegiatan kampus, out bond dll..

  • Ira Hamid 5:58 am 4 Mei 2021 Balas

    wahh baru tahu nih ada program adopsi bibit ini. Nanti mau cari tahu lebih jauh perihal program ini ahhh

  • viandri 9:07 am 4 Mei 2021 Balas

    Oh begitu cara adopsi bibit. Membantu banget untuk pelestarian tumbuhan dan hijauhnya hutan Indonesia.
    Ngomong2 TAHURA, dulu aku suka main yang ada di Bandung hehe. Lupa namanya apa. Selain sejuk, bisa digunakan untuk jalan2 bareng teman.

    • Wahid Priyono 9:37 am 4 Mei 2021 Balas

      Iya kak, betul sekali….sekarang mau adopsi pohon jadi lebih mudah dan praktis ya, karena sudah ada yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI).

  • Ririn Wandes Melalak Cantik 10:13 am 4 Mei 2021 Balas

    Semakin kesini memang hutan sudah banyak yang ditebangi ya,tentu sebagai anak muda harus mulai peduli untuk melestarikan pepohonan. Melihat Tahura langsung teringat saat mengunjungi Tahura yang ada di Sumut. Segar gitu berada di antara pepohonan yang hijau dan sejuk.

    • Wahid Priyono 4:47 pm 4 Mei 2021 Balas

      Wah bagus ya di sumut ada TAHURA juga ya, keren pastinya sehingga di kawasan tersebut lebih terlindungi ya kak….bahkan lebih terawasi karena sudah ada Undang-Undang (UU) yang mengaturnya, jadi lebih ketat dan tak mudah untuk diambil alih fungsi lahan oleh investor, dll.

  • Dyah ummu AuRa 10:24 am 4 Mei 2021 Balas

    Sekarang siapapun bisa berkontribusi menyelamatkan hutan demi keberlangsungan makluk hidup di bumi ya mas. Adopsi ini benar-benar bisa jadi solusi yang jitu.

    • Wahid Priyono 4:45 pm 4 Mei 2021 Balas

      Yups betul sekali kak Dyah, bahwa adanya program Adopsi Bibit Pohon dari ASRI ini sangat positif sekali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih melek terhadap pelestarian hutan dan isinya.

  • Fenni Bungsu 10:31 am 4 Mei 2021 Balas

    Waktu daku SMU juga pernah ke hutan kak, dalam rangka study tour. Memang bener pas nongki di situ berasa bahwa ciptaan Tuhan sangat besar seperti itu, seharusnya manusia sebagai makhluk yang berakal mampu untuk menjaganya ya. Bukan malah mengeksploitasi dan membabatnya habis, tanpa adanya penghijauan kembali. Miris memang

    • Wahid Priyono 4:42 pm 4 Mei 2021 Balas

      Memang seru ya kak kalo study tour itu ke hutan, saya juga dulu gitu kak, ke hutan Tanaman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung juga sudah pernah, sampe masuk ke hutannya banyak pacet yang nempel di kaki karena saking lebat hutan dan kelembaban tanahnya cukup tinggi. Tapi seru dan berkesan ya kak, semoga hutan Indonesia tetap terjaga dari lintas generasi ke generasi. Aamiin.

  • Annie Nugraha 11:17 am 4 Mei 2021 Balas

    Baca ini semakin menyadarkan saya bahwa hutan itu benar-benar jadi bagian penting dari kehidupan kita ya. Sumber oksigen kehidupan, salah satu resapan air, dan tentu saja sumber hayati yang membantu kehidupan manusia. MashaAllah.

    • Wahid Priyono 4:41 pm 4 Mei 2021 Balas

      Yups kak Annie, ya begitulah kita juga harus hidup berdampingan kepada hutan, karena selama ini hutanlah yang menjaga kehidupan kita, dan menyuplai banyak oksigen di bumi. Jadi kita juga harus peduli dengan hutan dan merawatnya.

  • Dian 12:35 pm 4 Mei 2021 Balas

    membaca artikel ini membuat saya semakin menyadari pentingnya menjaga hutan ya mas.
    karena sesungguhnya hutan itu sumber kehidupan bagi manusia

    • Wahid Priyono 4:39 pm 4 Mei 2021 Balas

      Yups betul sekali kak Dian, menjaga hutan itu adalah kewajiban kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi. Hutan kita perlu dijaga, dirawat, dan dilestarikan keanekaragaman hayati (biodiversitas) yang ada di dalamnya.

  • Sani 2:40 pm 4 Mei 2021 Balas

    Lihat foto fotonya ingat saat kuliah, seru bgt aktifitas dialam. Menanam pohon. Menjaga bumi demi anak cucu kita kelak

    • Wahid Priyono 4:38 pm 4 Mei 2021 Balas

      Iya betul sekali kak, sebenernya kita memang harus punya sikap sosial kepada tumbuhan juga , salah satunya dengan menanam pohon baik di hutan atau di sekitar tempat tinggal kita.

  • Triani Retno 3:02 pm 4 Mei 2021 Balas

    Wah asik, bisa ikutan program adopsi bibit pohon ya.
    Aku tuh paling gemes dan pengen nabokin orang yang katanya pencinta alam tapi malah nyampah di gunung dan hutan. Kasihan Bumi, kan. >.<

    • Wahid Priyono 4:37 pm 4 Mei 2021 Balas

      Iya kak alhmdulillah ikut partisipasi kak, insya Allah nanti ke depannya mau adposi pohon lebih rutin lagi. Thanks kak, yuk adopsi bibit pohon?

  • Icha Marina Elliza 4:44 pm 4 Mei 2021 Balas

    Tentang hutan… Saya beneran teringat sama ayah saya. Masih kecil rajin mengenalkan kami akan hutan dan alam. Jadi kami ada perasaan kesal bila mendengar hutan rusak karena keegoisan manusia.

    Ide adopsi bibit bagus banget nih mas. Bikin kita ikut kontribusi untuk lingkungan dan hutan yang kita cintai.

    • Wahid Priyono 4:46 am 5 Mei 2021 Balas

      Iya kak, ADOPSI BIBIT dari Yayasan ASRI ini memang inspiratif dan mempermudah semua orang jadi adopter bibit pohon. Hanya dengan cara online semuanya jadi mudah dan praktis ya, keren deh ASRI ini 🙂

  • Gemaulani 4:47 pm 4 Mei 2021 Balas

    Wah, saya baru tahu ada yang namanya adopsi pohon. Keren deh, bisa ikutan adopsi pohon dengan mudah gitu via online, terjangkau juga harganya. Semoga banyak yang ikut program adopsi pohon ini juga supaya hutan tetap terjaga, dan terus ada.

    • Wahid Priyono 4:48 am 5 Mei 2021 Balas

      Gak cuma istilah “adopsi anak” ya kak, hehe…ada juga adopsi pohon untuk hutan kita yang lebih baik ke depannya. Dan saya sangat mendukung sekali upaya ASRI untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penjagaan dan perawatan hutan melalui adopsi bibit pohon/tanaman.

  • Lasmicika 9:41 am 5 Mei 2021 Balas

    Bagus sekali program adopsi pohon ini. Mudah-mudahan makin banyak orang yang peduli dengan hutan kita ya, biar 50 tahun atau bahkan ratusan tahun lagi masih bisa diwariskan pada anak cucu.

    Eh, owa-owa itu sejenis orang utankah? Kalau di Tahura ini semua flora n fauna-nya masih beragam ya, masih hidup di habitat alami dalam ekosistem yang seimbang.

    Damaiii banget sih emang, kalau main-main ke hutan. Jadi banyak merenung. Semacam, wow … tugas manusia sebagai khalifah di bumi ini bener2 bukan tugas ringan.

    • Wahid Priyono 8:27 am 6 Mei 2021 Balas

      Yups, saya juga mendukung sekali kak program adopsi pohon ini supaya lebih banyak orang yang tersadarkan tentang pentingnya upaya pelestarian hutan di Indonesia.

  • Mpo Ratne 11:09 am 5 Mei 2021 Balas

    TAHURA Wan Abdul Rachman sangat indah banget dan bisa dijadikan contoh tempat yang baik.

    Ingat kisah seorang kakek yang rajin nanam kurma dan pemuda bertanya kenapa kakaek menanam pohon padahal pohon ini berbuah tapi kakek juga sudah meninggal dunia . Ia menjawab karena saya mau siapapun bisa menikmati kurma. Ini sebagai sedekah saya

    • Wahid Priyono 8:25 am 6 Mei 2021 Balas

      Makasih Mpo Ratne, hehe….betul kak, TAHURA contoh hutan yang bisa jadi sarana edukasi, rekreasi, penelitian, dll..

  • […] Surat Kecil Untuk Diriku, Bumiku dan Hutanku 50 Tahun yang Akan Datang […]

  • Nanik K 7:14 am 9 Mei 2021 Balas

    Berdonasi untuk pelertarian hutan dengan adopsibibit pohon di Asri memang sebuah gerakan yang patut digaungkan. Agar hutan kita tetap berseri dan terlindungi.

    Btw sebagai informasi saja,sih kak.
    Di Surabaya,juga ada program Satu Pohon, Satu Jiwa.
    Jadi,jika kami penduduk luar kota Surabaya akan mendaftar sebagai warga Surabaya,harus berdonasi pohon dulu.
    Satu pohon satu jiwa.
    Jadi orang nggak sembarangan nebang pohon di sini.

  • Dani Ristyawati 3:45 pm 10 Mei 2021 Balas

    Kalau di kampusku sering diadakan penanaman pohon sebagai salah satu cara menghijaukan kampus dna lingkungan..jadi sekarang kalau ada event tertentu pasti selalu ada acara tanam pohon

    • Wahid Priyono 7:18 am 11 Mei 2021 Balas

      Wah luar biasa ya kak. Mantap kak…lanjutkan…

  • influencer jambi 2:24 pm 10 Juni 2021 Balas

    terimakasih infonya

    • Wahid Priyono 2:47 pm 10 Juni 2021 Balas

      Hallo mas Rafel, sama-sama ya…terima kasih kembali sudah berjunjung ke blog saya.

Write a comment