Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

Wahid Priyono

Blogger

Web Designer

Freelancer

Teacher

Writer

Content Creator

Badminton Lovers

#BlogPost

Mengenal Penyakit Diabetes (Kencing Manis), Penyebab, dan Cara Pencegahannya

30 Desember 2020 Health
Mengenal Penyakit Diabetes (Kencing Manis), Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Diabetes (kencing manis) adalah suatu penyakit dengan peningkatan glukosa darah di atas normal. Penyakit ini disebut kencing manis karena urine yang dikeluarkan dari tubuh memang mengandung banyak glukosa. Hal ini disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal di dalam tubuh. Diabetes termasuk salah satu penyakit yang paling membahayakan. Tidak hanya di Indonesia, akan tetapi juga di dunia.

Berdasarkan data yang dilansir World Health Organization (WHO), pada 2009 penderita penyakit gula darah ini mencapai 8 juta jiwa dan diperkirakan terus bertambah. Tak heran bila Indonesia menempati peringkat keempat di dunia sebagai negara dengan pengidap diabetes terbanyak. Meskipun faktanya satu dari delapan orang yang ada di sekitar kita merupakan orang yang memiliki diabetes, kita tidak perlu khawatir. Karena penyakit ini dapat dicegah sedini mungkin dengan mengontrol gula darah yang ada dalam tubuh secara rutin. Pemeriksaan secara rutin ini dapat dilakukan melalui tenaga medis/kesehatan/dokter atau dilakukan sendiri.  Bagi penderita yang tidak memiliki waktu yang cukup untuk pergi ke dokter spesialis diabetes, pemeriksaan kadar gula darah dapat dilakukan sendiri. Karena mengingat saat ini teknologi canggih sudah dapat mendeteksi kadar gula dalam darah setiap orang. Salah satunya yaitu alat pemantau gula darah yang disebut “ Omron Blood Glucose Monitoring Kit”. Alat ini sangat efisien dan akurat untuk mengetahui kadar gula darah. Cara kerja alat ini yaitu menggunakan teknologi sensor suhu pantau pada alat, dijamin bahwa hasil pengukuran dapat diandalkan. Peralatan dengan teknologi ini sudah banyak dijual di pasaran.

Ciri-Ciri Penyakit Diabetes

  • Penurunan Berat Badan Secara Abnormal

Penurunan berat badan yang berlangsung singkat harus dicurigai karena merupakan ciri penyakit diabetes. Hal ini bisa terjadi karena glukosa dalam darah tidak bisa masuk ke dalam sel-sel tubuh, sehingga sel kekurangan asupan untuk menghasilkan tenaga.

  • Banyak Kencing (Poliuria)

Efek dari kadar gula darah yang tinggi yang akan mempengaruhi ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan untuk mengencerkan glukosa sehingga penderita sering buang air kecil dalam jumlah yang banyak (poliuria) dan mengakibatkan penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).

  • Sering Merasa Haus

Banyaknya cairan yang keluar melalui kencing membuat penderita sering merasa haus. Untuk menghilangkan rasa haus tersebut, penderita minum air dalam jumlah yang banyak.

  • Banyak Makan Secara Berlebihan

Kalori dari makanan yang dimakan, setelah dimetabolisasi, akan menjadi glukosa dalam darah yang tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan, sehingga penderita selalu merasa lapar. Ciri ini juga dapat dilihat pada penderita yang mengalami obesitas.

  • Gangguan Pengelihatan

Pada fase awal, sering dijumpai gangguan penglihatan yang mendorong penderita untuk mengganti kacamatanya berulang kali agar ia tetap dapat melihat dengan baik. Bila ditemukan ciri-ciri seperti ini ada baiknya untuk memeriksa juga ke dokter mata serta berkonsultasi kepada Dokter spesialis diabetes untuk mengambil langkah preventif.

  • Gatal dan Bisul

Kelainan kulit berupa gatal, biasanya terjadi di daerah kemaluan atau daerah lipatan kulit seperti ketiak dan di bawah payudara. Seringpula dikeluhkan timbulnya bisul dan luka yang lama sembuhya. Luka ini dapat timbul akibat hal yang sepele seperti luka lecet karena sepatu atau tertusuk peniti. Ciri ini dapat mengakibatkan komplikasi luka pada kulit yang sulit sembuh. Pada beberapa kasus yang lain, dapat muncul ulkus diabetik disebabkan oleh kombinasi ketidakcukupan aliran darah arteri dan neuropati. Ulkus ini umumnya ditemukan di jari kaki dan di permukaan telapak kaki. Kulit menebal dan mengandung kalus (hiperkeratotik). Nyeri biasanya tidak terasa akibat neuropati. Apabila teraba denyutan nadi, hal ini belum mengindikasikan kelancaran sirkulasi. Bentuk luka diabetik kecil, dalam, dan kering disertai tepi kalus yang tebal dan berisiko tinggi terjadi infeksi dan gangren.

Pengontrolan kadar glukosa darah sangat penting untuk proses penyembuhan luka. Terapi yang diperlukan sama dengan terapi untuk menangani ulkus arteri. Biasanya klien harus diperiksa oleh ahli medis dan dibuatkan sepatu ortotis. Instruksikan klien untuk mengikuti pedoman perawatan kaki pada penderita diabetes ini.

Macam Penyakit Diabetes

Masing-masing tipe diabetes memiliki faktor pemicu, diantaranya:

  • Diabetes Tipe 1 (Juvenile onset/dependen-insulin)

Berkaitan dengan kerusakan sel pulau-pulau Langerhans dalam pankreas. Kondisi ini menyebabkan terhentinya pasokan insulin untuk tubuh, sehingga meningkatkan kadar gula dalam darah. Karena pankreas mengeluarkan insulin sedikit atau tidak sama sekali. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan sel penghasil insulin. Berarti tubuh tidak mampu menggunakan glukosa untuk energi karena kurangnya insulin. Penderita dibetes tipe 1 selama hidupnya harus menerima suntikan insulin dari luar tubuh.

  • Diabetes Tipe 2 (Maturity onset)

Tipe ini hanya terjadi hanya pada orang dewasa, karena merekalah yang umumnya mengalami obesitas. Penderita diabetes tipe 2 mampu menghasilkan insulin, namun jumlah insulin ini tak mecukupi karena ada komplikasi-komplikasi yang disebabkan oleh obesitas, misalnya tingginya kadar lemak darah, baik kadar kolesterol maupun trigliserida. Kondisi inilah yang dinamakan resistensi insulin.

Penyebab Penyakit Diabetes

Beberapa penyebab penyakit diabetes diantaranya:

  • Pola Makan

Makan secara berlebihan dan melebihi jumlah kadar kalori yang dibutuhkan oleh tubuh dapat memacu timbulnya diabetes mellitus.

  • Obesitas (Kegemukan)

Orang gemuk dengan berat badan lebih dari 90 kg cenderung memiliki peluang lebih besar untuk terkena penyakit diabetes militus. Sembilan dari sepuluh orang gemuk berpotensi untuk terserang diabetes mellitus.

  • Faktor Genetis

Diabetes mellitus dapat diwariskan dari orang tua kepada anak. Gen penyebab diabetes mellitus akan dibawa oleh anak jika orang tuanya menderita diabetes mellitus. Faktor hereditas juga memperberat risiko ini. Diabetes mellitus tipe I (dependen-insulin) kelihaatannya kurang sering ditransmisikan pada keturunan wanita diabetik daripada keturunan pria diabetik, meskipun fenomena ini mungkin saja karena kehilangan perinatal dari keturunan yang menderita karena ibu diabetik. Bila orang tua mengalami diabetes mellitus tipe II, anak-anak berisiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe ini daripada populasi umum.

  • Bahan Kimia dan Obat-obatan

Bahan-bahan kimia dapat mengiritasi pankreas yang menyebabkan radang pankreas, radang pada pankreas akan mengakibatkan fungsi pankreas menurun. Sehingga kadar gula dalam darah kurang diatur secara baik.

  • Pola Hidup

Pola hidup juga sangat mempengaruhi faktor penyebab diabetes mellitus. Jika orang malas berolah raga memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit diabetes mellitus.

Cara Mencegah Penyakit Diabetes

Beberapa cara pencegahan penyakit diabetes diantaranya:

  • Menerapkan pola makan yang sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi setiap hari. Perbanyak sayur dan buah yang mengandung banyak serat dan nutrisi yang berguna bagi tubuh;
  • Menghindari makanan bergula atau yang terlalu manis, misalnya cokelat, permen dan kue;
  • Membiasakan minum air putih sebanyak 7-8 gelas per hari. menghindari pula minuman manis seperti sirup ataupun minuman bersoda;
  • Membiasakan berolahraga secara teratur, minimal selama 30 menit setiap harinya;
  • Melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kadar gula dalam darah dan menjaga berat badan tetap stabil;
  • Makan makanan yang kaya akan kromium misalnya gandum, kacang panjang, makanan dari kedelai, nasi, mentimun, dan jamur shitake, serta makanan yang rendah kalori dan alkalin. Harus rendah lemak, tinggi serat dan karbohidrat kompleks. Serta mengatur metabolisme glikemia dan glukosa. Selain itu, makanan yang sedikit basa perlu dikonsumsi seperti , kedelai, kacang lima, aprikot, bayam, buah-buahan segar, dan sayuran.

Diagnostik

  • Bagi penderita diabetes dapat melakukan pemeriksaan diagnostic seperti puasa (setiap hari) atau gula darah acak;
  • Hemoglobin/hemotokrit; yaitu pemeriksaan data dasar;
  • Hemoglobin glikosilat (HbA1c); memungkinkan tinggi (lebih besar dari 8,5%), menandakan ketidakadekuatan kontrol dari kadar glukosa serum; serta
  • Urinalisasi; dapat menunjukkan kadar glukosa, keton, dan protein.

Sumber Referensi:

  • Ovedoff,  D. 2003. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Univesitas Trisakti.
  • Peel, Kathy. 1998. Manajer Keluarga. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.
  • Pearce, Evelyn. 1990. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  • Sediaoetama, A.D. 2008. Ilmu Gizi. Jakarta: Dian Rakyat. Suhardjo dan Kusharto, C.M. 1992. Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi. Yogyakarta: Kanisius.
  • Suhardjo. 1996. Perencanaan Pangan dan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Wahlroos, Sven. 1999. Komunikasi Keluarga. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.
  • WHO
  • Himedik.com
  • Zang, S.M dan Bailey N.C. 2004. Manual Perawatan-Di-Rumah. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Taggs:
34 Comments
  • Avatar
    Dyah ummu AuRa 2:29 am 9 Maret 2021 Balas

    Diabetes merupakan salah satu penyakit yang banyak penderitanya ya mas. Termasuk ibuku, punya riwayat gula darah tinggi. Tanda-tandanya bener banget tuh berat badannya turun. Makanya sekarang makannya harus dikontrol dengan baik

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 5:27 am 11 Maret 2021 Balas

      Iya mbak, makanan yang rendah gula ya tentunya. Jika gak terkontrol pola makannya bisa bahaya. Bisa2 naek drastis tuh gula darahnya.

    • Avatar
      Malica 7:31 am 10 April 2021 Balas

      Diabetes ini ngeri-ngeri gimana gitu ya. Aku ngelihat sendiri saudara yang kena diabetes. Sekali kambuh, khususnya yang diabetes basah. Dia akan lama proses pemulihannya. Jadi memang kita yang masih muda ini wajib menjaga kesehatan selagi masih muda ya mas

      • Wahid Priyono
        Wahid Priyono 7:41 am 10 April 2021 Balas

        Iya betul sekali kak Malica, Menjaga kesehatan tubuh dengan konsumsi makanan sehat. Thanks for sharingnya juga ya kak 🙂

  • Avatar
    Fionaz Isza 1:35 pm 9 Maret 2021 Balas

    jaman sekarang makin banyak yang menderita penyakit diabetes ya kak, makanya kita harus melakukan tondakan pencegahan sejak dini

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 5:25 am 11 Maret 2021 Balas

      Iya kak, mengatur pola makan yang sehat, serta membiasakan berolahraga, istirahat cukup dan minimalisir stress juga sedang saya atur sedemikian rupa…

  • Avatar
    Mutia Ramadhani 2:35 am 10 Maret 2021 Balas

    Diabetes salah satu penyakit paling mematikan di Indonesia. Gak pandang bulu, tua muda, laki perempuan, remaja dewasa. Apalagi risikonya bisa diturunkan. Pasti lah was-was kalo kita punya keturunan. Menerapkan pola makan sehat dan banyak minum air putih seperti tips di atas itu paling mudah dilakukan.

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 5:26 am 11 Maret 2021 Balas

      Iya betul kak Mutie, saya pun kalo ke kantor/sekolah selalu sedia air putih di dalam botol. Sehat juga dan tubuh jadi terhidrasi dengan baik. Sama2 bergerak lawan diabetes yuk dengan menerapkan pola hidup sehat…

  • Avatar
    Maria Tanjung Sari 3:03 am 10 Maret 2021 Balas

    Diabetes ini emang kalau gak telaten susah turunnya mas. gula harus benar2 dijaga ga boleh malas membatasi asupan. Namanya org kadang pengen bebas ya mau makan aka, hehehe

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 5:24 am 11 Maret 2021 Balas

      Mumpung belum terlambat. Sama2 saling berbenah mbak. Makan secukupnya (hindari yang terlalu manis), termasuk minuman juga. Olahraga saya juga rutinkan mbak, dan emang sudah dijadwalkan. Tujuannya ya itu biar bugar dan sehat.

  • Avatar
    Putu Sukartini 4:20 pm 10 Maret 2021 Balas

    Kalau udah bahas diabetes, aku rasanya sedih banget
    Dulu nenek diabet. Sekarang ibu dan paman2ku juga diabet
    Tau banget bagaimana beliau semua keluar masuk RS karena diabet ini. Bikin aku juga harus mawas diri dan hati-hati

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 5:20 am 11 Maret 2021 Balas

      Semoga segera membaik ya kak untuk kesehatan ibu/paman kak Putu yang terkena diabet..

  • Avatar
    Nur Asiyah 4:21 pm 10 Maret 2021 Balas

    Saya suka sekali makan makanan manis. Asupan air minum juga ala kadarnya asal udah minum air putih gitu. Ternyata perlu diperhatikan. Harus lebih disiplin ini.

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 4:56 am 11 Maret 2021 Balas

      Iya kak sy juga sedang mengurangi minuman terlalu manis dan bersoda.

  • Avatar
    Icha Marina Elliza 3:14 am 11 Maret 2021 Balas

    Memang kebanyakan penyakit diabetes diakibatkan gaya hidup yang tidak terkendali mas. Kalo tidak dijaga, terkadang obat pun tidak mampu menahan laju gula dalam darah.
    Akhirnya harus suntik insulin setiap hari.
    Kebayang repotnya hidup seperti itu ya mas.
    Asalkan makan makanan seimbang diselingi dengan aktivitas yang sehat, tentu kita semua bisa menghindari diri dari diabetes.

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 4:46 am 11 Maret 2021 Balas

      Iya betul kak icha… saya pun rutin olahraga 3x seminggu. Tujuannya biar badan sehat ideal dan mencegah diabet juga.

  • Avatar
    081334345766 3:55 am 11 Maret 2021 Balas

    temen kantorku juga ada yang kena diabetes ini, bebrapa bulan nggak ketemu dia, kaget pas ketemu badannya udah kurus dan kayak layu gitu.

    Bahkan saat mengikuti suatu pelatihan, saya pernah sekamar dengan penderita diabetes. Tiap pagi dia menyuntikkan insulin buat dirinya sendiri

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 4:51 am 11 Maret 2021 Balas

      Iya kak suntikan hormon insulin itu kak….wah nikmat sehat memang mahal dan harus sejak dini dipersiapkan dengan baik.

  • Wahid Priyono
    Wahid Priyono 4:53 am 11 Maret 2021 Balas

    Betul kak. Sy juga sedang belajar untuk mengurangi makanan atau minuman yg telalu manis atau minuman bersoda.

  • Avatar
    Yuni BS 6:54 am 11 Maret 2021 Balas

    Ah. Pantas saja emak saya suka nyuruh untuk periksa kala saya sering ke toileh. Katanya khawatir diabetess. Padahal mah karena memang cuaca dingin aja.

    Ternyata sering kencing dalam jumlah yang banyak itu salah satu ciri diabetes.

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 10:55 am 13 Maret 2021 Balas

      Kencing terlalu banyak bisa juga bukan diabetes tapi lebih ke poliuria (banyak kencing), namun untuk mengetes apakah terkena diabetes cukup mudah, yakni tinggal letakkan 1 sendok urine ke piring, terus letakan di dekan daerah yang sering ada semut. Jika urine disukai semut berarti menagndung glukosa dan bisa jadi positif diabetes.

  • Avatar
    supadilah 12:58 pm 11 Maret 2021 Balas

    Selama ini memang info yang saya dapat bahwa diabetes bisa karena faktor genetik. Tapi ternyata tidak itu saja ya mas. Bisa dari pola makan. Wah, jadi harus hati2 nih

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 10:52 am 13 Maret 2021 Balas

      Iya mas, pola makan sangat mempengaruhi sekali, sehingga perlu waspada.

  • Avatar
    Lintang 4:49 am 12 Maret 2021 Balas

    Berati gimana dong mas, katanya faktor genetik diabetes itu silang ya? kalo bapaknya diabet kemungkinan bisa menular ke anak perempuannya. Begitu sebaliknya. Ternyata gatal dan bisuk juga bisa jadi salah satu ciri diabet ya, harus hati-hati juga. Berati penting punya “Omron Blood Glucose Monitoring Kit” di rumah nih.

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 10:51 am 13 Maret 2021 Balas

      Iya menurut buku kesehatan yang saya baca bisa diwariskan secara genetis kak. Iya kak, pengaturan gula darah juga penting dicek rutin ke dokter.

  • Avatar
    Nurhilmiyah 9:42 am 13 Maret 2021 Balas

    Makanan yang mengandung kromiun termasuk nasi ya Mas Wahid, tetapi jika ingin menghindar dari penyakit Diabetes ini juga sebaiknya makan nasi secukupnya saja ya, karena mengandung gula itu. Tfs ya

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 10:50 am 13 Maret 2021 Balas

      Betul sekali kak Nurhilmiyah bahwa nasi memang sebaiknya perlu dikurangi juga dan bisa diganti dengan nasi merah, oyek, dll. Nasi kaya akan glukosa. Thanks kak.

  • Avatar
    Rizky Kurnia Rahman 1:57 pm 13 Maret 2021 Balas

    Wuih, webnya keren. Nggak full di layar waktu dibuka di laptop.

    Tadi di atas ditulis bisa makan nasi. Sementara kata dokter Zaidul, nasi itu juga mengandung gula. Jadi, bagaimana bagusnya?

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 5:01 pm 13 Maret 2021 Balas

      Hampir semua makanan atau minuman yg dikonsumsi kita sehari2 itu mengandung gula/karbohidrat termasuk buah buahan, nasi dll. Cuma menurut sy mengurangi saja. Mohon maaf sy kadang gk terlalu mengikuti kajian dari dr.Zaidul yg menurut sy gk umum. hehe…

  • Avatar
    Fachrur Rozi 1:03 pm 22 Maret 2021 Balas

    saya sangat menyukai ajuran dari dr zaidal akbar tentang pencegahan terkena diabetes yaitu mengurangi gula dan diet karbo lalu olahraga hehe

  • Avatar
    endah 1:07 pm 3 April 2021 Balas

    diabetes adalah salah satu penyakit yang paling saya takuti, makanya saya menjaga banget asupan gula yang masuk, dan olahraga meski belum rutin hehehe

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 2:18 pm 3 April 2021 Balas

      Iya kak betul sekali. Mengurangi konsumsi gula berlebih adalah cara pencegahan diabetes sejak dini.

  • Avatar
    Arai Amelya 3:04 am 10 April 2021 Balas

    Ngeri juga sih ya, diabetes sekarang nggak hanya karena turunan aja, tapi lebih ke gaya hidup tidak sehat. Siapapun berpeluang bisa kena penyakit ini dan memang intinya mengontrol kadar gula darah lewat asupan makanan/minuman.

    • Wahid Priyono
      Wahid Priyono 7:42 am 10 April 2021 Balas

      Jadi intinya sih, kita sebagai generasi muda harus konsumsi makanan sehat dan bergizi ya, hindari junk food dan minuman bersoda & mengandung pemanis buatan tentunya…

Write a comment